
Disini lah queen dan Reno berada tempat yang di penuhi oleh bunga serta lampu-lampu memperindah tampilan di setiap sudut taman, Reno menyuruh seseorang untuk merenovasi taman ini supaya lebih berkesan saat dirinya mengutarakan perasaannya.
Reno juga menjemput queen tadi meminta kepada orang tuanya untuk membawa queen keluar, Bianca dia sebenarnya ingin ikut tapi Reno tidak mengizinkan nya karena takut momen yang indah terganggu oleh kehadiran nya.
Malam ini dan detik ini juga Reno terduduk lemas lantaran perasaan nya ditolak oleh queen, Queen menatap sedih pada Reno yang dianggap keluarga itu dan tepat malam ini semuanya hancur saat Reno mengutarakan tentang perasaan nya bahwa dia ingin queen menjadi kekasih nya.
Queen menganggap Reno sebagai abang yang selalu ada untuk dirinya tapi Reno malah menganggap dirinya lebih dari sekedar adek.
"Maaf gue gak bisa nerima Lo sebagai status berbeda, queen sudah menganggap bang Reno itu sosok kakak yang selalu ada untuk adek nya!! Tapi bang Reno sekarang mengaku kalau ingin hubungan lebih dari sekedar kakak adek? Bagaimana mungkin Lo memiliki perasaan seperti itu?" Ujar queen panjang lebar dia tidak ingin hancur begitu saja hubungan dengan Reno hanya karena salah satu diantara mereka memiliki rasa lebih.
Reno mendongak perlahan bangkit untuk lebih jelas melihat wajah queen.
"Gak ada yang gak mungkin Na, jujur Lo gak nerima perasaan gue karena ada pria lain di hati Lo?"
"Kenapa Lo bisa berpikiran seperti itu? Bukan berarti gue nolak bang Reno karena ada seorang pria di hati gue" Queen benci dengan situasi seperti sekarang dimana dia sudah nyaman menganggap keluarga tapi malah Reno menghancurkan dengan kalimat dia menyukai dirinya, Queen berpikir setelah kejadian ini pasti hubungan diantara mereka akan renggang seperti orang asing yang tak pernah saling kenal.
Reno tersenyum kecut dengan perkataan queen seolah tidak ada pria dihatinya. "Jangan munafik!! gue tahu Lo tertarik dengan pria itu kan"
Queen berpikir keras siapa yang dimaksud oleh Reno. 'elang' hanya nama itu saat ini yang ada dipikiran queen.
Queen terkekeh mengangguk. "Ya gue akui gue memang tertarik dengan dia, kenapa Lo mau ngehabisi nya? Tapi asal Lo tau walaupun gue gak tertarik dengan elang gue juga bakal nolak elo karena apa? Karena gue sama sekali gak ada rasa suka atau cinta!! Lo harus tau perasaan itu gak bisa dipaksa, gue gak mau berpura-pura mencintai padahal gue sama sekali tidak ada rasa terhadap orang itu"
"Dan satu lagi gue juga gak mau mengorbankan diri gue sendiri untuk menyenangkan perasaan orang lain, jika gue terima elo sebagai pasangan gue itu namanya gue munafik berpura-pura ada rasa terhadap elo" ucap gue tegas walaupun perasaan gue saat ini tidak tenang tapi gue mencoba untuk kuat dihadapan Reno.
__ADS_1
Reno mendengar kan setiap kata yang terlontar dari mulut queen, dia memejamkan mata sejenak dengan buliran bening menetes membasahi wajahnya.
"Gue gak bisa tolong mengertilah" lirih queen sebenarnya dia juga ingin menangis supaya rasa sesak di dadanya lebih berkurang. Queen memikirkan dampak buruknya jika mereka akan meninggalkan satu sama lain dan berakhir dengan perpisahan seperti orang asing.
Tangan Reno terulur untuk mengusap kepala queen yang menundukkan kepalanya. Queen tersentak saat tangan mengelus rambut nya dengan lembut dia mendongak menatap kearah Reno yang ternyata pelaku nya.
Reno tersenyum. "Baiklah gue gak akan memaksa elo, kalau gitu gue anterin Lo pulang"
"Tapi Lo akan terus jadi Abang gue kan?" Tanya queen dengan wajah polos nya.
"Sampai kapan pun kita akan tetap menjadi keluarga Na, anggap aja malam ini tidak terjadi apa-apa" kata Reno menarik tubuh queen ke pelukannya.
"Ya sudah kita pulang" ucap Reno setelah melepaskan pelukannya, queen mengangguk mengekori Reno menuju mobilnya.
***
Mereka sedang menunggu waktu penerbangan nya ke kota X, sesekali Bianca mengajak queen bercanda yang sedang duduk diam tanpa sepatah katapun. Bianca juga mengetahui tentang kejadian semalam abang nya yang mengutarakan perasaan nya terhadap sahabat ini.
Bianca juga mengerti queen memang menyukai pria yang di masa lalu nya, dikarenakan queen menjelaskan semuanya tanpa terkecuali tentang kehidupan masa lalu queen. Mereka memang tidak ada yang disembunyikan dikedua nya jadi karena itulah persahabatan mereka sangat erat.
"Udah mukanya gak usah di tekuk gitu, Lo harus ingat kalo hari ini Lo bakal ketemu sama pujaan hati Lo" Bianca terkekeh geli dengan kalimat terakhir yang diucapkan menyenggol lengan queen.
"Ckk...berisik lo"
__ADS_1
"Lah kan itu fakta nya, kalo elo nan--"
"Bacot anj1ng" ucap queen menatap tajam Bianca padahal dirinya ingin menenangkan diri tapi sahabat nya itu selalu ngoceh tak jelas.
"Queen" tegur Pram yang juga mendengar perkataan queen yang berkata kasar, Rosa juga menegur anak nya supaya bicara dengan sopan.
"Emang gitu dia tan, queen selalu bicara kasar jika disekolah" adu bianca menampilkan wajah yang menyebalkan menurut queen.
"Dianya dulu mancing emosi queen"
"Gak boleh sayang ntar kebiasaan"
Queen mengiyakan saja males jika berdebat dengan mereka tak lama kemudian semua sudah bersiap-siap untuk naik ke pesawat menuju ke tempat yang dituju oleh mereka.
"Cie ketemu ayang nih" goda Bianca yang membuat queen ingin sekali menenggelamkan kepalanya itu.
"Bisa gak sih Lo diem, berisik tau"
"Gak bisalah orang gue bahagia karena mau ketemu ayang" Bianca menaik turunkan alisnya menggoda queen, karena hobi Bianca dari dulu jika queen sedang badmood maka dia akan menjadi orang yang menyebalkan di dunia.
"Aneh Lo"
"Sudah lupakan apa yang terjadi tadi malam, lebih baik Lo sekarang bersenang-senang bareng gue" ucap Bianca mengapit lengan queen untuk masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Setelah menempuh penerbangan beberapa jam mereka telah sampai di kota X mereka tak langsung kerumah Anderson, Pram sudah menyewa hotel sebagai peristirahatan mereka karena lelah dalam perjalanan tadi....
Bersambung