Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 44


__ADS_3

Malam harinya queen masih betah didalam kamar seharian ini dia habiskan hanya mengistirahatkan tubuh nya, Queen berisiniatif untuk mencari udara segar malam hari.


"Queen kamu mau kemana?" kata Rosa saat melihat queen berjalan hendak keluar.


"Cari udara"


Rosa menundukkan kepalanya mendengar suara dingin queen dia merasa sedih karena anaknya bersikap dingin.


"Mau mama temenin?"


"Tidak"


"Tapi queen baru sadar mama takut terjadi sesuatu sama kamu nanti"


Queen menghela nafas panjang tak lama muncullah Pram dari arah pintu dia baru saja sampai karena tadi Pram kerumah sakit mengurus pasiennya.


"Ada apa ini" ucap Pram saat melihat istri dan anaknya Rosa menghampiri Pram lalu menyalimi tangan nya menyambut kedatangan suami nya.


"Queen kamu mau kemana?" tanya Pram karena queen berjalan keluar, queen menoleh memaksakan untuk tersenyum.


"Queen mau cari udara segar"


"Ini sudah malam nanti kamu masuk angin jika keluar rumah" ujar Pram memperingati queen.


"Maka dari itu queen lebih suka malam hari" setelah mengatakan itu queen langsung keluar menghiraukan panggilan kedua orang tuanya, padahal queen hanya ingin mencari udara di depan rumahnya saja tidak jauh karena tubuhnya masih sakit jika harus keluar berpergian jauh.


"Pah apa sebaiknya kita jujur aja kepada queen, dia hanya ingin tahu saja kebenaran nya jika kita terus-terusan begini queen akan membenci kita dan akan pergi jauh meninggalkan kita. mama gak mau kehilangan queen hiks" Rosa menangis membayangkan queen pergi meninggalkan nya Rosa tidak mau untuk kedua kalinya ditinggalkan oleh anak nya.


"Baiklah papa akan bicara nanti dengan nya"


"Ternyata masih sama gak ada yang berubah, padahal gue udah berapa bulan gak kembali ke rumah ini" ucap gue mengingat dulu ia pernah kabur dari rumah orang tuanya karena sudah tidak tahan dengan perlakuan mereka yang tidak pernah menganggap nya ada, hanya beberapa bulan saja sebelum kejadian dia bertransmigrasi kedunia Nara.

__ADS_1


"Huwaaa gue kangen sama mereka padahal baru sehari gak ketemu" queen memandangi langit yang begitu cerah tanpa awan menghalangi sinar bulan dan bintang-bintang membuat pemandangan yang sangat indah untuk dipandang.


"Tapi kenapa gue ada disini menjadi anak mereka berdua ya?" gumam gue seingatnya dia bersama elang ditaman.


"Tunggu gue waktu itu masih kelas VII SMP tapi kenapa tiba-tiba gue jadi anak mereka? apa selama ini gue amnesia"


"Lebih baik gue tanyakan lagi tentang ini" ucap queen mantap karena penasaran apa yang terjadi setelah kejadian itu.


Merasa kedinginan queen masuk kedalam diruang tengah ternyata Pram dan Rosa menunggu nya.


"Queen sini papa ingin bicara"


Queen memilih duduk dihadapan mereka menunggu apa yang ingin dibicarakan oleh Pram.


"Kamu ingin tahu yang sebenarnya terjadi kan?" ucap Pram to the poin tak ingin bertele-tele queen mengangguk masih duduk dengan tenang.


Flashback On


Saya terpaksa berbohong kepada mereka karena apa alasannya cuma satu saya ingin membuat keluarga anderson hancur, Saya kehilangan putri kecil saya berumur 10 tahun dia memiliki penyakit jantung.


Tepat saya kehilangan alana mereka tidak datang malah merayakan hari ulang tahun putri nya, Kami sangat dekat bahkan sudah seperti keluarga tapi kenapa di saat kami terpuruk mereka bersenang senang diatas penderitaan keluarga gabriela.


Alana Ketlovly Gabriela putri satu-satunya dari keluarga ternama sayang nya dia pergi di umur terbilang muda karena kondisi nya.


