Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 12


__ADS_3

Tak terasa queen bertransmigrasi sudah 1 bulan dan masih sama tidak ada yang berubah hanya saja queen sekarang berteman dengan meisya.


Queen pernah menghubungi kembali ponsel miliknya yang di pegang bianca tapi masih sama ponsel nya di matikan jadi queen mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan pada bianca.


"Woy ngelamun aja lo ra" Meisya sedari tadi merhatikan queen bingung karena dipanggil tidak ada respon.


Queen tersadar dari lamunannya dia menghela nafas sungguh batin dan juga fisik nya merasa lelah dengan ujian yang di berikan oleh tuhan untuk dirinya.


"Mikirin apa kok bengong terus? Tanya meisya.


Queen memaksakan untuk tersenyum. "Lagi mikir tugas sekolah" Karena memang iya kelas XII itu pelajaran nya minta ampun, apalagi otak queen pas pasan jadi agak gimana gitu Sebenarnya queen masih kelas XI jadi pelajaran di kelas XII itu sangat sulit untuk nya.


"Hehe iya juga ya masih SMA aja udah gini apalagi kuliah makin gila mikirin tugas" Jawab meisya menikmati suasana kantin yang ramai.


"Oh ya emang mau lanjutin dimana? Tanya queen.


"Kalo boleh sama lo aja kan kita jadi lebih deket, gimana mau gak kuliah bareng gue? Ujar meisya dia ingin bersama terus dengan queen.


"G-gue gak mikir sampai segitunya" Queen bingung gak tau mau jawab apa. 'andai lo tau mei sebenarnya gue bukan nara, dan gue gak tau sampai kapan gue berada dalam tubuh nara' Lanjut queen membatin.


"Kok gitu emang lo gak mau ngelanjutin? Meisya merasa kecewa jika itu sampai terjadi.


"Belum pasti!! Tapi gue sekarang mau fokus dengan yang ini dulu" Jelas queen.


Meisya mengangguk mengiyakan ucapan queen saat sedang asik ngobrol mereka dikejutkan oleh


seseorang.


"Asik bener ngobrolin apa nih?


"Loh mike" Meisya kaget ngapain nih si curut kesini.


"Boleh gabung gak? Soalnya gue gak punya teman" Tanya mike karena memang dia sendirian.


Tanpa persetujuan dari queen dan meisya mike langsung duduk begitu saja.


"Emang yang lain mana? Meisya penasaran tumben


anak BW tidak ke kantin hanya seorang mike saja.


"Sibuk"


Setelah mengatakan itu mike menuju toko kantin untuk memesan makanan. Queen hanya mengedikkan bahunya bahwa dia tidak tau saat meisya melihat ke arah nya.


"Pada bahas apa tadi? Tanya mike setelah duduk kembali.


"Gak ada" Jawab meisya cuek.


"Idih sok cuek lo" Cibir mike bisa bisanya seorang mike pratama di cuekin oleh cewek.


"Terserah gue, kenapa lo gak terima pergi aja sana" Usir meisya mereka memang selalu berantem jika bertemu kayak Tom and Jerry aja kelakuannya.


"Yee gue kesini mau makan dan juga mau pendekatan sama ayang nara" Ujar mike tersenyum melihat queen, queen jengah saat mike bertingkah tapi itu membuat queen nyaman dengan tingkah laku mike.


Ueekk....


Meisya pura pura muntah saat mendengar perkataan mike yang memanggil queen dengan sebutan ayang.

__ADS_1


"MEISYA HAMIL" Teriak mike mengundang para murid di kantin, Meisya langsung membungkam mulut mike dengan tangannya.


"Heh mulut lo minta di jahit" Meisya melototi mike


dia jadi salting saat murid tengah menatapnya.


Mike berusaha melepaskan tangan mei dari mulut nya. "Tangan lo bau terasi bego"


Sontak meisya mencium tangan nya. "Ngga tuh ini bau parfum gue"


"Haha kena tipu wle" Mike menjulurkan lidahnya mengejek karena berhasil mengerjai meisya.


"B*ngs*t lo" Umpat meisya horor.


"Heh ngomong apa lo" Mike menjitak kepala mei pelan, sedangkan queen jangan ditanya dia tengah menonton acara live di depan matanya.


'gini aja gue udah seneng ngerasa gak kesepian lagi, tapi gue kangen sama bian dimana kita selalu bercanda bareng' Batin queen sedih dia ngira bahwa dirinya sudah mati jadi queen tidak bisa kembali lagi ke dunia nya.


Mei menyenggol lengan mike. "Apa? Tanya mike.


Mei menunjuk dengan dagunya melihat ke arah queen yang sedang mengaduk makanan nya.


"Lo kenapa ra? Mike bertanya pada queen yang sedang melamun.


"Emang gue kenapa? Queen malah balik nanya.


"Lah kok jadi gini" Mike tidak memperpanjang obrolannya karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


••••••••••••••


Anak BW sedang berkumpul di belakang sekolah karena mereka membahas tentang tauran yang di ajukan oleh geng mortal enemy, kecuali mike yang tidak ada di rapat saat ini.


"Tidak, sudah jelas kan" Jawab elang memainkan kaleng minuman nya.


"Emang dua puluh orang cukup el" tanya jho karena setau jho xavier itu membawa pasukan banyak seperti dulu.


"Hmm"


Mereka mengangguk tanda mengerti jika elang sudah memutuskan sekian maka tidak bisa diubah.


