Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 50


__ADS_3

Setelah tadi siang Queen menyempatkan diri untuk menemui bik rumi sekedar melepas rasa rindu terhadap wanita paruh baya itu, malam harinya queen akan menemui keluarganya sendiri.


Didalam mobil queen bergerak gelisah sudah beberapa kali dia menghela nafas, Queen untuk pertama kalinya menemui keluarga kandung nya dengan jati dirinya sendiri setelah lima tahun berpisah.


Bianca yang duduk disebelah kanan nya merasa risih karena queen grasak-grusuk dari tadi.


"Bisa diem gak"


Gue menoleh kearah Bianca. "Gak bisa bian, Lo tau perasaan gue campur aduk sekarang. ini pertama kalinya selama beberapa tahun gue bisa ketemu sama keluarga kandung gue"


"Rileks sayang, bukan nya kamu udah pernah ketemu sama Miranda? kenapa sekarang gelisah gitu" ucap Rosa menoleh kebelakang mengusap punggung tangan queen dengan lembut.


Pram dan Rosa memang sudah tau tentang anak nya yang bertransmigrasi ke tubuh orang lain ya walaupun kedengarannya itu mustahil tapi mereka percaya apa yang dikatakan oleh queen.


"Hufft...Iya tapi kan takut mereka gak percaya kalo queen masih hidup"


"Tenang jika Louis tidak percaya papa bakal bawa kamu pergi lagi, sejauh mungkin" ujar Pram berniat bercanda dilihat nya queen dari kaca mobil, Pram melihat dengan jelas ekspresi anak nya itu.


"Papa" tegur Rosa tak suka jika queen berpisah lagi dengan keluarga nya.


"Bercanda mah, udah serahin semua nya kepada papa!! Queen duduk santai disitu percaya lah mereka pasti sangat merindukan anak gadis nya" kata Pram untuk menenangkan queen.


Di depan pagar bernuansa hitam mereka turun mengamati rumah yang bercat putih di depannya.


"Ternyata masih sama tidak ada yang berubah" ucap Pram tiba-tiba setelah mengamati rumah Louis sama seperti dulu


Sekarang giliran mereka berdua Pram dengan Rosa yang dilanda ke khawatiran karena telah memisahkan anak dengan orang tuanya, Pram tau jika dirinya salah tapi waktu itu pikiran nya hanya ingin membuat keluarga Anderson hancur dengan memisahkan anak dengan mereka.


"Pah,,mah ayo" ucap gue karena mereka termenung entah apa yang dipikirkan.


"Permisi" ucap Pram ingin memanggil penjaga pagar.


"Iya ada apa?"


"Louis nya ada?" tanya Pram.


Penjaga itu bingung kenapa orang didepan nya seperti tidak asing menurut penjaga itu.


"Ingin bertemu tuan Louis?"


"Iya pak" Pram mengangguk bukan hanya dia saja tapi perempuan yang disana juga ikutan mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah tunggu sebentar,, maaf kalo boleh tau nama tuan siapa? biar gampang jika tuan saya bertanya yang ingin bertamu ke rumah nya"


"Saya Pramesti Gabriela"


"T-tuan Pram" kaget penjaga itu ternyata dugaan nya benar kalau pernah ketemu dengan orang didepan nya.


"Iya pak ini saya Pramesti,, oh ya gimana kabar pak Suryo baik?" Pram pikir pak Suryo tidak ingat dengan nya tapi dia salah.


"Baik tuan,, lama kita tidak bertemu"


"Syukurlah"


"Kalo gitu tanpa minta izin ke tuan Louis, gak papa langsung masuk tuan" pak Suryo mempersilahkan mereka masuk Pram ingin menolak tapi sudah di tarik oleh pak Suryo, mereka dulu dekat sebelum kejadian lima tahun lalu jadi tidak heran jika Suryo langsung mempersilahkan Pram masuk kedalam.


