
Queen mencoba melepaskan tarikan hendra sekuat tenaga memberontak queen menghalangi kaki hendra dengan kakinya Hendra kehilangan keseimbangan nya alhasil mereka jatuh bersama.
Queen segera naik ke atas tubuh hendra lalu mencekik hendra dengan kedua tangannya. Hendra ingin membalas juga tapi Queen keburu menggigit tangan hendra masih posisi queen mencekik leher hendra.
"PAPA" teriak meyra menghampiri suaminya. "Lepaskan suami saya" meyra berusaha menarik tubuh queen tapi dia terus menerus menekan tangan nya di leher hendra.
Clarissa ingin membantu meyra tapi tangan nya di pegang bi rumi. "Lepas bik"
"Tidak!!! Bibik gak akan melepaskan non cla" ucap bi rumi memegang erat pergelangan tangan clarissa, Clarissa meringis merasakan sakit akibat cengkraman bi rumi.
"Gue akan ngeb*nuh Lo detik ini juga" ucap queen yang ada di otaknya hanya ingin melenyapkan orang di bawah nya.
Meyra mengambil aquarium berukuran sedang di meja pajangan ingin memukul anak tirinya dengan aquarium itu. Dia sekuat tenaga mengangkat benda itu, Meyra tidak memikirkan jika aquarium itu ada ikannya di dalam lalu melemparkan nya ke arah queen yang masih mencekik hendra, Queen menyadari itu langsung membalikkan badan hendra keatas.
PRAANGG....
BYURR....
Aquarium itu pecah dengan isinya menyiram kedua tubuh hendra dengan queen.
AAKKHH
"PAPA" teriak mereka berdua yang tak lain meyra dan clarissa, Meyra sendiri kaget apa yang dilakukan nya.
Kepala hendra tertusuk ujung aquarium hingga mengeluarkan darah menetes ke wajah queen yang berada di bawah nya.
Gue mendorong tubuh hendra lalu mengambil posisi duduk menatap satu persatu orang di rumah.
Sedangkan meyra kaki nya terasa lemas akibat syok apa yang dilihat nya.
"LEPAS BIK RUMI" bentak clarissa bi rumi refleks melepaskan cengkraman tangannya.
Clarissa memangku kepala hendra sambil menangis. "Pah!! Papa baik-baik saja kan" ujar clarissa menepuk nepuk pipi hendra.
Hendra tak merespon clarissa dia hanya menatap kosong akibat kepalanya tertancap beling.
Bi rumi berlari ke arah queen langsung memeluk nya pandangan gue masih tertuju ke hendra yang tengah kesulitan untuk bernafas.
Meyra perlahan mendekati suami nya itu tangannya gemetaran ingin menyentuh wajah hendra. "M-mas" panggil meyra tenggorokan terasa tercekat.
"APA YANG MAMA LAKUKAN" bentak clarissa marah dia mendorong kasar tubuh meyra.
Meyra menggeleng "Ma-mama g-gak se-sengaja" ucap meyra ingin menyentuh hendra tapi dicegah oleh anaknya.
"PERGI,, GAK USAH SENTUH PAPA"
Meyra hanya mampu menggeleng tak berani mengeluarkan sepatah kata.
"Bik apa dia m*ti" tanya gue melihat hendra tak bergerak hanya matanya masih melotot.
Bik rumi menoleh ke samping menggenggam tangan queen erat takut ada yang memisahkan lagi. "Gak tau non" jawab bi rumi pelan.
"Cla dengerin mama du-"
"GUE BILANG PERGI YA PERGI" Clarissa memotong ucapan meyra dia kembali melihat hendra yang masih melotot kan matanya.
"Tolong!! Tolongin papa, Nara jangan diam aja bantuin gue" ucap clarissa yang melihat queen diam saja.
