Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 41


__ADS_3

Siang hari itu Mei Yin menuliskan surat yang akan di tinggalkannya untuk Putra Mahkota Hongli yang kira-kira isinya identitas asli Mei Yin, mengapa dia harus pergi dan jauh dari Putra Mahkota Hongli dan alasannya tidak ingin mati untuk keamanan Putra Mahkota Hongli. Ya kira-kira itulah isi suratnya.


"Apa yang harus aku lakukan ya untuk menghabiskan waktu? Tidur? Ahh aku tidak ngantuk, Jalan-jalan? Boleh juga, tapi...kemana? aku tak tahu daerah sini...Ahhh yang penting keluar aja dulu," setelah pergulatan dengan dirinya sendiri akhirnya Mei Yin memutuskan untuk meminta ijin untuk pergi keluar, barang kali kepasar gitu.


Mei Yin pun keluar kamarnya dan mendekati salah satu penjaga yang berjaga.


"Maaf boleh nanya?" ucap Mei Yin pada salah satu penjaga gerbang tempat halaman dia tinggal, penjaga itu mengangguk, karena dilihat dari wajah sepertinya mereka seumuran jadi Mei Yin masih sopan sewajarnya saja.


"Apakah kau tahu di mana ruangan Putra Mahkota Hongli?"


"Anda mau kesana nona?" langsung di angguki Mei Yin. "Mari saya antarkan," ucap penjaga.


Mei Yin pun mengikutinya dari belakang, sesekali dia mengomentari daerah yang pernah menjadi tempatnya bekerja dulu sebagai prajurit laki-laki, ya kan dia dulu menyamar jadi laki-laki bersama Xiuhuan. Mengingat Xiuhuan bagaimana kabarnya sekarang dengan Chen harimau kecilnya. Belum berhasil membebaskan mereka Mei Yin yang merasa kurang mampu menjaga teman-temannya merasa paling lemah jika berada di alam atas ini, meskipun di alam bawah mungkin dia yang paling hebat.


Mereka tiba di depan pintu coklat dengan ukiran rumit nan elegan menyapu penglihatan MeinYin.


"Beliau ada di dalam nona, apakah perlu saya umumkan kedatangan nona?" ucap penjaga yang menyentak Mei Yin dari lamunannya, dengan cepat Mei Yin mengangguk mengiyakan.


Penjaga itu mengumumkan kedatangan Mei Yin dan tak lama seorang pria paruh baya keluar dengan pakaian khas seorang kasim. "Silahkan masuk nona," ucap kasim itu.


Sebelum masuk Mei Yin mengucapkan terimakasih kepada penjaga yang mengantarkannya dan kemudian dia masuk.


Saat masuk lagi-lagi ruangan yang elegan menyapu penglihatannya, yang mana terdapat ukiran naga di seluruh ruangan dengan berbahankan emas dan perabotan-perabotan yang tak terlalu banyak tetapi dapat menambak ke eleganan ruangan itu. "Sudah mengaguminya?" suara berat yang membuat Mei Yin kembali ke alam nyata dan ingat tujuannya menemui Putra Mahkota Hongli.


"Ahh maaf, aku langsung saja ya, tujuanku ke sini untuk meminta ijin keluar sebentar," ucap Mei Yin setelah kasim yang mengantarnya pergi karena perintah Putra Mahkota Hongli.


"Kenapa ingin keluar?"


"Aku bosan di dalam kamar terus, bolehkan?" pinta Mei Yin dengan wajah memelasnya.

__ADS_1


"Boleh, tapi aku juga akan menemanimu," ucap Putra Mahkota Hongli yang bangkit dari kursi kerjanya.


"Eh tak perlu, ku lihat kau sibuk, tak perlu menemaniku," ucap Mei Yin sambil melambai-lambaikan tangannya isyarat tidak perlu.


"Aku tidak ada niat menemanimu, hanya saja aku juga punya pekerjaan untuk memantau keadaan di luar," sanggah Putra Mahkota, karena egonya terlalu tinggi dia tak ingin Mei Yin mengetahuinya bahwa dia ingin menemani Mei Yin, dia juga bingung kenapa hatinya tidak ingin jauh dari gadis di depannya ini, dia selalu menepis kemungkinan dia menyukai gadis ini, jadi pikirnya karena ingatan nya hilang mungkin dulu dia memang menyukai gadis ini dan gadis itu juga menyukainya, tapi karena egonya sekarang dia tak ingin jujur. Untuk kepergian Mei Yin besok, sebenarnya dia sangat berat hati melepasnya, karena dia merasa nyaman dekat dengan gadis itu, tidak seperti semenjak dia bangun dari ya...mungkin ingatannya hilang hatinya merasa kosong dan itulah sebabnya wajah datar nan dingin itu bertengger di wajahnya. Tapi karena melihat wajah murung gadis itu membuat Putra Mahkota Hongli tak ingin mengekang dan mengurungnya selamanya di istananya, dia ingin selalu melihat senyum pada wajah cantik gadis itu. Rencananya dia ingin ikut perjalanan Mei Yin mencari temannya, tapi karena tanggung jawabnya sebagai seorang Putra Mahkota terpaksa dia membiarkan Mei Yin pergi dan mengirim seorang penjaga bayangan terpercayanya secara diam-diam untuk mengikuti Mei Yin, untuk jaga-jaga kalau dia sudah sangat rindu hehe, licik emang tapi apa boleh buat kalau hati risau menunggu gadis yang di cintai tak ada di samping.


