
Sepulang sekolah queen sedang melamun di dalam kamarnya sudah beberapa kali queen menghela nafas di lain sisi dia memikirkan dirinya.
"Apa gue bakal selamanya di sini" Tanya queen sendiri karena selama ini dia tidak ada kemajuan untuk mencari tahu siapa pelakunya kenapa nara memberikan tugas ini kepada nya padahal queen tidak bisa berbuat apa-apa.
"Filing gue yang ngebunuh ibu nya nara pasti talar tapi gue gak nemu tuh bukti nya" Queen membaringkan tubuhnya merasa sangat lelah.
"Queen"
Queen membuka matanya saat ada yang memanggil terlihat nara berada di samping ranjang.
"Nara lo akhirnya muncul juga" Queen duduk diikuti oleh nara.
"Bagaimana udah ketemu" Tanya nara.
"Gue gak bisa nara gak bisa" Ujar queen frustasi.
"Kamu bisa queen Nara cuma mau keadilan untuk mama nara" Tangis nara dia tidak akan pernah memaafkan orang itu karena dialah nara kehilangan kasih sayang orang tua nya.
"Tante meyra"
Nara menggeleng karena nara waktu dimana kejadian pembunuhan itu berada di sana.
Queen menyerit bingung. "Lo tau siapa pelakunya?
"Nara gak tau, yang pasti bukan tante meyra" Jawab nara mengusap air matanya.
"Jangan bikin gue bingung Lo tau tentang orang itu gak, mungkin ciri cirinya gitu" Queen frustasi harus berbuat apa.
Nara mengingat kejadian dimana pembunuhan itu terjadi. "Nara ingat pembun*h itu sempat meninggalkan barang miliknya" Jawab Nara setelah mengingat 10 tahun yang lalu.
"Apa?
"Nara menyimpan barang itu di gudang" Queen mendengar kan seksama penjelasan nara sungguh di luar nalar queen sekarang jadi detektif dadakan.
"Barang apa yang Lo maksud itu" Tanya queen
"Jam"
"Jam!! baiklah gue bakal ke gudang untuk mencari nya" Queen bernafas lega kemungkinan dia bisa menyelesaikan tugas ini.
"Tunggu dulu" Cegah nara menghadang queen yang ingin keluar kamar.
"Astagfirullah" kaget queen saat tiba-tiba Nara berada di hadapannya.
"Maaf, nara sebenarnya gak ingin membuat queen kaget" ujar nara.
"Nara cuma mau ngasih tau kalo kamu mau kembali lagi ke tubuh kamu, queen harus bisa menyelesaikan tugas ini dulu baru kamu bisa kembali" Ucap nara menjeda sejenak.
"Dan nara boleh minta tolong lagi" Nara mengatupkan kedua tangannya di dada dengan mata memelas.
"Tunggu maksud ucapan dari Lo apa gue gak ngerti"
"Kamu belum mati" Jawab nara.
"Hah!! Elo serius tau dari mana? Tanya queen kaget berarti ada kemungkinan dong dia bisa kembali.
Nara mengangguk. " Iya kamu koma di rumah sakit"
__ADS_1
"Jadi kalo gue udah menyelesaikan semua nya gue bisa balik lagi gitu" Queen mengangguk tanda mengerti dia sangat senang.
"Tapi ada lagi tugas dari nara" Ujar nara membuat queen menatap nya.
"Lo tuh ya kayak guru aja ngasih gue tugas mulu, ditambah dengan pelajaran kelas XII mana gue bisa sedangkan gue masih kelas XI untuk pelajaran kayak gitu belum ada di kelas gue" Gerutu queen tanpa henti biarkan queen mengeluarkan semua unek-unek nya.
"Pliss nara mohon bantu nara lagi" Pinta nara memelas.
"Apa lagi astagfirullah yang satu belum selesai di tambah lagi" Queen ingin sekali mencekik arwah di depan nya ini.
"Boleh ya nara mohon"
Queen menghela nafas untuk bisa mengontrol emosi nya. "Oke fine apa?
"Tolong buat mereka kembali lagi seperti dulu" Nara memandang ke arah jendela.
Kening queen berkerut apa maksud ucapan nara. "Langsung to the poin aja" Jawab queen kesal.
"Elang dan xavier, ini tentang pembunuhan juga" Ujar nara merhatikan queen yang sedang bingung.
"AAAA... Pembunuhan lagi dan lagi" Queen sungguh frustasi dengan keadaan sekarang.
"Sudahlah Lo sebaiknya pergi deh gue pusing yang satu belum selesai, kalo gue berhasil dengan tugas pertama lo bisa kasih gue tugas lagi oke deal" Saran queen mengulurkan tangannya untuk meminta persetujuan dari tugas ini.
Nara hanya mengangguk mengerti dengan keadaan queen sekarang karena dialah yang membuat queen masuk ke dunia nya. "Oke deal" Membalas uluran tangan queen.
Setelah itu nara menghilang bersamaan dengan angin karena jendela kamar belum di tutup.
