
Disisi lain elang membawa queen ke taman tempat dulu dia bersama Aurora, entah elang merasa dia merindukan gadis nya.
Alis queen mengkerut. 'ini tempat kok gak asing ya' batin queen melihat sekeliling taman.
Elang berhenti saat di samping nya tidak ada orang dia melihat ke belakang dan ternyata queen masih berdiri mematung di tempat sebelumnya.
"Dasar anak itu" gumam elang menghampiri queen yang tengah bengong.
"Ra" panggil elang.
Elang menepuk pundak queen pelan karena tadi queen tak mendengar kan elang. "Anj*r kaget gue" queen memegang bagian dadanya karena kaget tiba-tiba sebuah tangan nepuk pundaknya.
Elang menaikan alisnya sedangkan queen tersenyum menampilkan beberapa gigi nya, senyuman queen mengingatkan elang pada seseorang.
"Bisa gak sih Lo gak usah ngagetin gue" gerutu queen berjalan lebih dulu.
Elang menyamakan langkah kakinya dengan queen mereka duduk di sebuah bangku taman yang tersedia.
"Ternyata ada taman sebagus ini kok gue baru tau ya" tanpa queen sadari ucapannya itu membuat elang menatap nya.
"Bukannya lo pernah kesini"
"Hah" tatapan mereka terkunci hanya sebentar queen memanglingkan wajah nya ke arah lain.
"Lo sering kesini nara" ucap elang lagi.
'nara sering kesini duh kok gue lupa ya elang curiga gak ya sama gue' Queen nyengir sebisa mungkin untuk tetap tenang. "Ya maksud gue tuh taman ini lebih bagus dari dulu gitu" jawab queen santai.
"Di renovasi"
"Oh pantes jauh lebih bagus" Lama mereka terdiam tidak ada yang angkat bicara membuat queen tidak nyaman serasa canggung.
'duh gue kenapa ya kok jadi gini' Queen hanya memainkan ujung bajunya tak luput dari pandangan elang.
"Rora" gumam elang tak terlalu jelas.
"Apa"
Elang tersadar dan segera menggeleng karena melihat cara bagaimana queen tadi memainkan ujung baju sama seperti Aurora.
'sampai kapan El lo terus memikirkan gadis nya, kenapa seseorang melakukan itu pada gue memisahkan kita gue kangen lo Aurora Lovania Anderson gadisku' elang berperang dengan pikirannya membuat dadanya sakit seperti di hantam sesuatu.
"Yaelah malah ngelamun" queen mendorong pelan bahu elang. "Patah hati bro" lanjut queen merentangkan kedua tangannya.
Elang sadar jika sekarang tidak sendirian disampingnya terdapat gadis yang pernah ia tolongi waktu bulan lalu.
"Gue anterin Lo pulang" Elang berdiri dari duduknya jika terus berada di disini akan mengingatkan pada gadis nya.
"Gue pulang naik taksi aja" jawab queen sebenarnya dia gak terlalu nyaman berdekatan dengan elang.
Elang menaikan sebelah alisnya. "Gue yang bawa Lo kesini jadi gue bakal anterin Lo pulang" tanpa sadar elang berbicara dengan kalimat panjang.
"Wih kang kutub udah mulai mencair ya" ucap queen heran dengan sifat pria di depannya.
Tanpa menanggapi ucapan queen elang menarik tangan queen entahlah elang juga tidak mengerti kenapa dia selalu narik tangan queen biasanya jika dia di sentuh elang akan marah tapi ini beda elang menyukai nya.
"Hobi banget Lo narik tangan gue" queen mengikuti langkah elang menuju area parkir.
_
Sesampai di kediaman Joseph queen turun dan membuka helmnya ternyata motor miliknya sudah terparkir rapi di garasi.
__ADS_1
"Udah sana pulang" usir queen mengibaskan tangannya.
"Punya sopan santun" seorang bos black wolf diusir oleh cewe kalo anggota nya tau sudah pasti diejek dan turun harga dirinya.
