Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 01


__ADS_3

"Lo yakin mau pulang sendiri" Tanya bianca kesekian kalinya.


"Iya kenapa kan emang dari kemarin² gue pulang sendiri bi" Ucap gue sudah lah gue gak habis pikir sama sahabat gue ini tumben dia posesif.


"Gue cuman khawatir aja sama Lo queenara, gue ngerasa bakal terjadi sesuatu sama lo" Lirih bianca pelan dia takut akan terjadi sesuatu sama sahabat nya itu.


"Haha lucu deh Lo bi, emang Lo bisa ngerasain apa yang bakal terjadi sama gue" Queen menepuk pelan pundak bianca.


"Udah ya gue yakin gak bakal terjadi sesuatu sama gue percaya deh, ntar kalo udah nyampe kosan gue kabarin Lo langsung janji" Ujar queen lagi ya walaupun dia ngerasa juga dengan ke khawatiran sahabat nya itu gue menggeleng pelan sembari mengusir pikiran kotor itu.


"Janji ya queen lo harus ngasih kabar terus sama gue" Bianca memeluk queen dengan erat lama mereka berpelukan queen menyudahi karena bianca sudah di jemput.


"Gue duluan queen" Sambil melambaikan tangan ke arah queen sedang kan gue hanya tersenyum menanggapinya.


Queen memakai helm nya dan menancap gas motornya meninggalkan area parkiran.


Saat di tengah jalan queen yang sedang mengemudi tidak melihat di arah kanan ada sebuah truk melaju kencang, Queen tidak bisa menghindari truk itu alhasil menyebabkan kecelakaan dia terpental karena di hantam oleh truk.


BRAAKK....


Darah segar mengalir dari kepalanya queen hanya bisa pasrah apa yang akan terjadi kedepannya jika memang ia ditakdirkan untuk mati detik ini juga.

__ADS_1


' gue sayang sama Lo bi, semoga *kita bisa bertemu lag*i ' Batin queen.


___________


Di sisi lain terlihat seorang gadis berdiri di pinggir jembatan sambil menangis gadis cantik itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai.


' jika memang aku mati detik ini, tolong jangan ambil ragaku biarkan orang lain menempatinya biarkan orang itu menyelesaikan apa yang terjadi di kehidupan ku ' Batin gadis itu.


Gadis itu memejamkan matanya dan menjatuhkan diri ke dalam sungai itu.


Seseorang melihat kejadian itu langsung bergegas untuk menyelamatkan nara ya dia adalah ANARA LIONA JOSEPH yang tidak pernah merasakan kebahagiaan di dunia ini, seakan akan dunia ikut membenci nya.


___________


Di sebuah ruangan bernuansa putih serta banyak obat-obatan dengan beberapa alat seorang wanita paruh baya sedang menunggu gadis kecilnya terbaring di brankar sesekali ia mengusap lembut kepala gadis itu.


Tak lama kemudian terdengar suara lenguhan dari gadis yang terbaring di brankar sesekali ia mengerjapkan mata menyesuaikan pencahayaan di ruangan itu.


"Eughh" Erang gadis itu


"Non Nara udah bangun syukurlah kalau gitu bibi panggilin dokter dulu" Bi rumi menekan tombol yang ada di samping kiri untuk memanggil dokter, tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan seseorang berjas putih menghampiri mereka.

__ADS_1


Sedangkan gue hanya bingung siapa dia kenapa gue tadi dengar wanita itu memanggil gue dengan sebutan non sejak kapan gue punya pembantu, bayar kosan aja kadang gue nunggak apalagi nyewa pembantu yang ada gue makin kere.


"Maaf apa ada yang sakit nona" Tanya dokter


Gue menggeleng ya walaupun kepala gue masih sedikit pusing sih ya gak papa lah nanti bakalan ilang juga.


"Maaf anda siapa ya" Tunjuk gue ke arah wanita paruh baya itu akhirnya gue memberanikan diri untuk bertanya.


Bi rumi memandang ke arah gue dan bergantian memandang dokter.


"Apa maksud non nara, non gak inget sama bibi" Tanya bi rumi.


"Haha inget" Gue menaikkan sebelah alis dan melanjutkan perkataan gue "kenal aja engga apalagi inget"


"Dok apa yang terjadi dengan non nara" Panik bi rumi.


"Sebelumnya saya minta maaf karena tidak memberi tahu langsung ke bi rumi, pasien amnesia permanen karena terbenturnya di bagian kepala jadi pasien di nyatakan amnesia permanen" Jelas sang dokter.


"APA AMNESIA" Kaget bi rumi....


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2