Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 08


__ADS_3

Hari ini kelas XII MIPA 2 tidak ada pelajaran pak anton tidak masuk karena ada acara keluarga, Jadi semua murid santai tak terkecuali cowok populer juga menikmati ponselnya masing-masing.


"AAA GUE MATII WOY TOLONG" Athar berteriak saat dirinya kalah di dalam permainan.


"Lindungi gue gar" Mike meminta perlindungan kepada gara dia tidak ingin mati sama kayak athar.


"Ogah kalo mau mati!! Mati aja sono" gara melengos membelakangi mike mata masih tetap fokus pada layar ponselnya.


"B*ngke lu gak setia kawan" Mike melempar pulpen ke arah gara.


"Ke belakang gue" Elang melindungi Mike dari musuh nya.


"Nah gini dong bos gak kaya demit itu gak punya perasaan sama sahabat sendiri" Gara menatap tajam mike yang di tatap hanya menjulurkan lidahnya mengejek.


"Yes kita menang" Jho mengebrak meja dan merentangkan kedua tangannya, Mereka bermain hampir 15 menit jadi rada pegel apalagi di bagian leher nya.


"Kantin" Ajak elang pada mereka perutnya sudah keroncongan minta makan.


"Skuy bos" Jawab mereka serempak


Mereka berjalan di koridor sesekali menggoda siswi ya siapa lagi kalo bukan si playboy kelas kakap gara.


"Cewe namanya siapa? Gara mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda murid itu.


"Tebar pesona mulu lo gar" Jho mengapit leher gara dan menenggelamkan kepalanya di ketiak jhonatan supaya tidak menggoda murid di sini.


"Woy ketiak lo bau lepasin gue" Ucap gara tidak jelas karena jho menekan terus kepala gara.


"Hahaha kasian banget lo" Athar menendang ****** gara dengan keras hingga membuat gara berteriak.


"AAAA B*NGSAT LO THAR" Athar sudah berlari secepat mungkin supaya gara tidak bisa mengejar nya.


**Kantin yang tadinya sunyi sekarang heboh dengan kedatangan anak black wolf mereka lupa dengan makanan yang tersedia di atas meja karena perhatian mereka teralihkan kepada anak BW.


Mike melambaikan tangan seperti seorang artis yang bertemu dengan fansnya dan memberikan kiss jauh ala ala.


"Aaaa jantung gue gak sehat"


"Gila ganteng banget"


"Tambah ganteng aja anak BW"


"Andai gue bisa gabung dengan anak BW pasti banyak yang nge fans gue"

__ADS_1


"Ye sadar diri cuy lo gak sebanding dengan mereka"


"Kan gue bilang andai kalo jadi kenyataan gak papa bismillah dulu"


Begitulah teriakan para siswi fans beratnya anak BW maupun siswa bahkan ada yang mengambil gambar mereka untuk di abadikan.


"Apaan sih ganggu ketenangan gue" Queen yang sedang asik menyantap makanan jadi terganggu oleh kedatangan mereka Sungguh queen ingin berteriak supaya semua murid diam.


Queen duduk di meja paling pojok sebenarnya itu tempat anak BW tapi queen bodo amat tadi ada murid mencegah queen supaya tidak duduk di kursi paling pojok.


Elang menatap tajam kearah queen yang tengah menikmati bakso Queen sebenarnya tau kalo ada yang memerhatikan tapi queen tetap santai.


"Itu nara ngapain duduk di kursi kita" Athar kaget untuk pertama kalinya kursi tongkrongan nya di duduki oleh orang lain.


Mata mereka melotot tak percaya apa yang di lihat mereka tak habis pikir dengan nara bisa bisanya santai banget tuh orang.


BRAAKK.....


Elang menghampiri queen dan menendang kursi semua mata tertuju pada elang mereka kaget sama seperti queen hampir saja jantung nya pindah hehe canda.


"APA APAAN LO HAH" Bentak queen matanya menatap nyalang ke arah elang yang juga menatap balik.


"Pergi" Usir elang karena dia tidak suka tempat nya di duduki tanpa seizin darinya.


