Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 32


__ADS_3

Bianca menangis terharu dia sangat bahagia mengetahui bahwa sahabat baik-baik saja,, queen ingin sekali memeluk bianca tapi tak bisa karena mereka berjauhan.


"Jadi waktu itu beneran elo"


"Iya Lo tahu gue waktu itu hampir putus asa" Queen memanyunkan bibirnya matanya sudah berkaca-kaca sejak dari tadi dia tahan supaya tidak tumpah.


"Kalo mau nangis, nangis aja na" ujar Reno yang menjadi nyamuk diantara kedua adeknya.


"Apa sih"


"Hahaha iya queen kita nangis bareng aja!! Emm... Kalian kapan kesini?" Tanya bian sudah merindukan kebersamaan.


"Gak tau" jawab queen seadanya.


"Lo nanya itu mulu kita pasti pulang kok tapi menunggu waktu yang tepat"


"Tau ah ngambek gue" Bianca membuang muka tanda ia marah Reno dan Queen tertawa terbahak-bahak melihat tingkah bianca.


"Hilih ngambek aja bilang" cibir queen memutar kedua matanya.


"Biarin!!! Biar kalian tau kalo gue lagi ngambek" Bianca dan Queen adu mulut jika mereka sudah begitu tidak ada yang akan berani menghentikan nya.


"Dahlah gue gak berguna sekarang" gumam Reno menggeleng dengan tingkah dua manusia di layar ponselnya...


"El Lo kalo ada masalah cerita sama gue" ucap Jho kasian melihat elang ngamuk gak jelas bahkan markas BW sudah acak-acakan karena ulah elang.


Mereka juga menatap sang bos dari tadi memarahi anak BW yang salah sedikit bahkan yang tidak bersalah kena amukan elang.


"El Lo dengerin gue gak?"


"Lo gak usah ngebacot mending kalian semua keluar" ucap elang membuat mereka merinding anak BW segera keluar takut kena amukan lagi.


Jhonatan tak mengerti kenapa dengan sahabat nya dia keluar meninggalkan elang sendirian,, Jho berjalan kearah Mike ingin bertanya padanya mereka tadi pulang bareng pasti Mike tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Mike apa ada yang mengusik ketenangan Elang?"


Mike ragu untuk menjawab apa benar elang seperti itu karena kejadian dirumah nya Nara.


"Mike jawab"


"Gue gak tahu pasti sih!! Tapi mungkin ini ada hubungan nya dengan Nara sama pacarnya" jawab Mike memberi tahu kepada mereka kenapa elang sangat marah.


"Nara,, pacar? Maksud Lo apa" ucap gara belum paham perkataan mike.


"Gini tadi pas kita di rumah Nara kita ketemu sama pacar Nara jadi dari situ bos sudah bertingkah tak bersahabat dengan kehadiran cowok itu" Mike menjelaskan apa yang terjadi dirumah Nara tadi siang.


"Dugaan gue benar kalo elang memang menyukai Nara" ucap Jho sekarang dia mengerti tapi kenapa elang menepis rasa suka itu.


"Kok gue jadi kasian sama bos ya" ujar Athar jika mengingat tentang percintaan sahabat nya yang tidak berjalan mulus sesuai rencana.


"Ya gimana lagi kalo bukan jodoh"


Mereka mengangguk setuju dengan ucapan gara. "Gue pergi dulu mau dinner sama cewek gue" setelah mengatakan itu gara keluar ingin menjemput kekasih nya mereka sudah janjian untuk ketemu malam ini.


"Ck bos lagi patah hati anak buahnya malah sibuk pacaran" cibir Athar kesal dengan gara yang tidak memikirkan keadaan elang.


"Sudah jangan bertengkar gue gak mau BlackWolf hancur" ucap Jho memperingati Athar takut nanti malah jadi musuh.


"Kita harus bagaimana?"


"Ya gak gimana²" jawab athar membuat Mike melempar bantal sofa kearah nya.


