Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 40


__ADS_3

Berulang kali pintu di ketuk tapi tak kunjung dibuka sedangkan yang mengetuk berdecak kesal karena orang yang di dalam masih belum membuka pintu.


"QUEEN BANGUN WOY SUDAH PAGI" teriak Reno dari luar sudah dari tadi dia berada di rumah Nara untuk menjemput queen ke bandara.


"QUEEN!! ABANG DOBRAK PINTU NYA KALO LO GAK BUKA PINTU"


Queen merasa terusik dengan teriakan itu dia perlahan mengerjap-ngerjapkan mata untuk menyesuaikan pencahayaan celah-celah gorden melirik kearah pintu yang terus di ketuk.


"Ck bang Reno gak ada kerjaan banget ganggu tidur orang" gumam gue perlahan turun dari ranjang menuju pintu pertama kali yang dilihat wajah Reno yang ditekuk menatap tajam dirinya.


"Udah jam berapa sekarang kok baru bangun"


"Masih pagi Lo ngapain teriak-teriak gak jelas" Gue kembali masuk diikuti Reno, Reno berdecak pinggang melihat queen kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Buruan mandi kita harus ke bandara secepat nya" ujar Reno mengingat kan queen siapa tahu anak itu lupa kalo hari ini akan mengantarkan dirinya.


Queen dengan langkah gontai menuju kamar mandi, Reno memilih untuk turun kebawah menunggu queen di ruang tamu. Tak selang berapa lama queen keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi karena memang walk in closet nya terhubung dengan kamar mandi.


"Ayok"


Reno bangkit dan langsung keluar menuju tempat parkir mobil nya, Queen juga berpamitan pada bik rumi kalo dirinya akan ke bandara untuk mengantarkan Reno.


"Hati-hati non"


Queen tersenyum menanggapi ucapan bik rumi dia segera menyusul Reno ke dalam mobil duduk di samping kemudi, mobil melaju meninggalkan area perumahan hening tak ada yang angkat bicara dan pada akhirnya Reno lah membuka suara lebih dulu.


"Na"


"Kenapa bang?"


"Kan tugas Lo sudah kelar semua kok Lo masih disini" kata Reno setelah dipikir-pikir dari semalam.


"Gak tau mungkin gak lama lagi kok gue balik"


"Gue udah kangen banget sama Lo" ucap Reno mengambil tangan queen dan mengelus nya, Queen terkekeh geli dengan tingkah Reno.


"Idih bukan nya kita udah sering ketemu ya, Lihat Bianca aja gak pernah ketemu gue biasa aja tuh" cibir gue memutar kedua bola mata malas.


"Bian lain Na. Jangan samakan gue dengan nya dong"


"Lah kok gitu? dengar ya bang Reno kita kan satu minggu ini udah sering ketemu sedangkan bian sudah dua bulan gak ketemu sama gue " ucap queen heran dengan sikap Reno akhir-akhir ini setelah bertemu kembali aneh seperti posesif terhadap nya.


Reno hanya tersenyum dan kembali mengambil tangan kanan queen untuk di genggam, queen ingin menarik kembali tangannya tapi Reno melotot supaya tidak dilepaskan.

__ADS_1


'setelah Lo kembali gue gak akan pernah ngelepasin Lo lagi na, gue tau gue salah karena sudah lancang mencintai Lo dalam diam jika suatu saat Lo kembali ke tubuh asli Lo gue akan mengutarakan perasaan gue ke lo Queenara Elizabeth Gabriela gadis kecil ku'


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan akhirnya kedua nya sudah berada di bandara xx mereka terlihat seperti berpamitan untuk perpisahan nya.


Entah keberanian dari mana Reno mengecup kening queen lama, queen tertegun dengan perlakuan Reno karena biasanya Reno tidak pernah mencium nya.


"Jangan terlalu dekat dengan pria itu"


Queen bingung dengan perkataan Reno apa yang di maksud oleh nya. "Emm...bang itu pesawat nya mau berangkat"


Reno terpaksa melepaskan pelukannya lalu mencium singkat kening queen sebelum dirinya pergi.


"Bawa mobilnya hati-hati jangan ngebut paham"Queen mengangguk supaya lekas pergi dari hadapan Reno karena queen tidak nyaman dengan perlakuan Reno kepada nya.


"Gue tunggu Lo disana" Reno melambaikan tangan nya sebenarnya dia tidak rela meninggalkan queen di kota X sendirian karena takut terjadi sesuatu padanya.


"Bang Reno kenapa ya?"


Queen mengusap-usap keningnya yang di cium oleh Reno masih dengan keadaan bingung dengan sikap Abang angkat nya itu.


