
'bagaimana sekarang yang harus gue lakukan' batin queen memikirkan supaya tak ada dendam di antara mereka.
"El boleh kita bicara empat mata" ucapan queen mengundang tatapan orang yang ada di ruangan itu elang memberi isyarat lewat mata nya kepada Jho untuk keluar sebentar dan menyuruh bunda Mira ikut mereka.
Kini tinggal lah mereka berdua membuat queen canggung padahal dia sendiri yang meminta untuk berbicara berdua saja dengan elang.
"Lo mau bicara apa?" Tanya elang memecahkan keheningan karena queen tak kunjung bicara setelah kepergian mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
Elang menghela nafas berat pikiran tertuju saat kejadian tadi malam fely pelaku p3mbunuhan terhadap aurora apa seharusnya dia mengatakan kepada gadis di samping nya ini.
'ck lama banget nih orang tinggal ngomong aja. dibuat ribet' batinnya queen mencoba untuk sabar supaya elang tidak curiga kalau sebenarnya dia sudah mengetahui semua.
"Lo tau tentang kematian Aurora kan?" Queen mengangguk supaya lebih cepat elang bicara.
"Yang ng3bunuh Aurora itu fely. Tadi malam dia mengakui nya saat gue berkelahi dengan Xavier awal nya gue gak percaya tapi fely mengakui didepan orang tua gue juga dan anak BW"
Queen berpura-pura kaget mendengar penjelasan elang. "Lo serius"
"Iya. Kata Jhonatan wanita itu dilaporkan oleh xavier supaya tanggung jawab atas perbuatannya"
"Terus Xavier gimana?" Pertanyaan queen mengundang tatapan penuh selidik dari elang.
"Kenapa gue cuma nanya keadaan dia, Lo kan tau kalo gue berteman dengan nya"
"Dia juga menyerahkan diri untuk menebus kesalahannya pada gue" jawab elang kembali menatap lurus tangan queen terulur untuk menyentuh tangan kiri elang.
"Lo masih punya dendam pada nya"
"Asal Lo tahu Nara gue gak pernah dendam pada Xavier hanya saja karena kesalah pahaman diantara kita membuat persahabatan kita retak" ucap elang tulus saat mengatakan itu memang benar dia sama sekali tidak dendam dengan kelakuan Xavier setelah Aurora pergi. elang tahu betul bagaimana perasaan seorang Abang yang kehilangan adek nya jadi dia pikir itu wajar Xavier dendam pada nya karena Xavier mengira elang pelakunya waktu saat itu elang terakhir kali bersama Aurora.
"Lo mau berbaikan dengan Xavier gak? Atau enggak demi gue gitu kalian kembali lagi seperti dulu" ucap gue tanpa sadar membuat elang curiga.
"Demi elo?" Elang mengulangi perkataan queen. Queen kelabakan menutupi mulutnya sendiri dengan hati terus merutuki kebodohannya.
'lah gue salah ngomong' Elang masih menatap queen tanpa mau mengalihkan pandangan nya.
"Ekhem.... Ya demi gue gitu kan Lo tau sendiri kalo Xavier sama gue temenan masak iya kalian musuhan terus kan gue tuh pengen banget jalan-jalan sama kalian semua" queen terus berdoa dalam hati supaya alasan nya diterima oleh elang.
"Lo suka sama dia?"
"Gue? Gak lah selera gue bukan dia" queen menunjuk dirinya sendiri elang mangut-mangut mengerti.
"Gue tau Lo gak bakal suka kepada Xavier karena Lo udah pacaran sama pimpinan R.B grup" ucap elang dengan jengkel saat mengatakan tentang reno.
"APA"
__ADS_1
"Kenapa kaget gitu, benar kan omongan gue" elang masih membuang muka tak ingin menatap queen entahlah kenapa hanya elang yang tau.