"Itu tempat gue" Elang merendahkan suaranya menahan untuk tetap sabar.


"Tuh ada kursi kosong" Ujar queen menunjuk kursi di sebelahnya.


"Aelah bos kita udah laper nih" Mike tanpa permisi langsung duduk disebelah queen dia sebenarnya penasaran dengan queen jadi ini kesempatan yang pas untuk pdkt dengan nya.


"Ya bos lagi pula kursi pada penuh tuh jadi biarin aja dulu" Athar membenarkan ucapan mike sedari tadi dia berdiri sama seperti mike athar kepo juga.


Elang meninggalkan area kantin mood nya sedang tidak baik baik saja, Elang ingin meredakan emosi nya mungkin di rooftop itu lebih baik.


"Yah malah pergi ini kita siapa yang teraktir" Ucap gara lesu memikirkan siapa yang akan membayar makanan mereka kan selama ini adalah elang.


Padahal mereka kaya tapi berlagak miskin, kalo soal traktiran nomer satu ya gimana kalo ada yang gratis kenapa tidak begitu lah pikiran mereka.


"Thar pesan sana!! nanti keburu masuk kelas" Jho memberikan uang dua lembar berwarna merah kepada athar.


"Baik bang jho" Aksi athar mengundang gelak tawa siswa karena athar memberikan hormat kepada jhonatan.


___________

__ADS_1


**QUEEN POV


Gue tau kalo tuh cowok nge hampiri gue tapi gue bodo amat, Asli kaget saat dia menendang kursi dan itu membuat gue emosi.


Gue tuh pengen banget nge hajar tuh wajah yang dingin kek beruang kutub.


Setelah perdebatan kita tak berlangsung lama karena temannya itu langsung mendahului sebelum dia ngomong.


'tampan sih tapi gak punya sopan santun, mereka tuh aneh ya padahal tuh orang kek gitu masih di jadikan idola' Batin queen nge ngibahin elang, Agak aneh si queen membatin.


Gue pun melanjutkan makan yang tadi sempat tertunda mengabaikan mereka, Gue melirik sekilas saat elang keluar dari kantin.


'pergi aja sono biar gue tenang damai' Gue menyantap kembali dan menghabiskan bakso gue.


"Eh nara udah lama kita gak ketemu!! Gimana kabarnya sekarang?" Basa basi mike menatap queen tak berkedip.


"Iya nih lo sakit atau gimana kok baru masuk" Gara ikut ikutan matanya dari tadi tidak berpaling sedikit pun. 'anjir ini beneran nara kok cantik banget ya kalo dari dekat kelihatan semua cantik nya' Gara terpesona oleh penampilan queen ya bisa dibilang wajah nara memang cantik hanya saja ketutupan kacamata.


"Seperti yang kalian lihat" Jawab queen dengan nada dingin dan cuek.


'gila dingin cuy' Mike mengangguk tanda paham, Tak lama pesanan mereka datang si penjual menyuruh untuk menikmati makanan nya.


Hening semua sibuk dengan kegiatan masing-masing Queen berdiri karena sudah selesai jadi dia akan kembali ke kelas.


***Di sisi lain elang menikmati angin sepoi-sepoi di rooftop kaki nya bertumpu pada lutut nya tidak ada kegiatan karena elang tidak suka rokok jadi dia hanya memejamkan mata saja.


Elang memikirkan kejadian tadi di kantin dia semakin curiga dengan si cupu, Aneh sungguh di luar nalar sejak kapan cupu bisa berubah dengan sikap nya.


'apa gue harus menyelidiki dia' Elang bertanya tanya dia bingung sendiri saat memikirkan gadis itu.


Drrrtt.....drrrtt.....


Lamunan gue teralihkan oleh ponsel berdering nomor tidak dikenal Gue tidak berniat untuk mengangkat nya malas ingin menyendiri dulu.


Tak lama ponsel gue kembali berbunyi bukan panggilan masuk tapi sebuah pesan dan itu dari nomor yang sama.


+6287*********


( Gue tunggu lo di jalan XX )


Ckk....


Gue pergi dari rooftop menuju lokasi tadi yang di berikan oleh orang itu......

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2