
Mereka pun berangkat, di perjalanan Mei Yin merasa sangat gelisah, dia tak tahu kenapa dirinya gelisah dia merasa tak nyaman dan khawatir.
Karena terlalu melamun Mei Yin tak merasa bahwa mereka sudah tiba di istana.
Mereka keluar dari kereta masing-masing dan sangat terlihat pakaian yang di kenakan Mei Yin lebih Bagus dari pakaian Fu Cai dan Niuren, mereka hanya mampu menahan marah.
"Heh bertunangan dengan Pangeran berpenyakit mental aja bangga," batin Fu Cai.
"Nona pertama, kedua dan ketiga dari kediaman Perdana Menteri Rong tiba," teriak lantang penjaga.
Setelah di umumkan mereka masuk dan menduduki tempat masing-masing. Tak lama Perdana Menteri Rong beserta keluarga datang juga.
Tamu satu persatu datang dan Raja Jun beserta anggota kerajaan lainnya pun sudah menempati posisi masing-masing.
Acara pertunangan di adakan secara khidmat dan lancar, tapi di saat-saat terakhir acara, alam yang awalnya cerah kini menjadi hitam, awan hitam menggumpal, petir menyambar kesana kemari guntu bergemuruh di langit, semua orang keluar dari ruangan melihat apa yang terjadi dan tiba-tiba portal berwarna putih terbentuk dari gumpalan awan hitam itu dan beberapa orang berpakaian putih keluar dari sana dan menuju halaman istana.
Pangeran Hongli yang sifatnya seperti anak-anak tentunya ketakutan dia dengan erat memegang lengan Mei Yin yang di sampingnya.
Orang-orang yang berpakaian putih itu kemudia maju dan berhenti di hadapan Mei Yin dan Pangeran Hongli.
"Mari ikut hamba Yang Mulia," kata salah satu orang berpakaian serba putih itu.
"T tidak aku tak kenal kalian," kata Pangeran Hongli ketakutan.
Dengan erat Mei Yin memegang tangan Pangeran Hongli.
"Kalian siapa? Kenapa kalian ingin membawa Pangeran Hongli?" tanya Mei Yin.
"Maaf kau tidak ada urusannya lebih baik kau menyingkir," kata pria berbaju serba putih itu.
Mei Yin pun semakin merapatkan Pangeran Hongli ke dirinya.
Anggota kerajaan lainnya pun menghalangi pandangan orang-orang berbaju putih itu melihat Pangeran Hongli. Selir Kehormatan bergetar di pojok, dia menangis dan tak lama tak sadarkan diri. Permaisuri dan Selir Agung pun membawanya ke halamannya.
__ADS_1
Sekarang tinggal Raja Jun dan para Pangeran, dengan sekali kibasan tangan mereka terpental dan memuntahkan seteguk darah, tersisa Mei Yin dan Pangeran Hongli.
Mei Yin sekuat tenaga menahan tekanan orang-orang itu,
"Mei, kau tak akan mampu melawan mereka, mereka semua jauh di atasmu," kata Xiuhuan melalui batin.
"Aku tahu, tapi tak akan membiarkan Pangeran Hongli di bawa oleh mereka," jawab Mei Yin melalui batin.
Seperti tak merasakan apapun Pangeran Hongli cemas melihat tunangannya itu menahan tekanan dari orang-orang di depan mereka, tubuh Mei Yin bergetar dan sudah bercucuran keringat dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Sekali hentakan kaki orang berpakaian putih itu Mei Yin langsung ambruk dan tak sadarkan diri dengan wajah yang sangat pucat.
Melihat itu Pangeran Hongli sangat panik dan menangis tapi tiba-tiba ada yang menotoknya sampai dia pingsan dia adalah salah satu orang berpakaian putih, lalu merekapun membawa Pangeran Hongli memasuki portal putih itu dan seketika alam menjadi cerah. Orang-orang merasa syok dan mereka pun satu-persatu meninggalkan istana sampai hanya tersisa para orang tua dari calon Permaisuri dan Selir.
"Maafkan atas kejadian ini, kalin boleh pergi dan beristirahat sedangkan puteri kalian akan tinggal di istana untuk menjalani prosesi selanjutnya," kata Raja Jun.
