Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 21


__ADS_3

Saat ini kedua nya sudah berada di pantai menikmati pemandangan dan angin yang menerpa wajah mereka, duduk di tepi pantai dengan alas karpet mini.


"Akhirnya bisa liat pemandangan kayak gini lagi" ucap meisya menghirup udara segar hari ini cuaca lumayan bersahabat tidak panas membuat mereka nyaman karena bisa melihat dengan cerah.


"Ini kita cuma duduk aja gitu?


"Iya lah Nara kan tujuan kita kesini cuma melihat lihat saja menikmati pantai yang biru" jawab meisya sambil mengeluarkan camera untuk memotret dijadikan kenang-kenangan.


"Gak asik banget mending tidur aja lebih enak" cibir Nara memerhatikan kanan kiri nya sangat ramai dengan pengunjung ya karena hari Minggu orang-orang pasti tidak menyia-nyiakan hari libur.


"Ish Nara mah gitu kelakuan nya tidur Mulu di otak nya" Meisya masih fokus dengan camera di kedua tangan nya mengambil gambar yang bagus.


Queen males meladeni mei ia lebih memilih membuka bungkus cemilan yang di bawa tadi pikiran nya terus menuju pada Reno. 'bang Reno ngapain di sini , gue harus segera menemui bang Reno untuk menanyakan keadaan gue disana, eh tunggu kan bang Reno di sini kemungkinan Bianca juga ikut dong' batin queen pikiran nya mengarah ke Revano.


Meisya diam-diam mengambil gambar queen tengah memandangi pantai setelah nya mei tersenyum karya memotret nya sangat bagus.


"Nara coba lihat apa yang gue foto" meisya menyodorkan camera nya ke depan queen.


"Loh itu gue" kaget sekaligus bingung sejak kapan meisya memotret dirinya.


"Hehe bagus gak hasil tangan gue? tanya meisya memperlihatkan karya nya.


"Bagus... gue baru tahu kalau Lo bisa ngambil foto sebagus itu" puji queen puas dengan hasil meisya.


"Meisya Wulandari gitu loh" ucap mei bangga pada dirinya. "Oh ya gue mau kesana dulu mau ambil gambar"


Queen menjawab dengan mengangguk kan kepala nya tak lama kemudian ada seseorang menghampiri queen.


"Hai sendirian aja?


Queen menoleh kesamping untuk mengetahui siapa yang bertanya. "Boleh gabung gak? tanya orang itu queen bangkit merasa tidak asing dengan wajah orang di hadapan nya.


"Apa sebelum nya kita pernah ketemu?


Xavier tertawa pelan lalu mengulurkan tangannya.


"Kenalin gue Xavier Anderson" Queen mencoba mengingat pria ini setelah ingat queen menutup mulutnya dengan mata melotot, ekspresi queen tak luput dari pandangan Xavier.


"Lo teman nya elang kan? Eh ralat musuh nya gitu" Queen dengan senang hati menyambut uluran tangan Xavier. "Salam kenal semoga kita jadi teman"


'teman oke gue bakal pura-pura menjadi teman yang baik jika suatu saatnya gue bakal b*nuh lo dengan tangan gue sendiri' Xavier sebisa mungkin tersenyum manis supaya gadis ini percaya kalau dia orang baik.


"Nama Lo siapa?

__ADS_1


"Anara.... Sini duduk berhubung teman gue lagi asik sendiri" Xavier duduk di sebelah queen.


Xavier tadi memang mengikuti queen berhubung queen sendirian xavier tidak menyiakan kesempatan untuk berkenalan dengan nya.


"Maaf sebelumnya,!!! gue kalau boleh tau Lo ada hubungan apa dengan Elang?


"Gak ada" jawab queen seadanya masih fokus pada makanan nya.


"Waktu itu Lo kenapa bisa ada di lokasi kami" tanya Xavier sekedar basa-basi agar lebih dekat dengan queen.


"Kebetulan aja gue lewat di situ!! emang ada yang salah" Queen menoleh ke arah Xavier yang tengah menatapnya juga.


"Anjir Nara sama siapa tuh" gumam meisya terus merhatikan queen dan betapa kagetnya meisya mengetahui cowok di samping teman nya.


