Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 41


__ADS_3

"Assalamualaikum" ujar queen di depan pintu rumah Meisya dan tak lama pintu dibuka terpampang lah wajah mei tersenyum cengengesan.


"Waalaikum salam. ayok masuk Ra"


"Orang tua Lo kemana?" tanya gue celingak-celinguk mencari keberadaan nya biasa nya mereka akan berkumpul diruang tamu.


"Mereka tadi pergi gak tau kemana" jawab Mei duduk di sofa yang empuk queen mengangguk mengerti ikut duduk.


"Gue ngapain disuruh kesini?"


"Gak ada cuma pengen ketemu sama Lo aja, kangen gue" Meisya tertawa karena melihat ekspresi wajah queen yang kesal karena nya.


Queen membaringkan tubuhnya terlalu lelah untuk saat ini apalagi ditambah kepala nya terasa sangat berat jadi dia ingin memejamkan mata nya sejenak supaya lebih ringan.


"Lo sakit Ra?" tanya meisya yang melihat queen agak pucat dia menghampiri queen lalu tangan nya ia tempelkan ke kening queen untuk mengecek suhu tubuh nya.


"Gak"


"Kok panas? Lo itu sakit Ra"


"Ck, enggak mei gue gak sakit cuma kecapean mungkin" kata gue masih memejamkan mata sedangkan Meisya berdecak pinggang padahal suhu tubuh nya panas masih bilang gak sakit dia pergi ke dapur mengambil air untuk mengompres queen karena dia tau teman nya itu sakit jadi meisya berisiniatif untuk mengompres nya supaya suhu tubuh nya turun.


Queen kaget tiba-tiba di keningnya terdapat handuk basah yang menempel ternyata pelakunya meisya.


"Biar suhu badan Lo turun gue kompres"


"Kan gue gak sakit? cuma kepanasan karena cuaca hari ini panas gue dari luar jadi itu mungkin efek nya"


"Nara Lo keras kepala juga ternyata, udah mending Lo tidur dulu supaya lebih baik. pasti Lo pusing kan? apa mau tidur dikamar gue gak?" Meisya menawarkan queen tapi queen menolak nya dia akan beristirahat di ruang tamu saja mungkin beberapa menit pasti Pusing di kepala nya akan hilang.


"Oke kalo itu mau Lo, kalo ada apa-apa bilang sama gue" Meisya menyentuh handuk di kening queen ternyata cepet banget kering nya saking panasnya tubuh queen dia khawatir dengan keadaan queen.


"Nara kita kerumah sakit aja ya? badan Lo panas banget" ajak meisya panik dia tidak tahu harus berbuat apa.


Queen yang mendengar ucapan mei perlahan membuka matanya lalu tersenyum supaya tidak membuat meisya khawatir. "Gue gak papa mei Lo tenang aja, nanti sembuh sendiri tapi biarkan gue tidur dulu saat ini"


"Tap-" ucapan mei terpotong karena queen mendahului nya.


"Gue perlu istirahat sebentar"


"Baiklah"


***


"Queen Lo gak papa?" tanya Nara saat keduanya sudah berada di alam mimpi.


"Badan gue lemes banget gak tau kenapa"


"Mungkin itu efek karena Lo mau kembali" ucap Nara seketika queen menatap manik mata Nara yang juga menatap nya.


"Nanti jam 00.00 Lo akan balik lagi ke tubuh asli Lo. karena itu gue datang kesini buat memberi tahu tentang ini"


Queen merasa tak percaya bahwa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga tapi entah kenapa seperti nya queen sedikit tidak rela untuk kembali ke dunia nya, Queen merasa nyaman dengan kehidupan dua bulan yang ia jalani sehari-hari tapi nanti jam 00.00 dia akan meninggalkan semuanya.


"Lo serius"


Nara mengambil tangan queen lalu menggenggam erat tersenyum manis karena tugas Queen sudah selesai jadi mereka tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini.


"Nara serius, terima kasih karena queen sudah bersedia membantu Nara selama dua bulan terakhir. Nara bahagia kenal dengan queen, maaf jika selama queen berada ditubuh nara tidak membuat nyaman diri queen maaf yang tiada batasnya"


"Maaf queen jika Nara merepotkan. Nara janji setelah ini nara akan pergi dengan tenang terima kasih atas bantuan queen" Mereka berpelukan rasanya begitu menyakitkan jika kedua nya harus berpisah queen tak bisa menahan air matanya yang ingin keluar mereka juga sama-sama menangis karena akan berpisah.


