
Di koridor murid berjenis kel*min*n berbeda itu tengah menjadi tontonan para siswa, mereka di kelilingi biar bisa melihat apa yang terjadi.
"Gue gak ngerti apa yang Lo katakan" ujar elang dingin sekaligus kesal dengan wanita didepan nya.
Clarissa yang mendengar suara elang takut apalagi ditatap seperti elang menemukan mangsa nya menjadi bergidik ngeri, apalah daya clarissa yang sudah terbakar api cemburu jadi dia harus memastikan sendiri dari mulut Elang.
"Lo tinggal jawab pertanyaan gue, apa benar Lo pacaran sama si cupu" ucap clarissa penuh penekanan.
Sebelah alis elang terangkat mencerna ucapan clarissa. "Lo tau darimana?
"Tinggal jawab aja apa susah nya" Jantung clarissa sudah berdetak tak karuan kalo itu benar terjadi dia tidak akan sanggup menerima kenyataan.
"Lo tau darimana" Elang mengulangi perkataan nya tanpa mengalihkan pandangan pada clarissa.
Clarissa sebelum menjawab dia menghela nafas terlebih dulu. "Si cupu dia bilang ke gue kalo kalian pacaran, itu gak benar kan dia cuma ngaku-ngaku kalo Lo pacarnya dan Lo gak mungkin pacaran sama cewek modelan kek dia bukan standar level elo" jelas cla tanpa menjeda ucapan nya.
"APA" sahabat elang kaget terutama Mike sampai matanya melotot sempurna. "Kalo bicara bisa di saring dulu, gak mungkin mereka pacaran" kesal Mike tidak terima masak iya cinta nya bertepuk sebelah tangan.
"BUKAN GUE YANG NGOMONG TAPI CUPU"
"Bos itu gak benar kan, Lo gak mungkin nusuk gue dari belakang" Mike ingin minta penjelasan dari elang atau mungkin langsung ke queen.
"Nara bicara seperti itu" Elang manggut-manggut paham tapi kenapa queen menyebarkan rumor kalo mereka pacaran.
Mereka merhatikan clarissa menunggu jawaban nya. "Iya tadi malam cupu ngomong ke gue"
"Emang Lo serumah sama dia" tanya elang dengan santai.
Tanpa sadar clarissa mengangguk. "Iya"
Seketika clarissa membungkam mulutnya sendiri ingat apa yang dia katakan barusan.
"Em...i-itu apa kata Lo tadi" Clarissa gugup tanpa sadar dia meremas seragam nya.
"Ada hubungan apa Lo sama nara? Elang terus memojokkan clarissa sampai mana dua bertahan.
"Kok ganti topik pembicaraan" bisik Athar bingung.
"G-gue--
Ucapan clarissa terhenti saat Mike berteriak sungguh pikiran nya kacau saat ini. "CUKUP" Mike meninggalkan koridor dia ingin menemui queen.
Meisya berlari ke kantin untuk menemui queen karena saat ini dia menjadi trending topik di sekolah.
"NARAAAA"
Queen asik dengan dunia nya sendiri tidak mendengar Meisya sedari tadi berkali-kali memanggil.
Braakk.....
Queen terperanjat kaget menatap Meisya bingung dia melepaskan earphone nya karena itulah queen tidak mendengar panggilan meisya tadi.
"Eh.... Mei kenapa?
"LO PACARAN SAMA ELANG" Meisya ngegas walaupun nafas nya masih tersengal-sengal akibat berlari.
"Gue...? Tunjuk queen pada diri sendiri sadar jika sekarang dia jadi tontonan para murid tak sengaja matanya menangkap Mike berjalan kearah nya.
__ADS_1
"Iya"
Mike tepat berada dihadapan queen menatap penuh ingin meminta kepastian, Queen paham sekarang situasi apa yang dia hadapi tiba-tiba queen tertawa membuat mereka bingung.
Hahaha....... Queen memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa kencang hingga sudut mata nya berair.
"Maksud tujuan Lo apa?
Queen menatap elang dia masih tersenyum memikirkan apa yang terjadi tadi sayangnya queen tidak melihat secara langsung.
"Pasti yang ngomong si cabe cabean kan" Queen masih santai duduk di kursinya.
"Apa Lo bilang" Clarissa tidak terima jika dirinya di katain cabe cabean.
"Kalian percaya? Tanya queen pada mereka.
"Jawab Nara gue butuh penjelasan elo" ucap mike tak sabar.
"Emang masalah nya dimana kalo gue punya hubungan dengan dia" tunjuk queen kepada elang menggunakan jari telunjuk.
"Lo khianati gue" Mike tak mampu menahan tubuhnya sendiri hingga duduk dilantai.
"Drama banget Lo Mike padahal kita gak ada hubungan apa-apa, tapi Lo kayak pacar yang habis diselingkuhin" ucap queen jengah dia tau kalo Mike itu menyukai nya tapi buat queen dia hanya penasaran saja pada dirinya.
"T-tapi gue---
"Suka sama gue gitu, itu emang suka apa cuma penasaran sama gue sekarang" potong queen cepat.
"Dengar untuk kalian semua gue mau dekat dengan siapa itu urusan gue jadi kalian gak berhak melarang gue ini itu, ini dunia gue jadi gue yang nentuin hidup gue paham" ucap queen penuh penekanan.
