Queenara Transmigrasi

Queenara Transmigrasi
Bab 31


__ADS_3

Sepulang sekolah Elang Mike serta Meisya kembali ingin menemui queen mereka sudah berada di ruang tamu menunggu queen yang katanya bik rumi ke rumah sakit mengurus meyra.


"Masak jam segini belum selesai" ucap mei bosan menunggu queen yang tak kunjung pulang meisya sudah beberapa kali berganti posisi karena pegal.


"Urusan sama polisi itu ribet jadi membutuhkan waktu lama" ucap mike menikmati cemilan yang disediakan oleh bik rumi Mike seperti pemilik rumah ini dengan santainya dia tiduran menghadap ke arah TV menonton film.


"Lo mau kemana?" Tanya meisya melihat elang berdiri.


Mike menoleh kearah elang yang pergi tanpa menjawab pertanyaan Meisya. "Untung ganteng" gerutu meisya karena dicuekin.


"Udah biasa dia tuh"


Meisya tak ambil pusing karena sifat elang memang begitu mei juga menikmati siaran yang ditonton mike.


Elang berhenti di depan pintu saat matanya melihat mobil yang berhenti di teras rumah Nara.


"Nara" gumam elang dirinya kaget karena queen pulang dengan seorang pria mata elang menyipit memerhatikan kedua insan yang berjalan kearah nya.


"Elang!!! Lo kok disini" ucap gue tak nyaman karena ditatap elang seperti menatap musuh nya.


"Siapa na?" Tanya Reno matanya tak lepas dari elang.


Elang tersenyum kecut saat pria disamping queen memanggil gadis itu dengan panggilan nya. 'na,, panggilan yang bagus' batin elang entah kenapa dirinya tidak suka pria itu memanggil queen seperti itu.


"Teman sekolah.. Ayok masuk ngapain berdiri disini" ajak queen mendahului mereka sementara kedua pria itu masih saling menatap satu sama lain.


Reno masuk tanpa menunggu elang yang masih mematung memikirkan siapa pria itu.


"HALO I'M BACK " teriak queen membuat kedua manusia yang asik menonton itu terkejut.


"Na" tegur Reno karena terlalu berlebihan membuat didalam rumah kaget.


"Sorry lupa" ucap queen cengengesan dia menarik Reno untuk duduk di sofa yang tersedia.


"Bik rumi mana?" Queen celingak-celinguk mencari bik rumi yang tidak menampakkan batang hidungnya.


"Dikamar nya mungkin" jawab Meisya matanya melirik kearah Reno. 'tuh cowok kayak pernah ketemu deh tapi dimana ya?' Meisya melotot tak percaya setelah mengingat pria disamping queen.


Meisya dengan grasak-grusuk menarik queen menjauhi mereka membawa ke dapur. "Lo kenapa mei?" Tanya gue heran dengan tingkah nya.


"Lo kok bisa sama dia?"


Queen mencerna ucapan Meisya lalu menampilkan senyuman setelah mengerti maksud dari perkataan meisya.


"Kenapa?"


Meisya gemas dengan queen saking gemasnya pengen dia tampol pake panci biar otaknya berfungsi.


"Ish Nara gue tanya Lo kok bisa sama tuh cowok"


"Tadi gak sengaja ketemu jadi,, ya gitu deh" Queen berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman yang bisa dia minum.


Meisya berdecak pinggang karena queen tak menjelaskan dengan detail. "Dasar anak itu" meisya mengikuti queen dari belakang untuk kembali ke ruang tamu.


Sedangkan di ruang tamu tidak ada yang bicara hanya melempar pandangan hingga queen memecahkan keheningan diantara mereka.


"Cie.... Awas nanti saling suka" ucap queen bergabung dengan mereka Mike menggaruk kepalanya bingung sekaligus heran dengan pria yang duduk di depan nya.

__ADS_1


"Na Abang pulang jaga diri Lo!! Kalo ada sesuatu hubungi gue" Reno pamit tidak bisa lama-lama disini sekertaris nya tadi mengirimkan pesan untuk segera kembali ke kantor.


"Oke bang!! Hati-hati kalo sudah sampek kabarin gue" queen menyalimi tangan Reno sebaliknya Reno mencium kepala queen kedua orang itu yang melihat adegan mereka membuat mata nya melotot seperti sudah biasa dengan perlakuan nya.


Jangan ditanya elang mati-matian menahan diri untuk tidak menghajar pria itu yang berani sekali menyentuh queen.


'ada apa dengan gue' batin elang heran dengan dirinya yang terlihat tidak suka interaksi kedua manusia di depan nya.


Queen mengantarkan reno kedepan tanpa memperdulikan orang yang sedang menatap nya.


"Dia siapa weh" tanya Mike butuh penjelasan dia sangat penasaran dengan nya.


"Gak tahu tadi Nara gak bilang dia siapa" ucap meisya memijat kepalanya yang terasa berdenyut.


"Apa dia pacar Nara?"


Elang menoleh kearah mike menatap nya dengan tajam mike menyadari bahwa ada yang menatap membuat merinding.


"Hehe k-kenapa b-bos" Mike menelan ludah nya kasar takut jika ditatap elang seperti ingin memakan nya.


Elang bangkit ingin menyusul queen dia sendiri yang akan menanyakan nya siapa pria itu.


