Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 06


__ADS_3

Malam hari dikediaman joseph queen menyiapkan berbagai macam makanan karena sebentar lagi jam 19.30 wib waktu untuk makan malam , Setelah semua nya selesai gue hendak memanggil mereka yaitu Hendra meyra dan clarissa Saat ini mereka sudah menuju meja makan dan duduk di kursi masing-masing.


Gue hendak pergi meninggalkan mereka tapi clarissa mencegah gue.


"Cupu ambilkan gue air dingin" Perintah clarissa pada queen Gue sebenernya ingin menghantam wajah cla tapi gue tahan soalnya males pengen cepet-cepet istirahat dari tadi sehabis pulang sekolah sudah membersihkan ruangan di rumah berlantai dua ini Cukup luas jadi badan gue remuk apalagi masih sakit punggung gue.


Queen menyodorkan gelas berisikan air dingin yang tadi cla meminta pada queen. "Oke yaudah sana pergi nanti gue gak nafsu makan ngeliat pembun*h ada disini" Clarissa mengibaskan tangannya untuk mengusir queen.


Gue menatap tajam kearah clarissa Sedangkan hendra dan meyra merinding melihat tatapan gue , Clarissa menundukkan kepalanya takut seakan mata milik queen adalah pisau yang akan mencincang cincang dirinya.


"I-itu nara kok bisa menatap kita seperti tadi" Meyra heran dengan anak tirinya setelah kecelakaan nara berubah meyra tau kalo nara amnesia dan itu merubah nara yang cupu menjadi bad girl.


"Mama tau gak nara di sekolah tadi , nara jadi topik pembicaraan anak SMA Nusantara" Clarissa mengadu pada meyra soal queen yang menggemparkan sekolah.


"Sudah sudah gak usah bahas anak itu , sebaiknya kita makan" Potong hendra


Mereka makan dengan tenang sesekali berbincang bincang layaknya keluarga harmonis , Sedangkan queen dia memang tidak diizinkan makan bersama di meja makan jika queen ingin makan nanti setelah mereka sama seperti nara dulu Kadang nara tidak makan dari pagi hingga ke pagi karena ulah mereka yang tidak mengizinkan makan , berbeda dengan queen dia tetap maksa untuk makan yakali queen tahan.


Queen bukan nara yang lemah dia bisa melawan jika queen mau kalo boleh ngebunuh mereka sekaligus supaya hidup dengan tenang.


"Gila capek banget gue langsung tidur apa enak ya" Queen sekarang berada di kamar karena tadi queen sempat berdebat dengan hendra untuk tidur di kamar milik nara dulu yang sekarang di tempati clarissa tapi queen berhasil mengambil alih kamar itu.


Jadi sekarang kamar nara sudah berada di genggaman queen , Queen tahu rumah ini atas nama Anara liona joseph karena ibu nara mewariskan ke nara tepat umur 17 tahun Jika umur nara sudah genap 17 tahun maka rumah ini akan beralih ke tangan nara dan semua aset milik nara.


Hendra tidak punya kekuasaan dirumah ini , dia memanfaatkan nara waktu kecil supaya kalo nara sudah umur 17 bisa langsung tanda tangan untuk alih rumah ke dirinya.


Meyra nyuruh hendra untuk memberikan berkas yang bakal di tanda tangan oleh nara Tapi hendra menolak karena dia gak yakin pada nara apa mau atau tidak , Dilihat nara yang sekarang berbeda dengan nara dulu jadi hendra belum berani.


Apalagi tadi sempat berdebat masalah kamar , hendra jadi menciut tidak berani mengusik anak itu.


__________


QUEEN POV


Gue sepulang sekolah menuju ruang kerja hendra untuk mencari sesuatu yang bisa gue gunakan alhasil gue menemukan berkas-berkas berisikan pengalihan nama , Dan sekarang gue ngerti jadi rumah yang saat ini gue tempati adalah rumah nara.


"A*j*r ternyata mereka numpang , sudah numpang masih gak tau diri" Queen kesal dengan keluarga laknat itu bisa bisanya mereka memperlakukan pemilik rumah ini seperti pembantu.

__ADS_1


'apa gue ambil aja ya sertifikat rumah nya jadi kan gue bisa berkuasa disini , kalo sewaktu waktu hendra atau talar ny*ksa gue jadi gue bisa memanfaatkan mereka dengan sertifikat ini' Queen tersenyum miring dan mencari sertifikat rumah.


5 menit berlalu akhirnya gue menemukan apa yang gue cari dan gue langsung pergi dari ruang kerja hendra , Queen mengendap-endap supaya tidak ketahuan Setelah berhasil queen menuju kamar nya.


"Kalo di pikir pikir gue hebat juga ya" Queen tertawa renyah jika mengingat tadi yang ia lakukan. Queen memandangi langit langit kamar bernuansa putih abu-abu ternyata kamar nara tidak direnovasi oleh clarissa , Queen mikir kalau selera mereka sama.


"Apa gue minta bantuan bianca untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh nara" Queen mengambil ponselnya sebenarnya queen ragu untuk menghubungi bianca , dia penasaran dengan raga nya saat ini.


"Oke deh gue bakal minta bantuan bian , kan disini gue gak punya teman" Gue memasukkan nomor ponsel gue , Karena queen yakin pasti ponsel nya di pegang bianca Queen menekan tombol memanggil setelah beberapa saat telepon tersambung tapi tidak di angkat.