Mereka pun pulang dan para calon Permaisuri dan Selir di bawa ke halaman mereka masing-masing, sedangkan Mei Yin di bawa ke kamar Pangeran Hongli. Perdana Menteri yang khawatir tak bisa pulang dan menyuruh para selir dan anaknya untuk pulang duluan.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Raja Jun setelah Tabib Hu selesai memeriksa.
Tabib Hu menggeleng dan menjawab. "Maaf Yang Mulia Perdana Menteri, tubuh nona Mei Yin sangat menghawatirkan karena tekanan yang di dapatnya saat menahan orang-orang tadi," jelas Tabib Hu dengan raut wajah sedih.
Mereka semua yang ada di kamar itu merasa sangat khawatir, belum lagi dengan di bawanya Pangeran Hongli, bagaimana menjelaskan pada Mei Yin ketika dia sadar nanti.
Satu minggu berlalu tidak ada tanda-tanda kalau Mei Yin akan sembuh, baru beberapa minggu lalu mendapat musibah sekarang musibah baru lagi menimpanya.
Saat minggu kedua kondisi Mei Yin mulai membaik dan dia pun mulai sadar, tapi tidak dengan tubuhnya karena seluruh badannya seperti hendak remuk cuman dantian emas yang dimilikinya yang masih bertahan, mungkin itu yang mengakibatkan dia tak mati.
"Ughhh, hausss," lirih Mei Yin.
Dengan sigap Tang Yi yang selalu siap siaga di sampingnya mengambilkan air, dia senang melihat nonanya sudah siuman, tapi sedih melihat keadaan yang memprihatinkan selalu menimpa nonanya.
Tang Yi membantu Mei Yin minum dengan sendok karena anggota badan Mei Yin tak dapat bergerak.
__ADS_1
Setelah merasa sudah reda rasa hausnya Mei Yin pun bersuara. "Tang Yi sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?" tanya Mei Yin.
"Sudah 2 minggu lebih nona," jawab Tang Yi.
"Kenapa tubuhku tak dapat bergerak dan di mana Pangeran Hongli? Apakah kalian dapat menolongnya waktu itu?" tanya Mei Yin cemas.
Tang Yi menunduk. "Jawab Tang Yi," kata Mei Yin dengan suara lemahnya.
Tang Yi mulai sesegukkan menahan tangis. "Maaf nona hiks hiks kami tak dapat menolong Pangeran dan tubuh nona mengalami cedera yang sangat parah, jadi hiks tk dapat di gerakkan hiks hiks," kata Tang Yi menunduk dalam sambil menahan tangis nya agar tak pecah.
Air mata Mei Yin jatuh tanpa di minta, dia sangat marah akan dirinya yang tak mampu menjaganya dan sekarang tubuhnya tak dapat di gerakkan bagaimana dia bisa menolong Pangeran Hongli.
Mei Yin kembali ke kediaman Perdana Menteri Rong, di sana dia di rawat oleh Tang Yi dan Tabib Hu yang di perintahkan oleh Raja Jun untuk mengobatinya sampai sembuh.
Satu bulan berlalu Mei Yin mulai bisa menggerakkan tangannya, tetapi masih dalam keadaan lemah, dia selalu berlatih agar mampu menggerakkan tubuhnya lagi. Dengan bantuan pengetahuannya tentang obat dia membantu Tabib Hu untuk membuatkan obat untuknya dari resep yang di katakannya.
Xiuhuan dan Chen tak dapat menyembuhkan Mei Yin karena cedera pada tubuh Mei Yin sangatlah fatal. Xiuhuan hanya memberikan energi nya setiap hari, tapi Mei Yin melarangnya, karena itu dapat berpengaruh terhadap Xiuhuan sendiri.
Setiap malam setelah semua orang tidur, Mei Yin selalu meminta Xiuhuan untuk membantunya berjalan, meskipun dia sering jatuh tapi tak membuatnya putus asa, dia selalu berusaha dan bertekad agat cepat sembuh dan mencari keberadaan Pangeran Hongli.
•
•
•
•
•
Tinggalkan jejakmu ya. Dengan like, komen dan vote
Selamat Membaca
__ADS_1