
Jam menunjukkan pukul 07.05 wib Queen menuruni tangga satu persatu dia tersenyum miring saat matanya menangkap clarissa sedang membersihkan seluruh ruangan rumah sesuai dengan persyaratan kemarin.
"Harus yang bersih, kalo belum selesai jangan berhenti ingat!!" ucap gue melengos kearah ruang makan untuk sarapan pagi.
Clarissa menggenggam erat sapu yang dipegang dia menatap queen benci. "Gue bakal bikin semua nya kembali lagi" gumam clarissa tersenyum misterius dia melanjutkan menyapu lantai.
"Pagi bik rumi" sapa queen kepada bik rumi yang sedang menyiapkan makanan queen tidak menyuruh clarissa masak karena dia tidak pernah menyentuh dapur sebelumnya jadi bik rumi jadi bagian dapur.
"Pagi juga non Nara"
"Sini sarapan bareng Nara bik" suruh queen untuk duduk di kursi bik rumi menolak karena itu tak pantas jika seorang pembantu makan bersama dengan majikan nya.
"Gak papa bik temenin Nara makan, kan gak ada yang marah" Queen bangun menghampiri bik rumi lalu menarik tangan nya untuk duduk di kursi meja makan.
"Emang beneran gak papa non?" tanya bik rumi ragu.
"Iya bik Nara sudah menganggap bibik sebagai keluarga Nara sendiri jadi jangan sungkan sama Nara" jawab gue tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.
'nara gue akan membalas semua perlakuan Lo kepada keluarga gue' batin clarissa yang mengintip dari balik tembok..
"NARA"
Queen mencari sumber suara yang memanggil nya terlihat Meisya berlari menuju kearah nya dia langsung merangkul bahu Queen sambil nyengir.
"Gimana keadaan Lo?" tanya meisya berjalan beriringan menuju kelas.
"Lo buta?"
"Hah!! gue masih bisa melihat kok" ujar meisya yang tidak mengerti maksud ucapan queen.
"Kalo masih bisa melihat ngapain Lo nanya keadaan gue, padahal gue ada disini berarti gue baik-baik saja" ucap queen membuat meisya kesal.
"Yaelah gue kan nanya sekedar basa-basi aja gitu Ra"
Queen memilih tak menanggapi ucapan meisya dia terus berjalan menuju kelas nya Meisya juga ikut masuk dan duduk di kursi queen karena masih ada waktu sebelum masuk jam pertama.
Semua mata tertuju pada queen entah apa yang ada dipikiran mereka hanya mereka saja yang tahu Queen risih jika terus ditatap seperti itu.
"Ada masalah?" tanya queen dingin membuat mereka salah tingkah ditatap balik oleh queen.
"Mereka pada ngapain ya natap Lo kayak tadi" bisik Meisya di telinga queen sedangkan queen mengedikkan bahunya acuh dia lebih memilih membuka buku.
"Gue ke kelas dulu Ra, nanti kantin bareng bye" ucap mei keluar dari kelas queen tanpa menunggu persetujuan nya.
Semua murid masuk saat mendengar bel berbunyi mata queen menangkap sosok seorang cewek dengan wajah tidak asing menurut queen tapi dia lupa queen tak ambil pusing mungkin anak baru pikir nya.
Murid itu berjalan kearah nya queen melirik sekilas kembali fokus. "Hai" sapa fely queen mendongak menatap nya.
__ADS_1
"Boleh duduk?"
Queen masih menatap fely bingung walaupun begitu dia mengangguk fely tersenyum lalu duduk di sebelah queen.
"Kenalin gue fely anak pindahan!! Gue dari kemarin cuma bangku ini yang kosong jadi gue pikir gak ada yang nempatin ternyata ada" ucap fely diakhiri kekehan kecil.
'fely nama yang tidak asing dengan wajah nya,, gini nih kalo orang pelupa jadi kesel sendiri jika tidak ingat' queen membatin greget dengan dirinya sendiri jika tidak ingat ingin rasanya menghantam kepala nya sendiri.
"Nara"
Fely tersenyum kecut ternyata ada seorang cewek yang dingin dia kira hanya cowok saja tak lama guru datang untuk memulai pelajaran mereka semua fokus pada guru yang menerangkan mata pelajaran hari ini.
Kring... kring....
"Baiklah semua nya boleh istirahat" Guru itu keluar setelah membereskan semua alat yang ia gunakan tadi para murid bersorak gembira akhirnya jam istirahat datang juga setelah lama menunggu.
Gue berjalan santai keluar kelas saat di depan kelas MIPA 2 gue berhenti sejenak mengamati mereka yang masih fokus pada guru nya.
"Ck.. padahal sudah jam istirahat masih dilanjutkan dasar pak Haikal" gerutu Athar heran sama guru yang satu ini jika ngasih tugas gak kelar-kelar.