"Dan satu lagi gue cuma mainin Lo tadi malam soalnya gue gabut" ucap Queen santai pada clarissa.
"Gue bohongin elo"
"APA..... Berani banget Lo sama gue, Lo tau gue udah nahan sakit dari semalam dan itu semua bohong" ucap clarissa berapi-api.
Clarissa mengambil gelas berisikan air dia melemparkan kearah queen dengan gelasnya untung elang menghalangi jadi punggung elang jadi korbannya.
Tatapan mereka terkunci beberapa detik queen mendorong pelan elang dan menatap clarissa dingin.
"Kenapa marah"
"Gue gak akan pernah ngelepasin Lo" Clarissa pergi dari kerumunan malu mengingat tadi bertingkah seperti itu.
"LO PIKIR GUE TAKUT" Teriak queen kembali duduk santai.
"Apa udah deh Lo gak usah ngarep gue, gue udah ada cowok" ucap queen saat Mike menatap nya. "Yang pasti nya bukan dia" lanjut queen menunjuk elang.
Elang menatap queen tak percaya dengan perkataan nya. 'nara punya pacar perasaan dia tidak pernah dekat dengan cowok' batin elang.
"Jadi Lo udah gak sendirian" tanya mike hati nya bagai tertusuk duri mendengar ucapan gadis nya yang Mike kagumi selama 3 tahun ini tidak ada yang tau kecuali Jhonatan kalau Mike sudah menyimpan perasaan nya pada gadis cupu seperti nara.
Queen mengangguk..... "Asal Lo tau Nara gue udah lama suka sama Lo tapi gue gak berani saat ingin mengatakan tentang perasaan gue, 3 tahun gue mengagumi Lo dalam diam tapi kalau Nara sekarang sudah ada pacar gue rela kok asal Nara bahagia" jelas Mike mengungkapkan isi hatinya.
"Tiga tahun" kaget queen. 'gue gak salah dengar kan Mike suka sama Nara sudah tiga tahun bagaimana kalau Mike tau Nara sudah tidak ada di dunia ini bakal sehancur apa dia' berperang dengan batin nya.
"Emm... Lo gak bercanda kan? Tanya queen.
__ADS_1
"Mike memang suka sama Lo sejak Lo nolongin dia waktu Mike dihajar oleh anggota Mortal Enemy" Jhonatan menjelaskan apa yang dia tahu karena Mike curhat pada jho.
"Pantes tadi Mike udah putus asa saat clarissa bicara Lo pacaran sama bos" ucap athar paham.
'apa gue ngomong aja ya sama mereka, apa mereka bakal percaya gitu gak queen pasti Lo diketawain atau dibilang gak waras' queen membatin.
"Udah gak usah dipikirin gue gak papa kok" Mike menepuk pundak queen dan meninggalkan kantin.
"Sudah mau masuk jam kedua ayok, Lo tadi bolos kan? Meisya menatap horor baru pertama kali seorang Nara bolos.
"Hihi.... Gue laper tadi pagi tidak sempat sarapan" queen tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.
"Cabut" elang juga sama menuju kelas mereka tidak sempat mengisi perutnya dikarenakan insiden tak berguna itu.
•••••••••
"Kesambet apa lo?
Xavier tersadar sebuah tangan berada di pundaknya. "Ck... Ganggu"
"Gue perhatiin dari tadi lo ngelamun mulu" Marsel duduk disebelah Xavier memandangi pepohonan di belakang sekolah.
"Dengan cara apa lagi gue harus membalas dendam gue" tanya Xavier menggoyang kan kakinya.
"Gak tau" jawaban Marsel membuat Xavier mengendus kesal.
"Mending Lo gak usah kesini" ujar Xavier.
"Lah gue kesini mau istirahat emang salah" jawab Marsel mengeluarkan ponsel di saku celana nya.
"Istirahat Lo salah tempat"
"Uwih asik nih pada bahas apa? Aron tiba-tiba datang dengan tangan membawa sesuatu.
"Nih buat kalian pada" Aron memberikan minuman kaleng Aron bergabung bersama mereka.
Mereka diam dengan kegiatan masing-masing hingga suara Marsel membuyarkan nya. "Lo tadi pagi ada urusan apa? Tumben gak nyuruh kita aja"
"Gue ngikutin cewek itu"
"Anara? Aron tidak tau sama sekali Xavier turun tangan sendiri.
"Dih kepo banget Lo" Marsel terkekeh segitu penasaran dengan cewe itu.
"Terus dapat informasi apa tentang nya? Tanya Aron.
"Gak ada!!! Cuma ngikutin dia dari rumah ke sekolah" jelas Xavier kan memang itu yang tadi Xavier lakukan.
"Hahaha..... Jadi bodyguard jauh nya Lo" canda Aron untuk menghilangkan stres.
Bel berbunyi tapi mereka masih betah di tempat duduk nya tidak ada tanda-tanda untuk pergi sudah pasti mereka bolos menikmati angin menerpa dedaunan.
"Jam kedua gak mau masuk? Tanya Marsel sedangkan dirinya masih standby dengan tangan kanan ponsel sedang tangan kiri rokok tercapit ditengah jari dan telunjuk.
"Lo sendiri" Aron menggeplak kepala Marsel gemas padahal kan sudah tau mau bolos di jam kedua.
Xavier jengah dengan tingkah mereka dia terus menyesap rokok nya menikmati hari-hari seperti biasa.....
__ADS_1
Bersambung......