Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 46


__ADS_3

Queen masih betah ditaman tak ada tanda-tanda untuk pulang karena lebih baik dia disini dulu untuk menenangkan diri.


"Gue mau kemana lagi ya" gumam queen bingung kalau kembali kerumah nya males ingin kerumah Reno juga males karena jauh lagi pula dia sekarang tidak megang uang sepeser pun untuk naik taksi.


"Ckk terpaksa gue harus kembali kerumah" Queen beranjak dari tempat duduknya dia memutuskan untuk kembali kerumah Pram lagipula sekarang queen ingin tidur siang.


Queen berjalan sambil menendang kerikil yang ada didepan kakinya, sekitar beberapa menit queen sudah berada di kompleks perumahan yang dimana rumah orang tua angkatnya ada di kompleks ini.


"Non queen astagfirullah, non dicariin tuan tadi"


Queen hanya tersenyum kepada pak Harto yang menjaga pintu gerbang, pak Harto kaget dengan kedatangan anak majikannya yang tiba-tiba muncul dibalik gerbang.


"Queen masuk dulu pak" ucap queen sopan.


"Iya non"


"Assalamualaikum"


kedua orang tua baya itu menoleh ke sumber suara dan mendapati queen berjalan ingin menuju tangga.


"Queen kamu dari mana saja? papa tadi nyariin kamu" ucap Rosa ingin menghampiri queen yang berada agak jauh darinya.


"Kalo orang ngucap salam dijawab" ketus queen terus melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamarnya di atas.


"Waalaikum salam" jawab mereka walaupun tak terlalu keras masih bisa didengar oleh queen.


"Sudah ma biarkan saja dulu" potong Pram sebelum Rosa berbicara untuk membiarkan queen lebih tenang takut jika mereka terlalu memaksa akan membuat anak nya kabur lagi.


"Baiklah"


"Akhirnya sampai juga, lebih baik gue mandi" Queen mencium badan nya yang terasa lengket karena merasa gerah queen memutuskan untuk mandi.


Setelah semua nya beres queen hanya membaringkan tubuhnya di ranjang tidak melakukan aktivitas apapun karena ponsel nya masih ditangan Bianca.


"Astagfirullah gabut banget gue"


Tok tok


"Queen ini mama"


Queen menoleh kearah pintu dengan malas berjalan untuk membukakan pintu untuk Rosa.


Ceklek


Pintu terbuka langsung disuguhi Rosa yang tersenyum dengan membawa nampan berisi makanan.


"Boleh masuk?"


"Iya silahkan" ucap gue mempersilahkan Rosa masuk ke kamar, Rosa menaruh nampan diatas meja samping tempat tidur lalu menoleh kearah queen yang masih berdiri didekat pintu.


"Sini makan dulu" Rosa menepuk disebelah nya supaya queen duduk disamping dirinya.


Queen menuruti kemauan Rosa dia duduk disampingnya mengamati tingkah Rosa yang mengambil makanan diatas nampan tadi.

__ADS_1


"Mama suapi ya" ujar Rosa menyodorkan sendok dengan nasi dan lauk kedepan mulut queen.


'tumben baik ni orang, atau jangan-jangan dia hanya berpura-pura karena gue udah tau semua nya!! bisa jadi untuk mengelabuhi gue supaya tidak melaporkan ke polisi atas tindakan mereka terhadap gue' batin queen curiga dia harus hati-hati sekarang takut makanan nya diberikan racun, queen masih setia memandangi sendok yang dipegang Rosa.


"Kenapa sayang? kamu gak mau menerima suapan dari mama" kata Rosa karena queen diam.


"Elo gak naruh racun kan dimakanan itu"


Rosa kaget mendengar ucapan queen bagaimana mungkin anaknya berpikir bahwa dia menaruh racun ke makanan nya.


Meski sakit dituduh seperti itu Rosa mencoba tersenyum menanggapi perkataan queen.


"Kenapa? bener kata gue, Lo mau ngeracunin gue dengan alasan mengantarkan makanan terus nyuruh gue makan gitu kan" Queen membuang muka ke sembarang arah.


"Sebaiknya Lo keluar"


"Queen" panggil Rosa menatap anaknya dengan mata berkaca-kaca sendok yang tadi menggantung di udara ia turunkan kembali ke piring yang Rosa pegang.


"Keluar gue mau tidur" queen mengabaikan Rosa dia lebih memilih membaringkan tubuhnya memunggungi Rosa.


Rosa menghela nafas menaruh kembali piring keatas nampan. "Baiklah mama akan keluar" ucap Rosa mengelus bahu queen lalu pergi dari kamar anaknya.


"Mama" panggil Pram dia sudah mendengar semua percakapan mereka tadi, Pram mencoba memberi dukungan kepada istrinya supaya untuk lebih sabar.


"Mungkin queen butuh waktu ma"


"Iya mama ngerti kok" Rosa menghapus air matanya menyemangati diri sendiri untuk lebih berjuang mendapatkan maaf dari queen.


***


"Cukup gue tahu kalian mau bicara apa, pasti kalian mau tanya gue mau kemana" potong queen cepat memberikan isyarat dengan jari telunjuk nya supaya kedua orang itu tidak banyak bertanya.


