Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 20


__ADS_3

Keesokan paginya Queen duduk di meja makan tak lama kemudian Hendra meyra bergabung Queen hanya melirik sekilas kembali fokus makan.


"Clarissa mana? Tanya Hendra tidak melihat anak tirinya.


"Masih tidur pah, udah biarin aja mungkin dia kecapean kan sekarang weekend" Meyra mengambil kan nasi dan lauk dan memberikan pada Hendra.


"Papa sih pakek ada acara meeting ini kan weekend seharus nya kita jalan jalan keluarga" Meyra cemberut sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu untuk keluarga.


Hendra terkekeh mendengar perkataan istri nya sebenarnya Hendra ada pikiran untuk mengajak istri dan anak nya berlibur tapi karena ada meeting penting yang harus dia hadiri jadi hendra mengurungkan niat nya.


"Tenang ma papa bakal ajak mama liburan kalo semua sudah selesai" ucap hendra mengusap punggung meyra sedangkan queen jangan ditanya dia jengah melihat kelakuan keluarga di hadapan nya ini.


'idih gue kek makhluk halus aja gak kelihatan' Queen berdiri sebelum menyelesaikan makan nya males jika harus satu meja dengan mereka berdua.


"Makanan nya di habiskan dulu" suara tegas itu menghentikan langkah queen.


"Gue udah kenyang" ucap queen cuek terus melangkah.


"Kamu itu membuang makanan dan kamu tidak mensyukuri nya" Hendra marah sekarang anak nya selalu membangkang tidak menurut lagi dengan nya.


Queen menghembus kan nafas dengan kasar queen berbalik lalu mengambil piring bekas milik nya dia bawa kebelakang untuk ngasih sisa makanan nya ke kucing.


Hendra menggeram melihat respon anak nya. "Sudah papa tau sendiri kan kalau Nara sekarang jadi anak pembangkang" ucap meyra dia tidak mau pagi nya di rusak oleh anak tirinya.


Queen mendengar perkataan meyra tapi dia tetap melewati mereka queen menyambar jaket yang ia taruh di sofa lalu bergegas keluar.


Hendra menghela nafas. 'saya akan mencari cara agar anak itu mau tanda tangan dengan cara apapun, saya tidak mau hidup miskin seperti dulu'


Meyra merhatikan Hendra akhir akhir ini suami nya itu terlihat aneh seperti menyembunyikan sesuatu dari nya.


'kenapa mas hendra sekarang jadi aneh apa dia menyembunyikan sesuatu dari ku, jika itu memang benar aku harus menyelidiki nya' batin meyra penasaran.



Queen mampir sebentar untuk memperbaiki jam berwarna hitam itu supaya bisa pas di pergelangan tangan nya queen sengaja memakai nya siapa tau dengan di pakai akan menemukan kebenaran.


"Permisi mas boleh minta tolong ini bisa dibuang sedikit gak? Tanya queen memperlihatkan jam di tangan nya.


"Iya bisa tunggu sebentar"


Queen menunggu di kursi yang tersedia sambil memperhatikan jalan raya sudah kebiasaan queen memandangi jalan.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya selesai juga Queen tersenyum saat jam itu pas. " Berapa mas? Queen menanyakan soal harga nya.


"Murah mbak gak sampai jual ginjal" canda pemilik toko.


"Ya kalo sampai jual ginjal gue gak mau kesini lagi"


Seketika pria itu tertawa mendengar ucapan pelanggan nya. "Lima puluh aja mbak"

__ADS_1


"Eh buset itu bukan murah mas malah kemahalan" kaget queen padahal kan cuma motong beberapa aja.


"Itu jam punya mbak nya branded jadi gak papa amal mbak" Cengir pemilik toko.


Queen menaikkan sebelah alisnya dan memberikan uang lima puluh untuk membayar.


"Eh mbak tunggu kembalian nya" pemilik toko itu memberikan berupa uang dua puluh sedangkan queen menatap nya masih bengong.


"Lah gue di kerjain" gumam queen pelan.


"Udah gak papa mas ambil aja! Kalo gitu saya permisi dan terima kasih"


Queen mengendarai motor nya menuju rumah Meisya untuk mengajak healing dia mengurungkan niatnya untuk ke kota A bagaimana pun Meisya sekarang menjadi teman dekat nya queen tak enak hati jika menolak ajakan Meisya kemarin.


Setelah sampai queen menaruh motor nya di luar pagar tertutup. Lalu mengambil ponsel di saku hoodie nya untuk menghubungi Meisya bahwa dia sudah menunggu di depan rumah nya.


