Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 34


__ADS_3

Sepulang sekolah elang dicegah oleh fely mereka sekarang berada di belakang sekolah karena fely membawa nya kesana.


"Mau apa Lo? tanya elang sinis dia tidak mau berlama-lama dengan nya.


Fely menelan ludah nya kasar dia tidak tahu harus memulai dari mana.


"Cepat gue gak ada waktu"


"Em... El gue kangen "ucap fely menundukkan kepalanya sambil meremas tangan nya sendiri.


"Ckk.. Lo ngajak gue kesini cuma mau bicara seperti itu? Sebaiknya simpan saja omongan lo yang gak berguna itu"


Elang ingin pergi tapi fely dengan paksa memeluk elang dari belakang memohon untuk tidak pergi.


"Gue mohon dengerin gue dulu pliss"


"Lepas" sentak elang berhasil lepas dari pelukan fely, tapi cewek kembali memeluk elang dengan erat menangis sejadi jadinya di punggung elang.


"Gue kangen sama Lo!! Maaf gue pergi gak bilang-bilang gue tau gue salah maafin gue" ucap fely tersedu-sedu mempererat pelukannya.


"Lepas b4ngs4t" elang membalikkan badannya agar bisa melepaskan pelukan fely.


Tentu saja fely bisa mencium aroma parfum milik elang yang dari dulu tidak berubah sampai sekarang fely memang sangat merindukan aroma elang.


"GUE BILANG LEPAS YA LEPAS ANJ" bentak elang membuat fely spontan melepaskan pelukannya dan langsung menundukkan kepalanya takut mendengar bentakan elang.


"Jangan pernah ganggu hidup gue lagi paham" ujar elang langsung meninggalkan fely kenapa tadi dia mau diajak ke belakang sekolah, elang melepaskan jaket nya lalu menjing-jing seolah najis terkena kotoran.


Fely terduduk di atas rumput dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya badan nya bergetar akibat nangis.


"El kapan Lo ngebuka hati buat gue" gumam fely memukul d*da nya karena merasa sakit dia menangis menumpahkan apa yang dia rasakan saat ini.


"Ini kenapa d*da gue sakit ngeliat mereka berpelukan ya" ucap queen pelan dia memang mengikuti elang dan fely tadi karena penasaran sama elang di tarik oleh fely.

__ADS_1


"Mana gue gak denger lagi yang mereka bicarakan" queen langsung pergi tanpa memperdulikan mereka karena posisi elang saat ini membelakangi nya jadi saat elang membalikkan badan terlihat dia sedang memeluk fely membuat queen sesak nafas jika terus berada disana melihat mereka bermesraan.


"Anjir mata gue perih" Queen mengipas-ngipaskan tangan nya gak tau tujuan dia seperti itu.


Di parkiran anak BW sedang menunggu bos nya dan tak lama elang berjalan kearah mereka menentang jaketnya.


Elang melemparkan jaket nya ke arah gara sementara gara refleks menangkap jaket yang diberikan oleh elang.


"Bakar jaket itu" titah elang pada gara membuat mereka bingung dan saling pandang.


"Kenapa bos?" tanya gara.


"Gak usah banyak tanya lakukan perintah gue"


Mereka mengangguk paham lalu meninggalkan area parkiran, Sedangkan queen menuju motor nya langkah nya gontai seperti tak ada tenaga sama sekali sudah beberapa kali queen menghela nafas.


'masak gue cemburu sama kedekatan mereka? gak mungkin sih sejak kapan gue suka sama tuh orang perasaan gue benci sama dia tapi itu dulu,, kalau sekarang gak tau' Queen membatin pikiran nya terus tertuju pada elang yang berpelukan dengan fely.


Reno sedang menunggu kedatangan adek nya dia ingin mengajak queen makan siang bersama dan setelah itu Reno akan membawa queen jalan-jalan.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya yang di tunggu-tunggu datang mereka saling melempar senyuman.