"Gue juga minta maaf Ra, kalo ada salah atau mungkin perkataan gue ada yang menyakiti sebelum nya" ucap queen menghapus air matanya rasanya begitu sesak seperti tidak ada udara yang masuk ketubuh nya.

__ADS_1


"Enggak kok queen gak perlu minta maaf kepada Nara, makasih queen atas semua nya"


"Nara tunggu gimana dengan rumah Lo itu"


"Alihkan saja pada bik rumi karena dia orang yang menyayangi Nara dari kecil, hanya itu yang Nara bisa kasih pada bik rumi untuk membalas jasa nya"


"Baiklah kalo itu kemauan Lo gue nanti akan mengurus nya"


"Nara pamit pulang" ucap Nara.


Queen mengangguk mereka kembali berpelukan sebelum Nara menghilang menjadi butiran kecil berwarna putih. Queen menangis dua bulan waktu yang begitu lama menurut nya dan sekarang dia kehilangan sosok yang selalu menemani dalam urusan apapun.


"Queen, queen bangun" panggil meisya panik karena melihat sudut mata queen meneteskan air mata dia terus mengguncang kan tubuh queen supaya bangun.


"Queen astagfirullah bangun Lo kenapa"


Queen tersentak langsung duduk pertama yang ia lihat Meisya yang sedang ketakutan. Meisya segera memeluk tubuh queen dengan erat menangis karena takut terjadi sesuatu terhadap nya.


"Lo kenapa?"


Meisya melepaskan pelukannya menangkup wajah queen dengan kedua tangan nya. "Lo mimpi buruk ya"


"Meisya"


"Iya ini gue!! tunggu gue ambilkan air supaya Lo tenang" Meisya mengambil gelas yang tersedia di atas meja lalu menuangkan air kedalam nya. ia berikan kepada queen, Meisya membantu mengembalikan gelas ke tempat nya dirasa queen sudah meminum air itu.


"Lo mimpi apa kok sampai nangis gitu?" tanya mei penasaran kenapa temannya bisa nangis seperti tadi.


Queen merenung memikirkan kembali percakapan nya dengan Nara membuat dirinya kembali sedih. Meisya menepuk pundak queen karena tidak mendapatkan respon nya.


"Lo gak papa"


"Iya"


"Waalaikum salam papah sama mama sudah pulang" ucap mei menghampiri kedua orang tuanya menyalimi secara bergantian.


"Enggak mungkin ini arwah nya" jawab Kevin bercanda jelas-jelas mereka sudah ada disini masih bertanya seperti itu anaknya.


"PAPA"


"Kamu juga ngapain nanya kek gitu, jelas-jelas papa ada di depan kamu" ucap Kevin menuju sofa dia menyapa queen yang dibalas dengan senyuman tipis oleh nya.


"Nara sudah lama disini?"


"Lumayan om"


"Halo Nara sayang kamu apa kabar? maaf ya kita jarang mengunjungi kamu karena tante akhir-akhir ini sangat sibuk" Anita memeluk queen merasa bersalah karena jarang bertemu dengan nya karena ada urusan waktu itu hanya bertemu setelah kematian Hendra karena Meisya memberi tahu mereka berdua.


"Nara baik tan, gak papa Nara tau kok kalo kalian sibuk ngurus kerjaan"


"Nara pamit dulu kalo gitu" ucap queen hendak bangkit tapi dicegah oleh mei.


"Lo masih sakit"


"Gue gak sakit mei, udah ya gue masih ada urusan yang harus gue selesai in hari ini juga. tante om Nara pamit pulang dulu ya maaf jika Nara ada salah terhadap tante Anita dengan om Kevin" ucap gue karena ini terakhir kalinya gue bertemu dengan mereka jadi kemungkinan gue gak akan bertemu lagi tapi queen berharap bisa bertemu lagi dengan mereka semua.


Ucapan queen membuat mereka bingung kenapa tiba-tiba meminta maaf. "Loh Nara kan gak pernah punya salah sama tante kenapa minta maaf"


"Iya Ra tumben banget Lo hari ini minta maaf sama orang tua gue"


"Terus kalo orang minta maaf harus punya salah dulu gitu enggak kan, Apa salah nya jika Nara minta maaf gak ada larangan buat orang meminta maaf terlebih dulu" ujar gue membuat mereka mengangguk mengerti dengan ucapan nya.


"Gak salah itu memang wajib seseorang meminta maaf walaupun tidak memiliki salah satu pun" ucap Kevin membenarkan ucapan queen.

