Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 36


__ADS_3

Dirumah sakit sudah berkumpul beberapa orang yang ingin tahu keadaan elang mereka semua langsung menuju RS Cipto setelah mendapatkan kabar jika elang dilarikan ke rumah sakit.


Jhonatan tadi sempat berkelahi dengan Xavier karena tau penyebab elang terluka tak lama orang tua elang datang dan langsung menanyakan kabar anak nya.


"Bagaimana keadaan elang?" tanya ayah Angga masih dengan tangan nya menggenggam tangan bunda Mira. Yang ada disana hanya menggeleng kepala karena dokter masih menangani nya.


"Jho apa yang sebenarnya terjadi kenapa El masuk rumah sakit? Apa El kecelakaan" ucap bunda Mira matanya sudah sembab karena menangis dari tadi. Padahal tadi mereka masih sempat bercanda sebelum elang pergi dan sekarang malah mendapatkan kabar anak nya masuk rumah sakit.


"Dia pelaku nya" tunjuk gara dengan tatapan benci kearah Xavier ayah Angga langsung paham tapi sekaligus heran kenapa Xavier ada disini juga.


"Kenapa dia disini?" suara ayah Angga terdengar tidak bersahabat sudah berapa kali Xavier merencanakan balas dendam pada elang.


Xavier bangkit lalu bersimpuh di hadapan ayah Angga membuat mereka bingung dengan tingkah nya.


"Maaf... Maaf om Xavier salah" Xavier menangis sambil terus mengucapkan kata maaf dia tau mustahil bagi orang tua elang untuk memaafkan kesalahannya.


Mike melongo mengucek matanya takut salah liat apalagi tadi mendengar Xavier meminta maaf. Ayah Angga mengerutkan keningnya pikiran nya masih ngeleg apa dia salah dengar.


Xavier memegang kedua kaki ayah Angga menangis menumpahkan air mata nya karena terlalu bodoh salah paham yang membuat nya menyesal.


"Om Xavier tau kalo om gak bisa maafin kesalahan Xavier om bisa melampiaskan sekarang juga sesuka om, mau om bun*h juga gak papa karena itu memang kesalahan nya Xavier"


"Apa yang kau katakan" heran ayah Angga Xavier mendongak air matanya kembali menetes.


"Xavier sudah mengetahui siapa pelaku yang ng3bunuh Aurora!! tapi saat Xavier mengetahui nya itu sudah terlambat karena Xavier sudah menusuk elang" pengakuan Xavier membuat mereka tercengang apalagi bunda Mira dia berteriak histeris memanggil nama elang.


Ayah Angga segera menenangkan nya untuk selalu mengucapkan istighfar, bunda Mira terus menerus berteriak pikiran nya sudah tidak bisa berpikir positif takut yang ditakutkan itu terjadi.


"Bunda tenang jangan seperti ini, kita doakan saja yang terbaik buat elang" ucap Angga mendekap tubuh sang istri supaya lebih tenang.


"B4NGS4T maksud Lo apa? Athar memegang kerah baju xavier membuat nya berdiri dihadapannya.

__ADS_1


Xavier menghela nafas panjang sebelum menjelaskan semua nya yang terjadi.


"Tadi saat kejadian fely datang dan dia mengakui bahwa dia yang ng3bunuh adek gue!! Awalnya gue gak percaya tapi dia ngasih tau alasan nya kalo dia ng3bunuh Rora karena cemburu" jelas Xavier menundukkan kepalanya Athar mundur beberapa langkah tidak percaya dengan perkataan xavier.


"Lo pikir kita percaya? Fely gak mungkin melakukan itu dia gadis yang baik" ucap Mike memberikan pukulan ke wajah Xavier dia tidak terima jika fely di fitnah.


Mereka sama sekali menyangkal penjelasan Xavier seorang fely tidak mungkin melakukan hal sekeji itu.


"GUE SERIUS ANJ!NG KALO KALIAN GAK PERCAYA TANYA AJA LANGSUNG SAMA FELY DIA ADA DISINI DIRUANG IGD" teriak Xavier mengundang seluruh orang yang ada disana.


"Fely disini"


Sedangkan fely memang dari tadi sudah melihat mereka tapi tak berani menghampiri nya apalagi Xavier memberi tahu keberadaan nya.


"Maaf gue tau gue salah" gumam fely kaki nya terasa berat untuk digunakan fely sudah bertekad untuk memberi tahu semua biar tidak ada kesalah pahaman diantara mereka.


