Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 47


__ADS_3

"Assalamualaikum bunda, Elang nya ada?"


"Waalaikum salam, El ada di kamarnya dia gak mau keluar" adu bunda Mira karena elang masih betah didalam kamarnya sehabis pulang sekolah dia tidak pernah keluar.


"Emm...kalo gitu kita keatas dulu mau samperin elang" ucap gara dan mereka menyiakan nya untuk menemui Elang di kamarnya.


"Iya ajak jalan sekalian supaya tidak mengurung diri" Mira sedih jika elang terus-terusan mengurung dirinya setelah kepergian gadis yang sebelumnya Mira bertemu dirumah sakit waktu itu.


"Siap bunda"


Mereka naik ke lantai atas untuk ke kamar elang, di depan pintu mereka langsung mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam karena diabaikan oleh elang.


"EL INI GUE XAVIER DAN LAINNYA"


"Hei kalo mau teriak itu ngomong dulu, kaget kan gue nya" Gara mengelus dada nya karena Xavier berteriak didekat nya membuat terkejut ditambah telinga nya sakit akibat teriakan Xavier.


"Lebay Lo" desis Xavier terus mengedor pintu kamar elang.


Sedangkan didalam elang duduk di balkon kamar memandangi jalanan dia menghela nafas panjang karena mendengar teriakkan para sahabat nya dari luar. Elang terpaksa membuka pintunya ingin sekali memarahi mereka yang menggangu ketenangan nya.


Ceklek


"Halo bos" sapa Mike dan Athar melambaikan tangan nya tak lupa dengan senyuman Pepsodent.


"Mau apa" elang menatap satu persatu dengan tatapan tak bersahabat membuat mereka sudah untuk menelan ludah nya kasar.


"Keluar yuk"


"Gak" elang hendak menutup kembali pintunya tapi dihalangi oleh Jho.


"Jangan pernah putus asa, hidup Lo masih panjang!! Sebaiknya Lo ikut kita keluar jangan kek gini" ucap Jho menasehati elang.


"Oke"


"Gue tunggu lo dibawah"


Mereka menunggu elang diruang tengah, mereka ingin membuat elang tak terlalu memikirkan kejadian yang menimpa nya.


Elang sudah siap dengan celana panjang dan kaos hitam polos dipadukan jaket kulit nya tak lupa tas selempang menambah kesan tersendiri sebagai Elang Erlangga Putra.


"Wow" seru gara melihat penampilan elang sangat menawan.


"Dih gara selera Lo sekarang lakik" athar bergidik ngeri melihat gara terpesona dengan penampilan elang.


"Lo ngomong apa" gara melotot mengejar Athar yang sudah lari keluar duluan.


"GARA SUKA SESAMA JENIS" tawa Athar pecah karena sudah berhasil membuat gara kesal yang tak bisa mengejar dia.


"Sudah kita berangkat"


Mereka pun mengendarai motor nya sendiri untuk mencari kesegaran di malam hari supaya pikiran nya lebih tenang.


Saat ini anak BW sudah berkumpul tempat yang dijanjikan untuk bertemu, anggota BW yang melihat kedatangan bos nya langsung berdiri menyambut kedatangan elang.


"Malam bos"


Elang hanya melirik saja lalu duduk di kursi yang tersedia mereka mengerti dengan keadaan elang untuk saat ini.

__ADS_1


***


Keesokan paginya bik rumi meremas tangan nya sendiri bingung karena ingin menghubungi nomor queen yang waktu itu sudah dijelaskan oleh queen.


"Apa dia akan menjawab nya?"


"Bibi"


"Astagfirullah non cla ngapain disitu" bik rumi mengelus dada karena clarissa tiba-tiba nongol seperti arwah saja.


"Hehe gak papa, cuma pengen pamitan kalo cla mau berangkat sekolah" ucap cla menyalimi tangan bik rumi, ya clarissa sudah sadar sekarang dan dia menganggap bik rumi sebagai keluarga nya. dia juga tidak tahu sampai kapan meyra akan berada di penjara jadi itu membuat dia ingin berubah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.


"Iya hati-hati non"


"Bye bibi assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Bik rumi kembali mengalihkan pandangan ke benda persegi panjang itu menghela nafas sejenak lalu menekan tombol memanggil.


Di lain sisi queen masih bergelut dengan selimut nya karena memang dia belum masuk sekolah jadi membuat queen malas jika harus bangun pagi-pagi setelah selesai subuh queen kembali melanjutkan aktivitas tidurnya.


Ponsel di atas disamping berdering membuat tidur nya terusik dengan mata masih terpejam queen meraba-raba ponsel nya lalu menekan tombol berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menghubungi dia.


📞 "Non Nara" ucap bik rumi dengan bibir bergetar.


Queen membuka matanya saat mendengar suara yang tidak asing masuk ke gendang telinga nya.