"Punya kenapa emang"
"Punya tapi gak dipake untuk berterima kasih" ucap elang masih setia di atas motor nya.
"Hahaha" seketika tawa queen pecah mendengar perkataan elang. " Lo mengharapkan kata² itu keluar dari mulut gue, hey tuan bukannya kemauan Lo sendiri nganterin gue pulang gue gak minta loh" queen memang sifatnya seperti itu keras kepala dan egois.
Karena sejak dulu mental nya selalu diuji jadi queen berusaha untuk tidak berbaik hati pada orang.
"Sudahlah buang waktu saja"
Elang meninggalkan queen yang masih mengejeknya dia sangat kesal dengan sifat queen yang tidak menghargai orang.
"Aneh sangat aneh" gumam queen.
Sedangkan dari dalam clarissa menahan diri untuk tidak menampar queen dia tersulut emosi karena melihat kedekatan elang dan queen, dan lebih parahnya lagi queen di antar pulang oleh elang untuk kesekian kalinya elang membawa cewe lain setelah Aurora.
"Darimana Lo?
Queen menoleh ke sumber suara itu clarissa bersedekap dada menatap nyalang ke arah nya.
"Gue bicara sama Lo Nara" clarissa meninggi kan nada bicaranya.
"Bukan urusan elo" jawab queen malas.
"Kenapa Lo bisa berduaan dengan elang? Tanya Clarissa.
"Kenapa Lo cemburu gue sama elang berduaan" queen balik bertanya jika dugaannya benar queen memiliki ide yang bagus untuk mengompori clarissa.
"Tapi gue sama elang pacaran gimana dong" jawab queen santai merhatikan gimana reaksi clarissa.
"APA" Clarissa kaget mendengar perkataan barusan dia menatap queen tajam. "Lo pikir gue percaya, gak mungkin selera elang seperti elo" lanjut cla mencoba untuk tidak kemakan omongan queen.
"Lah emang kenapa secara gue kan cantik ya pasti dia tergila gila sama gue" queen terus memanasi Clarissa.
"Mimpi Lo sebelum elang nge publik gue gak percaya" cla masih ngebantah ucapan queen meski dia ingin sekali mencakar wajah saudara tiri nya.
"Heh kita pacaran private gue yang minta, Lo tau kan elang tuh cowok yang di idamkan setiap wanita dan sebaliknya gue juga jadi kalo semua pada tau mereka akan patah hati berjemaah" jelas queen dia sendiri tidak tahu apa yang dia katakan mulut nya yang mengeluarkan kata-kata itu.
'b*ngke Lo queen kenapa coba ngomong kek gitu sama cabe cabean nambah beban aja' queen membatin tapi seru juga membuat Clarissa marah pikir queen.
Dada clarissa naik turun karena menahan emosi nya supaya tidak hilang kendali saat mendengar perkataan queen bahwa dirinya dan elang pacaran membuat hati nya sakit, clarissa sudah lama menyukai elang sejak masuk sekolah pertama.
"Kasian banget harapan nya pupus" ucap queen tersenyum mengejek sebelum meledak kemarahan cla queen berlari menuju kamarnya.
AAAAAA...... teriak clarissa membuat Hendra dan meyra menghampiri nya.
"Ada apa?
"Kenapa sayang kok kamu teriak ini sudah malam" tanya meyra mengusap bahu clarissa melihat bahwa anak nya marah.
"Nara gue benci nara" setelah mengatakan itu cla pergi membuat kedua orang itu saling pandang tidak mengerti.
"Pah apa yang di perbuat oleh anak itu kepada cla" tanya meyra.
"Papah juga gak tau mah cla tidak bicara saat kita tanya" jawab Hendra. "Sebaiknya kita kembali ke kamar ini sudah malam kita bicarakan saja besok"
'jika anak itu membuat kesalahan saya tidak akan pernah mengampuni nya'
__ADS_1
•••••••••••
ELANG POV
Sesampainya di rumah gue memarkir kan motor gue, gue melihat ke arah pintu seorang wanita paruh baya yang masih cantik itu tersenyum kearah nya elang membalas senyuman itu.
