
⚠️ Warning harap bijak jika membaca karena ada beberapa kekerasan , ini hanya cerita ilusi jadi jangan di bawa ke hati entar nyaman eaaakk⚠️
"Akhirnya gue bisa keluar juga dari rumah terkutuk itu" Queen bernafas lega setelah semuanya selesai Bisa bisanya mereka memperlakukan anaknya seperti pembantu,
"Gila badan gue sakit semua mana lebam gini tuh muka, Aaaa GUE MAU PULANG" Queen berteriak di tengah jalan sambil memejamkan mata menikmati angin yang menerpa wajahnya Untung jalanan sepi jadi tidak ada orang yang mendengar teriakan queen.
"Gue gak habis pikir sama mereka padahal kan dirumahnya ada pembantu kok jadi gue yang ngerjain semua" Sungguh queen tak habis pikir kenapa ada orang seperti mereka Bukan hanya itu saja bahkan tadi queen sempat di s*ksa oleh keluarga itu.
FLASHBACK ON
PLAKK....
Suara tamparan yang begitu jelas memenuhi ruangan itu Saat meyra menampar pipi kiri queen meyra tersulut emosi saat queen berani melawan perkataan nya.
"SAKIT B*NGSAT" teriak queen tidak terima diperlakukan kasar meyra mendorong queen hingga jatuh ke lantai Punggungnya menabrak meja.
"Anj" Queen menatap dingin kedua orang di hadapan nya mereka merinding jika ditatap seperti itu tapi meyra menepis rasa takut supaya bisa membalas anak tirinya.
"APA KAU SUDAH BOSAN HIDUP BERANI SEKALI KAMU NGOMONG SEPERTI ITU, kamu sudah merindukan cambuk saya nara" meyra tersenyum miring perlahan meyra mendekati queen dia berhenti tepat didepan gue lalu berjongkok dan mencengkeram kuat rahang queen.
Queen mendorong kasar meyra hingga membuat nya tersungkur ke belakang clarissa terkejut seketika langsung menolong meyra.
Gue segera berdiri walaupun punggung gue sakit akibat terbentur tadi.
"Lo pikir gue takut sekali lagi Lo cari masalah sama gue, gue gak bakal bikin hidup Lo tenang" Queen berkata dengan dingin terus menatap mereka bergantian.
Hendra mendengar keributan langsung menghampiri mereka dia tidak tahu menahu apa yang terjadi.
"Ada apa ini?
"Pah lihatlah anak itu dia sudah berani dorong mama tadi" adu meyra dia ingin hendra meny*ksa anak nya.
"Iya pa padahal mama kan ingin membangun kan Nara tapi dia mendorong mama kasar" ucap clarissa menatap benci ke arah queen. Sedangkan queen mencoba untuk tetap sabar takut dia kelepasan menghajar habis habisan pada mereka.
"ANAK KURANG AJAR KAMU!!! SAYA TIDAK PERNAH MENGAJAR KAN KAMU SEPERTI ITU" Hendra ingin menampar queen tapi queen langsung menendang perut Hendra dengan sekuat tenaga hingga membuat hendra terpental menabrak lemari tak terpakai itu.
Keduanya kaget langsung menghampiri Hendra yang mengeluarkan darah dari mulut nya. "Pah papa gak kenapa-kenapa kan?
"Kalian sendiri lah yang mengusik ketenangan gue!! Jadi jangan salah kan gue jika bertindak kasar" Queen ingin keluar sebelum itu terjadi meyra segera berdiri mengambil kursi kayu lalu memukul queen dari belakang. Kursi itu mengenai punggung Queen sehingga jatuh ke lantai bersamaan.
BRAAKK...
AKHHH....
Queen merasakan sakit yang luar biasa ditambah kepala nya pusing dia mengepalkan kedua tangan nya.
