Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 23


__ADS_3

Di pagi hari keluarga Joseph sedang sarapan sebelum melakukan aktivitas masing-masing, derap langkah semakin jelas menuju meja makan Queen menenteng tas ransel nya lalu menaruh di sofa ruang tamu dengan jaketnya.


Gue bergabung sama mereka lalu menarik kursi paling ujung gue tau mereka merhatikan gerak gerik gue bodo amat yang penting mereka tidak menggangu ketenangan gue di pagi hari.


"Loh mas itu jam kamu kenapa ada di Nara" kaget meyra saat tidak sengaja mata nya menangkap pergelangan tangan queen.


Hendra membulatkan matanya melihat jam itu dipakai oleh anak nya, setau Hendra jam itu sudah hilang akibat Hendra ceroboh dan sekarang jam itu kembali tapi sudah di pakai orang yang tak lain anak nya sendiri.


Queen menghentikan aktivitas makan nya. "Ini maksud Lo? Tanya gue mengangkat tangan kiri gue ke atas.


"Iya itu punya papa kenapa ada sama kamu!! Sini balikin" Meyra bangkit menuju dimana queen duduk.


"Papa" gumam gue menatap Hendra.


Hendra tidak bisa menggerakkan tubuhnya akibat syok jam itu mengingat kan pada pembunuhan istri nya.


Pandangan Queen tak lepas dari Hendra yang terlihat berbeda saat melihat jam di tangan nya. Meyra berusaha melepaskan jam di tangan queen. "Lepas Nara ini milik papa berani sekali kamu mencuri nya" terlihat meyra marah karena anak tirinya mengambil barang Hendra pikir meyra.


"Kamu tau ini pemberian saya kepada mas Hendra kenapa jam ini ada di tangan kamu!! kamu pasti mencuri jam ini jika papa tidak memberikan itu pada kamu" jelas meyra terus berusaha membuka jam itu.


"Sstthh... Gue gak mencuri jam ini" Queen melepaskan tangannya dari meyra refleks menutupi pergelangan tangan kiri nya.


"Iiih gak ngaku Lo dasar tukang pencuri" ucap clarissa sinis dari tempat duduknya.


"BALIKIN KE MAMA NARA ATAU SAYA PAKSA DENGAN KEKERASAN" meyra emosi karena Queen tidak mau melepaskan benda itu.


"Gak gue butuh jam ini" mata queen tetap fokus ke arah Hendra yang diam tak berkutik sama sekali.


PRANG....


Tanpa sepengetahuan queen meyra melempar piring bekas queen makan tadi hingga berhamburan kelantai , Queen memegang d*da nya sakit akibat benturan piring yang dilempar meyra.


"HEY KAMU MAU JADI PENCURI SEKARANG" ucap meyra menendang kursi di depan nya.


Gue memejamkan mata sesaat dengan menarik nafas dalam-dalam saat tahu kebenaran nya jika Hendra lah di balik semua ini.


"GUE BUKAN PENCURI JAM INI MILIK ORANG YANG NGEB*NUH MAMA NYA NARA" teriak queen d*da nya naik turun mengetahui siapa pelaku pembunuhan ibu kandung Nara.


Semua orang yang ada di sana mencerna ucapan queen Hendra dia sudah kalang kabut mendengar perkataan anak nya menyebutkan siapa pemilik jam itu.


"Apa yang kamu katakan?


"Lo tadi bilang jam ini milik dia kan" tunjuk queen ke arah Hendra.


"Lo budek apa gimana tadi kan mama sudah katakan kalo itu jam punya papa yang dikasih oleh mama" ujar clarissa kesal mood pagi nya hancur.


Gue tersenyum kecut apa tujuan Hendra melakukan itu bukan kah dia sangat mencintai istri pertama nya queen tahu itu dari Nara jika sang papa sangat mencintai mama itulah kata-kata Nara.


"Kenapa Lo diam!! Takut ? HAHAHA AKHIRNYA GUE MENEMUKAN PEMBUNUH ITU" Queen memutari badan nya sambil tertawa membuat Meyra dan Clarissa bingung.

