
"Akui kesalahan Lo atau gue memberikan bukti ini" ancam gue masih memegang erat benda persegi panjang itu.
'bagaimana ini' Meyra tengah berfikir untuk mencari jalan keluar dia tidak mau dipenjara bagaimana nasib anaknya jika ia dipenjara.
"Ck lama lo,, Gue gak punya banyak waktu!!! Pak polisi ini periksa aja sendiri" Queen menyodorkan ponsel nya pada polisi.
"Tunggu" ucap meyra.
"Sudah gue kasih gimana dong" Gue tersenyum puas melihat kedua orang itu lalu dengan santai nya gue kembali duduk.
'apa hidup gue bakal hancur setelah ini' Clarissa memejamkan mata sambil menutupi kedua telinganya karena tidak ingin mendengar rekaman itu.
Mereka sedang serius melihat rekaman dimana startegi itu terjadi Queen mengamati meyra yang menundukkan kepala nya lalu mendekati. "Permainan selesai" bisik queen di telinga meyra.
Meyra mendongak ke arah queen tatapan nya penuh dengan benci queen acuh di tatap meyra seperti itu.
"Dasar tua bangka tidak tahu diri" umpat gara kesal setelah melihat rekaman nya.
"Dia memang pantas m4ti" Athar juga ikut mengomentari walaupun bukan siapa-siapa tapi dia juga kesal dengan keluarga Joseph.
"Gue baru tahu keluarga Joseph yang terlihat harmonis di publik hanya topeng yang menutupi keburukan nya dan ada anak yang selalu di perlakukan seperti itu" Mike dengan sengaja mengeraskan suara nya supaya di dengar oleh dua manusia yang menundukkan kepalanya.
'apa Nara waktu itu ingin mengakhiri hidupnya semua itu karena perlakuan mereka terhadap nya'
"Jadi bagaimana? tanya queen.
"Apakah anda selalu mendapatkan kekerasan sebelum nya?
Queen berpikir apa sebaiknya dia jujur soal Nara yang selalu di siks4 ini kesempatan untuk dia membalas semua perlakuan mereka terhadap Nara dulu.
"Iya setelah mama Nara tidak ada mereka selalu kasar sama Nara" ucap queen berlagak sedih supaya bisa menghayati perannya.
"Beri hukuman yang setimpal orang itu" ucap elang dingin menunjuk meyra kalo dia pria sudah habis di tangan elang.
"GAK!! SAYA TIDAK BERSALAH" meyra segera berlari keluar seketika di sana panik mengejar nya.
"WOY ANJ JANGAN KABUR" teriak Jhonatan terus mengejar meyra.
__ADS_1
"Lepas" sentak clarissa karena di cengkram oleh gara.
"Tidak Lo harus di kasih pelajaran, tapi bukan pelajaran sekolah karena Lo sudah berbuat salah sama Nara" Ya walaupun mereka tidak melihat dimana clarissa ikut nyiks4 Nara di rekaman itu tapi gara yakin nih onde-onde pasti ikutan juga.
"BERHENTI B4NGS4T" sekali Jho berteriak supaya meyra berhenti berlari.
Polisi yang melihat itu mengarahkan p1stol nya ingin menembak kaki meyra supaya tidak kabur, Sebelum peluru di luncurkan sesuatu yang tak terduga terjadi pada meyra.
BRAAKK....
Meyra tak menyadari mobil yang melaju kencang karena fokus menoleh ke arah belakang yang mengejar nya, sedangkan sang pengemudi kaget melihat orang berlari ke arah nya pengemudi ingin membanting setir supaya tidak menabrak orang tersebut tapi terlambat dia sudah menabrak meyra.
Tubuh meyra terpental akibat di tabrak mobil dari arah berlawanan sebuah truk tidak tahu jika akan ada kecelakaan tanpa sengaja kaki meyra di lindas oleh truk membuat meyra berteriak kesakitan
Orang yang disana tercengang tidak ada yang langsung menolong meyra karena kaget melihat kecelakaan tragis.
Elang dan queen keluar mendengar ada kecelakaan di luar mata nya terbelalak melihat meyra di bawah truk karena kaki nya terhimpit oleh ban nya.
"A-apa yang terjadi" ucap queen kaki nya terasa lemas untung elang dengan sigap menahan tubuh queen supaya tidak jatuh.
Polisi segera menolong meyra di bantu beberapa warga untuk dibawa ke rumah sakit.
'ada apa dengan hari ini? queen membatin elang mengajak queen ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibu tiri nya.
•••••••
"Ra ini minum dulu" elang menyodorkan air mineral yang tadi dia nyuruh Athar membeli nya.
"Kepala gue pusing"
"Iya minum dulu terus makan, Lo dari tadi belum makan nanti lo sakit" elang membantu queen minum setelah nya membuka makanan untuk menyuapi queen.
Queen menatap elang yang ingin menyuapi nya. "Makan" perintah elang.
Gue membuka mulut menerima suapan dari elang kepalanya terasa sangat pusing sungguh hari ini banyak sekali kejutan yang menguras tenaga.
Jho dengan Mike gara bergabung dengan mereka tadi mereka masih mengurus semua administrasi meyra dan clarissa.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya elang masih setia menyuapi queen.
"Semua beres" jawab Jho menyandarkan tubuhnya ke kursi yang tersedia.
"Kok jadi gini" ucap queen dengan wajah bingung nya elang yang melihat wajah queen itu terlihat gemas di matanya.
"Lo kuat Ra" ucap jhonatan menepuk bahu queen.
"Gue? Haha gue cuman di kuatin aja" queen tersenyum kecut mereka hanya tahu di sudut luar nya saja karena mereka tidak tahu bagaimana perasaan queen yang sebenarnya.
"Lo itu termasuk kuat karena apa!! Lo bisa bertahan sejauh ini" ucap elang lembut menampilkan senyum tipis nya.
"Lo gak salah makan?" tanya gue melihat elang yang agak aneh menurut gue karena sikap nya, queen sudah terbiasa dengan sifat dingin elang.
Elang menaikan sebelah alisnya tak mengerti dengan ucapan queen. "Lo itu mungkin salah makan atau apa gitu karena sikap lo agak aneh menurut gue" jelas queen jujur.
"Bukan Lo doang Nara gue juga merasa bos aneh sekarang" timpal Mike melihat sikap elang pada queen.
Queen mengangguk walaupun tak mengerti, Dokter keluar karena sudah menangani meyra Jho langsung berdiri menanyakan keadaan wanita itu.
"Bagaimana kondisi nya dok?
"Maaf anda siapa nya pasien?
"Saya teman anak nya dari wanita itu" jawab Jhonatan.
Dokter mengangguk. "Kondisi nya masih lemah, dan pasien mengalami kelumpuhan akibat kaki nya dilindas ban truk"
Mereka saling pandang Jho berterima kasih pada dokter.
"Lumpuh" ucap queen sambil memijat pelipisnya.
Elang mengusap punggung queen, Setelah selesai mengurus semua nya mereka akan mengantarkan queen pulang karena sudah malam.
Sedangkan clarissa di titipkan pada suster untuk menjaga nya dia masih dalam keadaan syok berat dengan apa yang terjadi pada hari ini......
Bersambung.......
__ADS_1