
Reno sedang meeting dengan klien nya membahas apa saja yang bisa menguntungkan bagi kedua pihak. Hendra tersenyum karena bisa bekerja sama dengan perusahaan R.B Grup.
"Terimakasih pak Reno anda telah menerima kerja sama dengan saya"
"Sama-sama pak Hendra semoga kerja sama kita berjalan dengan baik" Reno menanggapi dengan tersenyum.
"Ya... Bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum mengakhiri pertemuan kita" tawar Hendra supaya lebih dekat dengan pimpinan R.B Grup.
"Dengan senang hati saya menerima tawaran anda pak Hendra" Reno memerintahkan pada Silvi untuk booking tempat makan siang mereka, Silvi mengangguk mengerti.
Sekarang mereka sudah menikmati makanan yang tersedia di atas meja.
Hendra akan pamit pulang beserta asisten nya setelah selesai berjamu dengan Reno. "Maaf pak Reno jika anda tidak keberatan saya ingin mengundang pak Reno makan malam di rumah saya malam ini" ucap hendra sopan.
Reno berfikir sejenak sebelum menyetujui permintaan Hendra. "Silvi atur jadwal pertemuan saya di kediaman pak Hendra" ucap Reno karena akhir ini Reno sangat sibuk jadi dia tidak bisa jika malam nanti.
"Maaf pak Hendra untuk nanti malam saya masih ada urusan jadi kemungkinan lain kali, biar asisten saya menghubungi pak Hendra bagaimana?
"Baiklah jika itu tidak membuat pak Reno keberatan dengan ajakan saya, Nanti kabari pada asisten saya jika pak Reno bersedia" Setelah itu Hendra berjabat tangan dengan Reno untuk mengakhiri pertemuan hari ini.
"Kami duluan pak Reno mari" ucap asisten Hendra membungkuk badan nya.
Reno bangkit dari kursi nya untuk bertemu dengan klien yang lain walaupun hari Minggu itu tidak membatalkan perjanjian mereka karena memang Reno bisa nya sekarang.
Reno memang akhir-akhir ini sangat sibuk dengan pasien nya, apalagi dia seorang diri yang memimpin perusahaan R.B Grup jadi sangat padat jadwal nya.
•
ANAK BW POV
"Loh itu Nara kan?
Seketika mereka menoleh ke arah yang di tunjuk Athar. "Xavier"
Elang terlihat mengepalkan tangannya dugaan nya benar gadis itu jadi incaran nya.
"Sabar dulu kita pantau dari sini" ucap Jho supaya tidak gegabah dalam bertindak.
Mereka baru sampai dan sudah di suguhkan pemandangan yang tak mengenakan hati Mereka menuruti ucapan jhonatan untuk memantau dua orang itu.
"Tunggu!!! Nara pernah bilang dia sudah ada cowok apa Xavier yang di maksud Nara. Mereka terlihat sangat akrab kayak sudah saling kenal satu sama lain" Mike mengingat perkataan queen waktu di kantin sekolah kemarin.
"Itu gak mungkin" ucap gara menyangkal ucapan mike.
"Terus Nara dekat sama siapa lagi kalau bukan Xavier " ucap mike.
"Iih Mike Lo bikin kita gak tenang tau gak" Athar memukul kepala mike.
__ADS_1
"Anj Lo" umpat Mike melotot.
'gue gak akan membiarkan Xavier mencapai tujuan nya' batin elang terus melihat ke mereka yang tak lain Xavier dan queen.
"Eh itu Xavier sudah pergi"
Elang membuntuti Xavier dia akan memperingati supaya tidak melibatkan gadis itu.
"Bos mau kemana ?
Jhonatan mengikuti elang dia takut Xavier di hajar habis-habisan oleh Elang jika dari wajah elang sangat tidak bersahabat.
"Ikut" mereka semua mengikuti bos yang entah mau kemana.
Xavier kaget saat sebuah tangan menarik hingga membuat dia menghantam motor nya. Elang memegang kerah jaket yang dikenakan xavier.
"Lo jangan jadi pengecut!!! Melibatkan orang lain dalam masalah kita" Elang berbicara dengan dingin siapapun yang mendengarnya pasti akan merinding tapi tidak dengan xavier dia malah tersenyum meremehkan.
"Kenapa Lo takut kehilangan cewek itu? Lo pasti tau tujuan gue ngedeketin dia, Gue bakal mengulang lagi dimana gue kehilangan orang yang gue sayang jadi biar kita impas" ucap Xavier menyentak kuat tangan elang.
"B*rengs*k dia tidak ada hubungan dengan gue"
"Oh ya kenapa Lo marah saat gue deketin dia" ucap Xavier menatap nyalang mereka berlima.