"Gue gak pacaran sama bang Reno" bantah queen kan memang benar dirinya tidak ada hubungan spesial dengan Reno karena queen menganggap Reno sebagai keluarga nya.
Elang yang mendengar ucapan queen tersenyum miris kenapa tidak mengaku saja padahal elang sudah mencari tahu tentang mereka berdua tanpa ada yang ketinggalan.
"Sumpah itu gak bener gak ada hubungan spesial diantara kita berdua Lo harus percaya gue" ucap gue menyerit bingung kenapa queen bisa bicara seperti tadi seolah menjelaskan kepada orang yang di sayang supaya tak ada kesalah pahaman.
"Itu terserah elo mau pacaran atau dekat dengan siapa pun itu urusan elo, lagi pula Lo pernah nyuruh gue gak ikut campur urusan pribadi Lo kan" ujar elang jujur jika membahas pria lain membuat dirinya kesal.
'apa gue benar² sudah melupakan rora? Gak el lo gak boleh menghianati Aurora cuma dia gadis yang Lo cintai. Tapi kenapa gue saat bersama dengan Nara merasakan hal yang sama seperti ke Aurora dulu' elang membatin dirinya sendiri bingung jika melihat gadis itu berdekatan dengan cowok membuat elang marah apakah elang memang sudah jatuh cinta pada queen. Elang menggeleng kan kepala nya mencoba untuk mengusir pikiran tentang queen.
'queen bodoh banget lo, kenapa Lo ingin menjelaskan antara Lo dengan bang Reno soal gak ada hubungan padahal kan elang gak menyukai elo!! Ehh...tunggu ngapain gue berharap elang suka sama gue, gak bener nih otak gue mikirin yang gak berfaedah ini. Karena cinta sejati nya elang adalah rora Aurora Lovania Anderson yang tidak bisa menggeser posisi dihati elang' queen memijat pelipisnya karena pusing memikirkan bahwa Elang akan menyukai nya.
"Gue pulang dulu" setelah pamit gue langsung keluar tanpa menunggu persetujuan elang sangat sakit jika memikirkan kisah mereka yang belum terjadi tapi elang sampai sekarang tidak bisa melupakan nya.
"Nara sudah selesai?" Tanya Mike tapi queen hanya melewati mereka tanpa sepatah kata langsung pergi mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.
"Ada masalah" ucap Mike masih menatap punggung queen yang semakin menjauh mereka mengedikkan bahunya tidak tahu menahu.
Jho masuk ke dalam diikuti oleh gara dan Mike hanya bertiga karena Athar mengantarkan bunda Mira pulang untuk istirahat dari semalam ada dirumah sakit.
"Bos si Nara kenapa?"
"Gak tau" jawab elang Mike memanyunkan bibirnya karena tak mendapati jawaban yang pas untuk nya.
"Gue iri dengan Aurora yang begitu tulus dicintai oleh seorang pria seperti elang!! Oh ya ampun bisakah gue juga menemukan seorang pria seperti nya yang tulus mencintai seorang wanita"
Queen menepuk pelan pipinya supaya sadar dengan kenyataan yang sangat mustahil mendapatkan sesuai yang kita mau di dunia ini. Dia akan mengunjungi xavier di kantor polisi ingin tahu keadaan nya disana.
"Nara" ucap Xavier yang tak sengaja melihat kedatangan nya di depan Xavier sebenarnya bisa bebas hari ini tapi dia tidak mau karena ingin menebus kesalahannya.
Kedua orang tua xavier juga masih setia menemani anak nya mereka sangat sedih karena Xavier tidak mau mendengarkan omongan mereka supaya ikut kembali kerumah.
"Kenapa bang?" Tanya Miranda saat anak nya bengong melihat kearah belakang mereka.
"Itu kayaknya teman Xavier mah" Xavier menunjuk kearah queen yang masih berdiri celingak-celinguk seperti orang hilang.
"Mana"
"Cewek" suara tegas itu membuat mereka menoleh kearah sang papa Louis, dia mengerutkan keningnya sejak kapan anak nya mempunyai teman cewek.