__ADS_1
"BERANI SEKALI KAMU SAMA PAPA NYA SENDIRI!! SETELAH TIDAK PULANG DAN SEKARANG BERTINGKAH TIDAK SOPAN KEPADA KAMI" Meyra menyeret queen lalu mencengangkan kuat rahang nya.
"Nara gak boleh gitu kita ini orang tua kamu loh" ucap meyra lembut tapi itu terkesan menakutkan terus mencengkeram queen dan beralih menatap clarissa.
"Clar tolong mama dong ambilkan cambuk di laci ruang tengah" Ujar meyra lembut clarissa tersenyum menanggapi ucapan sang mama tercinta nya.
"L--lepas" ucap Queen menahan sakit meyra segera mengambil tali di dekat nya lalu mengikat kedua tangan queen kebelakang. Meyra melakukan itu supaya tidak ada perlawanan dari nya.
Queen melongo saat clarissa berjalan ke arah mereka dan mengulurkan cambuk ke tangan meyra. 'apa apaan ini yakali gue di s*ksa beneran'
"LEPAS ANJ" Queen marah tidak terima di perlakukan seperti sekarang.
"Mulut kamu sekarang sudah minta dijahit ya" Geram meyra lalu menampar kembali wajah queen.
PLAKK.....
"Gimana nara udah siap belum? Tanya meyra memainkan cambuk nya.
Sedangkan gue menggeleng cepat supaya meyra tidak melakukan apa yang tadi dia katakan. "Saya sangat menyukai ekspresi wajah kamu saat seperti ini nara" Meyra membelai wajah queen dan menampar ke sekian kalinya.
PLAKK
PLAKK....
Tamparan bertubi tubi hingga di sudut bibir queen mengeluarkan darah segar.
CETARRR
SRAAKKK
PRAANGG.....
Hendra tersenyum puas melihat anak nya sudah tak bisa melawan lagi dia sangat bangga pada istrinya.
Meyra meny*ksa tanpa ampun dia terus menerus menc*mbuk punggung queen hingga mengeluarkan darah baju yang di kenakan queen sudah tak berbentuk karena ulah meyra.
"AAAA HENTIKAN" Teriak queen karena sudah tidak tahan lagi badannya terasa lemas dan perih di bagian punggung nya, untuk pertama kalinya queen di s*ksa sungguh dia ingin mati detik ini Belum sehari di rumah ini sudah mendapatkan seperti sekarang Lebih baik dia memilih mati di saat kecelakaan itu daripada harus menanggung apa yang seharusnya tidak terjadi seperti sekarang.
"Hahaha sakit ya? Kasian makanya jangan melawan sama mama baru tau rasa kan kalau udah di s*ksa" Clarissa tertawa mengejek tidak ada rasa simpati Seperti sudah terbiasa melihat pemandangan yang sangat indah.
"Dengar saya peringatkan untuk kamu nara jangan pernah melawan saya kamu itu tidak ada apa apanya, papah kamu aja juga sering ny*ksa kamu Hahaha" Ucap meyra di iringi tawa.
"Bener tuh jadi udah terima nasib aja lo" Imbuh clarissa Meyra membuang cambuk ke sembarang arah sudah cukup bersenang senang pagi ini Mereka keluar dari ruangan itu Tapi tak lama meyra berbalik dan berkata. "Cepat kerjakan pekerjaan rumah jika kamu menolak cambuk itu akan terus menerus meny*ksa kamu" Mereka keluar sesekali tertawa sungguh sangat indah bukan bisa memperlakukan anak tirinya seperti tadi.
Hendra menghampiri anak nya ia tersenyum tanpa ada rasa kasihan lalu berkata. "Sudah sebaiknya jangan melawan kamu tidak akan bisa"
__ADS_1
BRAAKK.....
Pintu gudang di tutup dengan kasar 'aahh b*ngs*t kalian awas aja gue bakal membalas semua perlakuan kalian dengan setimpal, kalian lah yang meminta gue jadi jahat jadi jangan pernah menyalahkan gue disaat gue berhasil ' Queen tersenyum miring gue duduk bersandar untuk memulihkan tenaga.
