Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 37


__ADS_3

Queen membuka matanya perlahan dirinya bingung dengan tempat yang ditempati saat ini Queen melihat sekeliling dan ternyata dia ada di dalam mimpi.


"Hai queen" sapa Nara berdiri di sebelah gue pas ketemu Nara selalu menampilkan senyuman nya.


"Kenapa?"


"Queen udah capek ya" ucap Nara tersenyum membuat gue merinding.


"Lo muncul lagi mau ngasih tau gue kan, soal kepulangan gue" ucap queen antusias dia sangat bahagia akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga tapi ucapan Nara membuat senyuman nya luntur seketika.


"Belum saatnya queen" jawab Nara terkekeh melihat reaksi wajah queen yang berubah seketika karena ucapan nya.


"WHAT"


"Ish queen!! Nara gak budek tau" Nara memanyunkan bibirnya karena kesal dengan teriakan queen dia memegangi telinga kanannya yang terasa berdenyut.


"Lo bilang apa? Belum saatnya! Lah situ ngapain muncul kalo gue gak pulang sekarang bukan nya Lo bilang akan muncul lagi kalo gue mau balik ke tubuh asli gue" Cerocos gue ingin sekali mencekik leher arwah di depannya ini.


"Hihi Nara cuma mau ngasih tau aja kalo pelaku p3mbunuhan nya aurora sudah ketemu!! Tapi-"


Nara menggantung ucapan nya membuat gue penasaran sabar hanya itu yang ada dipikiran gue kalau berhadapan dengan Nara.


'arwah bisa mati dua kali gak ya? Soalnya gue pengen banget bun*h ni orang'


"Queen Nara denger loh kalo queen mau ng3bunuh Nara" ujar Nara membuat gue kaget sekaligus bingung darimana dia tau kalo gue ada rencana pengen bun*h dia kalo bisa.


"Lo kok tau?"


Nara tertawa keras sangat lucu ekspresi queen jika sedang bingung.


"Anj!ng jangan ketawa, Lo tau ketawa Lo itu nyeremin bikin gue merinding" ucap gue membuat Nara mengerjap-ngerjapkan mata nya.


"Iyakah ketawa Nara seram masak sih?"


Queen kalau ngeladenin Nara lama-lama gila sendiri dia segera mengalihkan topik pembicaraan pertama.


"Sudah gak usah bahas itu!! Tadi Lo bilang orang yang ng3bunuh Aurora sudah ketemu terus Lo mau bilang apa kok nge gantung" ujar gue bertanya penasaran apa yang akan dikatakan oleh Nara, Nara berpikir sejenak karena dia lupa apa yang ingin di sampaikan kepada queen.


Sedangkan gue menunggu beberapa menit sampai akhirnya nara membuka suara juga.


"Oh iya Nara mau bilang!! P3mbunuh itu sudah ketemu jadi tugas Queen hanya membuat mereka baikan elang dan xavier ya walaupun sudah mengetahui kebenaran nya tapi semua nya sudah terlambat sedikit sih"


"Terlambat"


Nara mengangguk. "Iya karena Xavier tadi mencelakai elang jadi kemungkinan besar Xavier tidak bisa di maafkan pasti mereka bakal terus bermusuhan sampai seterusnya,, Nara itu cuma pengen orang-orang tidak menyesal di kemudian hari gak bisa merasakan ketenangan di dunia!! jadi Nara nyuruh queen buat ngebantu mereka baikan supaya hidup mereka kembali seperti dulu tanpa ada rasa benci"


"Xavier melakukan sesuatu pada elang?" Tanya gue fokus pada perkataan Nara


"Iya"


Nara menceritakan tentang kejadian antara Elang dan Xavier sedangkan gue masih tidak percaya sebelum gue mengetahui langsung.


"Si anj!ng emang,, gila ya kenapa orang yang wajah nya polos itu kebanyakan b4ngs4t heran gue" ucap gue tak habis pikir fely dia pelaku nya.

__ADS_1


Queen juga sudah ingat siapa fely setau dia felysia Inez Gianina itu adalah pasien nya Revano di kota A dia tidak sembuh-sembuh karena penyakit nya sangat serius yang diderita nya hingga membutuhkan pengobatan yang sepadan dengan penyakit nya.


"Emang iya queen? Gak juga perasaan" setelah nya tak ada pembicaraan diantara kedua nya mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


"Nara pamit aja deh kalo gitu" ucap Nara memecahkan keheningan tapi sebelum Nara pergi queen bertanya sekali lagi.


"Eeh tunggu bentar" cegah gue menghalangi Nara dia mengerutkan kening nya bingung.


"Ini gue kapan pulang nya, gue udah bosen disini kangen banget sama tubuh asli gue" ujar queen memegang lengan Nara.


"Gak lama lagi kok!! Bagaimana kalau besok queen berhasil malam nya queen bisa balik" jawab Nara queen mencerna perkataan Nara besok malam jika berhasil yang queen tangkap dari ucapan Nara.


"Lo serius"


Nara mengangguk membuat queen tersenyum memeluk Nara sambil mengucapkan terima kasih.


"Seharusnya aku yang berterima kasih sama queen karena udah mau bantu aku" Queen menggeleng dia juga senang membantu Nara jadi queen bisa menemukan cerita tersendiri yang berkesan saat dirinya bertransmigrasi.