__ADS_1


"Apa Nara salah makan? Bisik cla pada meyra sudah berdiri disamping mama nya.


"Apa yang kamu katakan" Suara bariton itu menghentikan tawa Queen.


"Lo!! Jadi selama ini Lo pelakunya" Queen menunjuk Hendra rahangnya mengeras karena tahu kebenaran nya.


"Pelaku apa yang kamu bicarakan Nara papa tidak mengerti" Meyra dan Clarissa hanya jadi penonton antara anak dan ayah itu.


Bi rumi tak berani memperlihatkan diri dia hanya bisa mengintip dari dapur.


"GAK USAH PURA-PURA T*LOL ANJ !!! LO MAU JADI PENGECUT TIDAK MAU MENGAKUI KESALAHANNYA"


Hendra mengepalkan tangannya tidak terima jika dimaki oleh anak sendiri. "NARA BICARA YANG SOPAN SAMA PAPA"


BRAAK...


PRANG...


Hendra memukul meja makan kaca itu dengan kursi sehingga pecahan kaca dimana mana, Jangan ditanya mereka kaget apa yang dilakukan Hendra dia terlihat sangat marah kepada queen.


"PAPA LO BILANG SEJAK KAPAN GUE PUNYA PAPA PEMBUNUH SEPERTI ELO" Queen mendekati Hendra pandangan tak pernah teralihkan masih menatap wajah hendra.


Bughh....


Queen memukul wajah hendra hingga tersungkur ke lantai mengenai pecahan kaca dia harus membalas semua perbuatan nya.


"PAPA" teriak Meyra dan Clarissa tangan Hendra terluka akibat pecahan kaca Hendra meremas beling itu lalu.


Untung Queen cepat menutup mata nya hampir tadi itu menusuk mata queen, hanya saja wajah queen terluka oleh goresan kaca yang dilempar Hendra.


Bi rumi sudah sedari tadi menangis membungkam mulut nya sendiri karena tidak bisa melindungi anak majikannya.


Meyra melongo tak percaya apa yang dilakukan Hendra dia belum paham apa yang mereka bicarakan saat ini clarissa sudah berada di belakang meyra takut dengan kemarahan Hendra.


"B*NGSAT LO HENDRA"


"JADI LO TAU TENTANG JAM ITU" Hendra bangkit terus melangkah ke arah Queen.


"LO PELAKU NYA KAN? JAWAB JANGAN JADI PENGECUT" teriak gue memenuhi rumah dua lantai ini.


"Hahaha.... Iya saya yang memb*nuh istri tercinta saya Liona!! Apa kamu tau alasan saya memb*nuh dia? Hendra terkekeh melihat reaksi orang di sana.


Tiga orang itu kaget mendengar pengakuan Hendra meyra tahu jika liona di b*nuh tapi suami nya sendiri pelaku nya.


Queen terdiam sejenak. "Orang seperti Lo pasti ingin harta" Ucap queen dingin mata nya tidak sengaja bertemu dengan mata bi rumi yang sedang menangis.


'bi rumi' Queen memberikan senyuman pada bi rumi supaya tenang tidak menghawatirkan dirinya.


"Papa" panggil meyra Hendra menoleh ke istri nya lalu berkata lembut. "Mama tenang aja papa gak bakal macam-macam sama mama"

__ADS_1


Hendra kembali menatap anaknya. "Ya kamu benar Nara papa melakukan itu demi harta, Asal Nara tahu mama kamu itu tidak memberikan separuh harta nya untuk papa jadi itu membuat papa marah!! karena saya lah yang mengelola perusahaan itu tapi saya tidak menerima sepeserpun" Jelas Hendra detail.


"MAMAH NARA GAK MUNGKIN BEGITU!! DIA PASTI ADA ALASAN KARENA TIDAK MEMBERIKAN LO HARTA NYA" Queen menyangkal ucapan Hendra dia yakin pasti ada alasan kenapa liona tidak memberi nya.


