Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
14. Masih di Kost Putra


__ADS_3

"Makan masakan rumahan gini tu bikin aku kangen sama bunda" kata Putra.


"Makanya Mas tu harus sering pulang kan rumah Mas Putra juga gak jauh dari kampus aku masa kalah sama aku yang tiap hari pulang pergi rumah kampus" jawab Qiara.


"Iya tahu pacar aku neh tahan capek" kata Putra sambil menarik hidung Qiara.


"Bisa gak sih tangannya itu dikondisikan kak" Qiara mulai sebel.


"Kan aku udah bilang gak boleh panggil aku kakak lagi harus panggil sayang" Putra tambah gemas melihat Qiara yang tampak sebel.


"Ampun sakit tahu" Qiara yang mulai kesakitan.


"Aku lepasin pipi gemes kamu tapi bilang sayang dulu" kata Puta sambil menarik kedua pipi Qiara dengan gemes.


"Iya sayang lepasin tar pipiku tambah lebar gimana" pinta Qiara memohon.


Sebenarnya kost Putra lebih bisa dibilang seperti rumah dinas perusahaan dan kostnya lumayan bagus seperti apartemen yang ada ruang tamu dan kamar mandi dalam kamarnya. Makanya tak jarang teman kerjanya sering ngumpul disana sekedar numpang mandi atau bersantai.


"Cie ada yang pacaran neh" goda Tio yang masuk tanpa mengetuk pintu.


"Apaan sih orang cuma makan aja kok" jawab Putra dengan raut muka sedikit kesal.


"Kak Tio udah makan belum?" tanya Qiara "aku kebetulan bawa makanan".


"Gak boleh tar Tio jadi suka sama masakan kamu" Putra langsung menutup semua makanan yang dibawa Qiara.

__ADS_1


"Ih pelit banget sih kamu Put" jawab Tio langsung ke dapur dan membuat mie instan.


"Eh jangan yang kuah ya" kata Putra.


"Iya" jawab Tio singkat.


"Aku pulang aja ya mas" kata Qiara.


"Tu kan mas lagi" protes Putra.


"Ada kak Tio malu dikit dong" jawab Qiara.


"Ngapain pulang Qi" tanya Tio dari dapur "Aku cuma numpang makan kok habis makan aku balik kerja lagi".


"Mau temenin aku ke minimarket sebentar gak?" tanya Putra.


"Ya udah deh" jawab Qiara.


"Kita pergi sebentar ya Tio" pamit Putra.


"Ok bro" jawabnya dari dapur.


Akhirnya mereka ke minimarket berdua. Karna jaraknya tak terlalu jauh mereka memilih untuk berjalan kaki. Entah Putra yang ingin berdua dengan Qiara atau dia sengaja mengulur waktu agar Qiara tak terburu-buru pulang atau dia tahu Qiara yang malu berada di kost Putra.


Sesampainya di minimarket Putra membeli beberapa cemilan mungkin buat stok dikost karna kostnya jadi tempat nongkrong teman-temannya jadi makanan di kost pasti cepat habis. Setelah membeli cemilan mereka kembali ke kost dan sesampainya disana Tio sudah selesai makan dan langsung pamit kembali ke perusahaan.

__ADS_1


"Kamu malu ya ketahuan Tio kalau datang kesini sendirian?" tanya Putra sedikit menggoda Qiara.


"Iya lah sayang kan malu aja cewek nyaperin cowok" jawabnya malu.


"Aku gak mau kita pacaran lama-lama sayang".


"Maksudnya?" tanya Qiara kaget.


"Ya aku mau kita nikah aja gak usah pacaran lama-lama".


"Gak usah bercanda deh sayang kan aku masij kuliah dan tanggung banget tinggal satu semester lagi" jawab Qiara.


"Kan gak ada larangan nikah pas masih kuliah".


Qiara hanya terdiam tak bisa lagi menjawab perkataan Putra. Dalam hatinya sangat senang kalau bisa menjadi isteri Putra tapi gak secepat ini juga.


"Yuk aku anterin kamu pulang" ajak Putra sambil berdiri dan mengambil kunci mobil.


Qiara masih terdiam dan sepanjang perjalanan dia masih memikirkan kata-kata Putra.


"Aku nggak mampir ya sayang udah malem".


Qiara hanya menggangguk.


"Udah gak usah terlalu dipikirin sayang bobok yang nyenyak" kata Putra sambil menarik Qiara dan mengecup keningnya lembut.

__ADS_1


__ADS_2