"Si curut mana? Sadar gara mencari keberadaan mike.


Mereka juga mencari keberadaan mike yang entah kemana padahal tadi ada bersama mereka kenapa sekarang tidak ada.


"Kebiasaan mike itu, kita lagi rapat dia pergi" ucap jhonatan.


"Tadi dia ngasih tau salah satu diantara kita gak? Tanya athar tumben anak itu tidak memberi tahu nya.


"Iya tadi dia ngomong ke gue mau ke kantin perutnya minta di isi katanya" Jawab salah satu anggota BW.


Mereka hanya ber'oh saja karena memang ini jam istirahat sudah pasti perut nya minta makan, tapi mereka fokus ke rapat tadi jadi tidak sempat memikirkan jam istirahat nya.


"Sudah kalian boleh pergi" Ucap elang jam kedua mau dimulai jadi mereka harus pergi ke sekolah masing-masing.


"Baik bos" Jawab mereka serempak dan berhamburan meninggalkan area belakang sekolah.


"Eh sadar gak sih kalian kalo mike dekat dengan nara" Gara sebenarnya iri dengan Mike yang bisa dekat dengan queen karena gara menyukai queen padahal sekarang gara mempunyai pacar tapi masih saja suka sama cewek di sekolah ini.

__ADS_1


"Mungkin mike suka sama nara" Jho menimpali ucapan gara.


"Cowo mana yang gak menyukai nara, kan Nara sekarang udah jadi cantik pasti cowok berbondong bondong ingin jadi pacarnya" Ujar athar panjang lebar kenyataan nya gitu queen sekarang jadi incaran para siswa sekolah SMA Nusantara.


"Noh" Gara melirik ke arah elang yang memainkan ponselnya.


"Apa" Tanya athar tak mengerti.


"Elang tidak tertarik sama nara" Ujar jho mengerti dengan kode gara, elang mendongak saat mendengar namanya di sebut.


"Kenapa"


Mereka tersenyum menampilkan gigi nya sedangkan elang mengerutkan keningnya tidak paham apa yang mereka bahas, mereka memang agak aneh tapi tidak diketahui oleh anggota lainnya.


Elang berdiri karena bel sekolah berbunyi dan diikuti oleh jho gara dan athar, di koridor gara dan athar asik ngoceh gak jelas entah apa yang mereka bicarakan.


"Aduh" Athar mengusap dahinya karena elang berhenti mendadak jadi dia tidak dapat menghindar.


"Kenapa? Tanya gara pasalnya elang berhenti.


Sedangkan jho bingung apa ada yang ketinggalan di belakang sekolah pikir jho gitu.


Mereka melihat kearah yang elang kasih tau lewat tatapan nya, terdapat seorang gadis saling menatap tajam.


"Clarissa sama nara kenapa tuh, mereka kok keluyuran inikan udah masuk jam kedua" Ujar gara tak lepas pandangan nya dari mereka berdua.


••••••••


Queen sempat berpamitan pada meisya dan mike untuk ke kamar mandi saat di koridor seseorang menarik kasar hingga punggung queen menghantam tembok.


"Apa apaan lo" Ucap queen sengit saat mengetahui pelaku nya.


"Lo pikir dengan kekuasaan yang Lo punya bisa ngebuat gue menderita ngga sama sekali" Cecar clarissa tanpa henti.


Queen hanya acuh menghiraukan ucapan clarissa. "Dengar nara lo bisa saja ngusir kami dari rumah tapi lo harus tau setelah Lo ngelakuin itu ke gue, gue bikin lo menderita" Ucap clarissa meluapkan amarahnya karena tadi pagi queen sempat mengancam mereka jika berbuat keributan di rumah nya mereka akan di usir oleh queen.


"Sayang nya gue gak takut dengan ancaman elo" Tantang queen menatap remeh clarissa.


Clarissa sudah habis kesabarannya dan ingin menampar queen tapi ditahan oleh sebuah tangan.


Queen menggenggam erat pergelangan clarissa. "Lepas" Sentak clarissa menahan rasa sakit di pergelangan tangan nya.


"Clarissa Lo harus ingat satu hal gue bukan nara cupu tapi gue nara yang bisa ngelawan apapun itu, lo pikir semudah itu ngalahin gue" Queen melepaskan tangan clarissa dan meninggalkan cla yang mematung tiba tiba queen berbalik tersenyum ke clarissa sambil mengatakan sesuatu tanpa suara pengecut dan mengacungkan jari tengah nya.


Jangan ditanya sudah pasti clarissa marah dan mengepalkan tangannya. "Lo lihat siapa yang bakalan menang"


"Seru juga ya nonton acara live tapi gue greget sama mereka kenapa gak pake acara ngejambak gitu kan lebih seru tuh kayak nya" Ngoceh athar tak berhenti gara mukul pundak athar dengan keras.


"Eh b*ngs*t berani lo ya" Athar menatap garang ke arah gara yang tersenyum manis membuat athar jijik.


"Sudah sebaiknya kita ke kelas" Jhonatan memperingati mereka berdua supaya tidak adu mulut.


'apa ada malasah lagi kenapa clarissa terlihat sangat marah' Elang sudah mengetahui identitas nara yang ternyata saudaraan dengan clarissa walaupun tiri.


"Bos ngelamun mulu" Gara membuyarkan lamunan elang, elang pergi tanpa sepatah katapun.


"Yee di tinggal kita" Ucap athar mengejar elang diikuti oleh Jho dan gara.......

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2