Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 39


__ADS_3

Di ruang makan queen duduk tak nyaman karena diperlakukan layaknya anak sendiri. dari tadi Miranda selalu memperlakukan baik seperti mengisi piring dengan makanan dan menyuapi queen hal kecil yang tak pernah queen dapatkan dari Rosa selaku ibu kandung sendiri.


Queen hari ini bersyukur karena dipertemukan dengan Miranda yang menyayangi nya ternyata ada orang perduli dengan dirinya selain Reno dan Bianca ya walaupun sekarang bukan untuk diri queen sepenuhnya tapi tak apa queen tetap menerima kenyataan ini, Setidaknya queen memiliki kenangan yang bisa dibawa waktu dia kembali.


"Kamu harus makan yang banyak biar kuat" kata Miranda menambahkan beberapa sayur ke piring queen interaksi mereka tak luput dari pandangan kedua pria di sana mata mereka terus menatap lekat pada Miranda dan Queen.


Queen hanya mengangguk karena mulutnya penuh disuapi oleh Miranda terlihat begitu lucu wajah queen saat ini membuat Miranda tertawa sejenak melupakan kesedihannya.


"Pah mama" bisik Xavier di angguki oleh Louis setelah sekian lama akhirnya Miranda bisa kembali tertawa jika ini karena gadis itu Louis akan meminta untuk tetap berada di dekat Miranda selama masa pengobatan.


'kenapa gak dari dulu gue bawa nara ketemu sama mama, terima kasih sudah mengembalikan mama sebelum kejadian itu gue harap mama cepat sembuh dengan adanya nara disisi nya' batin Xavier sangat bahagia saat ini dia tidak mau hari ini cepat berlalu.


.


"Makasih ya udah nganterin gue pulang" Queen keluar dari mobil Xavier setelah berpamitan tadi Miranda menyuruh Xavier untuk mengantarkan pulang kerumahnya jadi mau tidak mau queen diantar sedangkan motor nya nanti ada orang yang akan mengantarkan nya.


Queen masuk kedalam matanya tak sengaja melihat Reno yang duduk santai di sofa, Reno menyadari ada yang datang menoleh kebelakang tersenyum mengetahui siapa itu.


"Dari mana aja Lo?" Tanya Reno saat queen sudah berada didekat nya.


"Rumah sakit"


"Siapa yang sakit" Queen menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan reno.


"Elang" tangan gue terulur untuk mengambil ponsel disaku Hoodie ingin mengecek apakah ada notifikasi masuk.


"Oh... Gue mau bicara kalo gue besok balik ke kota A" kata Reno membuat gue mendongak menatap nya.


"Besok" ucap gue memastikan dan Reno mengangguk. "Kok cepet banget bang"


Reno terkekeh kecil tangan nya terulur untuk mengusap rambut queen pelan. "Gue disini udah seminggu, Lo tau sendiri kan kalo gue ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan"

__ADS_1


"Iya gue tau" queen mengerucutkan bibirnya dan pikiran nya tertuju pada fely. "Oh ya bang!! Abang Reno punya pasien yang namanya felysia Inez Gianina kan?"


Reno mengangkat sebelah alisnya lalu mengangguk. "Iya kenapa?" Tanya Reno tumben sekali queen kepo dengan pasien nya.


"Gak papa dia tuh sekelas sama gue disini. Dan Abang tau fely yang ng3bunuh Rora" ucap queen memberi tahu tentang fely sebenarnya.


Sedangkan Reno bingung dengan perkataan queen. "Lo ngomong apa sih queen"


"Ck, bang Reno pikun"


"Gini loh bang kan gue udah ngasih tau Abang kalo gue belum balik ke tubuh gue itu karena ada satu kerjaan yang harus gue selesai in tentang elang dan xavier itu loh" gue kembali menjelaskan supaya Reno mengingat yang pernah gue katakan sebelumnya.


"Hah... Tadi Lo bilang apa fely pelakunya" kaget Reno setelah mengingat nya Queen menjelaskan tentang kejadian diantara mereka dari a sampai z tanpa ada yang terlewatkan.


