Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 48


__ADS_3

Sudah satu minggu queen kembali ke dunia nya sendiri dia sudah mulai melakukan aktivitas sekolah nya, Queen mendengar kan penjelasan guru didepan yang membahas tentang pelajaran hari ini.


Tak ada yang berbeda semua sama seperti dulu hanya saja queen selalu diantar jemput oleh supir yang di tugas oleh kedua orang tua angkat nya, Queen boleh mengendarai motor tapi hanya untuk seperlunya saja untuk sekolah dia akan diantar oleh pak Harto.


"Queen Lo hari ini bawa bekal?" bisik Bianca takut didengar oleh guru kalau dia berbicara.


"Iya kenapa?" Queen memang selalu dibawakan bekal oleh Rosa sesuai perkataan Rosa waktu itu untuk memperlakukan queen seperti anak kandung nya sendiri.


"Oh ya mama juga bawain Lo bekal juga" ujar queen memberi tahu kalo Rosa juga membawakan untuk Bianca supaya bisa makan masakan nya.


Kemarin hari Bianca memang juga makan bekal yang dibawa oleh queen, Queen tahu kalau Bianca juga ingin membawa bekal ke sekolah nya berhubung Bianca tidak punya ibu queen memberi tahu Rosa supaya membawakan bekal dua untuk dirinya sendiri dan Bianca.


"Hah serius!!"


"Hm"


"Bianca Queen apa yang kalian bicarakan" kata guru yang tak sengaja melihat perbincangan kedua muridnya itu.


Seketika mereka mendongak menatap guru dan menampilkan senyuman nya.


"Saya cuma bertanya tentang pelajaran ini kepada queen, yang Bianca tidak paham" Bianca menjawab sambil melirik queen yang sedang menaikkan alisnya.


"Kalau ada yang tidak paham langsung saja tanyakan kepada bapak mengerti"


"Mengerti pak" jawab siswa/siswi di kelas.


Queen mengacungkan jempol nya menandakan bahwa Bianca hebat dalam berbohong. Jam pertama akhirnya selesai pak guru juga sudah keluar dari kelas setelah itu siswa/siswi juga berhamburan keluar untuk beristirahat.


"Kita ke kantin?


"Gak"


"Kita makan dimana?" tanya Bianca biasanya mereka akan ke kantin sekolah tapi sekarang queen menolak nya untuk ke kantin.


"Berhubung kita sudah ada bekal bagaimana ke belakang sekolah saja" kata queen.


"Ide yang bagus"

__ADS_1


Mereka akan menuju belakang sekolah untuk menghabiskan makanan yang ada di dalam paper bag.


Di belakang sekolah keduanya sudah duduk di kursi yang tersedia karena memang para murid juga beristirahat di belakang sekolah.


"Wah enak nih" mata Bianca berbinar melihat beberapa makanan yang dimasak oleh Rosa. ayam dibumbui kecap dan sayur sayuran dan makanan penutup yang di buat oleh tangan Rosa sendiri.


"Emak gue gitu loh" ucap Queen berbangga menepuk dadanya.


"Kumat deh gila nya"


"Queen" panggil Bianca disela-sela kegiatan makan nya.


Queen mengangkat sebelah alisnya untuk menjawab panggilan Bianca.


"Kapan Lo ketemu orang tua kandung lo?" Bianca sudah mengetahui tentang queen, karena queen memberi tahu bahwa dia bukan anaknya kandung Pram dan Rosa melainkan anak dari Miranda dengan Louis keluarga Anderson.


"Besok mungkin, kata papa gitu sih karena gue sama mereka mau kesana nya"


"Kenapa Lo mau ikut?" tanya gue siapa tahu sahabat gue ini tertarik ingin tahu kehidupan gue disana.


"Kalau boleh? iya"


***


Queen menunggu pak Harto di temani oleh Bianca, dia mau ikut kerumah queen jadi mereka menunggu pak Harto dikarenakan ban mobilnya tadi sempat bocor jadi pak Harto membawa ke bengkel didekat sekolah queen.


