Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 30


__ADS_3

Queen sekarang berada di rumah sakit untuk mengurus meyra,, Meyra di nyatakan akan di beri hukuman setelah keluar dari rumah sakit dia akan tetap di penjara. Untuk mempertanggung jawabkan atas kesalahan nya Sedangkan clarissa dia akan tinggal bersama queen.


Polisi pamit undur diri setelah mengurus semua nya tinggal lah ketiga orang di ruangan tersebut.


"Cla ingat gue ngasih tumpangan itu gak gratis,,Lo harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah seperti Nara dulu" ucap queen memberi tahu tujuan clarissa tinggal di rumahnya.


"Lo-" meyra menahan clarissa supaya tidak membantah perkataan queen percuma sekarang semua nya sudah berubah tidak akan pernah kembali lagi seperti dulu.


Meyra tidak ingin anak nya tinggal di jalanan kalo clarissa tinggal di rumah Nara setidaknya jauh lebih baik walaupun jika harus menjadi pembantu di sana.


"Sudah kamu turuti kemauan dia daripada kamu tinggal di jalanan tanpa ada nya tempat tidur terus kalo hujan mau berteduh di mana" ujar meyra menatap lekat wajah anak nya.


Clarissa menatap penuh benci ke arah queen hidupnya sekarang berubah drastis karena nya,, Queen tersenyum puas mendengar perkataan meyra yang menyuruh anak nya menuruti kemauan nya.


"Betul itu!! Gue baik loh orang nya mau menampung orang yang tidak tahu malu seperti Lo"Gue sengaja mengatakan itu supaya bisa membuat clarissa sadar dengan apa yang dia perbuat.


"Nara maafkan saya!! Saya memang salah sama kamu saya tahu perbuatan saya itu sangat keterlaluan,, Tolong maafkan saya" ucap meyra menyesal jika anak tirinya tidak mau memaafkan dia akan menerima nya karena dia memang tidak pantas untuk dimaafkan.


"Maaf anda tidak akan pernah mengembalikan semua nya,, Jadi simpan saja permintaan maaf anda" setelah mengatakan itu gue keluar menutup pintu rumah sakit dengan keras.


"Enak aja tuh orang dengan gampang nya minta maaf apa dia gak mikir yang pernah dia lakukan kepada Nara" gerutu queen di sepanjang lorong rumah sakit tanpa sadar sudah berada di luar.


"Lah kok gue bisa disini kapan nyampek nya" ucap gue bingung karena terlalu menyumpahi meyra dan clarissa tidak sadar sudah keluar dari rumah sakit.


"Dari pada ngoceh gak jelas mending gue cari makan biar kenyang ni perut" queen memegang perut yang terasa lapar sudah waktunya memasuki makan siang..



Tanpa sengaja mata Reno menangkap sesosok orang yang pernah ia temui dua kali yang tak lain adalah anak dari Hendra rekan kerja nya.


"Gue kira dia beneran yang menghabisi Hendra"gumam Reno menggeleng pelan dia sangat heran dengan keluarga Joseph.


Mata Reno tak lepas memandangi queen yang asik dengan makanan di depan nya.


'kayak ada orang yang merhatiin gue deh' gue celingak-celinguk mencari orang yang merhatikan dirinya mata mereka saling bertemu.


Queen melotot kan matanya melihat siapa yang merhatikan dirinya. "Bang Reno"


Mereka masih saling pandang sesaat Reno mengalihkan pandangan nya karena queen terus melihat ke arah nya.


"Apa gue samperin aja ya?" Queen segera berdiri dia tidak mau kehilangan jejak Reno lagi.


Reno melirik sebentar dia menyadari bahwa cewek itu akan berjalan ke arah nya seketika Reno panik mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya,, Tanpa sadar buku menu yang dia pegang terbalik saking panik nya jadi tidak tahu.


"Permisi" ucap queen alisnya terangkat melihat Reno yang memegang buku menu kebalik.


Reno tak menjawab dia terus menyembunyikan wajahnya berharap wanita ini pergi.


"Ekhem... Buku menunya kebalik emang bisa di baca" queen berdehem mengulum senyumnya supaya tidak meledak karena terlalu lucu dengan tingkah Reno.


Reno refleks melihat dan benar saja buku yang di pegang ternyata terbalik saat ini Reno ingin menghilang karena terlalu malu. 'gila Lo bikin malu aja Reno' Reno mengerutuki kebodohan nya.

__ADS_1


"Boleh gabung gak?"


Reno terpaksa menampilkan senyuman nya supaya menghilangkan rasa malu akibat kesalahan nya. "Iya silahkan"


"Kenalin gue Nara" queen mengulurkan tangannya Reno menyambut dengan baik.


"Revano"


"Gue sudah tahu nama Lo" Reno mengerutkan keningnya karena bingung darimana orang ini tahu nama nya.


"Gue tahu Lo bingung kan? Percaya atau tidak kita dulu teman dekat bukan hanya teman si Lo sudah anggap gue sebagai adek Lo" ucap queen berharap Reno percaya.


"Adek?"


"Iya bang Reno percaya tentang transmigrasi gak?"


"Bang... Siapa Lo sebenarnya kenapa bisa manggil gue dengan sebutan itu" tanya Reno penasaran dia terus menatap lekat orang di depannya.