"Ckk sok sibuk banget lo bi" Gue berdecih dan menghubungi lagi siapa tau kedua kalinya di angkat.


"AAAA B*NGS*T" Queen membuang ponsel ke ranjang sudah beberapa kali queen mencoba menghubungi ponsel miliknya tapi tidak diangkat.


"Mungkin besok bisa" Queen membaringkan tubuhnya dia tidak bisa tidur , Queen uring uringan mengelindingi tubuh nya pada saat ini kepala queen berada di bawah sedangkan kaki dan tubuh masih di atas ranjang.


Drrrtt drrrtt ponsel queen berbunyi menandakan ada panggilan masuk queen segera bangun dan mencari ponsel yang tadi ia lempar , Setelah melihat siapa yang menghubungi mata queen melotot.


B.[ halo dengan siapa ] Tanya bianca dengan sopan


Q.[ BIAAAN ]


Lagipula ini ponsel milik queen tapi kenapa dia memanggil bian seolah tahu kalo yang menerima bianca.


Q.[ Halo bian ini gue queen lo harus percaya sama gue , tolongin gue bi gue gak betah di sini ] Cerocos queen dia sudah tidak sabar untuk meminta bantuan kepada bianca.


Di sisi lain bianca mendengar perkataan seseorang dibalik telfon , Bianca mematikan sambungan sepihak mungkin itu salah sambung kan banyak di negara A namanya sama.


"Gak ada kerjaan banget nih orang nelfon malam-malam ganggu istirahat gue" Bianca mematikan ponsel milik queen dia melirik sekilas ke arah brankar terdapat seorang gadis dengan alat medis , Queenara Elizabeth Gabriela dia di nyatakan koma setelah mengalami kecelakaan.


Huuuufff bianca terpukul saat sahabat nya koma serasa dunia nya sudah tidak berfungsi , Karena mereka berdua sudah sahabat tan sejak SD jadi bianca menganggap queen keluarga sendiri.


"Kapan lo bangun gue kangen" Bianca bersiap siap untuk tidur karena sudah larut malam.


_________


BACK TO QUEEN

__ADS_1


Gue mencoba menghubungi bianca tapi tidak aktif sungguh gue kesal pada bian belum selesai gue ngomong malah di matiin.


"Iiih b*re*gs*k lo bi , sabar queen mungkin dia pikir yang menghubungi orang gak bener" Gue coba untuk tenang dan berpikir positif thinking , ya mana ada orang langsung percaya gitu aja kalo ada transmigrasi di dunia nyata Malah nanti di kira gesrek otaknya.


Keesokan harinya queen tidak mengerjakan tugas karena dia malas jika talar itu dateng ke kamarnya seperti kemarin queen akan mengusir meyra dengan sertifikat rumah milik nara.


Queen turun kebawah karena paket yang semalam queen beli sudah sampai , Queen menuruni anak tangga dan berlari ke luar rumah terlihat sebuah truk menurunkan motor keluaran terbaru.


Queen memesan motor supaya mudah untuk pergi ke sekolah dia males jika berangkat harus menunggu bus , Queen menggunakan uang nara karena nara mempunyai uang yang cukup untuk beli motor jadi queen pake uang nara kalo semestinya nara minta ganti queen bakal ganti tapi nyicil ya.


CLARISSA POV


Gue sebenernya penasaran kenapa si cupu tidak mengerjakan tugas nya jika mengingat sifat nara sekarang clarissa tidak berani bertatap saja sudah membuat nya takut.


Gue mendengar langkah kaki sedang menuruni tangga gue lihat nara berlari keluar , Gue penasaran jadi gue ngintip di jendela mata gue melotot saat melihat motor keluaran terbaru.


"MAMA PAPA" Clarissa berteriak heboh sedangkan yang di panggil tergesa gesa menghampiri clarissa takut terjadi sesuatu.


"Kenapa sayang kok teriak teriak" Meyra bertanya dengan lembut.


"Ma liat itu di luar kenapa ada motor sport" Tunjuk clarissa keluar jendela. Hendra dan meyra melihat keluar dan benar saja ada motor sport di halaman rumah Mata mereka tertuju pada queen yang sedang berbincang dengan petugas motor itu.


"Nara beli motor? Meyra tidak percaya dengan apa yang dilihat , anak cupu itu kenapa beli motor padahal kan nara tidak bisa mengendarai motor Untuk apa membeli dan uang dari mana bisa mendapatkan motor sekeren itu.


Hendra keluar setelah petugas itu pergi dan langsung menatap tajam kearah queen "Apa yang kamu beli" Hendra berdecak pinggang terus memerhatikan queen.


"Tuh" Queen menunjukkan dengan dagunya sembari tersenyum mengejek untuk membuat mereka kesal.


Sudah di pastikan mereka kaget kesal karena seorang nara membeli barang mewah untuk pertama kalinya.


"Kenapa kamu membeli nya , kamu itu tidak bisa mengendarai motor dan dapat dari mana uang itu" Tegas hendra dia heran kenapa anak nya bisa membeli motor sport bisa di pastikan kalau motor itu mahal.


"Kamu mencuri uang papa" Tuduh meyra


"Apa itu benar" Terlihat hendra marah saat mendengar perkataan meyra barusan.


"Apa uang anda kurang" Queen menjawab dengan dingin "Coba di cek apa ada yang hilang jangan pernah menuduh sembarangan jika tidak ada bukti" Setelah mengatakan itu queen berjalan ke arah motor nya dan menstarter meninggalkan mereka yang bengong.....

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2