Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 45


__ADS_3

"Sayang bangun sudah pagi" ucap Rosa mengguncang pelan bahu queen yang tengah tertidur pulas.


Hanya terdengar lenguhan kecil dari mulut queen dia mengambil posisi yang nyaman untuk melanjutkan tidurnya.


"Queen ayok bangun udah jam tujuh kita sarapan bareng di bawah" Rosa terus mengelus kepala queen agar anaknya itu bangun.


"Bentar masih ngantuk ini" ucap nya dengan suara serak.


"Gak ada bentar sayang ayo bangun siap-siap terus kebawah" Rosa memegang kedua bahu queen supaya duduk, queen yang terusik terpaksa membuka matanya orang pertama yang dilihat adalah Rosa tengah tersenyum kearah nya.


"Ish mama queen masih ngantuk" ucap queen dengan serak has bangun tidur dia mengucek kedua matanya.


"Seharusnya kamu bangun jam enam biar bisa olahraga pagi supaya tubuh kamu lebih fresh"


"Ya sudah mama keluar dulu ingat papa sudah nunggu kamu dibawah" Rosa mengecup sekilas kening queen lalu keluar menyisahkan queen yang turun menuju kamar mandi untuk membasuh muka, queen tidak mandi karena masih terlalu pagi menurut nya apalagi dia belum sekolah gak papa sekali-kali gitu.


"Selamat pagi" sapa queen kepada kedua orang yang menunggu di meja makan.


"Pagi juga" sahut keduanya.


"Sini biar mama yang ambilkan makanan"


Queen memberikan piring nya kepada Rosa setelah piring penuh dengan berbagai macam jenis makanan Rosa menyodorkan kepada queen.


"Makasih"


Rosa mengangguk setelah nya mereka makan dalam diam hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.


Saat ini mereka sudah berada di ruang tengah untuk memanjakan diri dengan sofa yang empuk, Queen ingin menanyakan sesuatu agar pikiran nya tenang seperti nya queen masih bingung dengan dirinya yang tidak mengingat keluarga kandung nya sendiri.


"Pa queen boleh nanya?"


"Boleh mau tanya apa"


"Masih soal tentang queen" ucap gue memilih untuk duduk disamping Pram.


"Kok queen gak ingat sama keluarga queen sendiri?" kata gue menatap Pram yang juga menatap nya.


Pram tersenyum mengusap punggung queen. "Maaf,, papa memberikan kamu obat yang bisa menyebabkan ingatan kamu tidak berfungsi dan mungkin sekarang kamu kembali ingat karena sudah lama tidak mengonsumsi nya"


"Bukan nya kamu kabur beberapa bulan ini, obat itu berfungsi enam bulan saja, kan kamu sudah lama tidak meminum nya berarti itu sudah habis masanya" jelas Pram membuat mata queen membola sempurna apa obat queen juga baru sadar selama ini Pram selalu ngasih jenis obat dan nyuruh queen supaya meminum obat yang diberikan nya.

__ADS_1


"Apa"


"Iya queen papa gak bohong" tangan Pram terulur untuk mengusap punggung tangan queen. "Maaf,,hanya kata itu yang mampu papa ucapan kan walaupun kamu belum bisa memaafkan kesalahan papa"


Queen untuk kesekian kalinya dibuat pusing oleh Pram dia kemudian bangkit ingin meninggalkan mereka berdua, Rosa mencegah nya yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan suami dan anaknya.


"Queen mau kemana?"


"Bukan urusan mama queen mau kemana" Queen menyentak pergelangan tangan nya yang dipegang oleh Rosa hingga terlepas dari genggaman nya Rosa.


"Queen berhenti disitu kamu tidak boleh keluar karena baru sembuh" ujar Pram yang tidak digubris oleh queen dia terus keluar dari rumah itu tujuan nya adalah untuk mencari kesegaran supaya beban pikiran nya hilang.


Rosa dan Pram menyusul queen keluar tapi queen berlari terus takut ditangkap oleh Pram, Rosa panik takut queen kembali kabur darinya.


"Pah queen kabur" Rosa mengguncang lengan Pram wajah nya sudah takut jika harus kehilangan queen.