"Gue mau kerumah Bianca"


"Kalo gitu papa anterin kamu"


"Gak usah queen bakal ngajak pak Harto buat nganterin queen kesana" ucap queen menolak ajakan Pram yang ingin mengantarkan dirinya.


"PAK HARTO" panggil Pram berteriak supaya didengar olehnya.


Pak Harto yang mendengar nama nya dipanggil segera masuk menemui tuan nya.


"Ada apa tuan?"


"Kamu antarkan anak saya kerumah teman nya" ucap Pram diangguki oleh pak Harto.


Queen langsung nyelonong pergi tanpa berpamitan mereka hanya bisa menghela nafas panjang melihat anaknya pergi begitu saja.


"Mari non"


"Makasih pak" queen duduk dengan tenang di kursi belakang matanya melihat keluar jendela kaca mobil mengamati gedung-gedung yang menjulang tinggi sangat indah jika malam hari.


Tak butuh waktu lama queen sampai dirumah Bianca dia juga menyuruh pak Harto untuk ikut dengan nya tapi pak Harto menolak dia akan menunggu saja di luar.

__ADS_1


Queen tak memaksa dia kemudian berjalan menuju pintu depan, rumah Bianca kalo malam hari memang tidak ada siapa-siapa hanya berdua saja Reno dengan Bianca karena supir sama maid nya kerja pagi pulang sore.


Queen memencet bel supaya tahu jika ada orang datang dari dalam suara Bianca sudah terdengar.


"Bentar"


Queen bersedekap dada sambil menunggu pintu terbuka tak lama perlahan pintu terbuka menampilkan orang yang sangat queen rindukan.


Sementara Bianca mematung melihat siapa didepan nya.


"Halo bian" ucap gue menampilkan senyuman yang manis dia sama sekali belum bergerak hanya mulut nya saja yang terbuka karena syok mungkin.


Queen merentangkan kedua tangannya meminta Bianca untuk memeluk dirinya tapi Bianca masih syok tidak langsung memeluk queen.


"Ckk Lo gak kangen sama gue" kata gue membuat bianca tersadar langsung saja menghambur kan pelukan membuat queen terhuyung kebelakang.


"WOW B4NGKE LO" akibat kaget dengan perlakuan Bianca yang tiba-tiba langsung menerjang tubuhnya queen memaki bianca yang tidak permisi dulu jika ingin memeluk nya.


"Queen" lirih Bianca menangis terharu dia sampai menampar pipi nya sendiri takut hanya mimpi saja.


"Ini beneran Lo kan sahabat gue"


"Enggak arwah nya" ketus gue bianca tertawa akhirnya sahabat kembali lagi setelah sekian lama nya menunggu.


"Gue kangen banget sama elo" ucap Bianca kembali memeluk tubuh queen.


"Masak sih?"


"Ayo masuk didalam ada bang Reno" ajak Bianca menarik tangan queen masuk kedalam rumah.


"ABANG QUEEN SUDAH KEMBALI" teriak Bianca heboh Reno segera menoleh kebelakang matanya membola melihat siapa disamping adek nya itu.


"Nana" gumam Reno mengucek matanya apakah benar atau hanya sekedar halusinasi nya saja.


"Halo bang gimama kabar nya?" Queen duduk di sofa tanpa disuruh oleh pemilik rumah nya, dia ingin tertawa keras melihat reaksi dari orang yang dianggap keluarga olehnya karena sudah berhasil membuat mereka terkejut akan kedatangan nya.


"Na ini beneran elo" ucap Reno memastikan.


"Adek sama Abang sama aja"


Reno menghampiri queen dan langsung memeluk tubuh nya dari samping karena posisi queen sedang duduk.


"Ish lepas sesak gue gak bisa nafas" ucap gue mendorong pelan tubuh Reno bukan karena tidak bisa bernafas queen hanya tidak mau saja dipeluk oleh Reno sekarang entah kenapa dirinya juga tidak tahu.


"Lo sejak kapan kembali ke tubuh Lo?" tanya Reno perasaan kemarin masih di tubuh gadis lain tapi sekarang queen sudah kembali ke tubuh asli nya.


"Setelah Lo pulang itu tapi malam nya gue"


"Kenapa gak langsung nyari gue" ucap Reno padahal queen sudah dua hari disini tapi kenapa tidak langsung mencari nya.


"Lo pikir gue gak sakit semua apa? bisa langsung keluar keluyuran gitu" ucap queen heran semua itu butuh proses apalagi tubuh nya sudah dua bulan terbaring tidak melakukan aktivitas apapun membuat nya sakit semua.


"Hehe iya yah" Cengir Reno lupa Jiak harus butuh waktu untuk melakukan kegiatan lagi.

__ADS_1


Queen hanya melirik sebentar kearah Reno dia mengambil cemilan yang sudah tersedia di meja lalu memakannya dengan santai, mereka berbincang-bincang untuk lebih tau apa yang pernah dialami queen semasa di dunia Nara...


Bersambung


__ADS_2