Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
42. Kejutan


__ADS_3

Puas bercerita dengan keluarganya, Qiara pulang kerumahnya. Seperti biasa Qiara langsung ke dapur dan memasak makan malam. Setelah memasak Qiara mandi dan sholat magrib.


Putra yang hari ini pulang terlambat sedikit membuat Qiara bosan karna ia sendirian dirumah. Untuk mengusir bosan Qiara bersantai sambil menonton tv.


"Sendirian dirumah bosen juga neh cuma nonton tv tahu gitu tadi aku dirumah Mama aja sampai Mas Putra pulang kerja" gumam Qiara sambil mencari chanel tv yang bagus untuk dia tonton.


Sebenarnya Putra sengaja pulang terlambat bukan soal kerjaan tapi dia membeli habiah untuk istrinya. Hadiah untuk skripsi Qiara yang telah rampung. Bukannya berlebihan tapi Putra sangat paham bagaimana perjuangan Qiara untuk menyelesaikan skripsinya.


Putra pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli hadiah. Hadiah yang sudah lama Qiara inginkan tapi dia menunda untuk membelinya dengan alasan yang dia punya masih bagus dan nggak mau membuang-buang uang percuma.


"Mbak yang ini ada warna lain nggak?" tanya Putra kepada pegawai toko.


"Ada pak ada warna gold sama navy dan hurufnya juga bisa diganti pak" jawab pegawai toko.


"Saya mau yang navy aja mbak dan hurufnya diganti Q sama P ya".


"Baik pak tunggu sebentar".


Putra menunggu sambil menelpon Qiara takut kalau istrinya bosan dirumah sendirian.


"Aku udah mau pulang kok sayang".

__ADS_1


"Iya neh aku bosen sendirian tahu gitu tadi aku dirumah Mama aja sampai sayang pulang".


"Iya tunggu sebentar ya sayang gak sampai 1 jam pasti aku udah dirumah".


"Ya udah ati-ati".


"Iya sayang".


"pesanannya udah selesai pak bisa dicek dulu" kata pegawai toko sambil menunjukkan barang pesanan Putra.


"Iya mbak saya suka. Bisa dibungkus yang bagus kan mbak?".


"Iya bisa kok pak".


"Semoga Qiara suka dengan hadiah yang aku beli. Qiara sudah sangat berusaha menyelesaikan skripsinya belum. lagi harus ngurus rumah dan ngurus aku juga" gumam Putra sambil berjalan menuju tempat parkir.


Qiara yang sudah mulai mengantuk akhirnya tersadar setelah mendengar suara sepeda motor Putra. Qiara langsung berjalan kearah dapur dan membuatkan teh hangat untuk Putra.


"Assalamualaikum sayang" kata Putra sambil memeluk Qiara dari belakang.


"Waalaikumsalam" jawab Qiara sambil berbalik badan.

__ADS_1


"Yuk duduk dulu" kata Putra sambil menarik kursi meja makan.


"Aku kan belum selesai bikin teh sayang".


"Udah sini dulu" Putra sambil menarik Qiara untuk duduk.


"Ada apaan sih?" tanya Qiara penasaran dengan sikap Putra yang beda dari biasanya.


"Selamat ya sayang akhirnya skripsinya selesai juga dan aku punya sesuatu buat kamu".


"Apaan?".


Putra mengeluarkan kotak hadiah dari dalam tasnya. Kotak berwarna merah dengan pita yang menambah cantik kotak hadiahnya.


"Ini apa?" tanya Qiara dengan mata berbinar.


"Buka dong".


"Ya ampun sayang ini kan yang aku pengen waktu itu. Bagus banget sayang" kata Qiara sambil memeluk Putra.


"Ada inisial nama kita juga dan aku beli pasangan lho" kata Putra sambil menunjukkan gelang yang terpasang ditangan kirinya.

__ADS_1


"Makasih sayang" Qiara memeluk Putra dengan sangat erat.


__ADS_2