"Bang jho mau kemana?" Tanya salah satu anggota BW.

__ADS_1


"Keluar sebentar kalian disini saja jangan kemana-mana kalo terjadi sesuatu sama elang langsung hubungi gue"


"Kok pada keluar sih" heran Athar dia bangkit ingin ke kamar nya yang sudah tersedia di markas BW.


"Mau kemana Lo thar? Keluar juga"


"Gak!! Mending gue tidur pacaran sama guling" jawab athar melengos pergi.


"Kita main gak nih?"


Mike dengan anggota BW bermain game di ponsel nya untuk menghilangkan bosan ingin tidur masih jam 19.07 belum terlalu malam jadi mereka semua memutuskan untuk bermain saja...


Jhonatan dia ingin menemui queen untuk meminta bantuan nya Jho hanya kepikiran bahwa cewe itu yang bisa meredakan amarahnya elang,, Jika terus terusan tidak di hentikan maka markas BW jadi korban nya.


Sampai dirumah Nara Jho segera turun menekan tombol bel tak lama muncul lah clarissa.


"Ngapain Lo disini?" Tanya jho tidak suka.


"Kenapa? Lo mau cari siapa" Clarissa heran kenapa Jhonatan datang ke rumah Nara.


"Nara dimana dia?"


Clarissa mengangguk dia menyuruh Jho masuk tapi Jho menolak dia akan menunggu queen di teras saja.


Tok...tok..


Queen menoleh kearah pintu yang diketuk dari arah luar clarissa memanggil namanya.


"Nara ada yang mau bertemu dengan Lo"


Ceklek...


"Siapa?" Queen langsung menanyakan siapa yang ingin bertemu dengan nya.


"Jhonatan dia ada di teras tadi gue nyuruh masuk dia gak mau" jawab clarissa dia pamit setelah memberi tahu queen.


"Kenapa gak masuk" ucap Queen membuat Jho terkejut mengelus dada nya.


"Anj"


Queen memerhatikan Jho dari bawah ke atas celingak-celinguk mencari anak BW lainnya.


"Lo sendirian?"


"Ra gue minta tolong!! Lo sekarang harus ikut gue" Jho menarik tangan queen tapi queen menahan nya tidak mengerti maksud perkataan jhonatan.


"Tunggu ada apa?" Tanya gue aneh dengan tingkah Jho yang terburu-buru.


"Lo harus ikut gue.. Gue butuh bantuan Lo" Jho terus menarik queen mendorong nya masuk ke dalam mobilnya.


"LO NYULIK GUE" teriak queen memberontak dia ingin keluar tapi di kunci oleh Jho dari luar,, Jhonatan segera berlari menuju pengemudi sebelum queen kabur Jho bergegas kembali mengunci pintu mobil nya.


"Jho lepasin gue" ucap queen bingung kenapa tiba-tiba Jhonatan memperlakukan dirinya seperti ini.


"Nanti Nara Lo harus ikut gue dulu!! Santai aja gue gak bakal ngapain-ngapain Lo kok rileks" Jho tetap fokus mengendarai mobil nya menuju markas BW sedangkan queen dia memilih diam walaupun tak mengerti dengan ucapan Jho.


Clarissa yang mengintip di balik jendela bingung karena queen dipaksa masuk kedalam mobil. "Mau dibawa kemana tuh"


"Non cla ngapain"


Clarissa kaget dan menoleh kebelakang ternyata bik rumi clarissa kesal dengan bik rumi tiba-tiba muncul.


"Bik rumi,, bisa gak kalo gak ngagetin cla" clarissa menghentakkan kakinya meninggalkan bik rumi yang menatapnya.

__ADS_1


Bik rumi kembali ke kamar nya untuk istirahat dia tidak tahu soal queen yang dibawa oleh jho..


"Ayok turun" ajak Jho queen melihat sekeliling matanya menangkap bangunan yang luas di depan tertulis BlackWolf.