Di ruang keluarga Miranda dan Louis sedang santai menonton siaran TV,, mereka menoleh karena ada suara pak Suryo. tentu mereka kaget karena pak Suryo tidak sendiri melainkan dengan seseorang yang lima tahun terakhir tidak ada kabar bak ditelan bumi.


"Tuan ini ada tuan Pram ingin menemui anda"


"Louis lama tidak berjumpa" sapa Pram tersenyum mereka berpelukan ala seorang pria. mata Miranda dari tadi tak lepas memandangi seseorang yang menutupi kepalanya dengan Hoodie terus menunduk , queen dia sampai meremas tangan Bianca kuat rasanya queen ingin menangis.


"Miran apa kabar kamu?"


"Baik kamu sendiri gimana? kalian kemana aja kenapa menghilang begitu saja" kata Miranda mempersilahkan mereka duduk.


"Mereka siapa?" tanya Miranda menunjuk kearah dua gadis yang tadi datang dengan Rosa.


"Queen" panggil Rosa lembut menyuruh nya mendongakkan kepalanya.


Dua orang itu terkejut melihat kemiripan diwajah gadis yang dipanggil queen oleh Rosa. Miranda menoleh kearah Rosa ingin meminta penjelasan, Rosa sudah menyiapkan diri untuk memberi tahu kebenaran nya.


"Dia anak kalian Aurora" bukan Rosa yang berbicara melainkan Pram, dia sendiri yang akan menjelaskan semua nya terhadap Louis karena itu memang kesalahan nya yang di perbuat.


"APA"


"Iya dia belum m*ti, Melainkan saya menjauhkan dia dari kalian" lagi-lagi mereka dibuat terkejut oleh perkataan Pram.

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan" Louis belum paham maksud ucapan Pram.


Pram segera menjelaskan semuanya terhadap mereka tanpa terkecuali dan mengapa dia melakukan itu alasan nya karena Alana anak mereka yang telah m*ti, Pram juga siap jika harus dihukum untuk menebus kesalahannya dimasa lalu.


Pram juga memberikan bukti dari rumah sakit saat dirinya menukar jasad orang lain waktu itu supaya mereka bisa percaya kalau queen anak kandung mereka.


Miranda langsung berlari ketempat duduk queen dan langsung menghambur pelukan seerat mungkin membuat queen tak bisa bernafas akibat terlalu tiba-tiba.


"Ini beneran kan,, Aku tidak bermimpi?" Miranda menangkup wajah queen memang mirip seperti anak nya yaitu Aurora putri kecilnya.


"Tidak Miran ini memang nyata" ujar Rosa sekuat tenaga untuk tegar merelakan queen kembali pada keluarganya.


"Dia anak ku" Rosa mengangguk, kembali Miranda memeluk tubuh queen disertai kecupan di wajah queen.


Queen hanya pasrah mendapatkan perlakuan Miranda yang berstatus ibu kandung nya, melihat Miranda menangis dia ikutan menitihkan air matanya yang sejak dari tadi mendesak keluar.


Lidahnya kelu untuk digerakkan dia hanya bisa pasrah untuk saat ini. Louis juga menghampiri mereka dia ingin memeluk anak nya yang selama ini dia rindukan.


Di sisi lain Xavier yang berada dikamar nya ingin keluar untuk menemui anak BlackWolf dan juga Mortal Enemy kedua anggota motor itu sekarang bergabung menjadi satu tanpa ada permusuhan diantara keduanya.


Saat ingin menuruni tangga dia mematung ditempatnya melihat kedua orang tuanya memeluk seseorang yang tidak ia kenali wajahnya dihalangi oleh tubuh Miranda.


Xavier kaget saat matanya melihat Pram dia masih ingat dengan omnya itu, tanpa berlama-lama Xavier berlari kebawah karena dia sangat rindu kepada omnya.


