Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
35. Keluarga Baru Part 2


__ADS_3

"Kamu itu emangnya vitamin apa yang kamu minta sampai Qiara sebel gitu?" tanya Ayah.


"Vitamin c dong yah" jawab Putra sambil tersenyum.


"Ah dasar Mas Putra ini lho Yah efek gak pernah pacaran jadi alay gini" kata Dito sambil melahap sarapannya.


"Iya neh ayah kayak gak pernah muda aja maksudnya vitamin c itu pasti cium. iya kan mas?" tanya Trio sambil tertawa.


"Hus kalian bertiga ini ya kasihan tu Qiara kan jadi malu" kata Bunda menghentikan pembicaraan ketiga anaknya.


Qiara cuma diam dengan muka merah karna malu. Ternyata adik-adik Putra sudah dewasa juga dan sudah mengerti arah pembicaraan kakaknya. Qiara makin malu dengan jawaban kedua adik Putra.


"Makan yang banyak Qiara" kata Bunda sambil memberikan lauk di piring Qiara.


"Iya bunda" jawab Qiara sambil melahap sarapannya.


"Bunda masak banyak gak?" tanya Putra.


"Emangnya kenapa?" Bunda bertanya balik.


"Ya buat bekal dirumah dong bunda kan masih pengantin baru bun kayaknya gak bakal sempet masak deh" kata Putra sambil tertawa.


"Aduh sakit sayang kok aku dicubit sih" Putra yang kesakitan karna Qiara mencubit perutnya.

__ADS_1


"Nggak usah bunda habis ini kita mau mampir supermarket buat belanja kok kan searah sama jalan pulang" kata Qiara.


"Nggak papa kok Qiara kalian pasti masih capek jadi bawa makanan dari sini aja nanti bunda siapin ya".


"Mas Putra neh ada-ada aja tau kok kalau masih pengantin baru lagian kenapa sih Mas Putra gak ajak Mbak Qiara bulan madu kemana gitu kan cuti seminggu juga" kata Dito.


"Kalau cuma seminggu kurang Dito" jawab Putra.


"Emang Mas Putra mau pergi kemana seminggu kurang?" tanya Trio.


"Ya doain mas bisa ajak mbak kamu umroh" jawab Putra.


"Amin. bagus itu ayah setuju kalau umroh sekalian ibadah kan" jawab Ayah.


Keluarga Putra sangat hangat walaupun Qiara sedikit malu dengan candaan suami dan kedua adik iparnya tapi Qiara tetap senang karna artinya mereka menerima kehadiran Qiara ditengah keluarganya.


Dito umurnya cuma beda 2tahun dari Qiara sedangkan Trio si bungsu sebaya dengan Dinda adik bungsu Qiara. Jadi Qiara mudah akrab dengan dengan kedua adik iparnya.


Keluarga yang sangat hangat sama seperti keluarga Qiara. Sama-sama tiga bersaudara dan punya orang tua yang bisa menjadi sahabat untuk anak-anaknya.


"Qiara bantu ya bunda" kata Qiara sambil membersihkan piring kotor di meja makan.


"Bunda jadi ngrepotin kamu neh".

__ADS_1


"Nggak papa bunda, Qiara udah biasa kok dirumah bantuin Mama".


"Iya tapi kan kamu tamu disini nak".


"Qiara kan anak bunda juga jadi biarin Qiara bantuin bunda".


"Bunda bersyukur sekali punya menantu seperti kamu nak".


"Iya dong siapa juga yang milih mantu buat bunda" Putra yang tiba-tiba sudah ada dj dapur.


"Kamu itu ya bikin kaget bunda aja".


"Maaf bunda" kata Putra sambil memeluk Bunda.


"Udah gak usah manja malu tu sama istri kamu".


"Qiara udah biasa kok bun kan dirumah juga aku pelukin Qiara" kata Putra sambil tersenyum.


Tanpa bicara Qiara langsung melempar handuk tangan ke muka Putra. Putra tertawa terpingkal-pingkal dengan sikap istrinya yang tampak malu dan muka memerah.


"Kamu bisa gak sih gak godain Qiara terus nanti kalau Qiara ngambek gak mau kesini lagi gimana hayo" kata Bunda sambil menjewer telinga Putra.


"Aduh sakit bunda. malu dong bunda ada Qiara kan aku bukan anak kecil lagi kenapa dijewer gini" protes Putra.

__ADS_1


"Udah kamu masuk kamar sana beresin barang-barang kamu habis ini bunda siapin makan buat kalian bawa pulang" kata Bunda sambil menarik Putra keluar dari dapur.


Sambil mengelus-elus telinganya Putra masuk ke kamarnya. Sesampainya dikamar Putra duduk disofa sambil tertawa geli mengingat sikap Qiara hari ini. Tapi dalam hati dia juga takut kalau Qiara benar-benar marah bisa runyam juga nanti. Masa baru 2 hari nikah udah marah-marahan.


__ADS_2