
Reno setelah dari rumah hendra langsung pulang dia tidak ikut mengantarkan jenazah hendra karena ada urusan mendadak. Reno tengah berbincang dengan Bianca melalui video call Reno mengamati wajah adek nya yang ia rindukan.
"Bang kapan pulang?
Reno terkekeh dia gemas dengan tingkah Bianca yang selalu menanyakan kepulangan nya.
"Baru juga kemarin sampai di tanyain kapan pulang, sudah sebaiknya segera istirahat besok lo harus sekolah" Reno hendak mematikan sambungan telepon tapi di cegah oleh Bianca, Bianca meminta pada Reno untuk menemani tidur tanpa mematikan telepon nya.
Reno mengiyakan permintaan Bianca lalu segera berbaring untuk istirahat juga siang tadi karena banyak kerjaan apalagi tadi Reno datang ke rumah hendra untuk menemui terakhir kalinya..
Queen bersama anak BW sekarang sudah berada di ruang tamu mereka sedang bercanda supaya tidak mengingat yang terjadi hari ini.
"Kalian gak pulang? tanya gue bingung pasalnya sekarang sudah malam tapi mereka masih standby di rumah nya.
"Kita nginap di sini" jawab Meisya mereka semua sepakat untuk menemani queen untuk malam ini.
"Kenapa? Orang tua kalian gimana" ucap Queen menatap mereka bergantian.
"Tenang aja ayang Nara kita udah ijin kok" ujar Mike dengan senyuman yang tak pernah luntur.
Queen mengangguk lalu berdiri untuk pergi ke kamarnya. "Gue tidur duluan ya!! Terserah kalian mau tidur dimana"
"Gue juga mau tidur" ucap meisya mengekori queen.
"Oke ayang Nara good night mimpiin yayang Mike ya" Gara menendang kaki mike karena sahabat nya sudah kumat lagi.
"Aish apaan sih Lo" kesal mike melihat ke arah gara.
"Ingat dia sudah punya pacar" ucap gara mengingat kan kalo queen sudah punya seorang kekasih.
Mike menepuk jidatnya lupa gadis itu pernah bilang bahwa sudah punya cowok. "Hihi lupa gue!! Gue penasaran siapa ya cowok nya Nara? Seberapa tampan nya dia bisa mendapatkan cewek seperti Nara"
"Gue terawangan dia lebih tampan dari Lo sih,, makanya Nara pilih dia daripada Lo" ujar Athar sambil menyeruput secangkir kopi nya.
"Hey ketampanannya gue itu tiada duanya" ucap Mike bercermin di layar ponselnya.
"Gue lebih tampan" ucap Jho menyombongkan diri.
Elang menggeleng kepala dengan tingkah mereka dia mengamati seluruh sudut ruangan rumah Nara.
"Eh bos mau kemana? tanya Athar melihat elang berdiri.
"Ada urusan"
"Urusan apa? tanya jho ikut berdiri elang tak menanggapi Jhonatan dia terus melihat sekeliling rumah Nara.
__ADS_1
"Yee bos kepo dengan rumah Nara" ucap mike mengambil posisi untuk membaringkan tubuhnya.
Elang dengan Jhonatan mereka pergi ke belakang rumah disana terdapat kolam renang dan taman minimalis yang terkesan elegan.
Mereka duduk di bangku yang sudah disediakan di sana menikmati angin nya malam.
"Gue kasian sama Nara" ucap Jho tiba-tiba dia mengambil sebatang rokok menghimpit nya dengan mulut lalu menyalakan korek yang dia ambil dari saku celananya.
Elang menghela nafas berat kepala nya terasa pusing jika memikirkan masalah keluarga Joseph.
Jho membuang asap rokok ke atas menyesap kembali rokok yang ditangan nya supaya jauh lebih baik.
"Lo suka sama Nara"
Elang menoleh ke arah Jhonatan dia sangat tidak suka jika Jho melontarkan kalimat itu. Elang sendiri juga bingung dengan perasaannya setiap dia bersama dengan cewek itu Elang merasa nyaman seperti dengan gadis nya dulu.
"Gak" jawab elang cuek masih dengan memainkan game di ponsel nya.
Jho tersenyum tipis mendengar jawaban elang Jho tahu elang nyaman berada disisi queen. "Oke tapi gue harap Lo bersama nya"
Elang menghentikan aktivitas nya. "Lo berharap gue bersama Nara"
"Iya gue pengen Lo buka buku baru dengan Nara" jawab jho membuang sisa rokoknya.
