Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
29. Malam Pertama


__ADS_3

"Alhamdulillah ya sayang acara hari ini berjalan lancar" kata Qiara sambil duduk didepan meja rias.


"Iyaa sayang tapi capek juga ya padahal tamu undangan cuma 300 orang" kata Putra sambil merbahkan badan di tempat tidur.


Qiara membersihkan make up di wajahnya. Saat sedang membersihkan make up tiba-tiba Putra datang dan memeluknya dari belakang.


"Ini nyata gak sih sayang?".


"Aduh kok dicubit sih" Qiara yang langsung mencubit lengan Putra.


"Kalau sakit ya bukan mimpi sayang" jawab Qiara sambil berdiri dan berusaha melepaskan pelukan Putra.


Putra yang makin gemas setelah dicubit istrinya langsung memeluk Qiara dengan erat yang membuat jantung Qiara berdebar hebat. Pelukan suaminya terasa sangat hangat tapi Qiara juga malu.


"Aku mandi dulu ya sayang" kata Qiara sambil melepaskan pelukan Putra.


"Barengan yuk" kata Putra.


"Apaan sih gantian aja" Qiara langsung berlari ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi.

__ADS_1


Putra yang melihat tingkah Qiara tertawa sambil merebahkan badan di tempat tidur. Putra membaca buku sambil menunggu Qiara selesai mandi.


Tak lama Qiara keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya. Qiara lupa membawa baju ganti ke kamar mandi. Qiara membuka koper dan dia tak menemukan baju tidurnya yang ia temukan baju tidur yang cukup sexy dan itu adalah kado pernikahan dari Vivi dan Rini. Baju tipis berwarna merah yang membuat Qiara sendiri malu untuk melihatnya apalagi untuk memakainya.


"Kok belum ganti baju sayang?" tanya Putra.


"Bajuku gak ada sayang".


"Kok bisa gak ada emangnya tadi gak bawa baju?".


"Tadi udah aku masukin semua kok tapi malah diganti baju yang ini" kata Qiara sambil menunjukkan baju merah pemberian sahabatnya.


"Aku suka kok kamu pake baju itu" jawab Putra menggoda.


"Nggak papa lah kan cuma aku aja yang liat kamu" jawab Putra sambil memeluk Qiara dari belakang.


"Ih tapi aku kan malu" jawab Qiara dengan muka memerah.


"Ayo dong sayang pake aja buat malam pertama kita dan itu juga hadiah dari teman kamu kan".

__ADS_1


Akhirnya Qiara masuk ke kamar mandi dan mengganti baju dengan gaun merah sexy pemberian sahabatnya. Putra duduk di sofa sambil menunggu Qiara keluar dari kamar mandi.


"Sayang" kata Qiara sambil berjalan menghampiri Putra.


Tanpa banyak bicara Putra langsung menarik tangan Qiara dan Qiara jatuh ke pangkuan Putra. Putra hanya memandangi wajah malu-malu istrinya. Qiara yang terduduk dipangkuan Putra tampak malu-malu dan jantung Qiara berdegup kencang. Wajahnya pun merah padam menahan malu.


"Sayang sekarang kamu milikku seutuhnya" kata Putra.


Qiara hanya menunduk malu.


Putra mulai mencium kening Qiara, mata Qiara, pipi Qiara, hidung Qiara dan bibir Qiara.


Putra mencium istrinya dengan sangat lembut sampai Qiara pun menikmati sentuhan suaminya itu. Ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan Putra melakukannya dengan sangat lembut. Putra sudah menahan untuk tak menyentuh Qiara selama mereka berpacaran dan sekarang setelah menikah dia sudah tak bisa menahan lagi.


Ciuman yang awalnya mereka lakukan disofa dan sekarang Putra menggendong istrinya ke atas ranjang. Putra kembali mencium istrinya dengan lembut dan sangat dalam. Qiara juga sangat menikmati setiap sentuhan lembut suaminya.


"Boleh aku lakukan sekarang sayang?" tanya Putra sambil melepaskan ciumannya.


"Aku takut" jawab Qiara.

__ADS_1


"Aku janji akan pelan-pelan sayang" jawab Putra sambil mencium istrinya kembali.


Ciuman yang makin dalam dan Putra mulai menyentuh tubuh istrinya. Mereka benar-benar di mabuk cinta. Malam ini menjadi malam yang panjang bagi Qiara dan Putra. Mereka melakukannya dengan penuh cinta dan kelembutan. Terlebih Putra yang selalu memuji setiap jengkal tubuh istri cantiknya.


__ADS_2