Berkali kali queen menghela nafas untuk bisa nenangin diri. "Apa sebaiknya gue keluar aja cari angin kan lebih fresh nih otak gue"
"Mau kemana kamu? Hendra merhatikan penampilan anak nya dari atas ke bawah.
"Keluar"
"Jangan sering keluar kamu itu seorang gadis gak baik keluar malam"
Queen merasa ada yang aneh dengan perkataan tadi. "Tumben perhatian biasanya gak perduli gue mau kemana" Queen menyindir hendra akhir-akhir ini hendra agak berubah.
"Kamu itu anak papa, orang tua mana yang gak khawatir anaknya keluar malam terus" ucap Hendra menasehati queen.
"Lo kalo belum minum obat gih minum dulu" setelah mengatakan itu gue menuju garasi untuk mengambil motor, kalo terus berdebat dengannya tidak akan pernah kelar.
"Nara"
Gue menghiraukan panggilan hendra dan terus berjalan keluar, saat sudah di luar rasanya adem banget hilang semua beban gue.
Queen hanya mengemudi tak tentu arah sebenarnya sudah kebiasaan kalo lagi banyak pikiran healing ternyaman ialah mengendarai motor.
••••••••••
Sekarang anak BW (black wolf) sedang menunggu kedatangan ME (mortal enemy) padahal mereka yang ngajak tawuran tapi anak BW yang menunggu tidak heran memang selalu begitu.
"Ck niat tawuran gak sih mereka" kesal gara sudah lama ia menunggu hingga kakinya terasa pegal.
"Kalo kek gini mending gue dirumah nonton kartun" ucap mike.
"Anak kartun ya guys" ejek athar.
__ADS_1
"Woy ngaca situ juga sering nonton kartun juga" Mike menyindir balik athar. "Dan parah nya lagi lo nonton kartun d*ra yang perutnya keliatan" sambung mike dengan wajah menyebalkan.
"Gak usah nyebar aib lo" sinis athar karena aibnya di bongkar oleh si curut.
Hahaha seketika tawa mereka semua pecah melihat perdebatan antara Mike dengan Athar dan berpapasan dengan kedatangan anak Mortal Enemy mereka langsung berjejer rapi dengan wajah serius.
Dan benar saja anggota Mortal Enemy lebih banyak dari Black Wolf Xavier berdiri di hadapan elang.
"Ternyata lo sudah standby disini, gue kira masih di pelukan sang ibunda hahaha" ucap xavier saat berada di hadapan elang.
Hahahaha anak ME (Mortal Enemy) menertawakan juga karena ucapan xavier.
"Eh bangs*t lo itu yang masih tidur di ketiak Mak lo kita dari tadi di sini" ucap gara marah karena kesal dengan xavier baru dateng malah mengejek nya.
Xavier mengepalkan tangannya menatap gara tajam. "Kenapa emang bener, Lo yang ngajak kita tawuran malah Lo datang terlambat" ucap gara dia tidak suka jika bos nya di hina.
"Ber*ngsek lo" Xavier langsung maju untuk menghajar elang diikuti oleh anggotanya.
Sudah elang duga bahwa anggota xavier membawa senjata tajam, elang berkelahi dengan Xavier dengan anggota lainnya yang mendapat kan perkelahian satu lawan tujuh adalah elang karena sudah di rencanakan oleh xavier.
"WOY JANGAN CURANG" Teriak Jhonatan saat melihat elang dikeroyok.
Walaupun begitu banyak anggota xavier yang tumbang beberapa anak BW juga terluka akibat benda tajam yang mereka bawa.
"Uwiih gila ada acara live nih, apa gue ngevideo in aja ya supaya bisa gue tonton lagi nanti"
"WOY ITU MASIH BELUM MATI"
Mereka semua dikejutkan oleh teriakan seseorang mereka menghentikan perkelahian itu untuk melihat siapa yang menggangu nya.
Mereka melihat seorang gadis memegang ponsel mengarahkan kepada mereka, sedangkan anak BW melotot siapa yang berani menghentikan tawuran ini.
"Lah kok pada bengong ayo dong lanjutkan biar tambah seru" ucap queen terus berjalan kearah mereka supaya lebih jelas untuk merekam nya.
"NARA NGAPAIN LO DISINI" Teriak mike menghampiri queen.
"Ini gue mau ngevideo in kalian" ucap queen polos mengangkat ponselnya.
Mortal Enemy saling pandang mereka bingung kenapa tiba-tiba ada cewe diantara perkelahian ini.
"Bos siapa dia? Aron berbisik kepada xavier.
Xavier mengedikkan bahunya tidak tahu dia sendiri juga bingung.
"Ra Lo harus pergi dari sini" Mike menarik tangan queen untuk meninggalkan tempat tawuran.
"Apa sih mike gue pengen nonton tau soalnya bosen dirumah" Queen melepaskan tangannya dari
genggaman mike.
"Tapi---
"Ikut gue"
"Eh tunggu el gue belum selesai masih seru nih" Elang menyeret queen menjauhi mereka queen memberontak meminta di lepaskan......
Bersambung.......
__ADS_1