"Halo Abang" sapa gue tanpa permisi langsung duduk di depan Reno.


"Gimana sekolah nya?" tanya Reno.


"Seperti biasa pelajaran nya susah kan abang tau kalo otak queen pas-pasan" jawab queen mencomot makanan Reno, Reno mengangguk mengerti lalu memanggil pelayan cafe untuk memesan makanan untuk queen dan dirinya.


"Bang" panggil gue Reno mendongak menatap queen.


"Kenapa?"


"Papa sama mamah nya queen gimana?" ucap queen ingin tau tentang orang tua nya.

__ADS_1


"Lo tenang aja mereka tidak akan menyakiti Lo lagi" jawab Reno sedangkan queen melengos bukan itu yang di maksud oleh nya.


"Bukan itu maksud gue!! Gue mau nanya keadaan mereka Abang" ujar gue gemas pengen banget nonjok wajah nya Revano.


"Tumben nanyain kabar mereka? Ingat Queen apapun yang terjadi lo jangan pernah balik lagi sama mereka" Reno memperingati queen dengan tegas karena dia sendiri tidak mau adek nya bersama orang yang salah.


"Kenapa? Mereka orang tua queen kenapa gue harus pergi dari orang tua gue sendiri, Abang harus ingat banyak diluar sana yang tidak memiliki orang tua lengkap mereka pasti sangat ingin memiliki orang tua queen pun sama ingin merasakan kasih sayang nya" ucap gue agak kecewa dengan perkataan Reno gue tau Reno ngomong seperti tadi hanya ingin demi kebaikan dirinya tapi queen berharap setelah kejadian ini orang tua nya bisa menerima nya.


"Gue tau!! Lo juga harus ingat Na mereka dulu memperlakukan Lo seperti itu dan Lo mau kembali lagi dengan mereka"


"Apa salah nya kalo gue ngasih mereka kesempatan kedua siapa tau saat gue kembali mereka mau nerima gue" ujar queen serius menatap orang yang di depannya.


Reno mengangguk. "Iya gak salah itu terserah Lo mau apa,, Tapi gue heran kenapa mereka benci sama Lo padahal Lo anak kandung nya!! Apa mungkin Lo pernah bikin kesalahan yang tidak bisa dimaafkan" tanya Reno heran dengan keluarga Gabriela.


Queen tersenyum miris dia juga tidak mengerti tentang keluarga nya yang membenci dirinya.


Obrolan mereka terhenti saat makanan yang di pesan Reno sudah datang mereka segera menyantap makanan itu dalam diam setelah obrolan panjang tadi...


Di kediaman Anderson seorang sedang menatap foto berukuran sedang air matanya jatuh mengenai foto yang dipegang nya.


Suara Isak terdengar sangat pilu Miranda terus menerus memeluk erat foto anak nya yang tak lain adalah Aurora sudah lima tahun kepergian nya tapi membuat Miranda masih terus memikirkan Aurora.


"Sayang kenapa kamu ninggalin mama!! Rora gak sayang sama mama ya sampai pergi jauh" ucap Miranda mengecup foto Aurora.


"Rora gak adil pergi gak ngajak mama,, Padahal mama mau ikut Rora biar rora gak sendirian disana"


Miranda terus berbicara seolah ia sedang bicara dengan anak nya Xavier yang tanpa sengaja melewati kamar mama nya itu mendengar apa yang dikatakan oleh Miranda.


'maafin Xavier mah kalau seandainya waktu itu xavier tidak membiarkan rora bersama dengan elang mungkin semua nya tidak akan pernah terjadi' Xavier mematung dendam nya kepada elang semakin bertambah kala melihat sang mama nya menderita akibat kepergian adek nya.


"Sialan elang kenapa dia tidak mempunyai adek!! kalo dia punya adek sudah dari dulu gue membalas perbuatannya itu" ucap Xavier mengepalkan tangannya dia pergi menuju kamar nya sendiri untuk beristirahat sejenak....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2