Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 29


__ADS_3

Queen mengerutkan keningnya dia tidak mengenali motor itu. "Siapa dia?" gumam gue melihat motor itu berhenti di depan nya.


Xavier membuka helmnya dan menampilkan senyuman nya, Queen menaikkan sebelah alisnya.


"Hai gimana kabar Lo?" sapa Xavier berdiri di depan queen.


"Xavier gue kira siapa"


"Tumben ke sini mau ngapain?" tanya queen tumben sekali Xavier ke rumah nya.


"Gue mau jenguk elo,, ini gue gak di suruh masuk gitu?" ucap xavier terkekeh karena tidak di sambut kedatangan nya.


"Oh ya lupa,, kalo gitu silahkan masuk anggap rumah sendiri" mereka berdua masuk queen menyuruh Xavier duduk sementara dia ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman.


"Bik rumi" sapa queen melihat bik rumi membersihkan dapur.


"Iya non ada yang bisa bibik bantu?" bik rumi menghentikan aktivitas nya menoleh ke arah queen.


Queen tersenyum menggeleng. "Gak bik cuma nyapa aja"


"Kirain non butuh sesuatu"


"Ini mau ambil makanan sama minum soalnya ada teman Nara kesini" Queen membuka kulkas dan mengambil beberapa makanan yang bisa dia suguhkan kepada Xavier.


"Teman emang siapa teman nya non Nara?" bik rumi bingung sekaligus senang karena sekarang anak itu sudah mempunyai teman tidak seperti dulu di jauhi oleh orang.


"Xavier nama nya bik!! kalo gitu Nara pamit dulu mau kedepan"


Bik rumi mengangguk lalu melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda. Queen menaruh nampan di atas meja menyuruh Xavier untuk memakan nya.


"Gak usah sungkan,, emang ada nya cuma itu di kulkas"


"Iya gak papa ini lebih dari cukup kok"


"Lo tinggal disini sama siapa sekarang?" tanya Xavier memecahkan keheningan supaya tidak canggung.


"Bik rumi"


"Gue kesini turut berduka cita atas apa yang menimpa elo" ujar Xavier mengutarakan keinginannya.


Queen hanya tersenyum dia tidak tahu harus apa. "Lo gak sekolah?"

__ADS_1


"Nanti jam kedua" jawab xavier.


"Jangan bolos terus!! Lo harus ingat ada orang tua lo yang menunggu ke suksesan Lo" queen memperingati xavier dirinya juga tidak mengerti kenapa mulut nya berkata seperti itu seolah menasehati Abang nya.


Xavier tertegun mendengar ucapan queen barusan ucapan tadi mengingat kan pada Aurora yang pernah menasehati nya.


"jangan bolos terus abang!! abang harus ingat ada papa dan mama yang menunggu kesuksesan abang"


Queen merhatikan wajah Xavier yang tiba-tiba melamun. 'kesambet apa nih orang' queen membatin mata nya tak lepas dari wajah xavier.


"Xavier"


"Woy" sentak queen membuyarkan lamunan Xavier, Xavier seperti orang bodoh membuat queen tertawa melihat wajah Xavier yang polos.


Hahaha


"Kenapa?"


Queen menggeleng- gelengkan kepala nya. "Lo yang kenapa? Ngelamun gak jelas,, Lo punya masalah apa gimana sampek segitu nya gak dengerin omongan gue tadi" ucap queen karena xavier tidak merespon panggilan nya.


"Biasa banyak masalah"


"Masalah apa? Gue tebak pasti masalah antar elo dengan elang kan" 'apa gue tanya aja ya masalah apa yang membuat mereka menjadi musuh' Lanjut queen membatin.


"Gue boleh tanya?"


"Boleh mau tanya apa" jawab Xavier membenarkan posisi nya menghadap ke arah queen.


"Kalian kenapa bisa jadi musuh? Dengar-dengar kalian itu dulu sahabatan" ucap queen kepo dengan tentang mereka.


"Lo pura-pura lupa atau emang gak tahu permasalahan diantara kita" ucap xavier padahal kan cewek ini satu sekolah dengan nya dulu sudah pasti tahu masalah nya dengan elang.


"Gue gak tahu!! asal Lo tahu gue gak minat banget berita tentang skandal kalian dulu jadi gue gak tahu soal masalah kalian apa" Queen menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan perkataannya.


"Dan satu lagi bukan nya gue dulu cupu,, Jadi gue gak punya teman untuk menanyakan tentang kalian" sambung queen sebisa mungkin membuat xavier percaya dengan perkataan nya.


