
Sesampainya dirumah Qiara langsung berganti baju. Baju kebesarannya. The power of daster. Qiara kembali ke dapur dan menyiapkan makanan untuk suaminya. Qiara sengaja memasak lebih dulu setelah itu baru dia mengerjakan skripsinya lagi.
Saat sedang memasak Putra mengirim pesan kalau pulang terlambat karna pekerjaannya belum selesai.
Selesai memasak Qiara langsung mandi dan duduk manis didepan laptop mengerjakan skripsi kembali. Saat adzan magrib berkumandang, Qiara menghentikan aktivitasnya dan menunaikan sholat magrib. Selesai sholat Qiara menyiapkan makan malam dimeja makan takut Putra datang saat dia mengerjakan skripsi di kamar.
Putra pulang sangat terlambat hari ini. Tepat jam 8 malam dia baru keluar dari tempat kerjanya. Putra pulang dengan sangat tergesa-gesa karna Qiara tak membalas pesan dan mengangkat telpon. Qiara cuma sendiri dirumah dan Putra takut sesuatu terjadi kepada istrinya.
Sesampainya di rumah, Putra langsung mencari Qiara. Dia tak melihat Qiara di ruang keluarga dan di dapur tapi makanan sudah tertata diatas meja makan.
Akhirnya Putra menemukan Qiara di dalam kamar. Qiara tertidur didepan laptop. Putra sangat lega karna apa yang dia takutkan tak terjadi. Putra mengelus pelan rambut Qiara. Qiara terbangun karena sentuhan Putra.
"Maaf aku ketiduran" kata Qiara masih dengan muka bantal.
"Nggak papa sayang aku cuma khawatir aja soalnya kamu gak balas pesan dan angkat telponku".
"Maaf" kata Qiara.
__ADS_1
"Ya udah aku mandi dulu sayang".
Qiara mengangguk dan berdiri dari kursinya. Qiara berjalan ke dapur dan membuatkan teh hangat untuk Putra. Selesai mandi Putra langsung ke dapur dan duduk manis di meja makan.
"Mau pake sayur apa gak?" tanya Qiara.
"Iya aku mau semuanya".
"Maaf ya aku tadi ketiduran. Skripsiku banyak revisi sayang".
"Pelan-pelan aja sayang kamu pasti bisa kok selesain skripsi kamu".
"Kamu juga harus makan dong kan butuh tenaga juga buat ngerjain skripsi".
"Iya neh aku juga laper" kata Qiara sambil tersenyum.
"Ini resep dari bunda ya sayang?".
__ADS_1
"Iya kan kemarin bunda ngajarin aku banyak soal makanan kesukaan sayang".
"Enak banget sayang malah lebih enak dari masakan bunda lho" puji Putra sambil tersenyum dan dengan lahap menyantap makanannya.
"Ah masa sih paling sayang aja ngomong gitu biar dimasakin terus" kata Qiara sambil tersenyum.
Selesai makan malam Qiara membereskan meja makan. Meletakkan piring kotor di tempat cuci piring. Qiara mencuci piring-piring kotor dan Putra duduk santai sambil menonton sepak bola.
Melihat suaminya asik menonton sepak bola, Qiara duduk dan bersandar dibahu Putra. Putra mengelus kepala Qiara dengan lembut. Karna tahu suaminya tak akan tidur sampai acara selesai Qiara meletakkan kepalanya dipangkuan Putra.
"Capek ya sayang?" tanya Putra sambil tetap menonton tv dan tangannya mengelus lembur kepala Qiara.
"Heem" jawab Qiara singkat.
"Kamu bobok duluan aja masih tanggung neh kurang 1/2 permainan".
"Ya aku bobok disini aja tar pindahin ke kamar" kata Qiara.
__ADS_1
Putra langsung mengecup bibir Qiara.
Qiara tiduran sambil menonton bola juga. Lama kelamaan matanya terasa sangat berat ditambah Putra dengan lembut mengelus kepalanya membuatnya bertambah ngantuk. Qiara tertidur dipangkuan Putra dan Putra masih asik menonton sepak bola. Melihat Qiara tertidur Putra dengan tersenyum menatap wajah Qiara yang tampak sangat lelah. Walapun lelah tapi Qiara tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan hai itulah membuat Putra semakin mengagumi Qiara.