"Mohon bersabar ini ujian hidup" ujar mike disebelah nya.
"Nara" gumam elang saat melihat kearah jendela walaupun posisi queen membelakangi tapi elang tau kalo itu queen, dia juga tak sengaja melihat fely mata mereka saling bertatapan elang segera melihat kearah lain dia tidak ingin melihat wajah fely.
"El gue kangen sama Lo" gumam fely masih terdengar oleh queen yang bersandar tak jauh didekat nya.
Tak lama anak MIPA 2 berhamburan keluar queen menegakkan tubuhnya menunggu meisya. "Meisya" panggil queen saat melihat mei ingin menuju kelas nya karena dia keluar dari pintu belakang jadi tidak melihat keberadaan nya.
"Nara ternyata Lo sudah keluar" Meisya menggandeng tangan queen untuk menuju kantin.
"Loh fely Lo ngapain disini mau nunggu kita?" kaget Athar fely hanya menanggapi dengan senyuman.
Elang dia langsung menerobos kedua orang yang menghalangi jalan nya dia melangkah lebar untuk mengejar queen yang sudah jauh,, Athar mengajak fely untuk kantin bersama karena mereka sudah lama tidak bertemu.
'siapa dia kenapa bisa bergabung dengan anak BlackWolf?' batin fely melihat teman sebangku nya yang duduk bersama elang.
Elang menghela nafas berat saat tau anggota nya membawa fely untuk bergabung tingkah elang tak luput dari pandangan queen.
"Itu cewek pacar Lo?" bisik queen pada elang yang mendapati tatapan tajam.
"Kenapa? bukan ya" tanya queen polos.
"Auw...sakit El" queen mengusap pipinya karena dicubit oleh elang sementara elang gemas jadi dia tidak tahan untuk tidak mencubit kedua pipi queen.
"Jadi orang gak usah gemesin deh" ucap elang mengacak rambut queen membuat sang empu cemberut dan menepis tangan nya.
"Iih rambut gue jadi berantakan!! Lo tau gak? gue nyisir rambut gue itu butuh berabad-abad dan Lo seenaknya nge berantakin" ucap gue kesal dengan sengaja gue menginjak kaki elang dengan keras.
__ADS_1
Akhh...
Queen tertawa lepas karena berhasil membalas nya mereka menjadi tontonan bagi anak BW dan kedua cewek yang duduk satu meja dengan mereka.
'ternyata elang sudah menemukan pengganti Aurora' fely masih setia menatap interaksi kedua orang di depannya.
"Pacaran mulu kalian berdua" ujar gara yang sedari tadi jadi pajangan.
Queen terdiam sejenak lalu tersenyum. "Lo ngomongin gue?"
"Ye malah nanya Lo ra,, Iya gue bicara sama kalian yang sibuk dengan dunia nya sendiri"
"Emang kita terlihat seperti orang pacaran?" tanya gue yang mendapati anggukan dari mereka kecuali fely.
"Aneh ya kalian padahal elang masih cinta sama rora"
"Lo tau rora?" tanya Mike serius menatap wajah queen.
"Gak"
Jawaban queen membuat mereka kesal terutama meisya dia menggeplak kepala queen pelan. "Masak sih Lo gak tau rora padahal dulu pernah ketemu" ucap meisya heran.
"Wajahnya gue lupa kalo nama nya gue tau"
Mereka ber'oh saja paham queen beralih menatap elang yang terdiam Queen menyenggol lengan nya.
"El Lo punya foto nya Aurora gak?" tanya gue penasaran seperti apa wajah rora.
"Kenapa?" bukan elang yang menjawab melainkan Jhonatan.
"Pengen tau aja wajah nya kayak apa soalnya gue lupa" jawab queen terkekeh terus memohon kepada elang.
Elang mengotak atik ponsel nya lalu dia menyodorkan pada queen dengan senang hati queen menerima nya lalu mengucapkan terimakasih sebelum menatap layar ponsel elang.
Queen matanya menyipit memerhatikan foto yang dikasih oleh elang yang terdapat gambar kedua orang yang tak lain adalah elang dan aurora.
"K-kok mirip"
Mereka melihat reaksi queen yang terlihat mengerutkan keningnya. "Kenapa?" tanya elang penasaran dengan tingkah queen setelah melihat fotonya.
"Ini Rora adek nya Xavier?" tanya queen tangan nya gemetaran entah ada apa dengan nya.
"Iya Ra itu Aurora gimana sekarang udah tau belum" jawab Meisya menepuk pundak queen.
'ternyata benar ya di dunia ini kita memiliki kembaran' batin gue berfikir positif walaupun itu benar-benar seratus persen mirip dengan nya.....
Bersambung.....
__ADS_1