Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 09


__ADS_3

Jalan XX terlihat seorang mengenakan seragam sekolah menunggu seseorang. " Ckk pengecut" Umpat orang itu.


Tak lama sebuah motor berhenti di hadapan mereka, Elang membuka helmnya dan melihat orang itu.


Elang tersenyum miring dia pikir hanya seorang tapi ber5 tapi itu tidak membuat elang takut Dia cukup memerhatikan apa yang diinginkan oleh xavier.


"Gue pikir lo gak datang" Xavier tersenyum meremehkan.


"Mau apa lo" Tantang elang menatap nyalang ke mereka.


"Santai bro kita cuma mau ngajakin lo berantem" Jawab aron selaku anak buah xavier.


Elang tau apa yang akan mereka lakukan sudah biasa mereka berantem karena elang dan xavier adalah musuh berat, Dulu mereka adalah sahabat yang dekat tapi semuanya berubah karena di antara mereka ada kesalah pahaman, Jadi mereka sering tauran antar geng Xavier tidak terima dengan kekalahan waktu dulu jadi sampai sekarang dia ingin membuat elang berlekuk lutut padanya.


FLASHBACK ON...


"El kantin yuk" Ajak xavier kepada elang yang tengah duduk di lantai memainkan ponsel.


Elang mendongak terlihat xavier tersenyum ke arah elang.


"Ckk malah bengong buruan entar kita gak kebagian tempat duduk" Xavier menarik tangan elang menuju kantin Elang hanya pasrah di tarik oleh xavier.


"Gila nih bakso bang harto enak tiada duanya" Elang yang mendengar ucapan xavier terkekeh.


"Segitunya amat muji bang harto" Timpal elang sudah biasa melihat sahabatnya itu bertingkah aneh.


"El kalo bakso ini ada bintang nya dah gue kasih 100" Xavier kembali melahap bakso masih setengah itu.


"Iya bos semoga nih bakso tetap enak seperti persahabatan kita tidak akan pernah gugur ya gak" Ujar mike yang dari tadi nyimak.


Mereka semua mengangguk membenarkan ucapan mike karena harapan anak BW tetap bersatu apapun masalahnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat seorang gadis menghampiri mereka. "Hai boleh gabung gak" Tanya gadis itu.


"Eh neng fely boleh dong sini duduk di sebelah abang gara" Gara menepuk kursi kosong.


Felysia Inez Gianina satu satunya cewek di anak black wolf fely di jadikan ratu oleh anak BW menyayangi nya seperti adek perempuan.


"Maaf ya tadi ada urusan jadi terlambat" Ucap fely lembut.


"Gak papa kalo itu memang urgent" Xavier tersenyum menanggapi fely. "Oh ya tadi kita udah pesan buat kamu"


"Terimakasih ngerepotin kalian" Fely terus memerhatikan elang tidak ada yang menyadari, Sebenarnya fely memang menyukai elang tapi elang sudah menganggap fely adek nya.


Elang tahu kalau xavier menyukai fely jadi alasan itu yang di katakan pada fely karena elang tidak ingin persahabatan nya hancur karena satu cewe.


Xavier mempunyai seorang adek cewe yang duduk di bangku SMP VII elang menyukai nya, Aurora Lovania Anderson wajah imut nan polos bisa menggetarkan hati elang jika mengingat rora elang tidak bisa menyembunyikan raut wajah senang.


********


Elang dan rora sekarang berada di taman karena elang ingin mengatakan perasaannya, Mereka tidak hanya berdua anak BW juga ikut tapi sibuk sendiri.


Elang mengajak aurora menuju tempat dimana dia akan mengungkapkan perasaan pada rora.


"Kak kita ngapain disini" Tanya rora dengan wajah polos.


"Gak papa cuma pengen berduaan sama kamu" Jawab elang lembut menatap mata indah milik aurora.


"Iih kak elang gombal banget" Rora malu karena elang terus menatap ke arah nya.


"Kenapa hm" Elang bertanya saat aurora menunduk memainkan ujung baju.


"Malu" Cicit rora sudah pasti pipinya merah bak kepiting rebus.

__ADS_1


"Hahaha kamu itu cantik kalo lagi malu" Puji elang karena memang di mata elang aurora begitu lucu.


"Iiish kak elang" Aurora memanyunkan bibirnya dia kesel sekaligus senang karena rora memang menyukai elang sejak pertama ketemu.


Disisi lain seseorang mengepalkan tangannya dia tidak suka jika mereka pacaran. 'kalo gue gak bisa dapetin elang dia juga tidak akan bisa' orang itu tersenyum miring karena memiliki ide yang cukup bagus.


***Elang kaget saat mendengar teriakan aurora dengan secepat mungkin berlari ke tempat rora Terlihat dia menahan sakit.


"Rora kamu kenapa? Panik elang melihat banyak darah elang tidak bisa berpikir jernih saat melihat orang yang di cintai kesakitan.


Aurora ingin mengatakan sesuatu tapi ia tidak sanggup pernafasan nya sudah tidak setabil.


"RORA" Teriak xavier berlari menuju tempat elang dan aurora anak BW juga kaget apa yang dilihat.


BRAAK....BUGGHH...


"APA YANG LO LAKUKAN KEPADA RORA" Xavier menghajar elang tanpa ampun dia tidak menyangka bahwa sahabat nya membunuh adek satu satunya.


Xavier melihat sendiri elang memegang pisau itu sudah pasti elang pelaku yang membunuh aurora.


Jho menenangkan xavier supaya tidak menghajar elang dilihat elang sudah babak belur dipukuli oleh xavier karena elang tidak membalas pukulan dari xavier.


"SUDAH CUKUP SEBAIKNYA KITA BAWA RORA KE RUMAH SAKIT" Jho berteriak melihat rora sudah mulai lemah.


'semoga lo mati sebelum sampai di rumah sakit' Orang itu terus memerhatikan dari kejauhan dia senang karena berhasil rencananya.


"APA YANG LO KATAKAN HAH" Xavier memegang kerah baju dokter dia tersulut emosi saat dokter itu mengatakan tidak bisa menyelamatkan rora.


"Tenang ini rumah sakit lo mengganggu istirahat pasien lain" Jhonatan menepuk pundak xavier berusaha menenangkan.


"Pasien sudah tidak bisa diselamatkan karena terlalu lama pisau itu bersarang di jantungnya" Dokter mencoba menjelaskan apa yang dia periksa.

__ADS_1


Sedangkan kedua orang tua xavier menangis saat mendapati kabar kematian putrinya, Mereka langsung terbang ke negara A untuk menemui aurora terakhir kalinya....


Bersambung


__ADS_2