"Baiklah aku akan menunggumu," ucap Mei Yin sambil duduk pada kursi yang berada tepat di hadapan meja kerja Putra Mahkota Hongli.


Putra Mahkota Hongli segera berganti pakaian biasa.


Beberapa saat kemudian Putra Mahkota Hongli keluar menggunakan pakaian biasa, tapi menggunakan bahan bagus seperti pakaian tuan muda bangsawan umumnya berwarna biru dengan perpaduan putih pada kerahnya. Mengingatkan Mei Yin pada Putra Mahkota Hongli saat masih berperilaku anak-anak dulu, yang masih terlihat lugu dan polos.


"Ekhem, sudah mengagumi ketampananku?" deheman Putra Mahkota Hongli sambil membanggakan dirinya.


Lamunan Mei Yin buyar dan menatap aneh dengan kepercayaan diri Putra Mahkota Hongli, ya... meskipun Putra Mahkota Hongli itu memang tampan badan tegap, sempurna bak model yang biasa berjalan dia atas panggung besar permodelan internasional di zamannya.


"Sudah selesai ayo kita berangkat, nanti keburu sore," ucap Mei Yin menghilangkan ke ilfilannya dengan kepercayaan diri yang ditampilkan Putra Mahkota Hongli yang tak pernah di lihatnya pada Putra Mahkota Hongli yang masih lugu dan polos saat dulu. Mei Yin masih tidak terbiasa dengan semua perubahan yang dintampilkan Putra Mahkota Hongli ini dan untuk membuat perasaan di hatinya hilang untuk Putra Mahkota Hongli, dia berusaha sebiasa mungkin saat berada di dekat Putra Mahkota Hongli tidak merasa gemas ingin memeluk dan sekedar mengecup pipinya yang selalu di lakukannya saat dulu saat bertemu.


Mereka berdua berangkat menggunakan kuda masing-masing. Awalnya Putra Mahkota Hongli ingin satu kuda dengan Mei Yin, tapi dengan lihainya Mei Yin menolak dan akhirnya mereka menunggang kuda masing-masing.


Mereka membelah jalanan yang agak ramai dengan kecepatan sedang. Memerlukan waktu 30 menit untuk sampai pada tujuan yaitu pasar ibukota kerajaan ras dewa.


Mereka sampai pada tempat tujuam dan menyerahkan kuda mereka pada penitipan kuda. Sebenarnya mereka tak berdua saja, karena para penjaga bayangan Putra Mahkota Hongli yang berjumlah puluhan orang itu selalu mengikuti mereka dari kegelapan.


"Mau kemana tujuan pertamamu?" tanya Putra Mahkota Hongli yang mendapati Mei Yin yang diam saja sedari mereka sampai.


Mei Yin menatap manik mata Putra Mahkota Hongli, diam sebentar lalu berkata. "Bulankah kau ada pekerjaan lain di luar sini? Kenapa masih di sini?" tanya balik Mei Yin.


Putra Mahkota Hongli gusar dan mencari alasan, "Aku kan hanya mengawasi keadaan wilayah pasar ini, jadi sekalian saja bersamamu,"

__ADS_1


Mei Yin mengangguki paham, "Baiklah, pertama aku ingin mencicipi makanan yang enak,"


"Makan?" beo Putra Mahkota, pasalnya meskipun pasar tapi di alam atas ini pasarnya beda, karena pasar di sini jarang ada kedai makanan karena lebih banyak kedai penjual senjata dan batu penambah Qi.


"Kenapa?" tanya Mei Yin yang kebingungan.


"Tidak apa, tapi di pasar jarang ada kedai makanan," jawab Putra Mahkota Hongli yang membuat kedua alis Mei Yin mengerut.


"Hah, benarkah, tapi saat aku berada di pasar kerajaan ras vampir banyak kok kedai makanan dan juga di kerjaan ras iblis juga banyak kok," ucap Mei Yin.


"Benarkah, aku tidak tahu itu, tapi di pasar ini memang jarang kedai makanan,"


"Ohh, tidak apa lah kan cuman jarang, tapi tetap adakan kan?"


"Ya... ada sih,"


"Baiklah kalau begitu, ayo kita jalan," ucap Mei Yin melangkah mendahului Putra Mahkota Hongli, senyum terukir tipis di wajah datar Putra Mahota Hongli melihat tingkah Mei Yin yang tak menutupi sifat aslinya, berbeda dengan gadis lainnya yang penuh kepura-puraan.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2