Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 37


__ADS_3

Seorang gadis sedang menggeliat di peraduannya untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, dia membuka matanya dan mendapati dirinya di sebuah ruangan atau kamar yang lumayan mewah dengan peralatan yang lengkap. Dia turun dari peraduannya dan membuka jendela. Saat dia membuka jendela terlihat lah dengan jelas banyak orang yang berlalu-lalang karena dirinya berada di lantai dua jadi dia dapat melihat aktifitas penduduk. Dia tidak tahu dia berada di mana sekarang dan wilayah mana, karena dia tertidur di sepanjang jalan dan sekaranh sudah pagi.


"Dimana mereka berdua?" gumam Mei Yin.


Saat Mei Yin hendak membuka pintu bertepatan suara ketukan terdengar dari balik pintu.


Mei Yin pun membukakan pintu dan nampaklah Weiheng dengan pelayan yang membawa makanan di tangannya.


Tanpa minta izin dan diizinkan Weiheng masuk dan memerintahkan pelayan menata makanan yang mereka bawa di atas meja.


Mei Yin mendengus kesal menatap Weiheng yang seenak jidatnya.


Para pelayan selesai menata dan keluar dari kamar Mei Yin.


"Kau tak ingin makan?" tanya Weiheng yang sudah duduk.


Mei Yin mendengus dan duduk berhadapan dengan Weiheng.


"Dimana Ren?" tanya Mei Yin.


"Mengapa kau mencarinya?" tanya Weiheng.


"Tidak apa, hanya saja aku tak melihatnya, biasanya dia selalu di sampingmu," kata Mei Yin acuh sambil meminum teh di depannya dengan sembarangan.


"Dia makan di bawah," jawab Weiheng.


Mei Yin mengangguk saja dan memakan makanannya. Tiba-tiba Mei Yin berhenti makan setelah melihat Weiheng yang tak menyentuh makanannya dan selalu menatapnya.


"Kenapa tak makan?" tanya Mei Yin.


"Nanti setelah kau selesai," kata Weiheng.


Mei Yin mengerutkan dahinya, tapi tak ambil pusing Mei Yin pun melanjutkan makannya. Beberapa saat kemudia Mei Yin telah selesai makan dan dia berdiri kearah jendela, tapi sebelum itu...


"Makanlah, aku tak akan melihatmu makan," kata Mei Yin sambil mengarah ke arah jendela. "Kau tak terbiasa kan makan dengan orang lain," lanjutnya.


Selama beberapa waktu kebersamaan dia dengan Weiheng, Mei Yin merasa lebih mengerti tentang kenapa sifat Weiheng yang dingin, kejam, sadis dan lainnya itu ada pada Weiheng.


Dari pengamatannya, Mei Yin tak pernah melihat yang namanya keluarga Weiheng barang satu orang.

__ADS_1


Mungking nasibnya tidak sebanding dengan penderitaan Weiheng yang mengakibatkan perubahan sifat ini. Mei Yin pernah bertanya pada Ren tentang Weiheng.


"Ren, Rajamu itu kenapa sifatnya itu sangat-sangat pemaksa dingin dan ahhh kau tahu lah? Kau kan sahabatnya itu yang ku tahu, otomatis kau sudah berteman dengannya sedari kecil kan," tanya Mei Yin.


Ren terlihat ragu-ragu menjawab pertanyaan Mei Yin. "Dulu sifatnya tak seperti ini," jeda Ren. "Dulu dia ceria, suka tersenyum berkebalikan dari sifatnya sekarang," terlihat ada kesedihan dan kebencian di mata Ren.


"Lalu?"


Ren pun menceritakan tentang pertemanannya dengan Weiheng sedari kecil saat Weiheng masih jadi pangeran.


"Begitulah ceritanya" kata Ren mengakhiri ceritanya.


Mei Yin mulai terpikir, bukan dia satu-satu seseorang yang malang di dunia ini, banyak orang yang lebih malang hidupnya di banding dirinya. Off


...


Benerapa saat kemudia Weiheng selesai makan dan para pelayan yang di perintahkan membereskan sisa makanan di atas meja.


