Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 21


__ADS_3

Matahari telah timbul dan membangunkan seorang gadis yang sedang asiknya tidur di peraduannya. Cahaya matahari yang memasuki celah-celah dan mengenai wajah sang gadis membuatnya terbangun dengan kesal.


"Argghh kenapa tidur malam ini terasa sangat sebentar sihh," gerutunya Mei Yin kesal.


Tok tok tok. "Nona apakah sudah bangun," panggil Tang Yi.


"Ya kau siapkan air mandiku ya," kata Mei Yin beranjak dari peraduannya.


"Baik nona, dan Tuan besar meminta nona untuk makan bersama di ruang makan utama," kata Tang Yi.


"Baiklah aku akan kesana," jawab Mei Yin.


40 menit Mei Yin melakukan aktifitas paginya. Saat ini dia sudah di perjalanan menuju ruang makan utama keluarga Perdana Menteri Rong.


"Salam pada ayah, Selir pertama, Selir kedua dan para saudarku sekalian," salam Mei Yin dengan sedikit membungkuk.


Mei Yin tersenyum sinis saat melihat kursi nona pertama keluarga Perdana Menteri ini di duduki oleh Fu Cai yang merupakan puteri kedua.


"Silahkan duduk nak," kata Perdana Menteri.


Mei Yin mengambil posisi paling jauh dari mereka.


Meja makan ini sangat besar dengan kursi 12 buah. Mei Yin mengambil kursi paling ujung.


"Kenapa kau duduk di situ nak?" tanya Perdana Menteri.


"Ahh tidak apa, ku rasa aku tak dianggap di sini jadi aku lebih baik duduk di sini," kata Mei Yin tenang.


Perdana Menteri Rong mengerti ucapan Mei Yin.


"Fu Cai kembali lah ketempat duduk asalmu biarkan kakakmu menduduki kursinya," ucap Perdana Menteri.


Fu Cai mengepalkan tangannya menahan emosi dan menatap tajam Mei Yin.


"Tak perlu ayah, di undang makan bersama saja aku sudah sangat senang aku tak ingin membuat adik menghancurkan keinginannya itu," kata Mei Yin dengan ekspresi sok sedih, padahan itu sindiran hehe.


"Ini akan berlanjut seterusnya kau datanglah pada jam makan pagi dan malam," kata Perdana Menteri Rong.


Fu Cai semakin geram dan marah tapi tak bisa di tampakkannya di sini karena ada ayahnya.


"Tidak apa kakak ini sudah dari awal milik kakak," kata Fu Cai dengan senyum palsunya. "Awas kau aku tak akan membiarkan ini berlarut-larut kau nikmatilah ini, tapi hanya sesaat," batin Fu Cai.


Dia pun berdiri dari tempat duduknya dan beralih ke posisi awalnya.

__ADS_1


Mei Yin berdiri dan berjalan dengan tenang ke arah tempat duduknya yaitu di sebelah Selir pertama yang sekarang tersenyum sinis ke arah Fu Cai, lain halnya Selir kedua yang sangat marah melihat anak kesayangannya di perlakukan seperti itu.


"Mari makan," kata Perdana Menteri Rong. Mereka pun makan dalam keheningan hanya dentingan sendok dan piring yang beradu dan makan pagi pun berakhir.


Mei Yin tidak kembali ke halamannya tapi meminta ijin pada ayahnya untuk keluar, ayahnya mengijinkan dan meminta Tang Yi untuk menemaninya.


Mei Yin pergi kepasar dengan menggunakan kereta yang di siapkan Perdana Menteri.


Sesampainya di pasar Mei Yin memilih berjalan kaki, sambil mampir ke toko yang menurutnya menarik.


Cukup lelah berjalan dan juga merasa lapar Mei Yin dan Tang Yi mampir di sebuah rumah makan.


Saat masuk mereka di sambut oleh pelayan dan mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan. Saat makan Mei Yin mendengar percakapan pengunjung lainnya dan dia merasa tertarik.


"Hey kau dengar tidak tentang portal hitam dan putih yang terlihat di bagian barat di dekat perbatasan?"


"Tidak, memangnya apa itu?"


"Iya apa itu, apakah berbahaya?"