"Ya kita gak mau Lo menyesal jika salah sasaran" Ucap Jho menahan elang agar tidak berkelahi.
"Oh ya udah kalo emang gitu gue cuma mau berteman doang gak salah kan" ucap Xavier santai.
"Bilang nya gak ada hubungan tapi kenapa sampai segitunya" Xavier tertawa mengejek.
"Anj Lo"
Bughh...
Elang meninju perut Xavier dan ingin kembali menghajar tapi di tahan oleh gara dan Jho.
"Sebaiknya Lo pergi sebelum gue ngebunuh Lo" ancam gara.
"Tunggu pembalasan gue"
Xavier memasang helm dan membawa motor nya meninggalkan mereka.
"Kita cari tempat istirahat dulu" ucap Jho di angguki Athar.
•
Queen memasuki perkara rumah bernuansa putih gold dia sampai di rumah malam hari setelah mengantar meisya queen tidak langsung pulang melainkan ke suatu tempat.
__ADS_1
Diruang tengah seperti biasa gue melihat keluarga itu tengah menikmati siaran TV tanpa permisi gue langsung duduk di sofa dekat dengan mereka.
"Dari mana saja kamu seharian? suara Hendra masuk ke gendang telinga queen yang tengah menaikan satu kaki kanan nya.
"Sangat tidak sopan" Clarissa mengeraskan suara nya supaya terdengar oleh queen.
"NARA.... Papa bicara dengan kamu" Hendra emosi anak nya selalu acuh saat Hendra berbicara.
"Gue denger kok!!! Emang itu urusan elo gue mau kemana seharian" Queen melirik sekilas sangat malas jika berhadapan dengan manusia seperti mereka.
"Kamu sekarang banyak berubah gak kayak Nara dulu yang selalu nurut sama papa" wajah Hendra sudah memerah akibat menahan kemarahan nya.
"Jangan pernah bandingin gue sama yang dulu dong, Lo pikir gue bakal selalu nurut sama kalian!! Seseorang pasti akan berubah juga jika sudah muak dengan keadaan" ucap queen masih santai menggoyang kan kaki nya.
"Nara sopan sedikit kamu sama orang tua" ucap meyra kesal dengan tingkah laku anak tirinya.
"Lah gue ngapain!! Gue dari tadi duduk aja gak ngapa-ngapain kalian" Queen mengambil cemilan di atas meja dan membuka memakan nya.
"Tapi nada bicara dan tingkah kamu seolah pemilik rumah ini" ujar meyra menatap tajam queen.
Queen seketika tertawa mendengar ucapan meyra. "HAHAHA.....Hey nyonya meyra yang terhormat bukan kah ini rumah gue, jangan lupa Lo cuma numpang di rumah gue hahaha" Queen tidak mengerti dengan meyra apa dia lupa kalo ini rumah atas nama Anara.
Meyra terdiam tak berkutik apa yang di katakan anak tirinya itu benar karena Hendra belum menyelesaikan masalah ini.
"Sudah gue mau tidur capek seharian jalan-jalan" Queen masih terkekeh melihat reaksi yang diberikan oleh meyra.
"Pah kapan rumah ini bakal jadi milik kita" Meyra tidak terima jika suatu saat queen mengusir dari sini.
"Iya pah lihat tuh Nara sudah makin belagu dia sama kita" Clarissa menghentak kan kakinya kesal dengan Hendra yang tidak bertindak.
"Clarissa duluan" ucap clarissa cuek meyra yang melihat itu menatap tajam ke arah Hendra.
"Lihat itu clar pasti ini gara-gara papa" meyra meninggalkan Hendra sendirian di ruang tengah Hendra menghela nafas panjang memikirkan bagaimana cara nya untuk bisa membujuk anak nya.
"Sangat sulit sekarang apa yang harus saya lakukan" Hendra memijat pelipisnya karena terasa berdenyut jika terus memikirkan sifat anak nya..
"Dari mana Lo?
Xavier membanting tubuhnya ke sofa tidak menjawab pertanyaan Marsel.
"Xavier"
"Hm" Xavier hanya berdehem menanggapi ucapan Marsel dia terlalu lelah untuk membuka matanya.
"Oke kalau Lo mau istirahat" Marsel keluar dari ruangan itu supaya tidak menggangu istirahat Xavier.
"Kenapa dia? tanya Aron setelah Marsel duduk di sebelah nya.
__ADS_1
Marsel mengedikkan bahunya tidak tahu Aron juga tak terlalu memikirkan dia kembali fokus dengan apa yang dia lihat saat ini.....
Bersambung.....