Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 25


__ADS_3

Di kediaman keluarga Joseph sudah ramai orang kerabat dekat, rekan kerja tak lupa polisi juga ada masih menyelidiki kasus tentang hendra. Mereka bertanya tanya penyebab kematian Hendra kenapa mendadak.


Mereka juga tadi mendengar istri nya menyebut bahwa anak nya yang memb*nuh hendra, jadi polisi ingin menanyakan itu pada anak hendra untuk meminta keterangan dari pelaku.


Polisi heran kenapa di rumah sebesar ini tidak memiliki cctv apa memang sudah direncanakan sebelumnya , polisi itu terus merhatikan queen dia sama sekali tidak berbicara kemungkinan besar kata istri hendra itu memang benar dari pandangan anak itu sama sekali tidak menangis hanya bengong disamping jenazah ayah nya.


Elang dan sahabat nya sudah sampai gue bergegas masuk menyelinap di kerumunan orang pandangan gue langsung tertuju pada gadis di samping orang yang terbaring kaku.


Perlahan gue mendekati gadis itu yang tidak menyadari keberadaan nya. "Nara" panggil elang.


Yang dipanggil tidak merespon matanya masih menatap hendra. 'hehe jadi dia beneran m*ti kirain bohongan,, baiklah kita lihat nanti siapa yang bakal kalah' batin queen tersenyum miring.


Elang duduk disamping queen melihat kondisi nya yang terdapat goresan luka di wajahnya penampilan yang acak-acakan dia menepuk pundak gadis itu. "Hah" queen kaget melihat elang berada di sisinya.


Elang menampilkan senyuman nya untuk pertama kalinya ia perlihatkan ke queen. 'anjir di senyumin gue' batin queen baru pertama kali melihat elang senyum manis ke arah nya.


"Lo gak papa?


Queen tak menjawab pertanyaan elang dia memandangi orang-orang yang ada disana karena sebentar lagi jenazah di kebumikan.


Berpapasan dengan para guru sudah sampai dengan murid di kelas MIPA 2 ingin melihat juga apalagi yang meninggal orang tua clarissa teman sekelas nya jadi mereka semua ikut.


Meisya kaget melihat queen disana dia tidak tahu kalau clarissa dan Nara saudara. meisya menghampiri queen langsung memeluk nya.


"Lo kemana aja? apa yang terjadi kenapa penampilan Lo seperti ini? Nara jawab gue" Cerocos meisya khawatir dengan kondisi queen.


Sementara queen masih belum berbicara membuat mereka semakin khawatir sebenarnya malas aja queen dia akan memberikan kejutan pada meyra dan clarissa nanti.


Memikirkan saja membuat queen ingin tertawa tapi ia mencoba menahan nya dia akan mengikuti alur permainan yang diberikan oleh ibu tiri nya itu.


••••••


Jenazah hendra sudah dikebumikan para orang juga sudah pergi menyisahkan polisi yang akan mengurus kasus ini.


Sedangkan queen masih terlihat santai melihat meyra yang terus nangis gak jelas segitu cinta kah dia ke hendra yang ada di pikiran queen.


Pandangan elang terus melihat gerak-gerik queen yang terlihat biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.


'apa benar rumor itu bahwa Nara yang memb*nuh bokap nya,, gue perhatiin dia terlihat biasa saja tidak menangis sama sekali bukan nya Nara itu anak kandung hendra!! sedangkan mereka berdua menangis sejadi jadinya menumpahkan kesedihan mereka' Elang heran dengan gadis itu padahal clarissa yang bukan anak kandung nya terpukul karena di tinggal kan ayah tirinya.


"Maaf nona anda harus ikut kami, supaya kami bisa melanjutkan untuk memeriksa lebih dalam kasus ini"


Queen menoleh ke arah polisi lalu dengan santai nya menyodorkan kedua tangan nya. Yang membuat polisi itu bingung.


"Ayo" ajak gue tak sabar dengan permainan selanjutnya.