"Gue gak nyangka" ujar Reno menggeleng-gelengkan kepalanya setelah nya mereka berdua mengobrol hingga tak sadar bahwa sudah sore menjelang malam.


"Gue pulang dulu" Reno berdiri diikuti queen mengantarkan reno kedepan gue memeluk sebentar lalu menyalimi tangan Reno.


"Langsung hubungi gue kalo ada apa-apa" kata Reno Setelah mendapatkan jawaban Reno pamit karena besok harus berangkat ke bandara.


"Iya Abang babay" queen melambaikan tangan nya setelah dirasa Reno menghilang dari pandangan nya queen masuk untuk bersih-bersih.


Queen tiduran diatas ranjang tidak tau mau ngapain dia kemudian bangkit berniat untuk turun ke bawah. Clarissa tak sengaja berpapasan dengan queen dia berjalan terlebih dulu menuruni anak tangga queen juga turun mengikuti clarissa dari belakang.


"Sebaiknya buang saja rencana busuk Lo itu" bisik queen tepat di telinga cla, Clarissa menoleh kebelakang dan mendapati queen tersenyum miring.


"A-apa maksud lo" cla gugup ditatap tajam seperti elang menemukan mangsa nya.


"Lo pikir gue bodoh? Hahaha Cla asal Lo tau gue gak sebodoh yang Lo kira, gue tau Lo masukin racun di minuman gue yang ada di kamar gue kan" ucap gue bangga karena mengetahui rencana Cla yang ingin membunuhnya dengan racun untung saja ada bisikan supaya queen tidak meminum nya.


Clarissa sudah keringat dingin rencana nya diketahui oleh queen. "Lo itu dikasih hati minta jantung" ucap queen dingin.

__ADS_1


PLAKK


Tamparan yang begitu keras mendarat di pipi kiri clarissa siapa lagi kalau bukan Queen pelaku yang menamparnya. Tangan kiri queen menjambak rambut cla kuat dengan tatapan tajam nya.


Akhh..


"Berani Lo ngusik ketenangan gue untuk kesekian kalinya, Lo akan berada di sel dingin bersama meyra"


"Ma-maaf gue salah! Maaf Nara" kata cla meringis sakit mencoba melepaskan tarikan tangan queen.


Queen menghempaskan tubuh cla ke lantai dengan angkuh nya queen sengaja menginjak kaki cla membuat sang empu berteriak.


"Aduh maaf sengaja!! Sakit ya? Uuu kasian" ucap queen mengejek dia meninggalkan cla seorang diri.


"Non" panggil bik rumi saat keduanya di dapur queen menoleh ke sumber suara.


"Apa bik"


"Itu non cla kenapa kok digituin" bik rumi mengatakan hati-hati takut queen marah karena bertanya tentang masalah antara kedua nya.


"Di mau ngeracunin Nara bik" jawab gue meneguk minuman dingin yang tadi di ambil dari kulkas terlihat bik rumi kaget mendengar ucapan nya.


"Kok bisa kenapa?"


"Gak tau mungkin dia mau balas dendam" jawab gue seadanya mungkin benar cla ingin balas dendam terhadap nya karena sudah membuat keluarga hancur.


"Astagfirullah kenapa dia gak mau berubah" bik rumi menggeleng-geleng dengan kelakuan clarissa yang selalu menyimpan sejuta dendam.


"Bik Nara tidur duluan" pamit gue menuju kamar di lantai atas, Queen duduk ditepi ranjang karena dirinya belum merasakan kantuk jadi dia lebih memilih memainkan ponselnya.


Seketika queen bengong memikirkan sesuatu. "Tunggu kalo gue balik ini rumah milik siapa dong? Nara sudah tidak ada terus mau dikemanakan rumah ini" tanya queen pada diri sendiri dia menggaruk kepalanya karena bingung kenapa queen tidak berpikir tentang rumah ini sebelum nya.

__ADS_1


"Apa dijual aja ya? Gue takut kalo meyra dan clarissa mengambil alih semua nya, tau ah bingung gue lebih baik tanyakan saja pada Nara" Queen kembali membenarkan bantal nya untuk mencari posisi nyaman saat tidur dia membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya supaya besok bangun langsung fresh kembali...


Bersambung


__ADS_2