"Assalamualaikum bunda" gue menyalimi dan mengecup singkat pipi bunda Mira.
"Waalaikum salam anak bunda" Mira menjewer telinga elang tapi tidak terlalu keras.
"Aduh nda El salah apa?
"Masih tanya salah apa lihat penampilan El seperti apa" Mira terus membawa elang masuk dengan tangan nya tidak dilepas.
"Loh bunda itu El kenapa di gituin" tanya ayah Angga melihat anak kesayangannya di aniyaya.
"Ayah lihat wajah el terdapat lebam di sudut bibirnya pasti ni anak berantem lagi, kalo El terus menerus gitu bunda bakal nyewa bodyguard untuk menjaga nya" jelas Mira dia takut terjadi sesuatu pada anak kesayangan nya Mira tau elang suka tawuran gak jelas.
Elang meringis dengan omelan sang ibunda ditambah tadi telinga nya dijewer serasa berdenyut.
"Bun kasian anak kita jangan marah-marah Mulu El itu udah gede" Angga membela elang ya wajar dong kalo elang berantem kan dia cowo begitulah pikir ayah Angga.
"Bener kata ayah El itu gak butuh bodyguard karena El udah bisa jaga diri" ucap elang membanting bokong nya di sofa tempat ayah nya duduk.
"AYAH!!! ayah ini semua untuk kebaikan elang, ayah ingat bulan lalu El terluka akibat seseorang" Mira sangat kesal dengan kelakuan suaminya yang tak mengkhawatirkan kondisi anak nya.
"Nda jangan teriak ini tengah malam loh" tegur elang.
"Kamu diam gak usah ikut campur urusan bunda dengan ayah" Mira melotot ke arah elang sedangkan elang pasrah jika sang ibunda tercinta marah bahkan ayah nya tidak berkutik.
"Kok jadi ayah di salahin"
"Pokoknya El harus punya bodyguard gak usah ada yang protes titik" ucap Mira tegas.
"Ayah kalo beneran El ada bodyguard suruh memantau dari jauh, El gak suka kalo setiap saat ada seseorang disamping elang" bisik elang supaya Mira tidak mendengarnya.
Elang memang tidak dingin kepada orang tua nya dia akan bersikap seperti seorang manusia biasa pada umumnya.
"Baiklah kalo gitu mau kamu boy" Angga menyetujui usulan elang.
"Heh ngapain kalian berbisik-bisik ngomongin bunda" Mira selalu dibuat emosi oleh suami dan anak nya.
"Bunda suudzon Mulu sama kita" jawab Angga sambil menghirup teh yang tersedia di depannya.
"Sudah jangan berantem El naik duluan ya" pamit elang karena badan nya terasa lengket jadi dia berisiniatif untuk mandi.
"Selamat beristirahat boy"
"Ayah pokoknya besok harus ada bodyguard untuk elang paham" Mira menatap sengit Angga mengangguk setuju jika tidak dituruti permintaan sang istri makan Mira terus mengusik nya.
"Yasudah sebaiknya kita istirahat" ajak Mira lebih dulu menuju kamar.
Elang sudah selesai mandi air hangat cuaca hari ini begitu dingin. "Nara gadis yang menarik" elang tersadar apa yang dipikirkan dia memukul pelan kepala nya untuk menyadarkan bahwa dia tidak akan jatuh cinta pada orang lain selain Aurora.
"Ck sadar El lo jangan menghianati Aurora"
Tapi sekeras apapun elang melupakan kejadian tadi malah membuat dia terus memikirkan nya apalagi dengan tingkah Queen membuat El teringat kesamaan dengan Aurora.
"Aaa!!! Apa yang Lo pikirkan" ucap elang frustasi membanting tubuhnya ke tempat tidur mencoba untuk tidur walaupun pikiran nya terus tertuju pada queen.....
Bersambung.......
__ADS_1