
Hari ini seperti biasa Qiara berangkat ke kampus dengan angkutan umum. Kuliah hari ini lumayan lama karna jadwal kuliah Qiara sampai sore.
"Selamat ya Qi" ucap Vivi sambil memeluk Qiara.
"Kayaknya gak bakal lama lagi neh kan kemarin dapet bunga dicara nikahan temannya Putra" tambah Rini yang ikut memeluk sahabatnya.
"Apaan sih kan kita udah tahun ke 3 dan bentar lagi kita skripsi lho" jawab Qiara malu-malu.
"Setahun kan cepet banget Qi kalo kemarin aja 2 tahun g kerasa apalagi cuma setahun" goda Rini.
"Kalian neh apaan sih" jawab Qiara "Mas Putra tu bilang kalo dia mau pantesin dulu dimata aku dan keluargaku".
"Jadi itu alasan dia nunggu kamu selesai kuliah" tambah Vivi.
"Emang kalo udah lulus mau apa?" tanya Qiara polos.
"Ya lamar kamu lah" jawab Rini sambil mencubit gemas Qiara.
Qiara yang kesakitan hanya bisa mengelus-elus pipinya yang sudah dicubit oleh Rini. Qiara tak mau menganggap serius perkataan kedua sahabatnya karna sudah bisa sampai ke tahap ini aja sudah cukup membuatnya bahagia.
Karna mata kuliah berikutnya masih agak lama akhirnya Qiara dan dua sabahatnya memutuskan untuk makan siang dikost aja. Sebelum pulang ke kost mereka mampir dulu membeli makan siang. Kost Rini dan Vivi memang tak jauh dari kampus hanya menyebrang jalan utama sudah sampai ke kost mereka.
Mereka makan siang di dalam kamar kost sambil mengobrol. Saat asik ngobrol hp Qiara berdering dan ternyata Putra yang menelpon.
"Assalamualaikum Mas" jawab Qiara.
__ADS_1
"Waalaikumsalam. Kamu lagi apa?" tanya Putra.
"Lagi makan siang dikostan" jawab Qiara sambil mengunyah makan siangnya.
"Kost siapa?" tanya Putra curiga.
"Temenku mas. Rini sama Vivi" jawab Qiara datar.
"Tenang aja kak gak usah kuatir Qiara sama kita kok gak sama cowok lain" teriak Vivi yang mengoda Qiara.
"Tuh denger kan klo Vivi udah teriak" jawab Qiara bete.
"Ya maaf kan aku gak mau kalo sampi kejadian kayak diresepsi kemarin".
"Mas Putra aja yang aneh masa gitu aja curiga padahal kemarin mau aku kenapa-kenapa juga gak perduli" protes Qiara.
"Aku masuk rumah sakit juga gak dijengukin padahal rumah sakitnya kan sebelah tempat kerja Mas" Qiara makin bete.
"Aku kesana kok cuma gak masuk aja liat dari pintu doang" aku Putra.
"Apa kakak cuma liat di depan pintu doang" qiara sambil membanting sendoknya dan nada suaranya makin sebel "Kelewatan banget sih kamu mas".
"Aku malu sama orang tua kamu".
"Selalu jawabnya gitu".
__ADS_1
"Udah gi kamu makan dulu jangan lupa sholat. Aku juga mau sholat dulu".
"Emang mas udah makan?".
"Aku puasa sayang kan hari kamis".
"Oh iya aku lupa".
"Udah lanjutin deh makannya aku tak sholat dulu".
"Ok".
"Makan yang banyak ya sayang dan jangan lupa sholatnya ya. Love you. Assalamualaikum".
tut tut tut tut
Qiara masih memegang hpnya sambil bengong setelah mendengar ucapan Putra di telpon. Tahu Qiara bengong, Rini langsung mencubit pipinya.
"Aduh sakit Rin"
"Lagian kenapa sih benggong gitu?" tanya Vivi.
"Baru sekarang aku denger mas Putra bilang sayang sama aku" jawab Qiara dengan pipi merah meronanya.
"Uh yang lagi kasmaran" ledek Vivi sambil tertawa.
__ADS_1
Punya status baru sebagai kekasih Putra cukup membuat Qiara sangat bahagia. Sekarang Qiara semakin tau dan semakin mengenal Putra lebih baik dari sebelumnya. Dan kepribadian Putra yang semakin ia kenal membuatnya semakin yakin dan akan terus menantikan kelanjutan hubungannya dengan Putra.