"NARA" panggil Xavier keras supaya didengar oleh queen yang agak jauh dari tempat nya. Queen merasa dipanggil langsung mencari sumber suara tadi dan menemukan Xavier duduk dengan orang.
"Xavier Lo gak papa" tanya gue berdiri disebelah nya kalo langsung duduk seperti nya tidak sopan karena ada orang tua.
"Duduk!! Kenalin mereka orang tua gue"
__ADS_1
"Halo Assalamualaikum" sapa queen menyalimi mereka bergantian Miranda memerhatikan queen dari atas sampai bawah.
"Waalaikum salam"
"Lo kok bisa disini" ucap xavier heran.
"Gue tadi dari rumah sakit terus mampir deh kesini kata elang Lo ada di kantor polisi xx"
"Gimana keadaan dia?" Xavier bertanya ingin mengetahui keadaan elang saat ini.
"Baik sih menurut gue" Xavier mengangguk mengerti setelah pembicaraan tadi mereka diam dengan pikiran masing-masing.
"Kamu nama nya siapa?" Kata Miranda memecahkan keheningan yang melanda dia memberanikan diri untuk bertanya pada gadis dihadapannya.
"Anara tante bisa panggil Nara"
"Nama yang cantik. Seperti orang nya" ucap Miranda tersenyum Louis dan Xavier tertegun melihat senyuman Miranda yang tak pernah ia lihat setelah kepergian Aurora. Queen juga menanggapi dengan senyuman karena dia salah tingkah di puji cantik.
'ehh tunggu... kan yang dipuji itu Nara bukan Lo queen. gak jadi salting gue udah PD karena ada yang ngatain cantik tau-tau nya salah server' queen jadi jengkel karena pujian itu bukan untuk nya.
Gue mencoba tersenyum. "Tante juga cantik kok"
Miranda mengelus tangan queen yang berada di atas meja matanya berkaca-kaca ingin sekali memeluk anak ini dengan erat.
"Boleh peluk"
Queen menoleh ke Xavier yang diangguki oleh nya. Gue segera berdiri untuk memeluk Miranda seperti nya dia menangis di punggung queen karena ada yang basah mengenai punggung nya.
Setelah lama Miranda memeluk queen dia melepaskan nya dan mencium wajah queen untuk menghilangkan rasa rindu kepada sang anak. Miranda kembali memeluk tubuh queen seolah itu adalah anak nya.
"Maaf" lirih Miranda menyadari bahwa yang dipelukan nya orang lain.
"Gak papa tan" Queen juga merasa nyaman dipelukan Miranda yang tak pernah ia dapatkan dari sang mama nya sendiri.
Kembali pada semula queen duduk pada kursi nya sedangkan Louis menenangkan Miranda yang masih menangis.
"Xavier Lo nyerahin diri Lo kan" kata queen menghadap ke arah Xavier, dia hanya menanggapi ucapan Queen dengan tersenyum tipis.
"Xavier sebaiknya kamu ikut pulang bukan nya polisi juga membebaskan kamu" ucap Louis sudah beberapa kali mengajak anak nya untuk pulang bersama nya.
"Gak pah Xavier akan bertanggung jawab atas kesalahan Xavier"
"Kamu tidak kasian sama mama dia tidak mau kamu jauh darinya, tolong jangan buat mama tambah depresi sudah cukup kita kehilangan Rora" ujar Louis karena tidak mau Miranda depresi tak bisa sembuh Xavier menatap mama nya.
"Jangan menyesal yang kedua kalinya" bisik queen melihat Xavier hanya menatap Miranda queen juga kasihan dengan nya dari wajah nya saja sudah terlihat jelas raut kesedihan yang menimpa nya.
Xavier akhirnya menyetujui untuk ikut pulang dia tidak mau Miranda jatuh sakit karena nya....
__ADS_1
Bersambung