Gue lihat Xavier mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dengan ucapan gue. 'semoga dia percaya sama omongan gue'


"Lo ingin tahu apa yang terjadi diantara kita?" tanya xavier Gue mengangguk dan menghampiri Xavier duduk di dekatnya supaya lebih jelas.


"Gue punya adek namanya Aurora, Gue juga gak tahu dia punya dendam apa sama gue? Sampai-sampai dia ng3bunuh adek gue saat itu padahal kita sahabat dekat tapi entah kenapa dia tega melakukan itu pada Rora adek gue"

__ADS_1


"Gue tanya kenapa dia ng3bunuh adek gue!! Dia bilang bukan dirinya padahal gue melihat dengan jelas dia memegang pisau itu" ucap Xavier mata nya sudah berkaca-kaca jika mengingat kejadian beberapa tahun silam.


Queen mendengar kan dengan seksama tanpa ingin menyela ucapan xavier. 'masak iya elang gitu orang nya' Queen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal bingung dengan kisah mereka.


"Maaf gue menyela ucapan Lo boleh gak?" tanya gue hati-hati ingin menyampaikan apa yang ada di pikiran gue.


Setelah xavier menyetujui queen berkata. " Lo lihat sendiri saat elang nusuk adek Lo dengan pisau itu?"


Xavier terdiam beberapa saat memang dia tidak melihat secara langsung tapi saat itu elang memegang pisau itu yang pasti elang lah pelaku nya.


"Tidak!! Tapi dia memegang benda itu gue yakin dia memang pelaku nya"


"Bisa jadi elang ingin mencabut pisau itu dari tubuh adek lo,, tapi pas banget Lo dateng saat dia memegang pisau itu" ucap gue gak yakin dengan apa yang gue katakan.


"Kenapa Lo bicara seperti itu!! Gue tahu Lo ngebela dia karena Lo temenan dengan dia kan" Xavier tidak suka dengan orang yang ngebela p3mbunuh itu jelas-jelas dialah pelaku nya.


Queen menghela nafas panjang dirinya belum tahu apa-apa kenapa queen tidak menerima tawaran Nara tadi malam yang ingin bercerita tentang mereka.


' haduh pusing nih kepala gue harus jawab apa,, kenapa tadi gue bilang gitu ya kan gue juga gak tahu pasti tentang nya'


"Kan gue bilang bisa jadi,, Gue gak ngebela siapapun dan gue juga gak tahu apa yang terjadi di waktu itu!! Lo pernah mendengar kan penjelasan dia gak?" tanya gue penasaran mungkin Xavier tidak mau mendengar penjelasan dari elang.


"Sudah cukup gue tahu dengan mata gue sendiri tanpa dia menjelaskan nya" Queen tak tahu harus menjawab apa mereka sekarang dalam pikiran masing-masing tidak ada percakapan setelah pembahasan tadi soal masalah dia dengan elang..


••••••••


"Bagaimana keadaan queen?" tanya Reno dia sedang berbicara dengan dokter Pram melewati sambungan telepon.


"Jauh lebih baik dari sebelumnya!! Apa anda tidak memperlakukan putri saya dengan baik kenapa dia sangat kritis di tangan anda" ucap Pram dia dengan sengaja mengatakan itu pada Reno karena memang betul queen saat di tangan Reno tidak ada tanda-tanda untuk pulih.


Reno mencoba tersenyum karena dia tahu bahwa Pramesti ingin membuat dirinya marah dan tidak berguna sebagai dokter.


"Oh ya benar kah? Kalau begitu lakukan yang terbaik untuk queen tenang saja saya akan membayar anda dua kali lipat jika anda berhasil menyembuhkan adek saya" ucap Reno bangga mendengar kabar queen jauh lebih baik.


Wajah Pram memerah ucapan Reno membuat harga diri nya turun seolah dia orang asing bagi queen pasalnya queen adalah anak nya sendiri tapi Reno menganggap nya orang asing seperti pasien dan dokter.


"Baiklah saya tutup dulu karena saya masih ada pasien yang harus saya tangani" Pram langsung mematikan sambungan nya dia terlihat sangat marah.


"Berani sekali anak itu!! Saya tidak akan membiarkan dia mengambil queen dari genggaman tangan saya"


Revano tersenyum puas pasti saat ini Pram sangat marah padanya. "Setelah ini gue bakal ambil alih lagi queen, gue gak bakalan rela queen kembali kepada keluarga Gabriela" ucap Reno mantap karena dia tidak ingin queen kembali pada orang yang salah.

__ADS_1


'gue tidak akan membiarkan queen merasakan kesedihan lagi,, gue berjanji akan membahagiakan queen dengan cara apapun' Reno menatap layar ponselnya yang menampilkan foto dirinya dengan kedua wanita yang sangat dia sayang.....


Bersambung......


__ADS_2