"Kenapa gue harus menolong nya? Dia pemb*nuh orang itu yang memb*nuh mama nya Nara,, Jadi dia pantas m*ti detik ini" jawab gue dia memang pantas mendapatkan semua itu orang seperti hendra juga pantas mendapatkan kematian.
__ADS_1
"NARA,, dia papa kandung kamu" Clarissa menatap tak percaya saudara tirinya mengatakan seperti itu.
"Cla cepat bawa papa ke rumah sakit" ucap meyra mau tak mau clarissa menyetujui ucapan sang mama nya.
"Bik" panggil gue.
"Non sebaiknya kita ikut ke rumah sakit melihat keadaan tuan" ajak bi rumi membantu queen berdiri mengikuti mereka.
••••••••••
"Ini si Nara kemana sih? kesal Meisya telfonnya tidak di angkat padahal dari tadi pagi dia menghubungi Nara sampai di sekolah masih tidak di angkat.
Meisya telat dia tidak mengikuti jam pertama akibat menunggu queen tadi dia juga ke kelas sahabat nya untuk memarahi karena tidak memberi tahu jika tidak bisa menjemput nya.
Bangku queen masih kosong kata siswi di kelas queen tidak masuk sekolah. Jadi meisya terus mencoba menghubungi nya kembali sudah tak terhitung berapa banyak dia menghubungi queen.
"Eh Meisya curut Lo kemana aja tadi gak masuk kelas" ucap athar saat melihat meisya di depan kelas MIPA 3.
"Lo ngeliat Nara gak? tanpa menjawab pertanyaan Athar Meisya menanyakan queen padanya.
"Woy situ teman nya ngapain nanya ke kita" ucap gara ngedahuluin.
"Ye gue cuma nanya kalian liat Nara apa gak? Soalnya gue nelfon dia gak di angkat" ucap meisya kembali melihat layar ponselnya.
"Emang Nara kemana? tanya mike.
Meisya menarik nafas panjang. "Kenapa gue nanya keberadaan Nara sama mereka" gumam meisya sambil tersenyum paksa ke mereka.
"Gak tau" Meisya meninggalkan mereka yang bengong.
"Lah tuh orang ngapa yak? Athar menggaruk kepalanya yang tak gatal, athar mengikuti sahabat nya yang menuju kantin sekolah karena sekarang jam istirahat.
Elang menunggu makanan yang di pesan oleh gara sambil memainkan ponsel miliknya. Setelah makanan datang mereka langsung menyantap makanan itu.
Di rumah sakit meyra tak berhenti menangis terus memeluk clarissa pikiran buntu untuk saat ini.
Pintu ruangan dibuka dokter itu menghampiri kita. "Bagaimana dok keadaan suami saya?
Dokter menghembuskan nafas sebelum memberi tahu keadaan pasien. "Maaf"
Satu kata itu sudah membuat mereka menegang mereka mengerti maksud dari ucapan dokter itu.
Tubuh meyra meluruh ke lantai menangis sejadi jadinya jika tahu kenyataan bahwa suaminya sudah pulang.
'apa!! dia m*ti gue gak salah dengar kan,, apa gue yang salah? Tapi jika itu emang benar kan impas nyawa di balas dengan nyawa' batin queen menatap kedua orang yang sedang nangis di lantai.
"Gak mas hendra gak mungkin ninggalin saya!! AAA GAK ITU GAK MUNGKIN" teriak Meyra histeris penampilan nya acak-acakan.
"Gak!! papah gue masih hidup kan dok" Clarissa terus memukul dokter itu seorang perawat berusaha menenangkan clarissa.
"Non" panggil bi rumi menyentuh lengan queen karena dari tadi anak majikannya bengong mungkin syok pikir bik rumi dia mengusap punggung queen memberikan kekuatan untuk bersabar.
"Bik dia--" bi rumi langsung memeluk queen terus mengusap punggung nya.
Meyra bangun dan menarik bi rumi yang menghalangi tubuh anak tirinya.