Setelah beberapa menit pintu kembali terbuka Queen tau ada seseorang menghampiri tapi queen tidak membuka mata karena lelah, Sebuah tangan mengelus kepala queen lalu membukakan tali yang mengikat kedua tangannya terdengar suara isakan dari orang itu.
"N-non nara" Tenggorokan bi rumi tercekat saat melihat kondisi nara tubuh nya terdapat banyak luka Bi rumi menangis memeluk tubuh anak majikannya, Nara sudah di anggap anak nya sendiri tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat nara di s*ksa.
Sstthhh.... Nara meringis saat bi rumi memeluk tubuh nya dia merasa tubuhnya kaku untuk di gerakan.
"Nara gak papa bik tenang aja, nara kan anak kuat" Queen mengatakan seperti itu supaya tidak membuat khawatir bi rumi gue memaksa untuk tersenyum walaupun bibir gue gak bisa di buka dengan lebar, Agar bi rumi mengira gue baik baik aja.
"T-tapi non di tubuh non nara penuh dengan luka, Tunggu bibi ambilkan obat dulu supaya tidak infeksi lukanya" Bi rumi berlari keluar dan kembali membawa kotak obat langsung membuka nya.
"Maaf bibi obati dulu ya tahan bentar walau sakit" Ujar bi rumi mengeluarkan betadine untuk di olesi ke luka queen.
Sedangkan gue hanya mengangguk pasrah sudah tidak punya tenaga lagi untuk berbicara saja susah, Setelah beberapa menit akhirnya selesai bi rumi yang mengobati luka gue. " Non Nara istirahat aja dulu jangan kemana-mana ya" Bi rumi kembali membereskan kotak obat itu.
"Gak bisa bi nanti yang ada nara di pukul lagi kalo nara istirahat, Oh ya bi nara boleh nanya gak? Tanya queen kepada bi rumi, Sedangkan bi rumi menatap queen iba.
"Non nara mau nanya apa? Bi rumi menatap ke arah queen menunggu apa yang akan di tanyakan.
"Apa nara selalu di perlakukan tidak adil seperti tadi"
'maafkan bibi non bukannya bibi gak mau ngasih tau yang sebenarnya cuma kan non nara sedang pemulihan bibi gak mau non nara kepikiran' Bi rumi hanya tersenyum lalu menggeleng "Non nara gak boleh berpikir seperti itu, kan kata dokter jangan banyak pikiran soalnya non baru sembuh dari koma" Jawab bi rumi dia terpaksa berbohong soal sebenarnya perlakuan keluarga nya kepada nara.
'queen bodoh ngapain sih lo nanya kek gitu kan lo udah tau tujuan lo masuk ke tubuh nara, yang pastinya nara selalu di perlakukan seperti tadi' Queen merutuki kebodohannya.
Queen bangkit dari tempat duduknya untuk melakukan tugas yang diberikan oleh meyra.
"Non nara mau kemana?
"Mau kerja bi, oh iya kalo boleh tau nara harus mulai dari mana" Gue bingung soalnya yang mau dikerjakan lebih dulu.
"Tapi...
"Suutthh, udah nara gak papa bibi kasih tau nara apa yang bakal di kerjakan oleh nara itu aja biar cepat selesai" Potong nara cepat.
Dengan ragu bi rumi menjawab "Kalo nyonya sering nyuruh non nara semuanya"
"H-hah semuanya pekerjaan rumah gue yang ngerjain" Queen melotot kan matanya karena kaget.
Bi rumi mengangguk dia tidak bisa berbuat apa-apa karena meyra masih ada di sini.
"Huuuufff oke deh gak papa gue terima" Queen keluar dari kamar dan langsung mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh meyra supaya dia cepat² keluar dari rumah ini karena dia ingin pergi ke sekolah...
__ADS_1
FLASHBACK OFF
Bersambung