"Hah itu Xavier..... Kok mereka terlihat akrab banget" Meisya perlahan jalan ke arah mereka yang sedang asik berbincang.


"Nara" panggil meisya.


"Mei mei gimana udah selesai belum?


"Sini dulu gue mau ngomong" Meisya menarik queen menjauhi Xavier. "Lo kok bisa kenal dia?


"Dia siapa? Oh cowok itu" Meisya mengangguk menunggu jawaban.


"Tapi Lo tau gak dia siapa" Meisya takut terjadi sesuatu jika queen berteman dengan Xavier.


"Tau!!! Dia Xavier musuh nya elang kan, gue tau dia saat kemarin kapan hari mereka tawuran" ucap Queen santai.


"Terus Lo kenapa temenan sama dia kalo Lo udah tau" ucap meisya sesekali melirik Xavier.


"Lah masalah nya dimana kita cuma temenan emang salah kalau gue nambah teman gitu"


"Gue cuman takut aja dia manfaatin elo!! Pasti Xavier tau lo akrab sama Elang makanya di deketin Lo" bisik mei takut Xavier tiba-tiba nyamperin mereka.


"Akrab sejak kapan gue akrab sama tuh orang. Ya walaupun masih dibilang teman tapi sedikit sih" Queen mencontohkan pertemanan elang dengan dirinya seujung jari.


"Tapi Lo harus tetap hati-hati paham"


Queen menghampiri Xavier sedangkan Meisya ikut mengekori dari belakang bersembunyi di badan queen.


"Sorry lama" ucap queen Xavier bangun lalu tersenyum.


"Iya gak papa kalo gitu gue pamit dulu ada urusan" Xavier pergi setelah mendapatkan respon dari queen , Meisya semakin curiga dengan Xavier. 'tuh orang pasti ada maunya , gak akan gue biarin Xavier menyakiti Nara gue harus bilang nih sama elang' batin Meisya.

__ADS_1


"Woy diem mulu!! ntar kemasukan makhluk halus loh"


"Apaan sih mana ada siang-siang gini" Mei cemberut lalu membereskan barang nya.


"Gue mau pulang" ucap queen tiba-tiba.


"Kok gitu kan kita baru nyampek"


"Baru nyampek dengkul mu kita udah dari tadi disini udah deh kalo Lo gak mau gue tinggal" ancam queen berpura-pura marah.


"Ya deh kita pulang!! Tapi tunggu ini belum selesai"


"Makasih untuk hari ini Nara" Meisya memeluk queen erat hingga sang empu kesulitan untuk bernafas. queen menepuk-nepuk punggung mei supaya dilepaskan.


"Lo mau ngebunuh gue" Queen menatap tajam sedangkan mei terkekeh.


"Sorry gue hari ini senang banget jadi kebablasan"


"Sudah!! titip salam ke tante dan om gue gak mampir ada urusan"


"Oke hati-hati di jalan babay" meisya melambaikan tangan nya setelah queen pergi dia masuk ke dalam rumah.



Revano kepikiran dengan orang yang tidak di sengaja ia tabrak bukan ke wajahnya hanya panggilan orang itu.


'siapa gadis itu kenapa dia bisa tau nama gue' batin Reno bertanya tanya.


"Dari respon dia tadi kaget ngeliat gue apa dia kenal gue, mungkin tapi gue nya aja yang lupa" Reno berfikir positif dia kembali fokus pada berkas di depan nya.


Reno adalah seorang CEO di perusahaan R.B Grup setelah orang tua nya meninggal Reno sendiri yang mengurus perusahaan itu di umur masih terbilang muda Reno bisa mendirikan R.B Grup sampai saat ini.


Mereka berdua ditinggal masih umur Reno 18 tahun sedangkan Bianca 10 tahun mereka terpaut delapan tahun Reno menggantikan posisi orang tuanya demi mempertahankan adek nya.


tok...tok...


Pintu ruangan diketuk dari luar Reno mempersilahkan orang itu masuk ternyata asisten nya.


"Maaf pak lima menit lagi meeting akan di mulai" ucap Silvi sopan.


Reno bangkit dari kursi kebesaran nya berjalan menuju ruang meeting yang sudah di sediakan diikuti oleh Silvi dari belakang.......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2