"Ssttthh mama jangan khawatir queen pasti kembali, lebih baik mama istirahat biar papa cari queen" ucap Pram menenangkan istrinya takut hal yang tidak diinginkan terjadi.


Pram membawa Rosa masuk lalu memanggil art nya untuk menjaga istri nya itu karena dia sendiri akan mencari queen.


"Jaga istri saya"


"Baik tuan"


"Aduh capek juga lari-lari" ucap queen mengatur nafasnya yang tidak stabil akibat terlalu kencang berlari.


Queen melihat sekeliling ternyata ada taman yang tak jauh dari tempat nya sekarang.


"Lebih baik gue kesana" queen berjalan untuk menuju ke taman yang didekatnya hari ini lumayan sepi karena bukan hari weekend mungkin orang-orang melakukan aktivitas nya hanya ada beberapa orang saja, queen menuju ayunan karena memang dia suka dengan tempat duduk seperti itu.


"Gila angin nya seger" ucap queen akibat terkena angin yang menerpa tubuhnya. dia sengaja merentangkan kedua tangannya dan memejamkan mata untuk menikmati angin di pagi menjelang siang ini.


***


Kelas yang tadinya ramai hening seketika melihat kedatangan ibu Xena dan lebih parahnya lagi dibelakang ibu itu ada seseorang yang mengekori nya, membuat anak BW melotot tidak percaya.


"Anj1ng itu Xavier ngapain di belakang Bu Xena" bisik Mike ditelinga Athar yang duduk disampingnya.


"Murid baru dia" ucap athar.


Mike memukul keras bahu Athar membuat sang empu berteriak.

__ADS_1


AAAA


"Athar kenapa kamu?" Bu Xena menatap tajam kearah Athar bisa-bisanya muridnya itu berteriak tanpa jelas.


"Ada kecoa tadi Bu lewat" Cengir Athar lalu tanpa permisi menginjak kaki mike yang berada di bawah meja.


"AAA...ANJ1NG LO" Mike mengusap kakinya yang diinjak oleh Athar.


Jangan ditanya seisi kelas kaget mendengar teriakkan Mike tadi kaget karena athar sekarang yang satu nya lagi yang bikin heboh sekelas.


"HEH KALIAN BERDUA" tunjuk Bu Xena ke bangku mereka.


"Maaf Bu ada kecoa ngesot tadi" ucap Mike nyengir tanpa dosa.


"Sudah,, Xavier sebaiknya kamu cari tempat duduk" Xavier mengangguk lalu menuju dimana anak BW sedang duduk.


"Tuhkan anak baru" gumam athar masih didengar oleh Mike dia mengangguk menyetujui ucapan athar.


Xavier menaruh tasnya di bangku dimana elang duduk karena memang elang duduk sendirian jadi Xavier memilih untuk sebangku dengan nya.


"Lo gak papa?" elang hanya melirik sekilas xavier mengerti karena dia sedang patah hati jadi tidak ingin diganggu.


"Baiklah pelajaran akan dimulai sekarang" Bu Xena mejelaskan tentang pelajaran hari ini dengan seksama tanpa ada gangguan apapun sampai akhirnya jam istirahat tiba.


"Jangan lupa dikerjakan tugas yang ibu kasih paham"


"Paham Bu"


"Ibu permisi"


Bu Xena keluar dan tak lama disusul murid untuk pergi ke kantin mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


"Kantin kuy" ajak gara.


"Siap"


"El kantin" ucap jhonatan disamping bangku nya.


"Gue mau disini" jawab elang dingin tangannya ia lipatkan lalu menenggelamkan wajahnya kelipatan tangan nya.


Mereka saling pandang mengerti dan membiarkan elang tidak ikut bersama mereka. Di dalam kelas hanya menyisakan elang para murid sudah keluar semua, Elang meraba ponsel nya entah apa yang dia lihat lalu kembali ke posisi semula memejamkan matanya.

__ADS_1


'gue ingin itu hanya mimpi buruk gue, ayolah elang Lo harus bangun dari tidur elo' batin elang buku dibawah nya basah akibat air matanya, dia saat sendirian tidak bisa menahan lagi air matanya yang mendesak ingin keluar elang menangis dalam diam tanpa sepengetahuan orang...


Bersambung


__ADS_2