Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
16. Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Putra menyetir sambil menggenggam tangan Qiara. Dia bisa merasakan ketakutan Qiara dan berusaha untuk menenangkannya. Sementara Qiara hanya diam dan menatap keluar. Qiara berharap dengan melihat keluar bisa menghilangkan rasa gugupnya.


"Sayang beneran gak mau kasih tahu aku mau ajak aku kemana?" tanya Qiara.


"Tenang aja kamu pasti seneng kok setelah sampai tempatnya" jawab Putra tersenyum sambil mengecup punggung tangan Qiara.


Qiara cuma bisa penasaran kemana sebenarnya Putra mengajaknya pergi. Kenapa Putra mengarahkan mobilnya ke jalan pulang tapi bukan jalan pulang ke rumah Qiara.


Tak lama mobil Putra memasuki lingkungan perumahan bukan perumahan yang mewah tapi lebih seperti cluster kecil yang hanya berisi puluhan rumah saja. Putra menghentikan mobilnya didepan rumah berwarna putih dengan taman kecil dan ada kolam ikan di halaman depan rumah. Rumah yang tampak asri dan minimalis.


"Rumah siapa sayang?" tanya Qiara "ini kan gak jauh dari rumah aku".


"Rumah masa depan kita dong sayang" jawab Putra tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Qiara.


"Apa?" tanya Qiara kaget.


"Yuk masuk. Ayah sama Bunda udah nungguin kita di dalam" jawab Putra sambil menuntun tangan Qiara.


Qiara makin gugup, wajahnya sedikit pucat. Qiara tak menyangka akan bertemu dengan orang tua Putra secepat ini. Belum sebulan mereka pacaran tapi Putra sudah mengajaknya bertemu orang tuanya.

__ADS_1


"Oh jadi ini calon mantu bunda" sapa Bunda Putra dengan senyuman yang hangat.


"Iya bun ini Qiara calon mantu bunda" jawab Putra sambil mencium tangan sang Bunda.


"Qiara tante" sapa Qiara yang juga mencium tangan bunda Putra.


"Kok tangan kamu dingin banget sayang trus agak pucat juga. Apa kamu sakit sayang?" tanya Bunda kepada Qiara.


"Qiara gak papa kok bunda cuma kecapekan aja" jawab Qiara.


"Wah anak ayah akhirnya bawa calon mantu juga neh buat kita bunda" kata Ayah Putra yang berjalan menuju tempat Putra, Qiara dan Bunda.


"Pinter juga ya bun anak ayah cari calon istri" puji Ayahnya.


"Kan nurun dari ayah" jawab Putra sambil tertawa.


Mereka berbincang-bincang diruang keluarga. Qiara tampak sedikit tenang karna orang tua Putra tak seperti yang ia bayangkan. Mereka sangat hangat dan tampak sayang kepada Qiara. Mungkin karna mereka hanya punya anak laki-laki jadi sangat senang saat Putra membawa calon menantu perempuan.


"Eh Putra kamu duduknya jangan mepet-mepet belum sah" kata Ayah Putra.

__ADS_1


"Makanya buruan dong ayah lamarin Qiara buat aku biar cepet nikah biar gak banyak dosanya kelamaan pacaran" ucap Putra yang membuat Qiara tersipu malu.


"Bunda setuju itu kan lebih cepat malah lebih baik sayang" kata Bunda sambil memegang tangan Qiara.


"Bukannya Qiara masih kuliah?" tanya Ayah.


"Iya om sudah mau skripsi" jawab Qiara singkat.


"Panggil kita ayah sama bunda aja ya jangan om dan tante gak enak dengernya" pinta Bunda.


Qiara hanya tersenyum dan menggangguk. Putra tampak tersenyum melihat Qiara yang tampak sudah sangat nyaman ngobrol dengan orang tuanya.


"Bunda masak gak buat kita?" tanya Putra.


"Gimana mau masak kan rumah kamu belum ada apa-apanya cuma kursi ini aja isinya" jawab Bunda.


"Ya udah deh aku beli makanan dulu ya ke depan" jawab Putra beranjak dari tempatnya.


"Qiara disini aja ya kan aku cuma ke depan sebentar" kata Putra.

__ADS_1


Qiara cuma menggangguk dengan wajah memelas. Sebenarnya dia berharap Putra mengajaknya karna pasti canggung kalau hanya bersama orang tuanya saja. Tapi Putra malah berharap dengan begitu Qiara bisa semakin dekat dengan orang tuanya.


__ADS_2