"OM PRAM" teriak Xavier membuat mereka semua menoleh kearah nya, seketika mata Xavier terbelalak melihat seseorang yang mirip dengan adek nya.


Deg


"Rora" gumam Xavier memperlambat jalannya yang tadi sempat berlari karena antusias melihat Pram ada dirumah nya.


"Xavier kemarilah" ucap Louis walaupun mata xavier tak lepas dari wajah queen dia tetap menuruti ucapan papa nya.


"Pah dia" tunjuk Xavier, Louis mengangguk memberi tahu bahwa gadis yang ada disampingnya ini adalah adek nya Aurora Lovania Anderson.


"Jadi selama ini om yang udah menyembunyikan Aurora" terlihat jelas raut wajahnya dia sangat marah kecewa kepada Pram yang dianggap om baik selama ini, dia malah menjauhkan dirinya dengan orang yang berarti dihidupnya.


"Gak usah natap papah gue kek gitu" ujar queen menatap tajam kearah Xavier.


"Boleh peluk"


"Gak"


Terpaksa gue merentangkan kedua tangan dan Xavier langsung memeluk erat tubuh gue. Bisa dipastikan dia tengah menangis saat ini di punggung queen.


Setelah melewati drama-drama akhirnya mereka semua mengobrol satu sama lain, Xavier yang tadinya ingin keluar tidak jadi karena dirumahnya kedatangan seseorang yang paling berarti setelah kedua orang tuanya.


****


BW POV


"Ckk, ini udah jam berapa kenapa Xavier belum datang" ujar Aron yang sudah lama menunggu kedatangan bos dari Mortal Enemy itu.


Mereka semua janjian untuk keluar bisa dikatakan reuni antar geng motor, bukan hanya Aron saja yang kesal Mike juga karena si Xavier tak kunjung datang.


"Hubungi saja dia" kata elang yang dari tadi memerhatikan anggota nya kesal karena Xavier.


Mike menghubungi Xavier beberapa saat menunggu akhirnya sang empu menjawab panggilan nya.


"Anj1ng Lo dimana?"


📞 "dirumah kenapa?


"CANGKEM LO KENAPA,, KITA DARI TADI UDAH NUNGGUIN ELO SAMPAI LUMUTAN GUE. LO TAU ITU GAK?" Mike mengeluarkan unek-uneknya terus memaki orang yang ditunggu-tunggu itu.


📞 "Gue masih ada urusan, kalian kalo mau senang-senang gak usah nunggu gue mungkin gue gak dateng"


Perkataan Xavier membuat Mike emosi nya meledak dia dari tadi nungguin tapi seenak jidatnya dia gak dateng teman macam apa itu.


"Benar-benar Lo ya, Anj1ng b4ngs4t b4ngke Lo" Mike memutuskan sambungan sepihak tanpa sadar membanting ponsel nya sendiri.


"Kenapa?" tanya jho.


"Itu si b4ngs4t dia gak bakal kesini"


"Ada masalah apa" ucap gara ingin tau mengapa Xavier tidak akan datang.


"Ada urusan katanya" Mike terdiam sejenak memikirkan sesuatu yang mengganjal lalu teringat jika dia membanting ponsel nya.

__ADS_1


"AAAA....PONSEL GUE" segera mike mengecek kondisi ponsel nya yang ternyata sudah hancur akibat bantingan nya terlalu keras.


Sedangkan Meisya yang melihat itu hanya acuh tak membuat terganggu oleh pembicaraan antara anak motor itu, dia hanya menikmati makanan yang sudah tersedia diatas meja.


.


"Siapa?" tanya queen penasaran.


"Mike"


Queen teringat pada elang sedang apa pria itu. "Em mereka ada dimana sekarang?"


Xavier mengerti siapa yang di maksud queen karena tadi mereka sempat berbicara tentang transmigrasi itu, dan mereka langsung percaya karena saat queen berada ditubuh Nara menemukan kejanggalan yang menurut nya aneh yang tiba-tiba berubah seketika. ternyata itu karena memang tubuh nya yang ditempati oleh orang lain.


