
"Jadi dulu gadis itu cupu" Xavier membaca data diri milik Nara membuat Xavier mengerutkan keningnya. 'aneh'
"Kenapa?
"Lo dapat informasi dia darimana? Tanya xavier mata masih fokus ke berkas di tangannya.
"Seperti biasa apa ada yang salah" jawab aron.
"Setelah beberapa hari menghilang membuat dia berubah seketika" jelas Xavier tak lepas pandangan dari berkas.
"Gue juga gak tau tapi menurut logika gue, tuh cewek mungkin merubah penampilan nya karena sering mendapatkan pembullyan di sekolah sebab itu dia berubah" menurut Aron biasa saja tidak ada yang janggal.
Xavier mencerna ucapan Aron memang ada benarnya juga jika seseorang sudah tidak bisa menahan sabar pasti dia akan melawan.
"Gue setuju dengan Aron" ucap Marsel tiba-tiba datang.
"Secara nih orang yang sudah habis kesabarannya itu akan lebih menakutkan" lanjut Marsel bergabung dengan Xavier dan Aron.
"Tapi gue kok gak menemukan bahwa gadis itu kekasih nya elang" tanya xavier apa mungkin Aron tidak becus untuk mencari data diri orang.
"Mungkin mereka private, tadi yang gue liat elang tidak suka cara berkenalan cewek itu pada Xavier" Mereka terdiam beberapa saat mengingat dimana elang menghalangi nya.
"Sudah tidak perlu di rumitkan terserah dia mau publik private itu urusan dia yang terpenting kalian selalu awasi cewek itu" ucap xavier menyeringai karena menemukan titik dimana dendam akan tercapai.
•••••••••
Keesokan paginya queen bergegas untuk ke gudang mencari bukti yang dikatakan oleh nara, beberapa kali queen mondar-mandir dalam gudang banyak sekali barang bekas jadi sulit untuk queen mencari jam itu.
"Nara nyimpen barang itu dimana sih" kesal queen tak kunjung menemukan jam yang dia cari.
Pada akhirnya queen salfok ke sebuah kotak berukuran kecil. "Apaan nih" queen mengambil kotak itu dan ternyata barang yang dicarinya.
"Dari tadi kek bikin kesal orang aja" gerutu queen meniup debu di kotaknya.
Queen menyimpan barang bukti ke dalam tas yang bertengger di punggungnya saat akan keluar meyra masuk dengan clarissa.
"Sedang apa kamu disini?
"Barang gue ketinggalan" jawab queen ingin pergi tapi dihalangi clarissa.
"Minggir"
Clarissa mendorong queen hingga membuat oleng tidak siap mendapat serangan tiba-tiba, clarissa menyerang queen menumpahkan emosi yang ia pendam dari semalam.
"APA APAAN LO HAH" bentak queen menghindari clarissa.
"LO GAK USAH BELAGU DAN GAK USAH MIMPI KALO LO PACARAN DENGAN ELANG" Clarissa tak kalah berteriak juga dan ingin menampar queen lagi untungnya queen segera menghindar.
"GUE UDAH BILANG KAN KALO GUE BENERAN PACARAN SAMAA ELANG, KENAPA LO GAK TERIMA MAU BUNUH GUE GITU" Jawab queen dan mendorong clarissa meyra yang melihat itu segera mencengkeram kuat tangan queen.
"BERANI SEKALI KAMU MENDORONG ANAK SAYA"
Queen menghempaskan tangan nya supaya terlepas dari genggaman meyra menatap tajam ke mereka.
"Kalian berdua gak usah cari masalah sama gue ingat Lo cuma numpang dirumah gue" ucap queen dingin.
Queen keluar dan berpapasan dengan Hendra yang menatap penuh kebencian.
__ADS_1
"Apa Lo mau ikut ikutan" tanya queen sensi nyawanya tersengal-sengal karena berdebat dengan meyra dan cla.
BRAAKK.... Pintu ditutup dengan keras oleh queen membuat bi rumi kaget yang tengah membersihkan dapur, bi rumi memang sekarang tidak pernah ikut campur karena queen yang menyuruhnya dia bisa mengatasi sendiri.
"Ini semua gara-gara orang sok ganteng itu, eh tunggu kan emang iya dia ganteng kan karena dia gue jadi kena kekerasan lagi" queen ngedumel sendiri terus melajukan motornya menuju rumah Meisya queen berjanji untuk menjemput nya tadi.
Queen sudah sampai di perkirakan rumah Meisya ternyata meisya sudah berdiri di teras.
"Pagi Nara " sapa Meisya.
"Hm"
"Dih pagi² udah badmood" ucap meisya naik di jok belakang dan berpegangan pundak queen supaya tidak jatuh.
Queen malas meladeni Meisya jadi dia langsung bergegas ingin ke sekolah tidak ada pembicaraan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Mereka sampai di sekolah menuju kelas Queen Meisya jalan beriringan sesekali Mei ngoceh tidak jelas.
"Astagfirullah Nara muka Lo kenapa" kaget Meisya merhatikan wajah queen terdapat lebam akibat tamparan clarissa tadi.
"Biasa kejedot pintu"
Meisya memegang rahang queen untuk memastikan apakah benar. "Yakin ini kok ada bekas jari gini"
"Sttthh!!! Beneran gue gak papa" ucap queen mengusap pelan pipi kiri nya.