"Pak tolong anterin fely ke sana" ucap fely yang diangguki oleh pak supir Mereka menoleh kearah orang yang berjalan kearah nya tak percaya jika yang dikatakan Xavier benar fely ada disini.


Fely menarik nafas nya dalam-dalam lalu tersenyum tulus. "Yang dikatakan Xavier benar gue pelakunya"


Sekian kalinya mereka dibuat terkejut fely mengangguk tanda ia memang benar.


"Gue mohon sama kalian tolong jangan saling membenci, Karena itu elang gak ada sangkut pautnya dengan k3m4ti4n Rora gue yang salah gue bakal tanggung jawab kok atas kesalahan diri gue"ucap fely sebenarnya dari dulu dia ingin mengakui kesalahannya tapi fely tak mempunyai keberanian dan itu membuat fely menunggu waktu yang tepat tapi sekarang semua nya hancur karena nya.


"Lo ngehabisi nyawa orang karena cemburu, You are crazy" ucap Jho mengepalkan tangannya karena wanita ini semua hancur persahabatan mereka retak setelah kejadian itu.


"Ya!! Gue emang gila karena dibutakan oleh cinta gue kepada elang jadi itu sebabnya gue bisa melakukan apa saja jika ada yang menghalangi" jawab fely tenggorokan terasa tercekat saat ini dia tahu karena nya Xavier dan elang menjadi musuh.


"CARA LO MENCINTAI ELANG SALAH ANJ!NG,, LO MENGHABISI ORANG KARENA DIA DEKAT DENGAN ELANG DAN LO TAU PERBUATAN LO ITU MEMBUAT KITA SALING MENUMPAHKAN DARAH" bentak Jhonatan tangan nya tidak bisa di kontrol hingga menampar keras pipi kiri fely.


PLAKK

__ADS_1


Suara yang begitu nyaring akibat tamparan yang di dapatkan fely semua kaget dengan tindakan Jhonatan dia sangat marah dengan orang munafik seperti nya bermuka dua.


"Jho tahan" ujar gara memperingati Jhonatan beberapa semuanya kembali tenang mereka tak ada rasa kasihan kepada fely yang tengah menahan sakit.


"Non"


Fely menggeleng kepala supaya pak supir tidak ikut campur tak lama kemudian dokter yang menangani elang keluar dengan segera mereka mengerumuni nya.


"Bagaimana keadaan anak saya dok? tanya Angga tak sabar menanti kabar elang.


"Maaf tuan siapa nya?


"Tidak usah bertele-tele bagaimana keadaan anak saya" Angga mengulangi perkataan nya dokter itu mengangguk.


"Operasi nya lancar tapi tubuh nya masih kritis semoga saja ada keajaiban biar pasien cepat pulih"


Ada sedikit rasa lega bahwa Elang masih bernafas apa yang ditakutkan ternyata tidak terjadi dokter setelah menjelaskan beberapa kata pamit undur diri dan suster juga akan memindahkan elang ke ruang inap.


'Syukurlah Lo gak papa El gue takut Lo ikut dengan rora seandainya Lo gak selamat itu akan membuat gue menyesali perbuatan gue sendiri' batin Xavier mengucapkan rasa syukur karena elang masih ada.


"El" panggil fely saat brankar di dorong keluar dia ingin mendekati tapi dicegah oleh Athar.


"Jangan menyentuh Elang dengan tangan kotor Lo itu" ucap athar dingin menghempaskan tubuh fely kebelakang.


"Sebaiknya Lo ke kantor polisi menyerahkan diri atas kesalahan Lo itu" Lanjut Athar mengusir fely karena dia muak dengan wajahnya.


Xavier menarik fely meninggalkan mereka dia sendiri juga akan menyerahkan diri karena sudah melukai elang Xavier akan tanggung jawab atas perbuatannya.


"Xavier Lo mau bawa gue kemana? tanya fely karena diseret paksa oleh xavier , dia tidak menanggapi ucapan fely dan menghiraukan panggilan dari supir.


"Xavier lepas"

__ADS_1


"Lo harus tanggung jawab atas k3m4ti4n adek gue fely" ujar xavier dingin dia memasukkan fely ke dalam mobilnya fely Xavier segera duduk dikemudi untuk mengendarai mobil menuju kantor polisi....


Bersambung


__ADS_2