"Gue Queen adek lo" queen menatap Reno berharap dia mempercayai nya.


Reno tertawa mana mungkin gadis di depannya ini adalah adek nya sedangkan dia koma dan tidak bisa ngapa-ngapain.


Queen menghela nafas berat sudah pasti Reno tidak percaya sangat sulit bagi orang percaya tentang transmigrasi.


"Ayolah bang Reno harus percaya sama gue!! Bang Reno satu-satunya harapan gue saat ini plis" ucap queen menangkup kedua tangannya memohon agar Reno percaya.


"Mungkin Lo kecapean jadi omongan Lo ngelantur,, gue tahu keluarga Lo berantakan jadi itu membuat lo stress"


Reno kasian melihat anak rekan kerja nya yang frustasi dia juga tidak mengerti apa yang dikatakan oleh nya.


"Kenapa Lo bisa tahu queen?" Tanya Reno dengan wajah bingung nya.


"Kan tadi gue udah bilang kalo gue itu queen"


Reno terdiam beberapa saat mereka masih saling menatap satu sama lain. "Buat gue percaya kalo Lo beneran queen"


Queen menghela nafas panjang menghirup semua udara supaya membuat pikiran nya kembali fresh.


"Gue manggil bang Reno dengan panggilan sayang itu Nano dan sebaliknya Lo manggil gue Nana" ucap gue putus asa kalo sampai Reno tidak percaya sudah gue tidak akan menjelaskan nya lagi.


"Itu mustahil bagi gue untuk percaya,, walaupun Lo tahu tentang gue tapi itu tak cukup untuk percaya gue" Reno memikirkan dari mana orang ini tahu nama panggilan nya bukan kah yang tahu hanya dirinya Bianca dan Queen.


Queen tersenyum lalu bangkit. "Sudah lah lupakan gue tahu sangat mustahil bagi orang percaya dengan transmigrasi gue juga awalnya tidak percaya" Queen meninggalkan Reno yang mematung tidak tahu apa yang dia pikirkan tentang nya.


"Transmigrasi" gumam Reno mengulang kata itu.


Reno mengejar queen yang sudah keluar dari cafe matanya mencari keberadaan gadis itu.


Queen kaget saat tangan nya dicekal oleh seseorang ditambah mendapatkan pelukan tiba-tiba membuat dirinya mematung.


"Gue percaya"

__ADS_1


Reno menangkup wajah queen dengan kedua tangannya menatap lekat wajah itu.


"Nano percaya kok!! gue mohon jangan pergi" ucap Reno mengusap lembut wajah queen.


Gue segera kembali memeluk erat tubuh Reno akhirnya ada orang yang percaya dengan nya.


"Baiklah kita ngobrol dulu bagaimana?" Tanya Reno Que mengiyakan mereka kembali masuk untuk mengobrol lebih lama..



BW POV.


"BOS" panggil Athar dan Mike berlari ke meja pojok.


"Ada apa?" Tanya jho melihat kedua sahabatnya berlari seperti ada sesuatu.


Mereka berdua mengatur nafasnya terlebih dulu sebelum menyampaikan apa yang mau dikatakan.


"Fely" ucap athar.


Mereka bertiga mengerutkan keningnya kenapa athar menyebutkan nama perempuan itu.


"Kenapa? Lo ada berita tentang nya?" Tanya gara penasaran sejauh ini perempuan itu menghilang bagai di telan bumi tidak pernah ada kabar mereka tidak tahu kenapa fely meninggalkan mereka tanpa sebab.


"Dia kembali" ujar Mike masih mengatur nafasnya karena berlari dari kelas menuju kantin.


"APA"


Hanya elang yang tidak bereaksi apapun dia tersenyum miring. 'Setelah bertahun tahun dia pergi sekarang muncul lagi' batin elang dia kembali fokus ke makanan nya.


"Iya dia kembali lagi!! Gue denger-denger fely pindahan dari kota A" ucap athar dia dengan Mike tidak sengaja mendengar gosip tentang anak baru di kelas MIPA 3.


"Gue harus tanya sama dia kenapa dia pergi tanpa memberi tahu kita" ucap gara kesal dengan orang itu padahal mereka sudah menganggap fely keluarga nya sendiri.


"Gue setuju"


Mike dan athar juga menyetujui ucapan gara mereka butuh penjelasan dari nya.


Elang memang tidak menyukai fely dari dulu entah kenapa dari wajah nya saja elang sudah muak,, fely menjadi anggota anak BW itu karena usulan dari xavier mau tak mau elang menerima fely masuk ke anggota nya.


"Lo gak suka dia kembali?" Tanya jho berbisik di telinga elang.


"Menurut Lo"


Jho mengangguk paham di mengerti karena memang elang tidak menyukai fely,, Mereka kembali diam setelah pembahasan soal fely tadi tak perduli di sekitar nya yang menjadi pusat perhatian bagi seluruh murid karena mereka sudah terbiasa dengan mereka yang mengagumi nya.


Seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan tak berani mendekati nya.


"Bagaimana caranya gue ngasih tahu mereka yang sebenarnya" gumam orang itu terus memperhatikan anak BW yang tengah menikmati makanan nya.


"Apa mereka mau memaafkan gue" ucap nya sekali lagi sambil memegang bagian dadanya yang terasa sakit dia memejamkan mata untuk menstabilkan penyakit nya yang kambuh....

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2