Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 35


__ADS_3

Malam hari nya seperti elang ingin ke markas BlackWolf dia menuruni anak tangga lalu menghampiri kedua orang tua nya yang sedang bersantai di ruang tv Mira yang melihat putra nya berpakaian rapi hanya bisa menghela nafas karena elang selalu keluar malam.


"El kamu bisa gak? semalam aja gak keluyuran" ucap Mira masih menatap anak nya elang menyalimi kedua orang tua nya.


"Gak bisa bunda"


Ayah Angga menggeleng kepala dengan tingkah istri nya padahal elang itu cowok mana bisa seharian gak keluar.


"Ayah" Mira mengadu kepada Angga tapi dia memberi isyarat supaya diam elang yang melihat itu tertawa kecil melihat sang ibunda nya memanyunkan bibirnya karena tidak di bolehin bicara oleh ayah Angga.


"Ayah bunda El keluar bentar,, assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab mereka serempak.


"Hati-hati boy" teriak sang ayah karena elang sudah menjauhi mereka Mira dengan kesal mencubit perut Angga membuat sang empu meringis akibat cubitan manis dari sang istri.


"Ish bunda kenapa sih?" ayah Angga mengusap-usap perut nya karena sakit.


"Ayah yang kenapa anak keluar terus malah diizinin apa ayah gak sayang sama anak!! bunda itu pengen banget ngeliat elang ada dirumah walau hanya semalam saja,, ini malah selalu di dukung oleh ayah" ucap Mira tanpa henti tangan nya juga tak tinggal diam terus memukul Angga.


"Bun elang itu cowok loh" heran Angga menangkap kedua tangan Mira.


"Terus kalo cowok kenapa. gak boleh dirumah gitu harus keluar tiap malam" ujar Mira menarik tangan nya dari genggaman Angga.


"Sudah lah bunda males ngomong sama ayah gak guna juga ujung ujungnya"


"Salah lagi ayah" gumam Angga melirik sekilas ke arah bunda Mira yang tengah ngambek padanya.


.


Elang berhenti di tengah jalan karena ponsel nya berdering dia segera mengambil dari saku celananya untuk melihat siapa yang menghubungi nya.


📞 "Lo dimana kok belum nyampe lokasi?"


📞 "Ini lagi di jalan mau kesana kenapa apa ada masalah" jawab elang sambil mengamati sekitar jalan.


📞 "Gak cuma Lo doang yang belum sampai ke sini. kalo gitu gue tutup telfon nya segera kesini dan hati-hati" ucap Jho di sebrang sana lalu menutup sambungan telepon sepihak.


Elang kembali menaruh ponsel nya ke dalam saku dia hendak memakai helm nya tapi tiba-tiba beberapa motor mengepung elang. Elang tahu siapa dalang semua ini dia kembali menegakkan tubuhnya menanti orang itu turun dari motor nya.


"Sudah lama kita tidak berjumpa Elang Erlangga Putra orang yang ng3bunuh adek gue" ucap Xavier sinis tak lupa dengan tatapan nyalang kepada elang,, malam ini Xavier bertekad untuk membalas semua perbuatan nya dia sedih jika melihat sang mama terus memikirkan Aurora hingga depresi nya kembali menyerang.


"Gue p3mbunuh? apa Lo lupa kalo gue gak ada sangkut pautnya dengan k3m4ti4n Rora dengar Xavier bukan nya sudah jelas kalo gue gak bersalah dalam hal itu" ujar elang turun dari motor nya menghampiri Xavier yang berdiri tak jauh dari nya.

__ADS_1


"GAK USAH NGEBACOT ANJ!NG, Gue tau Lo sudah merencanakan semuanya Lo mengubah sidik jari Lo itu supaya tidak ketahuan oleh polisi" mata Xavier sudah melotot karena menahan amarahnya terjadi perkelahian antara elang dan xavier sedangkan anggota xavier dia hanya menyimak saja melihat perkelahian sengit diantara mereka.


Bughh


Bughh


Pukulan demi pukulan mendarat di wajah mereka tak ada yang mengalah karena itu mereka terus berkelahi di jalan sepi hanya satu atau dua kendaraan yang lewat di jalan itu, orang yang melewati mereka tak berani untuk menghentikan antara perkelahian elang dan Xavier.


"Apa kita bantu Xavier?" tanya Aron pada yang lainnya.


Marsel mengangguk dan seperti kejadian dulu elang di keroyok oleh anak geng motor Mortal Enemy.


*FELY POV*


Fely memantau elang dari kejauhan dia melihat elang keluar dari rumah nya pergi meninggalkan area itu, fely masuk kedalam mobilnya untuk mengikuti elang dia menyuruh sang supir untuk mengikuti motor di depan.


"Pak ikuti motor itu tapi jangan terlalu dekat takut ketahuan" perintah fely sang supir mengangguk menjalankan dengan kecepatan sedang supaya tidak diketahui oleh elang.


"Pak berhenti" ucap fely yang melihat motor elang berhenti di tepi jalan dia terus mengamati gerak-gerik elang lama menunggu dari kejauhan fely menajamkan penglihatan nya kala melihat beberapa motor menghampiri elang.