Saat hanya tersisa mereka berdua keheningan pun melanda kamar itu. Dan Mei Yin yang sudah tak tahan dengan kesunyian itu bertanya.


"Kapan kita melanjutkan perjalanan, ini sudah sangat lama aku tak bertemu mereka, aku khawatir kalau-kalau mereka mengalami kesulitan dan di siksa oleh ibuku?" tanya Mei Yin berjalan menghampirk Weiheng dan duduk di depannya.


Weiheng menatap Mei Yin, terlihat rahang Weiheng mengeras mendengar Mei Yin yang sangat mengkhawatirkan orang lain. Dia diam dan menghela nafas sambil menetralkan kemarahannya. "Kita berangkat sekarang," ucap Weiheng seraya bangkit dari duduknya dan keluar.


Hari menjelang malam dan mereka telah sampai di kerajaan iblis.


"Kita beraksi malam ini," kata Weiheng.


"Malam ini? Tapi kita tidak tahu dimana ibuku mengurung 2 temanku itu," kata Mei Yin. "Apakah tidak lebih baik kita mencari informasi terlebih dulu," lanjutnya.


Sebenarnya Weiheng ingin bertindak cepat karena ingin cepat-cepat kembali ke kerajaannya dan menagih janji Mei Yin dan mengajukan permintaannya. "Tidak perlu, Ren telah mencari informasi tentang tempat mereka di kurung," kata Weiheng.


Mei Yin menatap Ren dan Ren pun mengangguk mengiyakan.


...


Tengah malam mereka bertiga beraksi, melompati pagar istana yang tinggi menjulang dengan mengendap-ngendap mereka menuju sebuah ruangan yang sudah di pastilan Ren bahwa itu tempat di kurungnya Xiuhuan dan Chen.


Mereka menggunakan pakaian serba hitam dan cadar. Mereka mengintip melalui atap yang telah di buka kecil.

__ADS_1


Terlihat Xiuhuan dan Chen yang ada di dalam keadaan terikat di kursi dan Chen yang di ikat di leher dengan tali yang bukan sembarangan tali, karena jika tali itu biasa sudah di pastikan Xiuhuan mampu memutuskannya.


Tap tap tap. Langkah beberapa orang memasuki pendengaran ketiganya, mereka pun menutup sedikit atap yang mereka buka dan datanglah 2 prajurit yang memeriksa keadaan Xiuhuan dan Chen. Tak berapa lama 2 prajurit itu keluar dan mereka bertiga perlahan membuka atap lebih besar agar mereka dapat masuk.


Mereka bertiga berhasil masuk dengan segera Mei Yin melepaskan tali, tapi seperti dugaannya tali itu buka tali biasa, Mei Yin tal dapat memutuskannya, dengan sigap Ren mencoba memutuskannya dan berhasil.


Setelah tali keduanya putus Mei Yin langsung memeluk Chen yang tak sadarkan diri dan Mei Yin mendekati Xiuhuan pula.


"Xiu bangun, aku datang menolong kalian, sadarlah," kata Mei Yin sendu sambil menepuk pelan pipi Xiuhuan.


Chen yang di gendong Mei Yin bergerak dan membuka matanya.


"Mei," lirih lemah Chen.


Air mata Mei Yin mengalir di pipinya dia memeluk Chen. Xiuhuan juga perlahan sadar karena pill obat yang di masukkan Mei Yin ke mulutnya. "Mei," lirih Xiuhuan lemah.


Mei Yin langsung memeluk mereka berdua dia menangis bahagia. "Kalian tak apa?" tanya Mei Yin masih dalam keadaan memeluk mereka.


"Ya, kami baik dan lebih baik lagi jika kau tak datang," kata Xiuhuan.


Mei Yin melepas pelukan mereka dan menatap bingung Xiuhuan.


Belum sempat Mei Yin bertanya suara tepuk tangan dari belakang mereka mengalihkan pendangan mereka menghadap ke belakang dengan mode waspada.


Prok prok prok.


"Wah wah wah adegan yang mengharukan...tapi sayang tidak bisa lagi lanjut ya," kata Cu Mei. Ya Cu Mei ibu Mei Yin yang sepertinya sudah merencanakan ini dan sudah tahu akan kedatangannya.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ditulisan ini ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2