Jangan ditanya mereka yang mendengar dan melihat kesenangan wajah queen melongo bukan nya nangis-nangis tidak mau ini mah beda.


"Nyonya meyra dengan anak nya dan bik rumi ikut kami juga sebagai saksi"


Tak lama kemudian mereka semua sampai di kantor polisi mereka sudah duduk untuk mendengarkan penjelasan dari keluarga Joseph.


"Saudari Nara apa benar anda pelaku nya ?


"DIA PEMB*NUH,, ANAK ITU YANG MENGHABISI SUAMI SAYA" teriak meyra marah ingin menjambak rambut queen tapi ditahan queen menaikkan sebelah alisnya kaki satu nya ia pangku dan menggoyang goyangkan kakinya.

__ADS_1


Bik rumi sudah menangis takut queen di penjara meisya menenangkan nya ya walaupun sendiri juga cemas apakah benar sahabat nya itu pelaku p3mbunuh4n.


"Nyonya meyra harap tenang jika anda menyela kasus ini tidak akan berakhir"


"Lanjutkan" queen berkata dingin menatap tajam kearah polisi dia ingin cepat-cepat selesai karena lelah tubuh nya minta istirahat.


Polisi itu menelan ludah nya kasar mendengar kata dingin dari orang di depannya.


"A-apa anda pelaku atas p3mbunuh4n tuan hendra?


"Kalo gue bilang bukan gimana? jawab queen sambil memainkan kukunya.


"Kamu"


Polisi itu memberi isyarat agar meyra diam. "Nyonya meyra dan anak nya melihat sendiri bahwa anda yang m3mb*nuh korban"


"Tapi bik rumi mengatakan bahwa wanita ini yang m3mb*nuh nya, kan bik rumi ada juga di sana saat kejadian" gue sekilas melihat bik rumi dan kembali menatap pak polisi.


"Nona kami sudah memeriksa dan hasil nya itu anda lah yang m3mb*nuh tuan hendra , karena di tubuh korban ada sidik jari anda di bagian leher nya"


Queen mengangguk mengerti. "Ya gue mencekik dia" ucap gue enteng tanpa ada beban.


"APA" Mike membekap mulutnya dengan enteng nya gadis itu mengungkapkan bahwa dia mencekik nya.


Elang menatap queen dia kecewa pada gadis itu elang ngira queen wanita baik-baik yang tidak akan melakukan hal yang keji.


"Kenapa anda mencekik nya?


"Gue ingin ng3b*nuh dia karena di pikiran gue saat itu hanya ingin melenyapkan orang itu" masih dengan mode santainya queen mengucapkan kebenaran nya.


Gue menghela nafas dulu sebelum melanjutkan pertanyaan yang di ajukan oleh polisi. "Dia m3mb*nuh mamah Nara,, jadi gue harus membalaskan dengan nyawa nya juga biar impas"


"Itu tidak benar!! Dia hanya mengarang" ujar clarissa ingin membantu meyra supaya queen masuk penjara.


"DIAM" bentak polisi marah karena ada yang menyela nya.


Jhonatan memberikan tatapan tajam pada clarissa supaya diam tidak ikut campur.


"Mama? bukan nya nyonya meyra ibu kamu?


"Dia ibu tiri gue!! Ibu kandung gue sudah m4ti di b*nuh hendra" Gue terkekeh melihat wajah meyra yang ketakutan.


"Siapa nama nya?


"Liona Maylinda"


"Bukan nya dia nyonya liona pemilik perusahaan MAY company ? Dia juga di b*unuh oleh anak nya sendiri tapi sekarang saya tidak tahu dimana gadis kecil itu"


"Gue anak kandung nya" ucap queen membuat mereka terkejut pengakuan queen dengan blak blakan.