📞 "Hm siapa?"


Queen seketika melotot membuka matanya lebar-lebar dan langsung bangun untuk mengambil posisi duduk.


📞 "BIK RUMI" pekik queen dia sangat senang bik rumi mau menghubungi nya.


📞 "Iya non, gimana kabarnya non Nara?" bik rumi sudah terbiasa memanggil queen dengan sebutan Nara, lagipula queen tidak masalah jika dia dipanggil dengan namanya Nara.


📞 "Baik,, bibi sendiri gimana? apa terjadi sesuatu saat queen kembali?" tanya queen bertubi-tubi tak sabar untuk mengetahui tentang disana.


📞 "Alhamdulillah baik, enggak non semua nya tidak ada apa-apa!! non bibi kangen apa boleh bibi bertemu dengan non Nara lagi?"


📞 "Tenang bik kalo ada waktu queen bakal berkunjung kesana percaya lah" Mereka menghabiskan waktu setengah jam dan akhirnya memutuskan untuk menyudahi panggilan nya.


"QUEEN KAMU SUDAH BANGUN?"


"IYA MA KENAPA?" queen menjawab dengan teriakan takut tidak didengar oleh Rosa.


"Ayo sarapan" setelah mendengar jawaban anak nya Rosa turun kebawah untuk menunggu queen di meja makan.


"Ayo duduk kita sarapan"


Setelah selesai Pram berangkat kerja queen mencegah sebelum Pram keluar.


"Pa tunggu"


"Kenapa kamu butuh sesuatu?" tanya Pram berbalik menghadap queen,


Queen mengangguk cepat. "Iya queen ingin motor"

__ADS_1


"Apa!! gak mama gak setuju jika kamu beli motor, mama takut terjadi sesuatu lagi sama kamu queen" ujar Rosa cepat takut Pram menyetujui permintaan queen.


"Tapi ma--"


"Enggak sayang mama gak mau kehilangan kamu, mama bakal turutin semua permintaan queen tapi tidak dengan motor"


"Ooh ya udah kalo gitu mobil aja gimana?" kata gue sambil menaik turunkan kedua alis gue.


"Hah"


"Kan tadi mama bilang queen gak boleh beli motor ya udah mobil aja"


"Tetap gak boleh sayang, mama gak mau kamu mengendarai kendaraan sendiri. jika kamu ingin berpergian pake supir aja ya" Rosa tetap tidak setuju jika queen menyetir sendiri karena dia tidak ingin sesuatu terjadi terhadap nya.


"Dahlah gak seru kalian" queen meninggalkan mereka yang masih mematung.


"Ma lihat itu queen marah"


"Loh kan mama gak pengen kehilangan queen pa"


"Sudah papa berangkat dulu" Pram juga meninggalkan Rosa sendirian, Rosa menatap kepergian suami dan anak nya seperti dirinya tidak dianggap.


"Kok mama ditinggal"


Queen menutup pintu dengan kasar karena permintaan nya tidak dituruti. "B*ngsat padahal gue pengen banget pake motor lagi"


Di dalam kamar mandi queen memaki Rosa yang tidak mengizinkan dirinya untuk membeli motor.


"Gak gue harus punya motor lagi gimana pun caranya" queen tersenyum miring mendapatkan ide yang bagus untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau, Queen ingin membersihkan diri dan setelah nya dia akan melancarkan aksinya untuk mendapatkan motor.


Queen menuju ke kamar Rosa untuk membujuk nya supaya bisa beli motor dia senyum-senyum sendiri sambil mengetuk pintu.


"Mama"


"Iya masuk queen pintu nya gak dikunci"


"Kenapa kamu butuh sesuatu?" tanya Rosa lembut menampilkan senyuman manis nya.


"Ayolah queen pengen motor" ucap gue merengek.


"Queen --"


"Ck kalo Lo gak mau beliin gue motor, gue gak akan pernah anggap Lo sebagai orang tua gue lagi" sontak Rosa terkejut mendengar perkataan queen kalo urusan seperti ini Rosa tidak mau queen membenci nya.


"Gimana boleh gak gue pake motor lagi"


"Tapi kalo queen dikasih motor bakal anggap mama sebagai mama queen?" ucap Rosa berharap jika kemauan queen dituruti akan menganggap dirinya.


"Iya"


"Queen sudah memaafkan kesalahannya mama?" tanya Rosa lagi lagi-lagi queen mengangguk segera Rosa menghamburkan pelukan kepada queen.


"Mama janji bakal jadi mama yang baik untuk queen" ujar Rosa mencium seluruh wajah queen.


"Oke deal mama harus belikan queen motor" Rosa mengangguk dan langsung menghubungi suaminya untuk memberi tahu kalo queen ingin motor sport keluaran terbaru...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2