"Dengar ya, dari sumber yang ku dengar, para panatua dari sekte maupun perguruan sedang waspada dengan portal hitam itu, karena katanya portal hitam itu merupakan pintu keluar masuknya ras iblis dan ras vampir. Sedangkan portal putih itu pintu keluar masuk ras penyihir dan ras dewa,"


"Bagus dong ada yang jahat dan yang baik membasmi,"


"Bodoh, apakah kau tak mengerti, jika ras iblis dan vampir bertempur dengan ras dewa dan ras penyihir maka yang kena dampaknya kultivator dan manusia biasa, kita tidak akan mampu menghadapi dampak itu, jadi para panatua berusaha agar portal hitam dan putih itu tak akan pernah terbuka,"


"Menarik, apakah mungkin dunia aneh ini memiliki banyak ras hehe ku rasa mustahil," gumam Mei Yin.


Setelah makan mereka pun memilih kembali ke kediama Perdana Menteri Rong. Saat matahari sudah hampir terbenam dan seperti biasa Mei Yin mandi dulu sebelum istirahat. Setelah selesai MeinYin duduk di peraduannya sambil memikirkan perkataan orang di rumah makan tadi, karena terlalu penasaran dia bertanya pada Xiuhuan, karena menurut Mei Yin Xiuhuan iti banyak pengetahuannya karena hidup nya sudah lama.


"Hey Xiu apakah di dunia ini ada yang namanya ras vampir, iblis, dewa dan penyihir, kalau kultivator aku tahu pasti ada jika yang lain?" tanya Mei Yin.


"Darimana kau mendengar itu?" tanya Xiuhuan kaget.


"Tadi saat di rumah makan aku mendengar orang-orang mengatakan tentang portal hitam dan putih," kata Mei Yin.


"Ternyata waktu nya hampir tiba," gumam Xiuhuan.


"Memang ada ras lainnya selain kultivator dan kau harus lebih memperkuat dirimu lagi, ayo ikut aku," kata Xiuhuan.


"Kemana?" tanya Mei Yin.


"Ikut saja," kata Xiuhuan.

__ADS_1


Di perjalanan Mei Yin bingung Xiuhuan ini mau membawanya kemana jika ditanya dia tidak menjawab, dan Mei Yin pun memilih diam dan mengikutinya.


Sesampainya di tempat tujuan Mei Yin dibuat kagum dengan pemandangan malam di hadapannya.


"Wahhh malam di sini sangat Indah darimana kau tahu tempat seindah ini? Coba lihat dari sini bintang-bintang terlihat jelas," kata Mei Yin sangat antusias.


"Kita kesini bukan menikmati pemandangan," kata Xiuhuan.


"Lalu? Untuk apa?" tanya Mei Yin.


"Ini tempat yang memiliki banyak Qi jadi kau bisa menerobos beberapa tingkat lagi, aku tak ingin kejadian yang lalu terulang lagi," kata Xiuhuan.


"Emmm kau khawatir padaku ya," goda Mei Yin.


"Tidak, aku khawatir pada diriku yang bisa mati dengan tuan sepertimu ini," ketus Xiuhuan.


Mei Yin mendengus. "Dimana aku akan berkultivasi?" tanya Mei Yin.


"Duduklah di batu ditengah danau itu," kata Xiuhuan sambil menunjuk batu di tengah danau.


"Ahhh baiklah," kata Mei Yin berjalan melalui danau dengan berjalan karena airnya tidak terlalu dalam jadi mudah saja mencapai batu itu.


Mei Yin mulai berkultivasi, sedangkan Xiuhuan dam Chen hanya menunggu di pinggil danau.


Malam semakin larut dan Mei Yin belum memiliki tanda bahwa akan bangun, sudah beberapa kali Mei Yin menerobos dan sekarang sudah mencapai level emas tingkat 10.


Beberapa saat kemudian Mei Yin menerobos lagi dan sekarang dia berada di level alam dunia tingkat 1, dia mulai membuka matanya dan langsung berteriak kegirangan.


"Yeayyyy, berhasil berhasil berhasil hore," sorak Mei Yin saking gembiranya.


Saat sudah di depan Xiuhuan dan Chen Mei Yin mengajak mereka pulang.


Mereka pun pulang dan sesampainya mereka langsung tertidur lelap.






__ADS_1


Tinggalkan jejakmu ya. Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca


__ADS_2