"Jho seandainya gue sama Nara tapi pikiran gue terus tertuju kepada Aurora itu akan menyakiti Nara" jelas Elang dia tidak ingin menyakiti seorang wanita karena keegoisan nya yang terlalu larut dalam masa lalu.
"Queen"
Queen menoleh ke sumber suara yang menurut nya tidak asing. "Nara" gumam gue pelan Nara menghampiri queen yang mematung di tempatnya.
Nara langsung memeluk queen erat menangis sejadi jadinya ya walaupun tidak mengeluarkan air mata, Queen bingung tapi dia tetap mengelus punggung Nara.
"Maaf" lirih Nara terus menerus meminta maaf pada queen.
Queen melepaskan pelukan Nara dia menatap wajah nya terlihat di mata Nara penuh dengan kesedihan.
"Lo nangisin p3mbunuh itu" Gue memutar kedua bola mata dengan malas.
"Nara minta maaf"
"Kenapa? Lo punya salah sama gue?" Queen bingung kenapa nara minta maaf kepada nya.
Nara menggeleng membuat queen mengerutkan keningnya. "Gak papa Nara cuma ingin aja minta maaf ke kamu!! Nara seneng akhirnya pelaku itu ketemu tapi Nara sedih karena pelakunya itu adalah papa Nara sendiri" ucap Nara menundukkan kepalanya menahan tangisnya.
"Lo ketemu dia gak?" Tanya gue penasaran bukan nya mereka sesama arwah pasti satu rumah pikir Queen.
__ADS_1
"Belum.. kan Nara belum sepenuhnya pergi"
"Hah...!!! Maksud nya gimana?" Queen menggaruk-garuk kepalanya tak mengerti.
"Nara masih belum ke alam lain queen Nara masih bisa disini!!! Tapi Nara bakal pergi dan gak bakal balik lagi" ucap Nara tersenyum tulus lalu mengambil tangan queen menggenggam erat tangan itu.
"Makasih untuk semua nya,, Kita memang tidak saling kenal tapi Nara menyayangi queen sebagai keluarga Nara"
"Nara harap queen gak benci sama Nara karena queen masuk ke dunia nara,,!! Soal masalah elang sama xavier masih berlaku kok" Cengir Nara menampilkan gigi putih nya.
"Ck,, Ternyata masih ingat padahal gue udah lupa"
"Nggak ini queen cukup buat mereka baikan aja!! Kasian Nara sama mereka padahal mereka sahabatan dulu tapi karena kesalah pahaman jadi membuat mereka saling benci" ujar Nara memang queen tidak tahu masalah tentang elang karena dia bodo amat tidak ingin ikut campur urusan mereka.
"Queen mau cerita nya gak? tawar Nara antunis.
"Gue bukan anak kecil yang di bacakan cerita kalau mau tidur"
"Lah kan emang kamu sudah tidur kita ini lagi di alam mimpi" Nara memiringkan kepalanya supaya melihat wajah queen jelas.
"Akh,, Iyakah kok gue gak nyadar" Gue mengamati di sekeliling dan ternyata benar suasana nya beda.
Nara menganggukan kepala tidak lupa dengan senyuman di bibir nya.
Queen bergidik ngeri arwah di depan nya itu tersenyum terus. 'apa setiap arwah selalu senyum' batin queen mengalihkan pandangan nya.
"Gimana mau gak? tanya Nara setia memandangi wajah queen.
"Apa"
"Cerita queen mau dengar nara cerita"
"Udah deh Lo mending pergi gak usah ngegibah Lo itu udah jadi arwah harus banyakin amal nya" usir gue jengah melihat Nara ingin istirahat dengan tenang malah masuk alam mimpi malah ketemu Nara.
Nara cemberut bibirnya di manyunkan. "Kenapa Lo marah sama gue,, Udah Nara gue mau tidur dengan nyenyak seharian ini banyak drama badan gue sakit semua jadi gue minta sama Lo lebih baik pergi" ujar queen tanpa melihat Nara.
"Ya sudah tapi ingat ya buat mereka baikan karena gak baik dendam terlalu lama"
'lah dia nyuruh gue nyari tahu siapa pelaku yang ng3bunuh mama nya itu bukan karena ingin balas dendam' Queen membatin bingung dengan pikiran Nara.
"Queen" panggil Nara melambaikan tangan nya di depan wajah queen.
Queen tersadar memejamkan matanya sesaat menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Nara pamit dulu kalo sudah waktunya queen balik Nara bakal ngasih tahu queen" Nara kembali memeluk queen lalu menghilangkan dari pandangan queen.
__ADS_1
"Akan gue tunggu dimana waktu itu tiba" Queen kembali memejamkan matanya setelah itu semua menjadi gelap.....
Bersambung......