"Lo udah ngasih kabar ke bang Reno? kalau Lo ikut gue" kata gue tanpa melirik Bianca, queen sibuk dengan ponsel nya.


"Sudah"


Mobil berhenti di depan mereka dan ternyata pak Harto yang sudah selesai membernarkan mobil nya.


"Ayo non kita pulang"


Pak Harto membukakan pintu untuk mereka, queen masuk terlebih dahulu diikuti bianca lalu pak Harto menutup kembali pintu mobil dan membuka pintu depan untuk dirinya. Mobil melaju meninggalkan area sekolah membelah jalanan yang padat, setelah lama perjalanan mereka akhirnya sampai dirumah queen.


"Makasih pak" ucap Bianca, pak Harto menjawab dengan mengangguk kan kepalanya dan memarkir kan mobil ditempat nya.

__ADS_1


"MAMA QUEEN PULANG"


"Ngucap salam bego, bukan teriak kayak gitu" Bianca menyenggol lengan queen bisa-bisanya sahabat nya ini masuk rumah tanpa mengucapkan salam.


"ASSALAMUALAIKUM I'M COMING"


"Lah anjir bisa gak sih gak usah pake teriak gitu? biasa aja selow" Bianca melengos duduk di sofa kesal dengan tingkah queen yang tidak mendengar kan perkataan nya.


"Udah terlanjur gimana dong?"


"Waalaikum salam, sayang gak boleh teriak gitu mama tau kok kalo kamu sudah pulang" tegur Rosa, queen hanya nyengir menyalimi Rosa Bianca juga bangkit menuju Rosa untuk memberi salam.


"Halo tante"


"Bianca gimana kabar kamu? sudah sebaiknya kalian ganti baju dulu"


"Baik tan, kalo gitu kita ke atas dulu"


Mereka ingin mengganti pakaian nya ke kamar queen, Bianca juga dia akan meminjam pakaian queen yang pas dengan tubuhnya karena mereka sudah seperti saudara jadi tidak heran jika mereka saling berbagi dengan pakaian dan lainnya.


***


Reno dia senyum-senyum sendiri diruangan nya karena dia sudah merencanakan untuk pujaan hatinya nanti malam Reno akan mengungkapkan perasaan nya kepada queen.


"Semoga Lo suka" gumam Reno bibir nya masih tertarik keatas menandakan kalau dia sedang bahagia padahal hanya ingin mengungkapkan saja sudah sangat bahagia apalagi jika diterima membuat nya sangat-sangat bahagia.


"Apa gue langsung lamar aja ya? langsung bicara ke dokter Pram, tapi kan queen masih sekolah bahkan masih kelas XI"


"Tunggu queen bukan anak kandung Pram, percuma saja jika gue melamar queen sedangkan dia anak dari keluarga Anderson" Reno bergumam sambil memikirkan untuk mendapatkan queen.


Pintu diketuk Reno menyuruh orang itu untuk masuk ternyata sekertaris nya.


"Maaf tuan meeting akan dimulai sepuluh menit lagi" ujar sekertaris sopan membungkuk sedikit badannya.


"Hm... baik saya akan segera kesana"


Sekertaris pamit untuk keluar dia akan mempersiapkan berkas-berkas yang akan dibawa saat meeting nanti dengan klien nya Reno.

__ADS_1


Reno mengambil jas nya yang di kursi yang ia duduki lalu memakainya setelah rapi Reno keluar untuk menuju lokasi meeting, Reno hari ini tidak bekerja dirumah sakit karena ada meeting penting dengan klien yang tidak dapat digantikan oleh asisten pribadi nya sekaligus sahabat dekat Reno orang yang dipercaya kan selama ini yang mengurus perusahaan nya selama Reno bekerja sebagai dokter...


Bersambung


__ADS_2