"Bik" meyra menampar queen dia ingin menampar lagi tapi queen menangkis tangan meyra lalu mendorong dia hingga jatuh.
"PEMB*NUH KAMU B*NUH SUAMI SAYA" teriak Meyra seperti kesetanan dia ingin kembali menyerang queen tapi ditahan oleh dokter dan beberapa perawat disana.
__ADS_1
"B*NGSAT LO YANG NGEB*NUH DIA,, LO MAU NUDUH GUE? EMANG LO GAK INGET LO YANG MUKUL DIA PAKEK AQUARIUM ITU" Gue menatap meyra tersenyum smrik.
"TAPI SEMUA INI GARA-GARA LO NARA" ucap cla marah berusaha mencakar queen.
"Sudah ini rumah sakit jangan mengganggu ketenangan pasein" ujar dokter berusaha menghentikan pertengkaran keluarga pasien nya.
"Kalo Hendra gak kasar sama gue, gue gak akan melawan" ucap gue penuh dengan penekanan.
"PAPA NARA,, PAPAH ITU PAPA KAMU SOPAN SEDIKIT JIKA BICARA" meyra menatap anak tirinya seakan ingin memb*nuh nya sekarang juga.
"Gue gak punya ayah seperti dia yang rela menghabisi nyawa istri nya sendiri demi harta" ucap gue mengingat kan mereka jika hendra seorang pemb*nuh.
Seketika mereka terdiam mengingat pengakuan hendra tadi, saat semua nya tenang dokter itu menyuruh suster untuk mengurus jenazah pasien nya.
•••••••••••
Meisya terus menatap layar ponselnya berharap ada panggilan masuk tapi sudah lama tak kunjung ada.
"Nara kemana ya!! Tumben banget dia ngilang gini, apa gue ke rumah nya? tapi gue kan gak tahu rumah nara dimana" Meisya terus berbicara sendiri matanya fokus merhatikan benda persegi panjang itu.
Bel jam kedua berbunyi menandakan bahwa semua murid untuk masuk ke kelas nya masing-masing.
"Sudahlah nanti aja mikir Nara nya" Meisya bangkit ingin menuju kelas nya.
Di kelas sedang ramai karena para guru tidak datang mengajar membuat murid berkeliaran.
"Apa ada rapat dadakan" tanya Mike bosan menunggu guru yang tak kunjung datang.
"Mungkin" jawab athar kaki nya ia sudah nangkring di atas meja.
Mereka semua dikejutkan oleh pengumuman sekolah.
"Wiih pulang cepat nih" ucap gara.
"Ye akhirnya tidak ada pelajaran, pulang ye" Mike bersorak gembira belum tahu pengumuman apa yang akan di beri tahu pada semua murid SMA Nusantara.
📢 Pengumuman untuk semua murid kalian boleh pulang karena kami para guru akan kerumah pak Hendra Joseph , dikarenakan pak hendra meninggal dunia. jadi para murid bisa langsung pulang sekarang terima kasih.
Kelas yang tadinya ramai hening mencerna ucapan pengumuman tadi.
"Hendra Joseph"
Mereka mengingat nama itu. BRAAK....
Jhonatan menggebrak meja saat tahu siapa yang di umumkan tadi.
"BOKAP NYA CLARISSA ANJ" ucap Jho mengagetkan seisi kelas.
Antara percaya atau gak mereka masih syok mendengar berita ini.
"Nara" gumam elang bangkit dari kursinya keluar kelas mereka anak BW yang melihat elang keluar langsung bergegas mengikuti nya.
Meisya juga kaget dia masih memegangi d*da nya sambil mengatur nafas terasa sesak.
"Bos"
Elang menuju parkiran pikiran nya tertuju pada gadis itu. 'apa dia baik baik saja'
Elang mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi diikuti oleh yang lain mereka tidak tahu bos nya mau kemana.......
__ADS_1
Bersambung.....