Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 14


__ADS_3

"Eh tunggu el gue belum selesai masih seru nih" Elang menyeret queen menjauhi mereka queen memberontak meminta di lepaskan.


Elang membawa queen ke bawah pohon dan mengunci queen menggunakan kedua tangan nya menatap tajam gadis dihadapannya.


Queen berusaha untuk tetap tenang karena wajah elang begitu dekat membuat jantung nya tak karuan.


"Kenapa?


"Lo yang kenapa" elang malah balik bertanya terus menatap wajah queen.


"K-kok gue, awas minggir" Queen melepaskan diri dari kungkungan elang. 'akhirnya bisa bernafas lega gue' batin queen setelah lepas dari tatapan elang.


"Ngapain Lo disini? Tanya elang menyadarkan bahunya ke pohon merhatikan queen dari belakang.


Queen berbalik tak mengerti ucapan elang. "Gue" queen menunjuk dirinya sendiri.


Elang harus sabar karena gadis dihadapannya ini berbelit-belit jika berbicara.


"Lo kenapa bisa ada disini" elang sekian kalinya bertanya.


"Gak tau" bukan itu yang elang harapan kan dari ucapan gadis dihadapannya.


"Ckk pulang sekarang" ucap elang tegas tidak ingin dibantah.


"APA!!! Lo nyuruh gue pulang enak aja gue keluar untuk refreshing di suruh pulang, emang Lo siapa nya gue nyuruh²" kesal queen bisa bisanya dia disuruh pulang padahal kan queen ingin menghilangkan beban pikiran nya.


Elang hanya acuh tak acuh mendengar omelan queen.


"Apa mau nyuruh gue pulang lagi gak ya gue bakal tetap disini" ucap queen mengecek ponselnya.


"Ganggu banget lo" ucap elang pelan tapi masih didengar oleh queen.


"Lah emang gue ngapain" tanya queen menatap elang.


"Sudahlah sebaiknya lo pulang" elang meninggalkan queen yang sedang bingung.


"Lah salah gue apa" queen bertanya tanya.


Queen mengejar elang dari belakang sampai di lokasi tawuran tadi terlihat mereka masih tidak ada yang bergerak masih dalam keadaan bingung dengan kehadiran seorang gadis.


"Gimana mau lanjut" tanya elang tidak menyadari bahwa di belakang nya ada queen.


"YA LANJUT AJA GUE YANG JADI KAMERAMAN NYA" queen tiba tiba berteriak membuat elang kaget.


"Anj" elang mengelus dada karena teriakan queen sangat jelas di telinganya.


Xavier menatap queen dengan seksama. "Lo siapa? tanya xavier dingin.

__ADS_1


Queen menoleh ke arah Xavier. "Gue" tunjuk dirinya sendiri. "Oh kenalin gue anara Lo siapa? Queen ingin mengulurkan tangannya tapi di cegah oleh elang dengan tatapan tajam.


"Iis apaan sih elo" queen menarik tangan nya.


'siapa cewe ini' batin Xavier terus memandangi queen tanpa berkedip.


"Lo yang kenapa" elang terus menghalangi queen supaya tidak berkenalan dengan xavier.


"Gue mau kenalan sama cogan" ucap queen jelas.


Elang yang mendengar perkataan queen sangat kesal. "Ngga"


"Minggir ih gue mau kenalan siapa tau jodoh yekan" queen terus memberontak minta dilepaskan.


Mike melongo saat melihat posisi elang dengan queen karena mereka terlihat seperti berpelukan.


"Woy cewek gue itu" Mike memisahkan elang dan queen berada di tengah tengah mereka.


Mereka sekarang jadi tontonan karena berdebat yang tidak jelas. "DIAM" bentak elang dia sudah jengah melihat queen dan mike.


Seketika semua pada diam tidak berkutik. 'anj*r kaget gue' batin queen.


"Sudahlah gak seru kalian gue mau pulang aja" queen pergi menuju motor nya yang terparkir jauh di area tawuran tersebut.


"Kita akhiri saja tawuran ini, kalian semua balik ke markas obati yang terluka" ucap elang buru buru ia ingin mengejar queen.


Queen tengah memikirkan sesuatu tapi dia tidak tau apa yang dia pikirkan. "Gue kenapa ya kok kayak


gelisah gini"


"Ck gue keluar pengen nenangin pikiran eh malah nambah pikiran kek nya" gumam queen.


Saat hendak mengendarai motor ada sebuah tangan mengambil kunci motor queen. "Loh kunci motor gue" ucap queen.


"Mau kemana hm"


"Pulang emang mau kemana lagi" jawab queen memutar bola matanya malas.


"Ikut gue" elang langsung menarik queen menuju tempat motor nya di parkir.


"Loh bukannya tadi gue disuruh pulang" heran queen dia hanya pasrah ditarik oleh elang yang entah mau kemana.


"Naik"


"Kalo ngomong bisa di panjangin dikit napa kek bayar aja kalo mau ngomong" ucap queen yang sudah naik di jok belakang posisi queen masih mengenakan helm nya hanya saja motor dia di tinggal.


"Motor lo biar anak BW yang bawa" ucap elang melajukan motornya pelan.

__ADS_1


"Nah gitu dong kalo ngomong jangan sepatah kata doang" queen tidak menjawab ucapan elang soal motor.


"Em btw kita mau kemana? Tanya queen memerhatikan jalanan. " Ck dikacangin gue" lanjut queen.


_____


BLACK WOLF POV


Tawuran kali ini tidak di menangkan oleh siapapun karena kedatangan queen membuat mereka menyudahi perkelahian itu jadi para anggota sudah kembali masing-masing.


"Si bos suka sama nara gak sih" ucap gara sudah pasti sang Playboy ini tengah patah hati melihat kedekatan bos dengan gadis pujaan hati nya.


"Emang kenapa lo kan udah punya pacar mau dikemanakan tuh cewek lo" jawab athar untuk menyadarkan sahabat playboy nya itu.


"Mungkin si bos beneran naruh hati tuh sama ayang nara" Mike berlagak sedih saat mengucapkan kalimat tadi.


"Bagus dong" jawab Jhonatan seketika mereka bertiga melihat kearah nya.


"Elang bisa move on dari Aurora" lanjut jho supaya mereka semua paham apa yang dia maksud.


"Di Ingat kan lagi dong"


"Sudah tidak baik jika terlarut dalam masa lalu" ucap athar mereka menyetujui ucapan athar.


"Kira² bos bawa nara kemana ya" ucap mike tiba tiba.


"Kepo banget lo ya kenapa cemburu" jawab athar sinis.


"Biasa aja kali gak usah gitu"


"Bisa diam tidak" Jho berbicara dingin untuk menghentikan perdebatan sahabat nya dia ingin beristirahat tapi ke ganggu omongan mereka berdua.


Seketika mereka bungkam saling pandang tapi masih saling lempar senyuman.


"Cari tau siapa cewek tadi" perintah Xavier kepada Aron yang duduk berhadapan dengan nya.


"Kenapa?


"Gak usah banyak tanya" ucap xavier tak ingin dibantah.


"Baiklah" jawab aron bangkit dari tempat duduknya.


'Kalo memang benar dia adalah cewek nya gue bakal manfaat kan kesempatan ini untuk membalaskan dendam gue' batin Xavier menyeringai. "Rora kakak akan mencapai tujuan hahaha" suara tawa Xavier menggema di ruangan itu.


"Jika gue tidak bisa membunuh dia maka gue akan membunuh wanita itu jadi impas bukan" Xavier tersenyum miring dan mengepalkan tangannya.......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2