Pramesti Gabriela dan Nerissa Rosalie terpukul saat putri nya memilih untuk pergi selamanya, Rosa selaku ibu kandung alana jatuh sakit setelah kehilangan putri kecil nya.


Dua tahun setelah nya pram menerima kabar bahwa anak dari Louis Anderson masuk rumah sakit, Pram tidak terima bahwa aurora masih hidup ada niatan untuk membunuh anak itu tapi pram tidak berani dia mencari jalan apa yang harus dilakukan.


"Saya akan menjadikan dia anak angkat saya supaya dia bisa merawat istri saya" Pram menyuruh anak buahnya untuk menggantikan jasad palsu untuk di berikan kepada Louis.


Setelah semua sudah beres Pram keluar untuk memberi tahu bahwa pasien nya tidak bisa diselamatkan.

__ADS_1


"APA YANG LO KATAKAN HAH" Xavier memegang kerah baju dokter dia tersulut emosi saat dokter itu mengatakan tidak bisa menyelamatkan rora.


"Tenang ini rumah sakit lo mengganggu istirahat pasien lain" Jhonatan menepuk pundak xavier berusaha menenangkan.


"Pasien sudah tidak bisa diselamatkan karena terlalu lama pisau itu bersarang di jantungnya" Dokter mencoba menjelaskan apa yang dia periksa.


'ini yang saya tunggu kehancuran keluarga anderson, jadi terimalah kenyataan yang menimpa kalian' batin Pram tersenyum misterius tanpa diketahui oleh orang yang ada disini.


Sedangkan kedua orang tua xavier menangis saat mendapati kabar kematian putrinya, Mereka langsung terbang ke negara A untuk menemui aurora terakhir kalinya.


Flashback off


Queen mendengarkan seksama penjelasan yang di lontarkan oleh Pramesti dia tidak tahu harus bereaksi apa sekarang, sedih kecewa dan marah menjadi satu. kenapa dia sampai lupa dengan Alana teman kecilnya itu.


"Maaf!! papa tahu salah, karena menjauhkan kamu dengan keluarga mu. mustahil bagi queen untuk memaafkan papa tapi papa mohon jangan membenci mama karena ini tak ada hubungan dengan nya" Pram berhenti mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.


"Mama tahu kebenaran ini saat kamu pergi dari rumah berapa bulan lalu, jadi tolong jangan membenci mama queen" sambung Pram jujur tanpa ada satu kata yang terlewatkan.


"Tapi kenapa mama membenci queen dulu? jika dia tidak ada hubungan nya dengan perbuatan papa" ucap queen tangan nya sudah terkepal dari tadi.


"Karena mama gak bisa nerima kamu sebagai anak pengganti anak kandung mama, terserah queen mau benci sama mama karena selalu melontarkan queen dulu" sahut Rosa karena memang dia tidak bisa menerima sepenuhnya keberadaan queen sebagai anak nya dan soal Pram membawa queen kerumahnya Rosa tidak tahu asal usul queen, Pram hanya mengatakan bahwa orang tuanya sudah tidak ada jadi queen dititipkan ke panti oleh karena itu Pram mengangkat sebagai anaknya.


Rosa meninggalkan mereka dia masuk ke kamar nya menangis karena dari tadi dia tahan supaya tidak tumpah saat menjelaskan kepada queen.


"Pergilah jika kamu ingin menemui keluarga kandung kamu, tapi bukan sekarang biarkan kamu pulih dulu baru kamu boleh pergi dari sini" Pram pasrah untuk saat ini karena dia sadar dengan perbuatannya.


'Lah si any*ng tadi nyuruh pergi tapi kalau gue udah pulih gimana konsep nya' Queen sebenarnya ingin ketawa mendengar perkataan Pram yang menurutnya lucu tapi dia kembali mengulum bibirnya.


"Papa istirahat dulu, kamu juga jangan tidur larut malam biar cepet sembuh" ucap Pram berhenti tepat dimana queen duduk dia mengusap kepala queen dan memberikan senyuman untuk queen.


"Kenapa hidup gue penuh dengan lika-liku kehidupan yang sangat diluar nalar" Queen menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan diulang-ulang supaya bisa sabar...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2