"Lo ngapain bawa gue kesini?" Tanya gue masih memerhatikan bangunan yang berada didepan nya.


Jho kembali menarik tangan queen untuk masuk queen menghela nafas nya dia mengikuti langkah Jhonatan sampai didalam queen menjadi pusat perhatian anak BW.


"Nara"


Mike menghampiri queen yang disamping jho heran kenapa dia ada di markas nya.


"Lo-"


Mike tak melanjutkan perkataannya karena jho kembali menarik queen menuju ruangan yang ditempati elang.


'ini markas apa bukan kok berantakan gini' batin queen melihat sekeliling markas yang seperti di bantai oleh orang.


"Gue minta sama Lo tenangin elang" ucap Jho sudah berdiri di depan pintu dimana elang berada.


"Elang"


Jho mengangguk menatap queen dengan tatapan memohon agar dia membantu nya. "Ya elang habis pulang dari rumah Lo ngamuk gak jelas,, lihat itu semua ulah nya"


Queen walaupun tak mengerti dia menuruti ucapan jhonatan. 'tuh anak kenapa lagi bikin repot gue aja' Gue perlahan membuka pintu mata gue terbelalak melihat ruangan ini jauh lebih berantakan.


"Anjir Lo apain ruangan ini El"


Elang menoleh kearah sumber suara mata nya menyipit karena kepala pusing akibat pengaruh alkohol Queen hati-hati berjalan kearah elang yang masih tak bergeming.


"Lo kalo punya masalah jangan gini dong" ucap gue setelah berdiri didepan elang.


"Ngapain Lo disini"


Nyali queen menciut mendengar suara elang yang menusuk telinga nya membuat queen susah untuk bernafas.


"Gak tau tadi Jhonatan bawa gue kemari" Queen duduk disebelah elang kepalanya ia miring kan supaya lebih jelas melihat wajah elang.


"Pergi"usir elang saat ini dia tidak mau melihat wajah cewek yang membuat nya sakit hati.


"Ish lo mah gak sopan ngusir tamu yang baru dateng"


Elang memijat kepalanya yang terasa sakit itu tak luput dari pandangan queen. "Kalo pusing sebaiknya Lo tidur jangan kek gini"


Elang tertegun saat sebuah tangan memijat kepalanya membuat nya terasa lebih baik.


Queen menuntun kepala elang untuk tidur dipangkuan nya sambil terus memijat pelan agar pusing nya hilang.


"Lo kayak gini gara-gara gue?" Tanya queen elang tidak menjawab dia hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan queen.


Queen menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Kalo emang karena gue gue minta maaf sudah buat lo kayak gini!! Walaupun gue gak tahu permasalahan nya tapi jika itu menyangkut gue ya gue cuma bisa minta maaf doang"


Elang bangun membenarkan posisi duduknya. "Lo gak ada sangkut pautnya dengan keadaan gue sekarang" ucap elang masih dengan nada dingin.


Gue terkekeh geli mendengar jawaban elang. "Oo jadi bukan karena gue terus ngapain Jho nyulik gue tadi!! Gak ada kerjaan banget ya dia padahal gue mau tidur tapi di ganggu" ucap gue sambil menguap karena kantuk mulai datang.


"Nyulik?"


"He'em dia nyulik gue tadi,, gimana kalo Lo anterin gue pulang soalnya sudah ngantuk berat nih" rengek queen menarik-narik lengan elang sungguh queen benar-benar ngantuk matanya sudah tak bisa dibuka.


Elang melihat queen dan benar saja cewek ini terlihat sangat lelah karena menahan kantuknya.


"Gue gak bisa"

__ADS_1


"Huaa... Lo gak kasian sama gue besok gue mau sekolah harus cepat-cepat tidur biar punya tenaga" Queen terus merengek meminta untuk diantar kan pulang mau tak mau elang menuruti nya untuk mengantarkan pulang kerumahnya.....


Bersambung.....


__ADS_2