Fely menutup mulutnya saat tau siapa yang mengepung elang air matanya sudah menetes karena elang di keroyok oleh anggota Xavier.


"Non itu teman nya"


"Non jangan itu bahaya nanti non fely kenapa-kenapa entar bapak yang disalahin sama tuan"


"Lepas pak itu teman fely lagi berantem" fely memberontak tapi tenaga nya tak sebanding dengan pak supir.


"Gak non!! Ingat tubuh non fely belum stabil"


Fely menggeleng terus memberontak meminta dilepaskan saat menoleh kearah elang matanya melotot sempurna.


"ELANG" teriak fely dari dalam mobil saat melihat elang ditusuk oleh xavier fely berhasil melepaskan diri lalu berlari sekuat tenaga ke arah elang yang sudah ambruk.


Fely memangku kepala elang sambil terus memanggil nama elang,, Xavier terkejut mengetahui siapa cewek di depannya.


"Fely"


Fely mendongak menatap Xavier. "APA YANG LO LAKUKAN" teriak fely histeris dia memohon agar elang bertahan.


"L-lo nga-ngapain disi-ni" ucap terbata-bata dengan sisa tenaga elang mencoba untuk duduk fely di hanya bisa menangis sedangkan pak supir dia tengah meminta bantuan pada polisi.


Xavier menyeret tubuh fely supaya menjauh dari elang.

__ADS_1


"LEPASIN GUE,, GUE MAU ELANG DIA BUTUH GUE SAAT INI XAVIER"


"Dia pantas m*ti fely" ucap Xavier tersenyum miring semoga kali ini elang benar-benar tidak selamat.


"Enggak El gak boleh m*ti" fely menggeleng cepat dia tidak mau kehilangan orang yang dia sayang.


Pak supir ingin menolong anak majikannya tapi dihadang oleh Marsel dengan Aron menyeret menjauhi mereka.


"Tolong lepaskan saya"


Xavier terus menggenggam erat tangan fely dia tidak menghiraukan rengekan nya.


"LEPASSIN GUE XAVIER!! KENAPA LO LAKUN INI PADA NYA APA SALAH ELANG SAMA LO" fely hanya mampu berteriak d*da nya sudah terasa sakit akibat tubuh nya belum stabil.


Rahang Xavier mengeras mendengar perkataan fely dia mencengkeram dagu fely dengan kuat.


"Lo ingin tau alasan gue melakukan itu pada p3mbunuh itu!! GUE HANYA INGIN K3M4TI4N DIA KARENA DIA GUE KEHILANGAN AURORA"


"DAN LO HARUS TAU KALAU DIALAH PELAKUNYA,, DIA YANG NG3BUNUH ADEK GUE AURORA" suara Xavier begitu jelas karena malam hari fely tertegun sesaat mencerna ucapan xavier.


"Le-lepasin dia Xavier" ucap Elang kepalanya sudah berdenyut akibat kehilangan darah.


Xavier melepaskan fely lalu kembali menendang perut elang menghajar nya karena belum puas sedangkan fely terus berteriak untuk menyudahi nya.


"BERHENTI!! GUE MOHON JANGAN LAKUKAN ITU XAVIER, BUKAN ELANG PELAKU NYA TAPI GUE" ucap fely membuat orang yang disana terdiam Xavier menoleh ke arah fely.


"IYA GUE PELAKUNYA ASAL LO TAU GUE YANG NG3BUNUH AURORA!! Gue ngelakuin itu karena gue cemburu sama adek Lo yang dicintai oleh elang karena itulah gue ng3bunuh Rora" setelah mengatakan itu fely menangis tanpa suara menutupi wajahnya sendiri.


"Fely Lo gak bohong kan?" tanya Xavier belum percaya takut hanya akal-akalan fely supaya berhenti meny*ksa elang.


Fely merangkak kearah elang. "El maafin gue, Gue yang salah saat itu gue hanya ingin Lo gue gak mau Lo pacaran sama Aurora jadi sebabnya gue ng3bunuh dia maaf" fely terus mengakui kesalahannya yang pernah ia buat 5 tahun lalu.


Fely terus mengucapkan kata maaf hingga bantuan yang di panggil oleh pak supir datang Marsel menyenggol xavier yang mematung menyuruh nya untuk kabur supaya tidak tertangkap oleh polisi.


"Xavier ayo"


Xavier tak menanggapi nya dia masih syok dengan pengakuan fely bahwa dialah pelaku nya. yang lain sudah kabur meninggalkan Xavier sendirian yang tanpa sepatah katapun dia terus menatap elang yang tergeletak yang tak sadarkan diri.


Fely menyuruh supir untuk mengantarkan elang kerumah sakit dia sendiri juga kehilangan kesadaran nya karena emosi yang tidak bisa di kontrol membuat tubuh drop.


Xavier juga ikut dia tidak tau harus bagaimana sekarang.


'gue salah paham dengan nya!! Apa yang Lo lakuin Xavier Lo ng3bunuh orang yang gak bersalah dimana letak otak lo' batin Xavier memukul kepala sendiri akibat kebodohan nya....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2