__ADS_1


Sudah berpamitan tinggallah meisya dan queen yang berdiri di samping mobil Reno tadi. "Maaf ya mei ngerepotin Lo tadi"


"Lok beneran gak papa atau gue suruh supir buat nganterin Lo pulang"


"Gak gue pulang sendiri aja, maaf jika gue ada salah" Queen memeluk sebentar Meisya lalu masuk kedalam mobilnya sebelum pergi ia menurunkan sedikit kaca mobil supaya bisa melihat Meisya.


"Babay mei-mei!! besok jangan lupa Lo kerumah gue ya, kita berangkat bersama" entah kenapa perasaan Meisya jadi tidak tenang dengan kalimat terakhir yang disebut queen tadi.


"I-iya hati-hati Ra"


Queen kembali menaikkan kaca mobilnya lalu pergi membelah jalanan yang begitu ramai dia akan mencari pengacara mamah nya Nara untuk pengalihan nama rumah nya.


***


"Bik rumi ikut Nara sebentar" ucap queen setelah tadi bertanya tentang pengacara itu kepada bik rumi karena hanya bik rumi yang tau tentang dimana pengacara itu tinggal.


"Mau kemana non?"


"Udah ikut Nara bentar" queen menarik bik rumi keluar untuk menuju rumah pengacara mengurus semua nya hari ini.


"Mereka mau kemana?" Clarissa tak ambil pusing dia kembali ke kamarnya karena tidak ingin tahu lagi tentang saudara tirinya itu.


Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh akhirnya mobil queen sudah sampai pada kediaman pengacara, mereka keluar dan langsung disambut oleh pak pengacara karena tadi queen sudah menghubungi nya.


"Mari masuk"


"Pak saya ingin mengalihkan rumah itu pada bik rumi" Queen langsung to the poin tak ingin berlama-lama membuat kedua orang itu terkejut.


"Apa maksud non Nara"


"Nona apa anda tidak salah bicara?"


"Tidak saya memang ingin memberikan rumah itu pada bik rumi karena dialah yang mengurus Nara dari kecil jadi itu hadiah untuk nya" ucap queen dia akan berusaha membuat bik rumi menyetujui nya dengan keputusan yang diambil.


"Tidak non bik rumi ikhlas merawat non nara, bik rumi gak minta imbalan kepada non Nara"


"Nara yang ngasih bik, tolong terima pemberian Nara" bik rumi menggeleng membuat gue menghela nafas berat apa dia jujur saja biar bik rumi mau menerima nya.


"Nona hanya alasan itu anda ingin memberikan rumah itu kepada bik rumi"


"Iya"


"Non Nara"


Queen memantapkan diri untuk memberi tahu kebenaran nya karena sudah beberapa menit pertengkaran kecil ini tak kunjung selesai.


"Bik Nara sebenarnya sudah m4ti" sesuai dugaan queen mereka kembali terkejut dengan pengakuan nya.


"Ap-"


"Tolong jangan menyela ucapan queen, Bik rumi ingat dimana Nara bunuh diri waktu itu dan ya Nara m4ti saat itu juga hanya saja Nara memberikan tubuhnya kepada queen supaya membalaskan dendam nya kepada p3mbunuh mamah nya" Queen menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Jadi saat ini yang berada di depan bik rumi orang lain dan selama dua bulan terakhir ini juga yang bersama bibik itu queen, nama saya Queenara Elizabeth Gabriela saya tahu kalo itu mustahil bagi kalian percaya tapi tolong terima pemberian Nara bik dia tidak mau rumahnya jatuh kepada orang lain selain bik rumi"


Bik rumi kembali mengingat awalnya memang sangat berbanding balik sifat anak majikannya saat terbangun dari koma jika mengingat kelakuan anak itu akhir-akhir ini ada benarnya juga apa mungkin memang benar adanya transmigrasi di dunia nyata.


"Jadi non bukan non Nara" Gue menggeleng membuat bik rumi menangis gue hanya bisa mengelus punggung nya tahu gimana perasaan bik rumi.


"Tunggu dulu apa ini permintaan nona Nara?"


"Iya pak dia meminta untuk memberikan nya pada bik rumi, lagi pula nanti saya akan kembali ke dunia saya sendiri maka mohon bantuannya supaya rumah itu milik bik rumi. tapi saya minta kepada kalian tolong rahasia kan tentang saya dengan Nara apa kalian mengerti"


"Non mau kemana?" Queen memeluk bik rumi dia menjelaskan tentang kembali nya malam ini, Akhirnya pengalihan nama sudah selesai queen sudah tanda tangani berkas itu di ikuti oleh bik rumi dan pada akhirnya rumah nya sudah resmi atas nama bik rumi....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2