"Jadi anda juga yang m3mb*nuh tuan hendra, dulu anda sudah di penjara karena kasus p3mbunuh4n istri tuan hendra tapi tuan hendra membebaskan anda karena kasian kepada anda,, dia memaafkan anda karena tuan hendra sangat menyayangi anak nya"


"Jadi dia mencabut laporan nya supaya bisa kembali bersama dengan anda!! Dimana letak otak anda nona kenapa anda menghabisi orang tuanya sendiri? Bahkan anda sudah merencanakan sebelumnya di sana sama sekali tidak ada kamera pengawas,, Apa salah mereka kenapa anda melakukan semua itu"


Polisi itu dibuat bingung dengan kasusnya sekarang.

__ADS_1


"Ooh jadi gitu ceritanya" ucap queen mengangguk-anggukan tanda mengerti alisnya mengkerut memikirkan sesuatu.


"Baiklah silahkan anda menyerahkan diri"


"Lah emang saya ngapain" tanya queen polos.


"Sudah jelas nona pelaku nya jadi anda kami tahan besok akan ada sidang"


"Non Nara" bik rumi pingsan setelah mendengar ucapan polisi.


"Bik" panggil meisya queen melihat itu menghampiri ke kursi mereka.


"Bawa pulang aja!! Dia pasti capek, Mike anterin bik rumi ke rumah pake taksi" suruh gue menyodorkan uang yang gue ambil dari dalam dompet.


"Hah" Mike seperti orang bodoh dia mengerjap ngerjapkan matanya.


"Cepet!! Mei pulang juga"


"Tapi--"


"No pulang sekarang" potong queen mengibaskan tangannya menyuruh mereka pergi.


Terpaksa mei meninggalkan mereka dia sebenarnya masih ingin menemani queen tapi apalah daya nya.


"Nona Nara"


Queen kembali duduk lalu tersenyum manis membuat mereka bingung. "Oh ya tadi pak polisi bilang tidak ada kamera pengawas yakin nih"


Semua orang mengkerut kan keningnya sungguh dibuat bingung oleh seorang gadis.


"Apa maksud anda?


"Apa yang kamu katakan Nara" tanya meyra bingung.


"Lo pikir gue gak ngawasin gerak-gerik kalian? Hahaha asal Lo tahu gue masang kamera pengawas tanpa sepengetahuan kalian,, waktu itu dimana gue bertengkar dengan hendra masalah noh si cabe cabean fitnah gue ngedorong dia di tangga sekolah!! Nah kan kalian tuh ke rumah sakit jadi itu kesempatan gue untuk masang kamera biar tahu kelakuan kalian" jelas gue mengingat dimana gue diam-diam masang kamera di setiap sudut ruangan.


Meyra tak percaya mungkin itu hanya trik anak tirinya saja. "Kamu pikir saya percaya? saya tahu kamu ingin menunda hukuman kamu kan!! ingat Nara kamu yang salah"


"Lah kagak percaya!!! Ya sudah ini nonton aja biar kalian percaya" Queen mengeluarkan ponselnya di saku celana dia masih mengenakan pakaian tadi pagi atasan seragam sekolah bawahan pakek celana karena dia bawa motor.


Queen memperlihatkan rekaman di setiap sudut ruangan queen sengaja tak mempertontonkan dimana dia di s*ksa dia tersenyum miring melihat reaksi wajah meyra dan clarissa. " Asal kalian tahu rekaman tadi pagi juga udah tersimpan rapi di ponsel ini" Queen menggoyang kan ponselnya sambil memperlihatkan senyuman remeh.


Seketika ibu dan anak itu berkeringat dingin jika benar itu bagaimana nasib nya.


"Gue beri satu menit untuk mengakui kesalahan kamu nyonya meyra yang terhormat" ucap gue menekan setiap kata.


Clarissa hendak mengambil ponsel itu tapi queen langsung menjauhkan dirinya bersembunyi di balik punggung elang.


"Lo pikir semudah itu nindas gue? Asal Lo tahu gue bukan Nara dulu yang mudah kalian tindas"


"Bolehkah gue lihat rekaman tadi" tanya elang menatap mata milik queen.


"Akui kesalahan Lo atau gue memberikan bukti ini" ancam gue masih memegang erat benda persegi panjang itu.......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2