Didalam perjalanan pulang ponsel disaku nya berdering menandakan ada panggilan masuk tertera nama Meisya dilayar ponsel queen.


📞 "Halo mei kenapa"


📞 "Lo dimana Ra?" tanya meisya diseberang sana.


📞 "Lo mau kemana? kalo Nara gak keberatan boleh dong Lo kerumah gue, jemput Meisya gitu misalnya" diakhiri dengan kalimat kekehan mei sedang nyengir karena menyuruh queen kerumahnya.


📞 "Oke gue kesana sekarang"


Queen menuju jalan kerumah Meisya untuk menjemput nya lagi pula Queen tidak tau mau kemana hari ini.


.


"El teman kamu yang cewek itu kenapa gak kesini?" tanya bunda Mira terhadap anak nya, ya elang sudah pulang dari semalam jadi pagi ini anak BW sudah berkumpul di rumah nya untuk menjenguk bos mereka.


"Nara maksud bunda"


Mira mengangguk karena dia ingin sekali bertemu dengan queen karena kemarin hanya sebentar ngobrol nya.


"Ngapain bunda nanyain Nara" percakapan ibu dan anak itu di dengar oleh anggota nya apalagi juga disana ada ayah Angga juga yang sedang bersantai menikmati hari dengan secangkir kopi hangat.


"Emang salah bunda nanyain teman kamu itu!! enggak kan bunda disini gak ada teman nya masak bunda bergabung dengan kalian para lelaki" ucap bunda Mira mengundang tatapan dari ayah Angga.

__ADS_1


"Lah emang kenapa bun, bunda kan dari dulu memang begitu gak punya teman gibah" kata ayah Angga setengah menyindir istri nya, karena istri nya itu beda dari yang lain gak pernah bergabung dengan para emak-emak yang suka gibah jadi itu membuat ayah Angga bingung mau senang apa sedih karena istrinya aneh menurut ayah Angga.


"Kesepian bunda!! gak punya teman cerita"


"Tuan" panggil satpam yang bertugas di depan.


Mereka menoleh kearah satpam yang setengah membungkuk itu. "Ada apa?" tanya Angga.


"Di luar ada tamu"


"Siapa pak?" tanya bunda Mira penasaran apa rekan kerja suami nya yang datang pikir Mira.


"Tuan Louis Anderson"


"APA" teriak mereka bersama kaget mendengar ucapan pak satpam apa mungkin mereka salah dengar. "Siapa pak tamu nya?" tanya Mike untuk memastikan .


"Tuan Louis dengan keluarga nya"


Elang bergegas untuk melihat nya langsung dan benar saja di luar ternyata ada Xavier dan kedua orang tuanya. Xavier menyadari ada yang memerhatikan nya menoleh kebelakang terdapat elang yang berdiri di pintu.


Perlahan elang menghampiri Xavier dan berhenti tepat didepan nya. "Kenapa berdiri disitu ayo masuk"


Xavier menatap tak percaya dia kira elang akan mengusir nya karena berani datang kerumah nya.


"Om sama tante juga"


Elang merangkul pundak Xavier untuk masuk kedalam rumah nya membuat para anggotanya menatap takjub kepada elang.


"Mereka baikan" ucap salah satu anggota anak BW.


"Mungkin" Athar mengangguk dengan keadaan linglung setelah beberapa tahun mereka berdua kembali bersentuhan maksud nya bersentuhan bukan karena ingin berkelahi melainkan tanda keakraban.


"Gimana keadaan Lo?" tanya Xavier duduk bersebelahan dengan elang bunda Mira menyambut kedatangan Miranda dengan senang hati.


"Baik"


"Nia kamu apa kabar" bunda Mira memang memanggil Miranda dengan sebutan Nia karena nama mereka mirip jadi biar gak bingung dulu mereka sepakat untuk memanggil nama Miranda dengan sebutan Nia yang artinya nama kepanjangan dari Miranda Lovania.


"Mira kamu gak benci kan sama saya" ujar Miranda takut Mira membenci nya karena kesalah pahaman itu.


"Astagfirullah ngapain saya benci, kita tetap saudara seperti dulu" mereka berpelukan untuk mengurangi rasa rindu karena sudah lama tidak pernah bertemu.


"Louis kamu ingin cosplay jadi patung? Kenapa berdiri disitu kemarilah duduk di samping saya" kata ayah Angga mempersilahkan Louis duduk.

__ADS_1


Akhirnya setelah lama ditunggu-tunggu dua keluarga yang tak pernah berkomunikasi itu kembali seperti semula tanpa ada benci diantara kedua keluarga itu. tawa yang memenuhi ruangan menggambar kan bahwa sangat bahagia dengan kehadiran nya...


Bersambung


__ADS_2