Queen masuk senyuman tak pernah luntur karena terlalu senang elang menarik pergelangan tangan queen membuat nya meringis karena terlalu erat.


"Aww,,!! Sakit El"


Elang tak memperdulikan rengekan queen yang meminta dilepaskan dia terus membawa queen ke belakang.


Tubuh queen dihempaskan ke tembok belakang rumah elang mengunci tubuh queen dengan kedua tangan nya,, Queen mengibaskan tangannya yang terasa sakit dan meniup nya.


"Lo kenapa sih?"


"JAWAB"


Queen tersentak mendengar elang membentak nya. "A-apa" ucap queen pelan membuat elang tak mendengar dengan jelas.


"Bicara dengan jelas Nara" Elang masih memperhatikan reaksi queen dia tahu kalo queen takut kepada nya.


Elang memegang dagu queen supaya mendongak menatap nya. "Siapa dia?" Ucap elang menurunkan nada bicaranya.


"D-dia bang Reno"


Elang menaikan sebelah alisnya. "Bang"


Queen mengangguk kakinya saat ini terasa lemas tidak mempunyai tenaga perlahan mendudukan dirinya.


Elang juga berjongkok kedua tangannya memegang bahu queen. "Lo anak tunggal dan Lo gak punya Abang Nara"


"Lo gak akan pernah mengerti" ucap gue membuang pandangan ke arah lain.


"Ya gue tidak mengerti maksud Lo" ucap elang menghela nafas panjang dia duduk disebelah queen memandangi taman di depannya.


"Gue gak bisa jelasin sedetail mungkin karena kita gak ada hubungan"


"Apa maksud Lo?" Tanya elang menoleh kesamping.


Gue tersenyum ke arah Elang memejamkan mata sejenak. "Lo gak usah ikut campur urusan pribadi gue!! Karena apa? kita tidak punya hubungan apapun bahkan kita tidak terlalu akrab bagaimana bisa lo bertingkah seperti tadi"

__ADS_1


Elang terdiam dirinya tidak mengerti ada apa dengan nya kenapa tadi dia bertingkah seperti orang yang cemburu.


"Gue minta sama Lo jangan pernah ikut campur urusan gue" setelah mengatakan itu queen bangkit meninggalkan elang sendirian.


"Urusan pribadi" gumam elang tersenyum miris dia meraba dadanya yang terasa sesak.


"Apa gue cemburu"


••••


"Non makan dulu"


Seseorang tak menanggapi dia terus melamun sampai tidak sadar ada yang memanggil nya.


"Non!! Non fely"


Fely tersentak sebuah tangan menepuk pundak nya. "Bik Sena ngagetin aja"


"Maaf tadi non fely di panggil gak nyahut!! Bibi cuma mau nganterin makanan non fely dimakan ya"


"Iya bik makasih"


"Kalo gitu bibik permisi mau keluar jangan lupa dimakan terus obat non fely di minum habis itu istirahat"


Fely mengangguk mengerti setelah bik Sena keluar fely hanya memandangi makanan yang di bawa oleh maid nya.


"Bagaimana pun gue harus meluruskan nya" ucap fely berjalan kearah balkon kamar fely menghirup udara sebanyak-banyak nya sambil memejamkan mata membiarkan angin menerpa wajah nya..


Rosa sedang membersihkan tubuh queen dengan telaten dia sadar sekarang selama ini tidak pernah memberikan kasih sayang pada anak nya, Rosa akan menyayangi Queen dengan sepenuh hati nya mulai saat ini.


"Sayang cepet bangun ya mama sudah menunggu kamu" air mata Rosa jatuh mengenai pipi queen dia sangat menyesal karena dulu memperlakukan anak nya dengan buruk.


"Maaf mama salah sama queen,, tolong maafkan mama!! Mama janji akan menyayangi queen sebagai anak kandung mama"


"Tapi mama mohon queen harus sembuh dulu baru mama bakalan memberikan kasih sayang mama" ucap Rosa lalu memeluk tubuh queen yang terbaring di ranjang.


Pram yang tak sengaja melihat istrinya membuat sedih jika saja anak nya masih ada mungkin mereka keluarga yang paling bahagia.


'saya tidak akan pernah rela jika mereka hidup bahagia,, jika saya menderita maka mereka juga akan ikut menderita merasakan apa yang saya rasakan'


Pram mengatur nafasnya terlebih dulu sebelum menemui istrinya perlahan kaki nya melangkah kearah Rosa yang sedang merapikan ranjang queen.


"Sayang"


Rosa menoleh kebelakang dia mendapati suami nya yang berjalan kearah nya.


"Mas sudah pulang" Rosa menyalami tangan Pram lalu memeluk nya menyambut kedatangan suami nya.


"Mas tolong periksa kondisi queen"


Pram memeriksa denyut nadi queen dia mengangguk fokus meriksa semua kondisi nya.


"Jauh lebih baik"


"Syukurlah kalau gitu kita bakal kembali lagi bersama!! Mama gak sabar untuk memasak makanan kesukaan queen terus bikin bekal buat dibawa ke sekolah" ucap Rosa membayangkan dimana dia mengurus semua keperluan anak nya.


"Iya semoga saja dia cepat sadar" Pram senang jika istri nya kembali ceria kalo emang Rosa menginginkan kesembuhan queen Pram akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat queen kembali dia tidak ingin Rosa kembali seperti dulu depresi memikirkan anak nya yang sudah tidak ada....

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2