"Baiklah papa lupa bahwa Nara sekarang pintar tidak bodoh seperti dulu!! Ya seperti yang Nara katakan tadi pasti liona mempunyai alasan alasannya ialah--" Hendra menjeda ucapan nya ingin membuat mereka penasaran.


Mereka menunggu Hendra untuk melanjutkan perkataan nya. "Alasannya karena liona tahu bahwa saya berselingkuh dengan meyra. Jadi dia marah tidak terima dan mencabut semua aset nya dari ku liona berkata bahwa dia tidak akan pernah memberikan hartanya"


"Saat itu Liona tahu saya merencanakan pembunuhan terhadap nya. Pertama memang gagal tapi yang kedua saya berhasil memb*nuh dia di kamar nya" ucap hendra dengan penuh bangga terhadap diri sendiri.


Mata queen memerah perih rasanya dia sendiri tidak mengerti kenapa mata nya bisa sangat perih. "TERUS LO KENAPA SELALU NY*KSA NARA"


Buliran bening menetes bersamaan teriakan queen nafas nya tersengal-sengal karena di bagian d*da nya yang terasa sangat sakit mungkin karena raga nya milik Nara jadi itu menyakitkan tahu kebenaran tentang kematian ibu nya.


"KAMU TAHU LIONA MEMINDAHKAN HARTA NYA PADA KAMU"


"Setelah kejadian kecelakaan liona dia langsung berfikir bahwa saya dalang semua itu, liona meminta pada pengacara nya untuk memindahkan harta milik nya pada kamu Nara saat umur 17 tahun dan semua itu milik kamu!!MILIK KAMU SAYA TIDAK PUNYA APA-APA PADAHAL SAYA YANG MENGELOLA PERUSAHAAN ITU..Jadi itu alasan saya meny*ksa kamu" Hendra mencekik leher queen matanya melotot sempurna.


"Kamu sekarang harus nurut sama papa jika tidak mau bernasib sama seperti mama kamu" Hendra menoleh ke arah meyra membuat sang empu gemetaran.


"Kamu ambilkan berkas pengalihan nama di ruang kerja saya" tunjuk hendra pada meyra tangan kirinya masih mencekik leher queen.


Queen sudah kehabisan oksigen wajahnya sudah pucat karena Hendra terus mencengkeram kuat.


Bi rumi berlari ke luar dimana pertengkaran itu terjadi. "T- tuan saya mohon lepasin non Nara" bi rumi bersujud di kaki Hendra memohon untuk meminta belas kasih.


Sedangkan gue menggeleng jika bi rumi memohon pada Hendra, Hendra menendang bi rumi tidak mendengar kan permohonan nya.


Aakhhh......


Gue menendang milik hendra dan itu berhasil membuat melepaskan cengkraman di leher gue, Gue langsung menghampiri bi rumi lalu memeluk nya.


"Papa" clarissa menghampiri Hendra yang tengah kesakitan memegang milik nya yang tadi kena tendangan queen.


"ANAK SIALAN BERANI NYA KAU"


Hendra menyeret queen lalu menghempaskan tubuh queen hingga menabrak tembok.


"Non Nara" panggil bi rumi ingin mengejar queen tapi di halangi clarissa.


Queen memejamkan matanya merasakan sakit dimana Hendra memb*nting tubuhnya Meyra datang dengan berkas yang di minta hendra.


Hendra kembali menghampiri queen lalu menarik rambut hingga mendongak menatap kearah nya.


"Cepat tanda tangan berkas ini jika kamu masih ingin melihat dunia" ancam hendra memperkuat tarikan nya.


"Gue gak mau" ucap gue dingin menatap hendra tajam gue tetap akan mempertahankan apa yang Nara punya gue gak mau jika milik Nara jatuh pada seorang pemb*nuh.


Hendra tersenyum miring melepaskan tangannya dari rambut queen. "Baiklah jika memang itu mau kamu" Hendra kembali memberikan berkas itu pada meyra lalu menyeret paksa anak nya ke gudang.....

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2