"Kalo emang ada sesuatu bilang sama gue, gue bakal bantu Lo kok" jawab Meisya menawarkan diri.
"Udah gak usah dibahas" ucap queen cuek.
Queen menghentikan langkahnya menoleh sedikit kearah Meisya. "Apa?
"Anterin gue ke Gramedia soalnya ada novel yang mau gue beli" ucap meisya antunis membayangkan ada beberapa macam novel keluaran terbaru mengingat tadi malam di sosmed.
"Oke!!! anak novel ternyata" gumam queen memasuki kelas ternyata sudah begitu ramai.
"Gue ke kelas dulu" ucap queen mereka berdua memang tidak sekelas jadi berpisah didepan kelas queen hanya berjarak satu ruangan saja.
"Oke selamat belajar Nara" Meisya melambaikan tangan nya terus berjalan menuju kelas sendiri.
•••
Disisi lain Xavier mengikuti queen dari rumah hingga ke sekolah dia penasaran jadi xavier turun tangan sendiri jika menunggu anak buah nya lama.
"Menarik" gumam Xavier tanpa sadar menarik sedikit sudut bibirnya.
Xavier meninggalkan area persembunyian untuk ke sekolah dia terus kepikiran tentang cewe yang bernama Anara.
Sedangkan elang sudah berdiri disebelah motor dia belum masuk jadi tengah santai bersandar pada motor nya.
Tatapannya teralihkan pada seseorang yang sangat ia kenal. "Xavier"
'apa dia mengikuti Nara' tangan elang terkepal kuat jika benar xavier melibatkan gadis itu dia tidak akan membiarkan itu terjadi.
Elang tersentak saat tangan menepuk pundak nya. "Ada apa"
Elang meninggalkan orang tersebut tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Jhonatan.
__ADS_1
"Lah kenapa dengan anak itu" Jho bingung sendiri dengan tingkah elang ya memang sifatnya seperti itu tapi ada sesuatu membuat elang terlihat marah.
Jhonatan mengejar elang masuk kelas bel akan berbunyi sebentar lagi, sahabat nya sudah standby di tempat duduk masing-masing.
"Pagi bos bang jho" sapa Mike saat melihat mereka berdua masuk.
Jho mengangguk sebagai tanda jawaban dan duduk di sebelah elang.
"Gue selalu dikacangin ya" ngadu Mike ke Athar, Athar hanya acuh saja.
"Ck semua cowok sama aja" Mike menirukan suara cewek² yang pernah ia dengar kalau cewek suka ngomong gitu.
"APA" Athar ngegas karena disamakan dengan cewek.
"Is kagak usah ngegas gue juga denger kok Lo ngomong" Mike menendang kursi Athar.
"Bisa diam tidak gue mau belajar nih" ucap gara fokus pada sebuah buku bukan buku pelajaran ya kalian taulah kalo gara playboy.
"Belajar tentang cinta" kesal Athar kek gak bisa tenang aja jika berada dengan manusia-manusia seperti mereka.
"Ekhem..."
Elang berdehem supaya mereka diam jika mereka sudah adu mulut akan mempengaruhi murid lainnya.
'pelajaran apa lagi yang engkau berikan pada hamba mu ini, kepala gue lama-lama pecah kagak ngerti sumpah demi Alex' batin queen menangis menatap ke depan sungguh pelajaran yang diberikan guru sangat sulit untuk dipahami.
'apa gue bolos aja ya sekali-kali gitu' pikiran apa yang queen rencanakan raganya fokus merhatikan guru tapi pikiran nya kemana-mana.
Kaki queen sudah tidak dapat ditahan dia terus saja menggoyang kan kakinya, mengetuk meja bisa dibilang gabut queen ya.
"Apa gue ijin ke toilet" gumam queen memiliki otak yang lancar jika bukan terlibat dalam masalah tugas sekolah.
"Bu Nara ijin ke toilet sebentar" Queen angkat tangan untuk meminta ijin.
"Baiklah segera kembali"
Queen keluar dari pintu belakang karena dikelas queen memiliki pintu dua jadi memudahkan murid jika ijin saat ada guru tidak keluar pintu depan.
Itu hanya alasan queen supaya keluar dari kelas buktinya dia melengos ke arah kantin dikarenakan queen tadi pagi tak sempat sarapan.
"Hihihi kagak papa bohong satu kali soalnya perut gue udah minta makan" ucap queen sendirian mengendap-endap supaya tidak ada guru melihat nya.
"Eh itu bukannya Nara ya" ucap salah satu murid yang tidak sengaja melihat queen.
Kebetulan tidak ada guru tadi ada berkas yang ketinggalan di kantor jadi terpaksa harus kembali untuk mengambil nya.
Elang menyipitkan matanya melihat ke arah luar mendengar murid itu menyebutkan nama Nara dan benar saja elang melihat gadis itu berjalan celingak-celinguk membuat elang heran.
"Si cupu sekarang udah berani bolos ternyata" ucap clarissa ingin menjelekkan queen.
'apa iya Nara bolos tapi gue ngeliat sendiri dia keluar saat jam masuk' batin elang.
'gue makin penasaran sama cewek itu' Jho sekarang sering cari tau tentang queen.
Tadi kelas yang ramai hening seketika saat guru sudah mulai mendekati area kelas, dan langsung membahas pelajaran yang sempat tertunda.....
Bersambung.....
__ADS_1