Beberapa detik sambungan telepon berdering.


📞 "Mei gue di depan pagar nih buruan panas"


📞 "Hah serius bentar tunggu gue"


Meisya bergegas kebawah untuk membukakan gerbang supaya motor queen bisa masuk dan benar saja queen sedang bersandar pada motor nya.


"Nara masuk dulu" Meisya mempersilahkan queen masuk tapi queen menolak.


"Gak deh mending Lo buruan ganti baju kata nya mau jalan jalan" suruh queen mendorong pelan mei untuk masuk kembali.


"Udah gak usah banyak bacot mei sana ganti baju" potong queen cepat supaya mei tidak bertanya lagi.


"Siapa mei? Tanya mama meisya dari arah dapur membawa kan puding untuk dibawa ke ruang tamu.


"NARA MAH KATANYA MAU NGAJAK MEI JALAN JALAN" teriak mei dikarenakan sudah berada di atas tangga.


"Nara" gumam Anita dia keluar untuk melihat.


"Nara sayang masuk dulu" ucap Anita setelah dekat dengan Queen.


"Assalamualaikum Tante" queen menyalimi tangan Anita.


"Waalaikum salam masuk dulu sayang Tante tadi bikin puding Nara harus coba" Anita membawa queen masuk sebenarnya queen ingin menolak tapi sudah di tarik oleh Anita.


"Nara apa kabar duduk sini sama om" sapa Kevin saat melihat teman anak nya.


"Baik om!!! Om sama Tante gimana kabar nya? Tanya queen sekedar basa basi.


"Alhamdulillah baik"


"Baik dong sayang" jawab Anita memberikan queen puding buatan nya. "Ini di cicipi dulu"

__ADS_1


"Makasih ante" ucap queen tersenyum menerima piring yang berisikan puding mangga.


Anita mengangguk tak lama kemudian mei sudah datang menuruni anak tangga.


"Gue udah siap ayo" ajak mei tak sabar.


"Duduk dulu sayang ini cobain puding buatan mama" ucap Anita lembut memang keluarga meisya itu baik harmonis jadi siapapun yang berteman dengan mei akan diperlakukan baik juga oleh keluarga meisya.


"Em Tante om Nara pinjem anak nya sebentar ya" ucap Nara meminta izin pada kedua orang tua mei.


"Iya tapi jangan pulang terlalu malam gak baik soalnya" jawab Kevin.


"Emang kalian mau kemana? Tanya Anita.


"Pantai mah" jawab mei antunis.


Setelah berpamitan pada orang tua mei Queen dan meisya keluar meninggalkan bangunan 2 lantai itu.


"Mampir ke supermarket dulu Ra" Mei mendekatkan ke telinga queen supaya dia mendengar perkataan nya.


Queen memarkirkan motor nya di depan supermarket. "Mau beli apa?


"Cemilan nanti kita makan di sana" jawab mei sembari masuk queen mengekori meisya dari belakang.


Lama berkeliling tiba tiba seseorang menabrak bahu queen untung queen sigap jadi tidak sampai jatuh.


"Maaf saya tidak sengaja"


Queen yang mendengar suara itu mendongak dan betapa terkejutnya saat melihat Revano Abang nya.


"Bang Reno" pekik queen sedangkan Reno bingung terus memerhatikan gadis dihadapan nya.


"Maaf apa ada yang sakit" tanya Reno sopan.


'tunggu gue gak salah lihat kan ini bang Reno' queen mengucek kedua matanya untuk memastikan.


Queen kembali melihat kedepan masih sama pria dihadapannya itu Revano Abang nya Bianca. Meisya menyenggol lengan queen dari tadi bengong.


"Lo kenapa ra" bisik mei takut terdengar orang lain.


"Aa gu--gue gak papa iya gak papa" hampir queen lepas kendali kalo sekarang tubuh saat ini adalah milik nara bukan dirinya sendiri.


Nanti dikira gak waras sama si Reno km mereka gak saling kenal, Reno untuk sekali lagi meminta maaf dan langsung pergi.


'itu bang Reno kan gue harus menemui dia harus' batin queen terus memandangi kepergian Reno.


"Ra Lo kenapa sih? Gue tau Lo terpesona kan sama tuh orang tapi kalo diliat liat menurut gue lebih tampanan elang sih, ya walaupun cowok tadi tampan juga" queen memutar kedua bola matanya malas sudah pasti ni anak fans berat nya elang.


"Eh Ra kok gue ditinggal" meisya bergegas mengejar queen karena di tinggal......

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2