Setelah nya queen terbangun akibat bunyi alarm yang dia pasang semalam, Queen meraba ponsel nya masih dengan mata tertutup. Dia merentangkan kedua tangan nya hingga berbunyi krek membuat dirinya jauh lebih nyaman.


"Anjir gue telat" saat matanya tak sengaja melirik jam di dinding ternyata jam tujuh lewat 20 menit yang artinya queen bangun kesiangan. Queen menghela nafas kasar karena alarm yang di pasang tadi malam salah membuat dirinya mengumpat kesal.


Queen cepat-cepat menuju kamar mandi hanya sebentar dia segera mengambil seragam sekolah nya lalu berlari keluar menuruni tangga dengan cepat.


"Loh non Nara mau kemana?" Tanya bik rumi heran melihat queen terburu-buru sedangkan queen menjawab dengan teriakan karena telat pergi sekolah.


Bik rumi bengong. "Telat sekolah" gumam bik rumi matanya membulat sempurna mengejar queen keluar sambil berteriak memanggil nama nya.


Bik rumi menghalangi jalan queen sebelum mengatakan sesuatu. "Bik awas Nara telat nih"


"Ini hari Sabtu non" ucap bik rumi queen mengerutkan keningnya Sabtu yang artinya dia libur sekolah.


"Anj!ng bisa-bisanya gue lupa" queen menepuk kepala nya, dirinya terlalu bodoh tidak mengingat hari dan tadi dia ngapain grasak-grusuk walau akhirnya mengecewakan diri sendiri.


"Hehe kok gue bisa lupa ya bik?" Gue terkekeh mengerutuki kebodohan nya bik rumi pamit masuk untuk melanjutkan pekerjaan nya.


"Terus gue harus apa sekarang" setelah berpikir sejenak queen mengambil ponsel nya untuk menghubungi elang siapa tau dia sudah sadar atau enggak ponsel nya dipegang anak BW karena queen ingin bertanya rumah sakit mana elang dirawat.


Lama sambungan telepon terhubung dan di detik terakhir diangkat oleh nya.


📞"Ck lama Lo!! Dimana Lo sekarang?"


📞"Nara kenapa?"


📞"Yee malah balik nanya Lo dimana posisi nya sekarang"


📞"Ra ini gue Jhonatan"


Queen menjauhkan ponselnya pikiran nya ternyata tidak meleset pasti elang masih belum sadar atau memang ponsel nya di pegang Jho.


📞"Oh Jho elang dimana" ucap queen berpura-pura bertanya supaya Jho tidak curiga ya walaupun dia tau kalo elang dirumah sakit.


📞"Rumah sakit Cipto soalnya Elang mengalami kecelakaan kalo elo mau kesini gak papa, Lo sibuk gak kalo enggak boleh lah jengukin elang"

__ADS_1


📞"Oke deh gue kesana sekarang"


Queen mematikan sambungan telepon lalu masuk kedalam untuk berganti pakaian santai. Setelah dirasa selesai semua dia kembali ke motor nya untuk menuju rumah sakit.


Di rumah sakit Cipto Queen menanyakan kamar atas nama Elang Erlangga Putra kepada suster setelah diberi tahu arah nya queen menuju ke lantai atas menggunakan lift untuk mengantarkan ke kamar rawat elang.


Gue celingak-celinguk mencari nomor kamar elang dan ternyata tepat berada dibelakang gue sendiri.


"Ck ternyata gue bodoh"


Queen mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk setelah dirasa ada yang menyuruh masuk queen membuka kenop pintu perlahan kepala nya di masukan terlebih dulu.


"Nara masuk aja gak papa" ucap gara.


Dan ternyata disana sudah ada anak BW mata gue gak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik sedang menyuapi elang.


"Assalamualaikum" ucap gue gugup bingung mau ngucap salam seperti apa karena ditatap oleh wanita itu.


"Cantik" gumam bunda Mira elang menoleh kearah bunda nya dia mendengar ucapan bunda Mira tadi.


"Waalaikum salam"


Gue melangkah mendekati elang sesampai di samping nya gue bingung mau ngomong apa.


Queen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil berpikir. "Emm... Gimana keadaan Lo?"


"Lo kok bisa disini?"


"Jho ngasih tau gue kalo elo kecelakaan" jawab queen seadanya.


"Kamu pacar nya elang?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Mira membuat mereka terkejut sama halnya dengan queen dia menunjuk dirinya sendiri.


"Bukan tante Nara teman nya elang" ucap gue menyangkal ucapan Mira yang mengira pacar nya elang.


"Bunda" elang memperingati bunda nya.


"Oh gitu ya. Tante minta maaf karena salah soalnya El gak punya teman cewek setau bunda jadi bunda kira kamu pacar nya karena ini pertama kali bunda lihat ada yang menjenguk El seorang gadis" bunda Mira seperti kecewa dengan perkataan queen dia kira anak nya sudah mau menerima kenyataan nya.


"Gak papa kok tante"


"Lo jatuh dari motor apa gimana El?" Tanya gue masih dengan sandiwara.


"Elang berantem dengan Xavier tadi malam dan xavier juga menusuk elang di bagian perut nya" ucap Jho memberi tahu kejadian tadi malam.


"Xavier!! terus dia dimana sekarang?" Tanya gue beralih menatap Jho.


"Dia menyerahkan diri di kantor polisi"


"Hah" Kaget queen ekspresi wajah nya tak luput dari pandangan elang.


'bagaimana sekarang yang harus gue lakukan' batin queen memikirkan supaya tak ada dendam di antara mereka....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2