"Tempat tongkrongan, kenapa mau kesana?"


"Kalo boleh ayok"


"Mah boleh gak Xavier bawa Rora keluar sebentar" ijin Xavier kepada Miranda.


"Pliss" Queen menangkup kedua tangannya seperti memohon agar diizinkan oleh Miranda, mau tak mau queen diizinkan untuk keluar bersama xavier.


"Terus gue gimana" tunjuk Bianca paa diri sendiri.


"Ikut lah kalo Lo mau"


Mereka bertiga akan menuju dimana para anak motor berkumpul, Queen menyuruh xavier supaya tidak memberi tahu pada mereka kalau mau kesana dia ingin membuat kejutan untuk elang dkk.


Mereka heran bukannya Mike bilang Xavier tidak akan datang tapi saat ini mobil Xavier sudah berada di area parkir, mereka bingung ternyata Xavier tidak sendiri melainkan ada seseorang yang ikut turun.


Mata mereka tak lepas memandangi kedua perempuan yang bersama xavier berjalan kearah mereka.


Mata elang menyipit untuk melihat dengan jelas siapa disamping Xavier saat ini.


"RORA" ucapan elang membuat mereka kaget dan langsung saja melihat kearah Xavier yang mendekati mereka dan benar saja gadis disamping nya mirip dengan Aurora.


"SE-SETAN" teriak Athar heboh membuat para orang yang ada disana berhamburan berlari kesana-kemari.


"DIAM"


Seketika mereka terdiam mematung mendengar teriakkan Queen menatap tajam mereka karena dirinya dikatakan setan.


"Woy Athar sekate-kate lu ya ngatain gue setan, orang cantik begini di bilang setan"


Pffftt


Bianca menahan tawanya supaya tidak meledak karena terlalu lucu sahabatnya dikatakain makhluk lain.


"Apa Lo" sentak queen pada bianca yang mengulum bibirnya sendiri.


"Enggak"


Elang menghampiri queen tangan sudah mengambang di udara ingin menyentuh wajahnya.


Sedangkan gue langsung saja memeluknya karena gue sudah sangat merindukan wangi dari seorang pria yang gue cintai, Elang mematung melihat kearah Xavier dan mendapati anggukan kepala segera elang membalas pelukan queen.


"Gue kangen" ucap gue mendongak melihat wajah tampan elang yang selalu dirindukan.


"Rora"


"Iya ini gue,, kak elang. maaf selama ini sudah membuat Lo menderita"


Queen teringat langsung melepaskan pelukannya. "Tunggu Lo masih cinta kan sama gue? bukannya Lo cintanya sama Nara"


Xavier mengetuk kepala queen. "Iya memang elang suka sama Nara, tapi Nara yang sekarang bukan yang dulu paham"


"Ya berarti dia udh gak cinta lagi dong sama gue"


"Maksud kalian apa?" tanya elang kurang paham yang dibahas kedua orang didepannya.


Xavier menjelaskan semua tentang yang dialami oleh queen, dan queen mendapatkan jawaban dari keraguan tentang perasaan elang terhadapnya.


"Jadi gimana masih gak percaya?" elang mengusap lembut punggung Queen dari tadi dia selalu menempel takut gadis yang dicintainya pergi lagi.


"Percaya kok gue"


Dan malam ini tempat dimana semua anggota anak motor berkumpul mendapatkan kejutan yang membuat mereka menggeleng-geleng kepala akibat terlalu banyak masalah yang menimpanya.

__ADS_1


Mereka semua menghabiskan malam yang begitu indah, mereka tidak akan pernah melupakan momen yang berharga pada malam ini untuk mengabadikan mereka mengambil beberapa gambar untuk menjadikan kenang-kenangan saat mereka semua sudah dewasa nanti....


Tamat


__ADS_2